Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 7.
Semua anggota kerajaan mulai memasuki aula kerajaan untuk menyambut kedatangan nenek kekerajaan Langit. Pada saat Victoria, ibunya dan Reyna masuk kedalam aula semua tatapan mata langsung tertuju pada mereka dengan tatapan tidak suka.
Ada juga yang menatap mereka dengan tatapan biasa-biasa saja dan acuh terhadap kedatangan mereka.
"Kenapa mereka juga datang kemari?."ucap seorang wanita yang merupakan kerabat dari pihak kaisar dengan wajah menyindir
"Tidak tahu, pasti mereka memiliki maksud lain datang kesini. Kudengar ibu suri datang hari ini karena ada sesuatu yang ingin dikatakan meminta semua anggota keluarga berkumpul disini."ujar seorang wanita dengan sinis
"Mengganggu pandangan saja!."ucapnya dengan raut wajah tidak suka dengan ketiga orang dihadapan matanya
Mendengar bagaimana seluruh keluarga pihak kaisar begitu sombong, arogan dan memandang status. Membuat Victoria memutar bola matanya dengan kesal, ternyata kehidupan didunia ini juga sama seperti dunia asalnya.
Banyak orang yang membenci dan menganggap status dan kedudukan layak disegani. Namun ketika status mereka rendah dan tak sama sekali memiliki kedudukan maka akan selalu ditindas dan dihina.
"Wanita dijaman ini sama juga dengan masa didunia tempat asalku, mereka selalu merendahkan orang rendah sebelah mata, dasar pemikiran sempit!."batin Victoria mengejek didalam hati sambil melirik dua wanita yang sedang membicarakan mereka
Ketika Victoria, ibunya dan Reyna berjalan menuju tempat duduk mereka. Suara langkah kaki terdengar cukup keras masuk kedalaman aula, pakaian yang mereka kenakan begitu anggun dan menawan.
Semua mata langsung teralih dan terfokus kearah satu keluarga yang bahagia dan penuh kasih sayang. Siapa lagi kalau bukan Kaisar, permaisuri Venia, pangeran Alesio dan putri Bianca.
Terlihat mereka datang bersama-sama untuk menyambut kedatangan ibu suri dikerajaan Langit yang disambut megah oleh seluruh anggota kerajaan.
"Lihat keluarga kaisar terlihat begitu harmonis dan serasi, bahkan putra dan putrinya begitu cantik dan tampan mereka terlihat mewarisi sikap dari ayah mereka."puji kerabat dari permaisuri Venia dengan senang
"Semoga ke harmonisan keluarga ini tidak pernah putus! Tidak seperti wanita penyakitan itu yang tidak berguna, hanya mempermalukan kaisar saja."lanjut seorang pria berbadan tinggi mengenakan pakaian perdana menteri
Ketika mendengar penghinaan mereka tentang ibunya, Victoria menatap beberapa orang itu dengan tatapan kesal dan marah. Pada saat dia ingin membuat perhitungan pada mereka, ibu dengan cepat menahan dirinya.
"Sudah abaikan mereka!."ucap ibu dengan tenang menahan putrinya untuk tidak membuat keributan diacara penyambutan ibu suri
"Huh.., baiklah!."jawab Victoria menganggukkan kepalanya kecil mengerti dan lebih memilih menahan amarahnya
Setelah semua keluarga berkumpul, mereka masih menunggu kedatangan ibu suri. Tatapan permaisuri Venia sekilas tertuju pada dua orang yang begitu tidak dia sukai akan keberadaannya.
Apalagi Bianca yang sedari tadi melirik mereka dengan tatapan menghina juga tidak suka dengan dua orang disampingnya. Bahkan saat ini Bianca duduk disamping Victoria meski kakak pertamanya sebagai penghalang diantara mereka berdua.
Sementara Victoria merasa dirinya diawasi sedari tadi, dengan sorot mata tajam menusuk Victoria menolehkan wajahnya kearah samping. Begitu pandangan Victoria tertuju pada dua orang yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan tidak suka dan jahat balik membalas.
Seketika kedua wanita itu terkejut dengan perasaan gelisah dihati mereka, hingga mereka cepat-cepat menoleh kearah lain oleh kecanggungan.
"Kenapa tatapan dari wanita sialan itu begitu tajam dan mengerikan, membuatku takut saja!."batin permaisuri Venia seketika gugup nyaris ketakutan
"Tatapannya tajam sekali, kenapa dia jadi begitu menyeramkan sekarang?."batin Bianca dengan bingung terkejut lalu berpaling kearah lain agar tidak dicurigai
Tak bersilam lama, suara sambutan ibu suri terdengar jelas ditelinga semua orang. Suara langkah kaki terdengar memasuki aula kerajaan dengan anggun dan bijaksana sebagai orang tertua dikerajaan Langit.
"Salam hormat ibu suri semoga kebahagiaan selalu menyertai ibu suri, dengan panjang umur dan keselamatan."ucap semua anggota keluarga menyapa kedatangan ibu suri
Sementara ditengah-tengah aula, seorang wanita paruh baya masih tampak kuat dan sehat berdiri tegak ditengah-tengah aula.
Bahkan sama sekali tidak menunjukkan bahwa usianya telah menginjak tujuh puluh tahun. Wanita paruh baya itu begitu anggun dan berwibawa diusia yang sudah tidak muda lagi.
Memperhatikan semua anggota keluarga berkumpul membuat wanita paruh baya itu tersenyum kecil, kemudian berjalan mendekati putra bungsunya dengan raut wajah senang.
"Ibu, bagaimana perjalanan ibu. Apakah berjalan dengan aman?."ucap kaisar berdiri didepan ibu suri dengan hormat dan sopan
"Ya, semuanya baik-baik saja. Bagaimana kabarmu sepertinya semua terlihat bahagia dan senang ketika menyambut kedatangan ibu."ujar ibu suri dengan tertawa kecil menatap putranya sesekali melirik menantu dan cucunya
Mendengar perkataan ibu suri, kaisar tertawa kecil menganggukkan kepalanya dengan malu-malu. Diam-diam menyembunyikan hal yang tidak bisa dia jelaskan pada ibu suri tentang rumah tangganya saat ini.
Karena kaisar begitu tidak ingin ibu suri ikut campur dalam urusan mereka karena tidak ingin mengganggu kesehatan dan mentalnya.
"Kabar saya baik ibu, karena kami begitu menantikan kedatangan ibu membuat kami semua sangat bahagia dan senang."jawab kaisar dengan wajah sedikit canggung berusaha menutupi beberapa insiden yang telah terjadi
"Hahah..., kamu benar juga!."ujar ibu suri tertawa kecil menganggukkan kepalanya mengerti
Saat melihat interaksi antara kaisar dan nenek, membuat Victoria enggan untuk menyaksikan tontonan didepan sana. Lagipula pria yang berdiri didepan nenek saat ini sedang berbohong demi menutupi beberapa insiden yang terjadi dikerajaan.
Kalau saja semua tersebar mungkin akan mengejutkan nenek yang mengira keluarga besar ini begitu harmonis dan damai. Padahal sebenarnya keluarga yang terdiri dari dua istri tidak pernah akur dan selalu bertengkar saling tidak suka.