Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Dirumah berdesain tema Catur itu, baru saja kedatangan pasangan yang sedang dalam masa bucinnya level diabetes. Ya siapa lagi kalau bukan Prasha dan Aluna si ratunya enggak peka entah karena kelewat polos ah sudahlah intinya bikin elus dada aja pokoknya.
Seperti sekarang ini contohnya, alih alih Prasha pulang berkencan bukannya dengan wajah sumringah, seperti sebelum keduanya pergi lebih ceria. Melainkan semburat wajahnya malah ia tekuk.
Ekspresinya seperti orang yang gagal dalam berkencan, Ia duduk disebelah Arsen dengan wajah kesal. Arsen menyeringai dan berceletuk menggodanya meski waktunya tak tepat waktu. "CIEE yang habis kencan, gimana,..gimana cerita dong pasti seru nih kencan pertama romantis pasti berkah dengan mmuach."
"Diem Sen enggak usah ledek gue, gue lagi kesel tau nggak." ucap Prasha sambil menoleh menatapnya tajam dan langsung menyambar camilan yang ada di pangkuan Arsen saat itu.
"Hah, kenapa lu bro, abis kencan bukannya happy malah kesel pegimana ceritanya dah?." jawab Arsen heran.
"Kenapa bro muka lu kusut amat." ucap Arsen menengok sekilas lalu kembali ke layar laptopnya yang menyala. Namun tak lama ia tutup dulu karena lelah. Dan meneguk segelas kopi di samping laptop yang sudah ia buat tadi.
"Abis kecebur lagi kah?."
"Kampret lu ah." Prasha melempar Snack ke arah Arsen.
"Gimana gue enggak kesel, noh si Luna masih bisa ketawa dia mah enjoy aja gitu haish, elo tau kan niatnya gue ngajak kencan mau makan romantis."
"Iya terus masalahnya dimana?."
"Nah itu yang jadi masalahnya Sen, tempatnya rame banyak bocil."
"Hah,..Hwakakak, serius bro, hahaha." ucap Arsen tak bisa menahan tawanya. "Terus terus."
"Elo mau tau endingnya gimana bro, kita malah main sama banyak bocah dan badut?."
"bahahaha, asli sih kocak banget pacaran kalian hahah."
"Jangan bilang elo makannya di,..?."
"Resto mas Arsen, resto keluarga kata mas Prasha tempatnya lucu yaudah Luna bilang makan disitu aja."
"iya lun kan awalnya aku kira enggak serame itu mana ada badut pula lagi haish."
Darto yang sedang lewat ikut nimbrung "Mas Prasha dapat balonnya enggak?." ucap Darto.
"DARTO!."
Aluna dan Arsen juga Darto semua pada tertawa saking lucunya. Apalagi Arsen puas banget ketawanya. Arsen menepuk bahunya Prasha "Enggak apa apa bro, kencan pertama emang selalu mengejutkan." Namun tak lama ia melanjutkan lagi membuka laptopnya.
Kembali ke mode serius dengan tangan yang menari diatas keyboardnya saat itu. Namun tak lama ia dikejutkan akan suatu hal. "Wah!." gumamnya shock.
Beberapa data bermunculan di layar, ada nama dan alamat yang tertera. Dan satu nama yang muncul berulang dan itu membuat Arsen mengerutkan dahinya.
Prasha yang mendengarnya jadi penasaran, langsung reflek melirik ke arahnya. "Kenapa Sen, serius amat?." Arsen menatap layar beberapa detik sebelum menjawabnya.
"Feeling si Arden benar bro."
"Maksud Lo?." tanya Prasha heran.
"Si Lola,..Dia lagi banyak masalah bro, masalahnya kelewat berat untuk seusia dia sama kayak siluna kemarin ini lah, cuma beda versi."
Luna yang mendengar hal itu langsung mendekat, ada masalah apa sama Lola mas?, kok dia enggak pernah bilang ke Luna ya?." Aluna yang penasaran pun langsung melihat ke arah layar monitor.
"Hah, i,..ini. Seriusan mas banyak banget." ucap Aluna shok ketika melihat data yang Arsen dapatkan.
"Ada masalah apa sih sebenernya coba gue lihat sendiri, jadi penasaran. Tuh anak emang keliatannya aja sih nyablak tapi yang gue perhatiin dia beberapa terakhir ini sering ngindar dan murung gitu sering di kamar juga kan, dah gitu kadang gue liat sama si Luna tempo hari kayak abis nangis." jawab Prasha dan diangguki oleh Aluna.
"Iya mas, tiap Luna tanya juga gitu enggak pernah mau cerita."
Prasha pun melihat ke laptopnya Arsen yang dia geser lali ia menscroll dengan detail. "Gila parah sih ini, kita enggak bisa tinggal diem, kasian si Lola kalo begini.'
Tak lama Arden menelpon Arsen. "Bro gue di rumah orangtuanya Lola, tapi gue enggak masuk sih, lagi kondisi tegang kayaknya." cuma tadi gue denger dari jauh, si Lola diteken sama bokapnya, cuma yang gue denger ada kata hutang piutang gitu."
"Pas banget den gue dah Nemu datanya, emang keluarganya Lola lagi banyak masalah bro, cuma yang jadi masalahnya itu bapaknya punya utang buka ke orang sembarang, dia orang berpengaruh dikota itu."
"Seriusan lu?."
"Yaudah mending elu balik sini kita pikirin jalan keluarnya sama sama sebelum terlambat den, kasian si Lola, gue ngerinya dia jadi korban."
"Maksud elo!."