" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan Yang Tak Masuk Akal
Setelah kepergian Fildan, Darrel memilih masuk ke dalam rumah dan ternyata pintu kamar tamu yang Mala tempati di biarkan terbuka dan dari dalam terdengar gelak tawa putri kecilnya yang terdengar riang dan bahagia, satu hal yang belum pernah Darrel lihat selama putri kecilnya tinggal bersama dirinya.
" apa aku harus mengikuti saran Fildan agar bisa melihat kebahagiaan di wajah putriku ?" tanya Darrel dalam hati tapi lamunannya terhenti di saat suara mungil yang sangat iya kenal memanggil dirinya.
" ayah sini, ayo ikut bermain dengan Tika dan bunda " ucap Cantika sambil tertidur tepat di samping Mala.
" sayang ayo keluar, Tante Mala harus istirahat agar Tante Mala bisa istirahat dan cepat sehat " ucap Darrel sambil mengulurkan tangannya di depan pintu kamar tamu.
" Tika dengar kata ayah ya, nanti kita main lagi " ucap Mala yang tak ingin cantika sampai membantah perintah ayahnya.
" tapi bunda janji ya, setelah bunda istirahat kita main lagi " ucap cantika sambil memperlihatkan jari kelingking nya yang langsung di sambut balik oleh Mala.
Meski sebenarnya enggan meninggalkan Mala tapi Cantika tetap turun dari tempat tidur dan berjalan menghampiri ayahnya yang masih berdiri di ambang pintu.
Tapi baru saja sampai di depan ayahnya Cantika kembali berbalik berlari ke arah Mala dan mencium pipi kiri Mala penuh rasa sayang dan hal itu membuat Darrel yakin akan keputusannya setidaknya keputusannya saat ini hanya demi kebahagiaan putrinya.
" sebentar lagi obatmu sampai, minum dulu obat mu baru setelah itu kamu bisa istirahat " ucap Darrel sebelum meninggalkan kamar tamu tanpa ingin mendengar jawaban dari Mala.
" terima kasih ayah sudah memberikan Tika seorang bunda yang begitu baik dan cantik " ucap Cantika sambil menggandeng Darrel menuju ruang makan dimana bi Ani sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.
" bi tolong suapi Cantika dulu, ada yang harus saya bicarakan dengan Mala " ucap Darrel saat tau bi Ani akan mengantarkan sarapan untuk Mala sebelum Mala minum obat.
" baik pak " ucap Bi Ani yang langsung menyerahkan nampan yang berisi makanan ke tangan Darrel.
Darrel berjalan kembali menuju kamar tamu dan sama seperti yang iya ajarkan pada putrinya, Darrel mengetuk pintu terlebih dahulu dan setelah mendapat jawaban barulah Darrel masuk ke dalam kamar yang Mala tempati.
" aku bawakan sarapan dan sejujurnya ada yang ingin aku sampaikan padamu " ucap Darrel setelah menyimpan makanan di atas meja dan dirinya pun menarik kursi untuk duduk tak jauh dari Mala yang kini sudah duduk di atas tempat tidur.
" maaf jika saya mengizinkan putri bapak memanggil saya bunda " ucap Mala yang merasa jika Darrel akan marah karena membiarkan Cantika memanggil dirinya bunda.
" tapi saya bisa merasakan bagaimana harus memendam kerinduan pada sosok ibu yang tak bisa kita temui dan tak bisa kita peluk setiap hari " ucap Mala dengan mata yang mulai berkaca kaca jika sudah membahas sosok ibu dalam hidupnya.
" ibu mu ?" tanya Darrel yang tak bisa melanjutkan ucapannya.
" ibu saya meninggal saat melahirkan saya dan karena alasan itu ayah sangat membenci saya dan akhirnya menikah lagi dengan wanita yang bahkan tak bisa menerima saya sebagai anaknya " ucap Mala yang kini sudah memalingkan wajahnya menghindari tatapan Darrel yang sedang menatap serius ke arahnya.
" lalu siapa laki laki yang mengejar dan mencari mu semalam ?" tanya Darrel penasaran.
" dia kakak tiriku " ucap Mala setelah berhasil menguasai dirinya.
" dan luka luka yang ada di tubuhmu itu ?" tanya Darrel seperti sedang mengintrogasi seorang terdakwa dihadapannya.
" maaf tapi saya tak ingin membahas itu " ucap Mala yang kembali memalingkan wajahnya karena tak ingin Darrel tau trauma yang iya rasakan akibat luka yang iya terima di tubuhnya.
" baiklah aku tak akan memaksa jika kamu tak ingin bercerita "
" tapi ada yang ingin aku tawarkan padamu dan aku ingin kamu pikirkan baik baik sebelum kamu memutuskan semuanya " ucap Darrel yang langsung pada inti pembicaraan mereka.
" apa ?" tanya Mala penasaran.
" menikah lah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku Cantika " ucap Darrel hanya dengan satu tarikan nafas.
" menikah ?"
" apa om sadar apa yang om katakan ?"
" apa yang om lihat dari saya hingga dengan mudahnya om meminta saya menikah dengan om yang jelas jelas tidak saya kenal"
" apa om tidak takut jika saya wanita jahat atau mungkin saya wanita pembawa sial seperti yang ayah saya katakan selama ini ?" tanya Mala yang tak ingin menikah dengan orang yang baru iya temui semalam apalagi tanpa alasan yang jelas.
" saya tau jika ini terdengar tak masuk akal tapi apa yang saya lakukan itu hanya demi putri saya Cantika " ucap Darrel.
" jika saja Cantika tidak menganggap kamu seperti sosok bunda yang iya dambakan selama ini saya juga tak akan pernah ingin menikah lagi " ucap Darrel menyampaikan alasan kenapa dirinya meminta Mala menikah dengannya.
" saya tidak keberatan jika saya di panggil bunda oleh Cantika tapi kita tidak harus menikah demi hal itu " ucap Mala yang tak setuju dengan permintaan Darrel.
" tapi kamu tak bisa tinggal disini tanpa ada ikatan yang jelas di antara kita " ucap Darrel yang tetap ingin menjaga Marwah Mala sebagai seorang wanita yang harus di hormati.
" anggap saja saya pengasuh Cantika dan dengan alasan itu bisa kan saya tinggal disini untuk menjaga dan mengasuh Cantika " ucap Mala yang juga ingin bisa mengisi kekosongan sosok bunda untuk Cantika gadis kecil yang baru iya temui beberapa waktu lalu.
" tidak bisa sesederhana itu "
" jika Cantika memanggil kamu mba mungkin orang akan bisa berpikir jika kamu pengasuh Cantika, tapi bagaimana bisa kamu mengaku pengasuhnya sedangkan Cantika memanggilmu bunda ?"
" pikirkan dulu baik baik dan setelah kamu yakin kamu baru memberikan jawaban " ucap Darrel bangkit.
" oh ya satu lagi, kamu cukup menjadi ibu untuk Cantika " ucap Darrel.
" maksud om, kita menikah tapi om hanya meminta saya untuk menjadi ibu untuk Cantika ? " tanya Mala memastikan.
" anggap saja seperti itu " ucap Darrel yang langsung berjalan meninggalkan Mala saat mendengar kurir paket memanggilnya.
" obat mu sudah sampai " ucap Darrel sambil keluar dari kamar Mala.
Mala termenung sambil menatap kepergian laki laki yang baru iya kenal beberapa jam tapi dengan berani mengajaknya menikah meski hanya untuk menjadi ibu untuk putrinya tapi tetap saja bagi Mala pernikahan sesuatu yang sakral dan bukan hanya menjadi seorang ibu untuk anak sambungnya tapi juga seorang istri untuk suami yang menikahinya.
" apa ini jalan hidup yang kamu berikan Tuhan agar aku bisa terbebas dari ibu dan Abang ?" tanya Mala pada dirinya sendiri.
" tapi kenapa harus dengan menikahi laki laki yang tidak aku kenal ?
" apa ini cara mu untuk membebaskan ku dari penderitaan yang membelenggu ku selama ini ?"
" tolong aku tuhan, tunjukan jalan yang terbaik untuk ku, untuk om dan juga untuk Cantika anak kecil yang merindukan sosok seorang ibu "
✍️✍️✍️ jawaban apa yang akan Tuhan berikan atas pertanyaan Mala saat ini ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏