NovelToon NovelToon
This Is? Another World?

This Is? Another World?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Akademi Sihir / Fantasi Isekai
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Raphiel-Viel

Elysia Sylphy, seorang siswi SMA biasa dari Bumi yang mahir kendo, tiba-tiba terlempar ke dunia fantasi ketika ia pulang dari kegiatan ekskul kendo nya, di dunia fantasi itu, ia harus selalu waspada dengan yg ada di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raphiel-Viel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epilog Volume 1 - Pertemuan Petinggi

Mlam itu, setelah api festival padam dan asap hitam masih mengepul tipis di langit Eldoria Luminaris, ruang sidang besar di Istana Bulan Purnama Kerajaan Ereyja Lunaries sudah penuh.

Ruangan itu luas, dindingnya dari batu marmer putih keperakan yang memantulkan cahaya bulan melalui jendela-jendela tinggi berukir motif bulan sabit. Meja bundar panjang dari kayu hitam mengkilap dikelilingi kursi-kursi tinggi berukir lambang kerajaan: bulan penuh dengan mahkota duri bintang. Di tengah meja, bola kristal besar mengapung pelan, memancarkan cahaya biru samar—alat komunikasi sihir yang menghubungkan kota-kota besar di kerajaan secara langsung.

Ratu Ereyja Felicia duduk di kursi utama. Rambut perak panjangnya terurai rapi, mata biru esnya tenang tapi tajam. Jubah kerajaannya berwarna putih-perak dengan bordir bulan sabit emas, tapi malam ini dia terlihat lebih tegang dari biasanya. Di sekelilingnya, para petinggi kota besar kerajaan sudah hadir melalui proyeksi kristal—bayangan semi-transparan mereka berdiri di sekitar meja seperti hantu yang hidup.

Yang pertama muncul adalah Duke Reginald Valorian dari Eldoria Luminaris sendiri. Proyeksinya berdiri paling dekat dengan Ratu. Wajahnya yang biasanya tenang sekarang penuh kerutan, tapi senyum tipisnya masih ada—senyum yang terlalu tenang untuk situasi seperti ini.

“Yang Mulia,” katanya sambil membungkuk sedikit. “Serangan malam ini bukan sekadar kerusuhan. Api hitam yang mereka gunakan… itu sihir terlarang. Dan target utama mereka adalah beastkin kucing hitam yang baru-baru ini muncul di kota kami.”

Selanjutnya muncul Marquess Alma Veyron dari kota pelabuhan Lunaris Bay. Wanita berusia pertengahan empat puluhan dengan rambut hitam bergelombang dan mata hijau gelap. Proyeksinya terlihat marah.

“Api hitam? Itu sama seperti yang dilaporkan di pelabuhan kami dua bulan lalu. Beberapa kapal dagang hilang, dan saksi bilang pelakunya pakai jubah hitam dengan api gelap. Kalau mereka bergerak ke daratan sekarang… ini bukan serangan acak.”

Countess Kellia Thorne dari kota hutan Sylvana Grove muncul berikutnya. Rambut cokelat panjangnya terikat sederhana, mata cokelatnya penuh kekhawatiran.

“Di Sylvana juga ada laporan serupa. Pohon-pohon suci mulai layu setelah api hitam menyentuh tanah. Dan… ada rumor mereka mencari ‘darah kunci’. Beastkin kucing hitam disebut-sebut lagi.”

Baron Arkyy Draven dari kota tambang Ironcrag muncul dengan suara kasar. Tubuhnya kekar, janggut pendeknya berwarna merah bata. “Mereka nggak cuma nyerang festival. Di tambang kami, ada gua kuno yang disegel tiba-tiba terbuka. Penambang bilang ada suara bisik dari dalam: ‘Kunci sudah dekat’. Ini nggak kebetulan.”

Viscountess Shiil Elandor dari kota akademi Luminiella mengangguk pelan. Rambutnya pirang keemasan, matanya biru muda seperti langit pagi. “Di perpustakaan kami, beberapa buku Grimoire terlarang yang seharusnya terkunci mulai bergetar sendiri. Seolah ada yang memanggil mereka. Kalau kultus ini punya akses ke sihir itu… kita dalam bahaya besar.”

Terakhir muncul Earl Heriko Valthorne dari kota benteng Frostgate. Wajahnya keras, bekas luka melintang di pipi kirinya. Suaranya dingin.

“Yang Mulia, pasukan saya sudah tangkap beberapa penyusup jubah hitam. Mereka nggak bicara, tapi tato di dada mereka sama: lingkaran dengan mata di tengah, dilingkari rantai. Simbol Ordo Gerhana. Kultus sesat yang seharusnya sudah musnah 200 tahun lalu.”

Ratu Ereyja Felicia diam sejenak. Matanya menatap bola kristal di tengah meja, seolah bisa melihat masa lalu dan masa depan di sana.

“Ordo Gerhana…” gumamnya pelan. “Mereka percaya The Ancient One akan bangun kembali. Dan mereka butuh ‘kunci’ untuk membuka segelnya. Darah beastkin kucing hitam… Guardian of the Night.”

Duke Valorian tersenyum tipis lagi. “Yang Mulia, di Eldoria kami ada satu beastkin kucing hitam yang muncul baru-baru ini. Gadis kecil bernama Nyx. Dia dilindungi oleh petualang baru bernama Elysia Sylphy. Gadis itu… sangat kuat. Dia yang mengalahkan sebagian besar penyusup malam ini.”

Ratu mengangguk pelan. “Lindungi dia. Kalau Ordo Gerhana menginginkannya, berarti dia memang kunci. Tapi jangan sampai dia tahu dulu. Kita harus cari tahu lebih banyak tentang kultus ini sebelum mereka bergerak lagi.”

Marquess Alma menyela. “Yang Mulia, kalau mereka sudah berani serang festival di ibu kota provinsi… berarti mereka yakin waktunya sudah dekat.”

Ratu berdiri. Cahaya bulan dari jendela menerangi wajahnya yang tegas.

“Kita tingkatkan pengawasan di seluruh kota besar. Perketat perbatasan. Cari tahu markas Ordo Gerhana. Dan… lindungi gadis itu. Dia mungkin satu-satunya yang bisa menghentikan mereka… atau justru membuka pintu kegelapan.”

Proyeksi para petinggi satu per satu memudar. Ruangan kembali sunyi, hanya suara angin malam yang menyusup lewat jendela.

Ratu Ereyja Felicia menatap bulan purnama di luar.

“Bayangan yang terbakar… ternyata masih menyala di kegelapan. "

1
Wahyuningsih
q mampir thor
Raphiel-Viell: Iyah, makasih
total 1 replies
Raphiel-Viell
Mohon dikoreksi jika ada penulisan yg kurang Rapih dan kurang tepat
Bern
Menarik ya dengan berbeda perspektif gini
Nana
Gaya penulisan nya agak kaki, tapi it's okay sih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!