NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Berondong

Terbelenggu Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Mau menyimpan bangkai serapat apa pun, pada akhirnya akan tercium juga.

Niat hati memberi kejutan untuk suami tercinta di tahun ke 2 pernikahan. Nyatanya aku, yang di beri kejutan yang menjadi awal runtuhnya kepercayaan dan hancurnya hati ku. Hingga perpisahan gak lagi bisa ku hindari. Dari pada hidup bersama pria yang sudah menghianati.

Di balik ruang kebesaran Joseph.

"Pelan pelan, sayang!"

"Gak bisa, mas! Aku udah gak sabar pengen piton kamu!"

"Kamu ini, selalu saja pandai memu4skan ku! Kamu agresif, inisiatif, aku suka itu!"

"Siapa dulu dong, Karin! Kekasih mu! Karena aku, kamu bisa berada di posisi ini! Ingat itu! Aku pahlawan mu, mas!"

"Dan sayangnya aku harus berkorban menikahi si Jenny. Wanita bodoh, manja, menyusahkan, dan gak bisa apa apa!" gerutu Joseph.

Ceklek.

"Je- Jenny, ka- kamu ngapain ke sini?"

Hingga aku di pertemukan kembali, dengan bocah yang mampu mengusik hidup ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

🌻🌻🌻🌻🌻

“Berapa usia mu sekarang, Alan?” tanya Jaya dengan santai.

Alan menyeruput minumnya, sebelum menjawab pertanyaan Jaya, “Umur saya …”

Sayangnya Jenny menyela perkataan Alan, membuat semua mata kini tertuju padanya.

“Paling masih belasan tahun, pah! Dia ini masih menjadi salah satu pelajar di sekolah menengah atas! Suka bolos lagi, pah!” jelas Jenny tanpa ragu.

Alan terkekeh, “Belasan tahunnya benar! Tapi buat bolos, mbak cantik salah besar! Saya di mall waktu itu bukan lagi bolos, tapi karena jam sekolah berakhir lebih awal.

Dan kebetulan saya murid baru, di sekolah yang sekarang. Murid pindahan, gak ada salahnya kan mentraktir beberapa teman?”

Jenny memainkan alat makannya, memutar bola matanya malas saat beradu pandang dengan Alan. Pemuda yang ia anggap menyebalkan.

“Murid baru, murid pindahan? Paling kenakalan remaja. Makanya di keluarin dari sekolah lama! Terus baru di terima di sekolah yang sekarang, setelah sekian banyak sekolah yang menolak mu?

Tampang kamu itu, tampang kriminal, tampang pembuat onar!” celetuk Jenny tanpa saringan, seolah dirinya paling tau.

Jaya angkat suara, “Jen! Papa bukan lagi bertanya pada mu, nak! Kenapa dari tadi kamu terus yang menjawab? Biarkan nak Alan yang menjawabnya! Dimana sopan santun kamu, Jen!”

Jenny mengerucutkan bibirnya kesal, “Pah! Nih anak udah gak sopan, datang bertamu malam malam ke rumah orang! Gak di undang pula! Masa iya Jen harus sopan sama dia! Gak lah! Tamu ngelunjak itu yang ada!”

Jaya mengerutkan keningnya, “Astaga kamu ini, Jen! Kalian ini sebenarnya baru kenal atau sudah lama kenal? Atau jangan jangan nak Alan ini, salah satu teman kamu yang gak pernah kamu kenalkan ke papa, Jen!”

Jenny menatap sengit Alan, menghentikan makannya sejenak, “Jen berteman saya dia? Gak mau ya! Jen itu baru tadi siang bertemu dengannya di mall! Bukan hanya itu, kami bertemu 3 kali dalam waktu yang cukup dekat.”

“Benarkah?” tanya Jaya seakan gak percaya.

“Itu benar, om! Pertemuan pertama, saat di mall. Pertemuan kedua, di kasir minimarket. Yang membuat saya yakin, putri om punya perasaan dengan saya, om!” timpal Alan, menatap Jenny penuh kemenangan.

Jenny menyangkal dengan nada sengit, “Eh gak ada itu yang namanya menaruh perasaan! Jangan fitnah deh bocah!”

“Makin seru aja pertemuan bu Jenny dan kamu, Alan!” timpal Serli, yang sejak tadi menyimak.

“Emang apa yang di lakukan bu Jenny saat di minimarket, Lan?” timpal Lia.

“Traktir minuman saya, ka. Gak mau di ganti pula! Baik bangat kan, kalo bukan suka. Apa coba om?” beo Alan, seolah meminta Jaya membenarkan pernyataan nya.

Jaya mengerdik kan dagunya, “Biasanya kamu perhitungan, Jen?”

Jenny berdecak kesal, “Ihs, Jen gak perhitungan pah! Lagi nih ya, belanjaan itu bocah gak sampe seratus ribu. Malas amat harus ngasih nomor telepon buat di ganti duit Jen. Mending gak usah ganti, toh Jen gak kekurangan uang juga kan!” 

“Saya juga melihat mbak cantik bertengkar dengan seorang pria di depan minimarket, om!” adu Alan.

Jenny melotot galak, “Gak usah di bahas! Itu ranah privasi saya!”

Jaya berdehem, mengalihkan topik pembicaraan. Melirik Serli, Lia dan Alan bergantian.

“Ehem, bagai mana dengan masakannya? Apa kalian menyukai menu yang di sajikan?”

Lia mengacungkan 2 jempolnya ke arah Jaya, “Ini mah luar biasa enak, pak bos besar! Jempolan deh pokoknya, dari banyaknya masakan yang sudah masuk mulut saya! Ini yang paling the best.”

“Saya sependapat dengan Lia, pak bos! Enak bangat!” timpal Serli.

“Gimana dengan kamu, Alan? Apa kalah enak dengan masakan ibu kamu?” tanya Jaya.

Alan menghembuskan nafasnya kasar, “Saya gak tau masakan mama saya, om! Selalu bibi kalo gak papa yang masak. Tapi kalo saya lagi kepengen, saya masak sendiri kok!”

Lia menatap kagum Alan, “Wiiih hebat kamu, masih muda tapi bisa masak! Mau dong di masakin!”

Alan terkekeh, “Saya masak untuk orang orang yang saya sayangi. Tapi kalo masak untuk kaka, nanti dulu deh. Hehehe.”

“Ibu macam apa itu? Gak pernah masak! Pasti waktunya di habisin buat karir! Gak ada tanggung jawabnya bangat sama keluarga!” celetuk Jenny tanpa saringan.

Alan tersenyum pahit, ‘Entah lah, rasanya aku sudah di lahirkan mama. Di besarkan dan di rawat papa jauh dari mama, itu sudah lebih dari cukup. Dari pada tinggal serumah, tapi hidup penuh tekanan. Rasanya begitu menyiksa.’

Jaya berseru penuh penekanan pada Jenny, saat netranya gak sengaja melihat perubahan di wajah Alan.

“Jeeeen!”

“Dari saya kelas 3 SD, saya ikut dengan papa tinggal di luar negeri. Sementara mama tetap tinggal di indonesia.” jelas Alan, berusaha mempertahankan senyumnya.

“Bagaimana pertemuan pertama kamu dengan bu Jenny di mall, Lan?” tanya Lia ingin tau.

Alan menceritakan bagaimana ia pertama bertemu dengan Jenny.

“Tadi siang, saat saya dan teman teman berada di restoran. Lagi asik ngobrol, bertukar cerita. Ada pengunjung wanita yang mengalihkan perhatian saya …”

“Bu Jenny mergokin aduh.” Serli memekik sakit, saat kaki Lia yang ada di bawah meja, dengan sengaja menginjak kaki Serli.

Jaya mengerdikkan dagunya, “Kenapa kamu, Serli?”

Sementara di tempat lain.

Menyisakan Joseph dan Karin di ruang tamu, sementara para warga, rt setempat dan amil yang menikahkan keduanya sudah pergi.

Joseph menatap jengkel Karin, membuka kancing kemeja atasnya, "Ini semua pasti rencana kamu kan, Karin?"

"Rencana apa ya, mas? Aku gak ngerti maksud kamu apa, mas! Yang aku tahu, kita sekarang udah sah suami istri di mata agama! Jadi apa pun yang kita lakukan, bukan lagi zina, sayang!" beo Karin dengan santai.

Joseph beranjak dari duduknya, menunjuk Karin dengan jari telunjuknya.

"Persetan amat dengan zina! Aku gak peduli, Karin! Yang aku mau tau! Orang orang itu datang ke rumah ini, itu sudah kamu rencanakan bukan?" tuduh Joseph, tepat sasaran.

'Emang iya, itu semua rencana ku, mas! Aku membayar mereka!' pikir Karin, menahan senyum kemenangannya.

Karin beranjak, menepis tangan Joseph. Dengan raut wajah panik, ia menepis semua tuduhan Joseph padanya.

"Ja- jangan menuduh ku terus kenapa, mas! Jika aku menjebak mu, me- meminta para warga datang untuk menggerebek kita. Itu sama saja dengan aku mempermalukan diri ku sendiri mas! Aku masih waras untuk menjaga nama baik ku, dan nama baik mu, mas!"

Joseph menggaruk kepalanya frustasi, "Lalu siapa yang melakukan ini semua pada ku, Karin?"

"Ma- mana aku tau mas! Ta- tapi ..."

Bersambung…

1
lina
waduh
lina
yah begitu lah pentingnya restu
lina
emng itu yg d arepin 🤣🤣🤣
lina
lama amat makan doang ampe 1 jam
lina
wah wah wah. enaknya d apain y 🤔
lina
🤔🤔 kalo mabok... suka dvluar nurul gitu sikapnya?
lina
kaga mabok. cuma minum dikit doang 🤣
lina
obsesi lah itu mah
lina
udah bulet nih. mau ngejer janda 🤣
lina
tul itu
lina
udh brpa kali pindah kerja bi? bneran di pecat gegara devi? lempar bae anak begitu mah
lina
pede gila u 🤣🤣
lina
keracunan iya 🤣🤣
lina
adem kan d liat nya
lina
pembantu ngelunjak lgi
lina
🤣🤣 tau bae nuari alasan
lina
klo siang, nmanya solat zuhur
lina
mimpi apa s neng? seneng bagt kayanya 🤣🤣
lina
situ waras? ko bisa punya anak dr wanita lain?
lina
dia bapak kndung u cok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!