Ini adalah Kelanjutan dari Novel Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2.
Berkisah tentang putri pertama Sean dan Viana yaitu Sevina Armadja yang memiliki sifat yang arogan, jago bela diri, namun berhati baik.
Hingga suatu hari, ia dijodohkan dengan seorang pria bernama David Pramudya, seorang yang sangat pintar, namun sangat kaku dan dingin.
Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka?
Season 2
Berkisah tentang Davin Pramudya yang ditinggal nikah oleh cinta pertamanya. Hingga ketika ia menyelamatkan wanita yang hendak bunuh diri, ia pun
menikahi wanita tersebut karena menghindari perjodohan. Namun, pernikahan itu dilaksanakan dengan syarat bercerai setahun setelahnya.
Yuk kita simak kisahnya.
Follow instagram @yenitawati24
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[POV SEVINA] - Aku Mencintaimu
Entah rasa apa ini. Ketika aku meninju seorang anak laki-laki bernama David karena dia sudah mendorongku dan menyiram wajahku dengan air. Padahal, kami sekelas dan dia tau betul bagaimana arogannya aku tapi dia berani melakukan hal itu padaku. Sungguh anak itu sudah mencuri perhatianku. Sifatnya yang pendiam dan juga tertutup membuatku penasaran terhdapanya.
Aku senang saat aku tau bahwa orang tua kami berteman baik. Apalagi saat papa kandungnya ternyata masih hidup, itu menambah kedekatan keluarga kami. Aku sering sekali menanyakan PR padanya. Dia mempunyai kecerdasan di atas rata-rata. Dan aku senang selalu bisa satu sekolah dengannya.
Hingga tiba saat kami sudah remaja, sifatnya semakin dingin dan tertutup. Dia hanya mau berteman dengan anak-anak yang pintar saja. Padahal aku ingin sekali berteman dan juga dekat dengannya, namun dia sama sekali tidak bisa didekati.
Pernah sekali aku membuatnya emosi. Pada saat kelas XII dan kali sekelas. Saat dia marah dan berjalan mendekatiku, rasanya jantungku ingin berhenti saja. "Tampannya." pikirku.
Hingga suatu hari Mama dan Papaku mengumumkan perjodohan kami. Astaga, aku sangat senang. Aku dijodohkan dengan David, orang yang aku sukai sejak kecil. Namun, keegoisanku membuatku harus berdebat dengannya dan dengan bodohnya aku mengusulkan rencana agar kami tidak dijodohkan, namun itu malah gagal dan setelah Oma Laura meninggal, kami pun menikah. Aku semakin kagum padanya setelah tau bahwa dia lebih kuat dariku. Memang inilah yang kuingin. Pria yang bisa melindungiku kapanpun dan dimanapun adalah pria yang lebih kuat dariku.
Hari-hari ku jalani dengan perdebatan dengannya. Mendebatkan hal-hal kecil yang menurutku sangat lucu. Sebegitu inginnya aku melihatnya banyak bicara sehingga aku sering mengganggunya dan mengajaknya berdebat.
Kami juga membuat kesepakatan untuk pergi dan keluar secara bergantian di hari tertentu. Pernah sekali kami pergi ke acara reuni bersama-sama. Disana aku mendapat celaan dari teman SMAku yang bernama Silvi. Dia sangat genit sekali pada David.
Di taman belakang tempat kami Reuni.
"Ini David ya?" tanya Silvi. Aku melihat bahwa dia masih menyukai David.
David mengangguk.
"Ya ampun tampan sekali." Silvi mendekatinya dan menarik pipinya. Aku dan Novi sampai membelalakkan matanya melihat momen itu. David juga terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Dengan segera dia melepas cubitan Silvi. "Hentikan." ucapnya.
"Maaf, hanya saja kau tampan sekali. Aku jadi ingin dijadikan pacar. Istri juga boleh." Silvi memegang lengan David dan bergelayut manja.
David mencoba melepaskannya, namun Silvi lansung memeluk lengannya lagi.
"Hentikan Silvi." ucap Novi yang terlihat tidak suka dengan tingkah genit Silvi. Ya, aku juga tidak suka dasar genit.
Silvi hanya menjulurkan lidahnya dan masih bergelayut manja.
Aku merasa sangat emosi. "Apa kau tidak dengar? Hentikan katanya." ucapku sambil mencengkram lengan Silvi dengan kuat. Membuat Silvi kesakitan dan melepas lengan David. Bagus, pikirku.
"Adudududu sakit." rintih Silvi. Aku langsung melepaskan cengramannya.
"Apa kau harus melakukan hal kasar?" tanya Silvi dengan tatapan kesal.
"Apa kau tidak tau tindakanmu membuatnya tidak nyaman dan mata yang memandang?" ucapku.
"Memangnya kau siapa? Kau hanya gadis yang mengandalkan kekuatan. Gadis hulk seperti dirimu siapa yang mau menikahi. Aku yakin orang yang mau menikahimu adalah orang yang hanya mengincar hartamu saja." ucap Silvi.
"Tutup mulutmu." ucapku. Seenaknya saja dia menyebutku monster.
"Kenapa? Kau mau marah? Tidak terima? Kan memang kenyataan. Aku heran saja bagaimana seorang gadis hulk sepertimu disukai pria. Adapun mereka yang lari ketakutan. Wanita kok tidak ada lembutnya. Kasar dan arogan. Kau bahkan tidak pantas disebut wanita. Dan aku rasa pekerjaan yang cocok untukmu adalah menjadi bodyguard atau algojo sekalian." ucap Silvi.
Aku terdiam. Ucapan Silvi sukses menggores hatiku. Aku melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Mencari tempat duduk di belakang deretan mobil di parkiran rumah itu.
Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki. Ternyata dia adalah David yang mencoba menghiburku. Dan aku berhasil tertawa dibuatnya. Sungguh, suamiku ini selalu mengerti diriku.
Setelah aku merasa baikan kami pun kembali kedalam karena Silvi sudah meminta maaf.
Waktu terus beralalu hingga suatu hari aku mengalami kecelakaan. Aku tertimpa reruntuhan buku besar di sebuah toko buku. Aku hampir mati, saat sadar ternyata aku berada di rumah sakit.
Mataku terbelalak saat David menunjukkan rekaman CCTV di TKP. Bukan karena lemari yang menimpaku atau David yang kuat, melainkan adegan dimana David memberi nafas buatan padaku berulang-ulang. David, dia mencuri ciuman pertamaku. Ah, aku sangat senang.
Setelah kejadian itu, Papa mengatakan bahwa resepsi pernikahan kami akan diadakan bulan depan. Astaga aku sangat senang, tapi aku berpura-pura protes demi gengsiku. Namun, suaraku tidak ada artinya dibanding perintah dari ratu monster, eh maksudku Mama. Akhirnya aku dan David setuju. Namun Mama menyuruh kami untuk selalu bersama agar kejadian ini tidak terulang lagi.
Akhirnya aku dan David pergi dengan satu mobil. Kami ke kampus bersama lalu ke mall untuk membeli sepatu. Namun naas, kami bertemu Novi dan dia mengacaukan semuanya. Dia membongkar apa yang aku katakan padanya dulu. Tapi dia melebih-lebihkan semua kalimatku. Padahal aku hanya bilang, "Jika dia menyukaimu, pasti dia akan mendatangimu." ucapku.
"Benarkah Se, apa kau mau mengatur makan malam romantis kami?" tanya Novi.
"Ya, katakan saja kapan." Aku bilang begitu karena sangat kesal dengan Novi yang selalu bilang bahwa David menyukainya sejak dulu. Aku hanya ingin dia sadar bahwa dia sedang bermimpi. Enak saja, mau merebut suamiku.
Dan David akhirnya salah paham. Dia pergi meninggalkanku beserta kunci mobilnya. Aku mengejarnya sampai ke jalan raya. Namun saat sebuah mobil hendak menabrakku, aku berteriak. Kakiku terasa kaku dan bergetar untuk mengindari mobil itu. Naas, David berlari kearahku dan mendorongku lalu mobil itupun menabraknya.
Aku segera bangkit dan melihat keadaan David. Dan dia tergeletak dijalan dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Aku histeris melihat keadaan David.
Seseorang menolong kami dan mengantar kami ke rumah sakit. Sepanjang jalan, aku terus memeluknya sambil menangis. Aku menyesali dengan apa yang terjadi.
"David, maafkan aku. Sadarlah jangan tinggalkan aku. Lebih baik aku mati jika aku harus kehilanganmu!!" tangisku semakin pecah.
"Harusnya kau biarkan mobil itu menabrakku. Aku yang salah karena membuatmu kecewa. Aku yang harusnya mendapat hukuman." Aku terus memeluk dan menciumi tangannya. "Aku mencintaimu David." Sebuah pengakuan yang akhirnya aku ucapkan. Aku memang mencintainya. Sangat mencintainya. Jika terjadi apa-apa dengannya maka aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.