NovelToon NovelToon
Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Khayla Atmaja, gadis 21 tahun yang ceria dan berani, harus menerima kenyataan dijodohkan dengan Revan Darmawangsa, pria 32 tahun yang dingin dan sibuk dengan pekerjaannya. Perjodohan yang diatur oleh Kakek Darius itu mempertemukan dua pribadi yang bertolak belakang. Khay yang hangat dan blak-blakan, serta Revan yang tertutup dan irit bicara. Awalnya pernikahan ini hanya dianggap kewajiban, namun seiring waktu, kebersamaan perlahan menumbuhkan perasaan yang tak terduga, mengubah perjodohan menjadi cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 RESTORAN

Menurut kamu…” bisiknya pelan, suaranya rendah. “Kalau sepasang suami istri datang ke hotel… mau ngapain?”

Deg.

Khay langsung membeku. Wajahnya memerah dalam sekejap. “MAS!”

Revan menahan senyum.

Khay langsung mundur satu langkah, memegang dadanya. “Kamu ini astaga! Jangan ngomong kayak gitu dong!”

Revan menaikkan alisnya. “Kenapa? Salah?”

Khay menutup wajahnya sebentar. “Ya… nggak salah sih, tapi...” Ia tidak melanjutkan.

Revan menatapnya dengan tatapan jahil. “Jadi kamu kepikiran ke sana?”

“NGGAK!” Jawaban Khay cepat sekali.

Revan tertawa pelan.

Khay langsung manyun. “Mas jahat.”

“Katanya tadi aku nggak jahat.”

“Itu sebelum kamu ngomong barusan!”

Revan menggeleng kecil. Lalu dengan lembut ia menggenggam tangan Khay lagi.

“Ayo.”

Khay masih cemberut. “Kita mau ngapain sih sebenarnya?”

Revan menatapnya. Kali ini lebih lembut “Makan.”

Khay mengerjap. “Hah?”

“Makan,” ulang Revan.

“Di… hotel?”

“Iya.”

Khay langsung melihat sekeliling lagi. Interiornya sangat mewah. Lampu gantung besar. Lantai marmer mengkilap.

Aroma wangi yang menenangkan. Dan pelayanan yang terlihat sangat profesional.

“Mas…” Khay mendekat sedikit. “Ini mahal banget kelihatannya.”

Revan hanya menjawab singkat. “Biasa saja.”

Khay langsung menatapnya tidak percaya. “Biasa dari mana?! Ini tempat kayak gini ” Ucapan Khay terhenti ketika seorang staf menunduk hormat pada Revan.

“Selamat datang, Tuan.”

Revan hanya mengangguk kecil.

“Meja sudah siap?” tanyanya singkat.

“Sudah, Tuan. Silakan.”

Khay langsung melirik Revan.

Matanya menyipit curiga.

“Mas…”

“Hm?”

“Kamu ini sering ke sini ya?”

“Lumayan.”

“Lumayan itu seberapa?”

Revan tidak menjawab. Ia justru menggandeng Khay masuk lebih dalam.

Khay semakin merasa aneh.

Semua orang yang mereka lewati terlihat sangat menghormati Revan.

Beberapa bahkan menunduk sopan. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah restoran dengan suasana hangat dan romantis.

Lampu temaram.

Musik lembut.

Dan meja yang sudah dihias cantik.

Khay terdiam. “Mas…”

Revan menarik kursi untuknya “Duduk.”

Khay menurut. Namun matanya masih terus memperhatikan sekeliling.

Setelah Revan duduk di depannya.. Khay langsung menyandarkan tubuhnya ke depan sedikit. “Jujur deh.”

Revan menatapnya tenang. “Apa?”

“Kamu ini sebenarnya siapa sih?” Revan tersenyum tipis.

“Suami kamu.”

Khay langsung mendesah kesal. “Mas serius!”

“Aku serius.”

Khay memicingkan mata. “Kenapa semua orang kayak… hormat banget sama kamu?”

Revan tidak langsung menjawab. Ia hanya menuangkan air minum ke gelas Khay.

Lalu mendorongnya pelan ke arah Khay. “Minum dulu.”

Khay mendengus kecil. Namun tetap mengambil gelas itu. “Mas…”

“Iya.”

“Kamu nyembunyiin sesuatu ya dari aku?”

Revan menatapnya dalam. Lalu tersenyum kecil “Aku bukan menyembunyikan.”

“Terus?”

“Aku hanya belum sempat cerita.”

Khay mengernyit. “Cerita apa?”

Revan bersandar santai. Tatapannya tetap tenang. “Kalau hotel ini…” Ia berhenti sebentar. Lalu melanjutkan dengan nada ringan " punyaku.”

Deg.

Gelas di tangan Khay hampir saja terlepas. “APA?!”

Beberapa orang di sekitar langsung menoleh.

Khay langsung menutup mulutnya sendiri. “Maaf…” bisiknya.

Lalu ia kembali menatap Revan dengan mata membulat. “Mas… kamu bercanda kan?”

Revan menggeleng pelan. “Enggak.”

Khay terdiam. Otaknya seperti sedang memproses sesuatu yang terlalu besar. “Kamu… punya hotel ini?”

“Iya.”

“Kamu… SERIUS?!”

Revan tersenyum kecil. “Iya.”

Khay langsung bersandar ke kursi. Tangannya memegang kepalanya. “Ya ampun…” Ia menatap Revan lagi. “Kamu tuh… levelnya udah bukan pengusaha biasa ya?”

Revan terkekeh pelan. “Kamu baru sadar?”

Khay menghela napas panjang. Lalu menunjuk dirinya sendiri. “Dan aku tadi… ngomel-ngomel soal mahal…”

Revan tersenyum. “Itu yang aku suka dari kamu.”

Khay mengerjap. “Hah?”

“Kamu tetap jadi diri kamu sendiri.”

Khay terdiam Pipinya perlahan memerah. Suasana menjadi lebih tenang.

Lebih hangat Dan tanpa disadari... Makan malam itu bukan hanya tentang makanan. Tapi tentang… semakin terbukanya satu sama lain.

Dan hubungan mereka pelan-pelan mulai terasa lebih nyata.

Suasana restoran itu terasa semakin hangat. Cahaya lampu yang temaram memantulkan kilau lembut di atas meja makan mereka. Aroma makanan yang tersaji perlahan memenuhi udara, namun perhatian Khay sudah tidak lagi tertuju pada makanan di hadapannya.

Tatapannya terpaku pada tangannya sendiri.

Atau lebih tepatnya pada cincin yang baru saja melingkar di jari manisnya. Jari-jarinya sedikit gemetar.

Sementara Revan masih menggenggam tangannya dengan erat, seolah tidak ingin melepasnya. “Mas ini…?” suara Khay terdengar pelan, masih dipenuhi kebingungan.

Revan menatapnya dalam. Tatapan yang kali ini tidak lagi terasa dingin. Lebih hangat, Lebih… tulus. “Ini akan menjadi bukti,” ucap Revan tenang, namun tegas. “Jika kamu adalah milikku.”

Khay menelan ludah. Jantungnya berdetak semakin cepat.

Revan kemudian mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan cincin yang sudah melingkar di jari manisnya sendiri. “Aku pun memakainya.”

Khay terdiam. Matanya perlahan berpindah dari cincin di tangan Revan… kembali ke tangannya sendiri.

Cincin itu sederhana.

Namun terlihat elegan. Dan entah kenapa

terasa begitu berat Bukan karena bentuknya tapi karena maknanya. “Mas…” Khay menarik napas pelan. “Ini terlalu…” Ia tidak melanjutkan.

Revan mengernyit sedikit. “Terlalu apa?”

Khay menggeleng pelan. “Terlalu… serius.”

Revan tersenyum tipis. “Bukankah pernikahan kita memang serius?”

Khay terdiam lagi Ia tidak bisa membantah, Karena memang… mereka sudah menikah Namun... perasaan ini masih terasa baru Masih terasa asing, masih belum sepenuhnya ia pahami. “Aku…” Khay menggigit bibirnya pelan. “Aku belum pernah dapet hal kayak gini.”

Revan memperhatikan setiap ekspresi Khay. Raut wajah yang biasanya ceria dan bar-bar kini terlihat jauh lebih lembut lebih rapuh. “Aku tahu,” ucap Revan pelan.

Khay mengangkat wajahnya.

“Makanya…” lanjut Revan, “aku ingin melakukan hal-hal yang mungkin belum pernah kamu rasakan.”

Deg.

Jantung Khay seperti berhenti sejenak. “Aku tidak ingin kamu merasa sendirian dalam hubungan ini,” tambah Revan.

Khay terdiam. Tangannya yang masih digenggam oleh Revan terasa hangat nyaman Dan untuk pertama kalinya ia tidak ingin menarik tangannya.

“Mas…” suara Khay melembut. “Kenapa sih kamu baik banget sama aku?”

Revan tersenyum kecil. “Karena kamu istriku.”

“Cuma itu?”

“Kurang?”

Khay terdiam. Ia menatap Revan lama. Berusaha membaca sesuatu di balik tatapan pria itu Namun seperti biasa Revan sulit ditebak.

“Mas…” Khay kembali bicara, kali ini sedikit ragu. “Kamu beneran… mau ngejar aku?”

Revan tidak langsung menjawab. Ia justru mengusap punggung tangan Khay dengan ibu jarinya.

Gerakan kecil.

Namun cukup membuat Khay merinding halus. “Aku tidak hanya mau mengejar kamu,” ucap Revan akhirnya. “Aku ingin… mendapatkan hati kamu.”

Deg.

Khay langsung memalingkan wajahnya. Pipinya memerah. “Mas ngomongnya…”

“Kenapa?”

"bikin aku salah tingkah.”

Revan terkekeh pelan. “Baru tahu?”

Khay langsung manyun. “Ih, jangan ketawa.”

“Lucu.”

“Apanya yang lucu?!”

“Kamu.”

Khay langsung memukul pelan lengan Revan.

Revan hanya tersenyum, tidak marah sama sekali.

Justru… terlihat menikmati Suasana menjadi lebih santai Lebih cair.

1
erma irsyad
lanjutt thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
siapa yang ngawasin..harusnya Khay terus terang saja kalau udah nikah,kan jadi fitnahan nantinya
Drama Queen
Lanjut kak💪
Drama Queen
apa yang kamu pegang khay🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Khay mulai ada perasaan sama suaminya 🥰🥰
erma irsyad
dtunggu Up selnjutnya🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Jaga suamimu Khay jangan ada valak kor diantara kalian
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Revan cemburu🥰🥰🥰
erma irsyad
thor Up ny jgn lama2 😄
Bungatiem: lanjutkan lagi Doong
total 2 replies
Bungatiem
lanjutkan
Bungatiem
di dunia nyata ada suamiku ga pernah bangunin aku walopun aku tidur sampai siang 😍 Alhamdulillah pernikahan kami sudah berjalan 26 thn 😍
Marchel: Alhamdulillah.. Semoga pernikahannya bahagia terus ya kak 🤗😍
total 1 replies
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
Marchel: Terimakasih kak
total 1 replies
Drama Queen
Revan perhatian banget sih ama istri kecilnya.. 😍😍😍
Drama Queen
lanjut💪
Drama Queen
Revan sangat perhatian ama istri kecil nya😍😍😍
Drama Queen
khay jangan banyak alasan bilang aja kamu takut tidurmu kebablasan dan peluk-peluk suamimu. tenang khay kalian sudah sah jadi bebas 🤣🤣
Drama Queen
gak sabar nunggu mereka malam pertama😄
Drama Queen
kenapa khay setiap bangun pasti kamu kaget dan menjerit 🤣🤣
Drama Queen
Revan sabar ya.. kalian masih masa perbekalan dan pendekatan jadi malam pengantinnya di undur sampai kalian benar-benar dekat🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!