Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah
"Junaaaa...Juna Airlangga....keluarrrr"teriakkan memekakkan terjadi dirumah besar keluarga Airlangga. Jeon Respati dengan tubuh tegapnya berdiri di depan pintu rumah mertuanya.
Beberapa maid segera masuk ke dalam rumah untuk memanggil tuan besar mereka.Mata Jeon mengkilat karena kemarahan yang belum mereda. Harusnya dia berada di atas kasur bercumbu dengan kekasihnya sampai pagi.Tapi insiden penabrakan mobil Emily dan pemecahan kaca rumah mereka membuat Jeon tersulut emosi.Dia begitu marah karena nafsunya yang sudah di ujung tanduk terpaksa harus berhenti di tengah jalan.
"Ada apa Jeon.. kenapa harus membuat keributan malam-malam"Sherly terlihat sudah mengenakan piyama tidurnya.
"Mana suami anda..saya ingin bicara"
"Masuklah, tidak baik bicara diluar rumah"
Juna Airlangga terlihat sangat mengantuk karena berjalan sembari mengusap wajahnya.
"Ada perlu apa, malam-malam datang kemari?Namira dan putramu tidak ada disini"ujar Juna sedikit kesal karena Jeon membuat keributan dirumahnya.
"Saya tidak mencari siapapun,saya hanya ingin mengingatkan anda untuk tidak menggangu Emily. Urusan kita sudah selesai kenapa anda masih saja mengganggu hidup saya"
Sherly dan Juna Airlangga saling pandang terlihat tidak mengerti dengan apa yang Jeon Respati bicarakan.
"Apa maksudmu, kami tidak mengerti.Perlu aku ingatkan kembali kami dan putriku belum bercerai.Dimana sopan santunmu sebagai menantu"sahut juna menimpali.
"Jangan berlagak polos, manusia seperti kalian akan menghalalkan segala cara supaya bisa mendapatkan apa yang anda inginkan "
"Berhentilah bicara omong kosong Respati,kami tidak pernah mengganggu kamu juga selingkuhanmu itu.Hidup kami sudah terlalu sibuk.Ohh..ada apa dengan gadis simpanan mu itu??.Bahkan aku tidak perlu bersusah payah membalas perbuatan kalian pada putriku. Kalian sudah kena karma bukan?"cibir Sherly membela suaminya.
Jeon mendengus mendengar cibiran calon mantan mertuanya itu. Dia sudah sangat kesal menjadi semakin kesal setelah mendengar jawaban dari wanita paruh baya itu.
"Kami tidak akan menghalangi keinginan kamu untuk menikah lagi, silahkan. Bahkan putriku sudah tak menginginkan kamu lagi. Tapi jangan sampai kamu menuduh keluarga kami yang tidak-tidak"ucap Juna Airlangga dengan wajah memerah menahan amarahnya.
"Pergilah..kami tidak butuh tamu tak di undang "Sherly mengibaskan tangannya mengusir secara terang-terangan.
Jeon pergi begitu saja tanpa berpamitan,dia masih berpikir keras siapa sebenarnya yang sudah sengaja meneror Emily.
Di dalam mobil yang dikendarainya Jeon masih memikirkan beberapa orang yang masuk kedalam daftar yang bisa saja menjadi dalang dari kejadian yang menimpa Emily.
Berita yang menyebar walaupun hanya beberapa jam sudah memperlihatkan wajah Emily. Bisa saja ada beberapa musuhnya yang memanfaatkan kisruh keluarganya untuk membalas dendam.
Jeon juga merasa mantan mertuanya tidak berbohong. Karena Jeon tau Sherly tipe orang yang tidak bisa berbohong.Dia akan mengatakan yang sesungguhnya saat dia sedang marah.Begitu juga dengan Juna Airlangga dia tidak akan menyembunyikan apapun dari istrinya.
Mobil Jeon berhenti didepan rumah miliknya dulu. Dia segera keluar untuk menemui Namira supaya kegundahan di hatinya terjawab.Para maid terkejut saat melihat tuan mereka pulang kerumah, mereka menundukkan kepala sebagai tanda hormat bagi sang pemimpin rumah.
"Daddy..."Evan meloncat begitu saja saat melihat Jeon masuk kedalam rumah.Anak tiga tahun itu mengangkat tangan ingin segera di gendong oleh ayahnya.Jeon menyambut tubuh mungil itu lalu membawa kedalam gendongan.
"Daddy... apakah Daddy benar-benar pulang,ini bukan mimpi kan"ocehnya sembari menatap wajah Jeon Respati.
Namira yang baru saja kembali dari dapur terdiam di depan pintu melihat suaminya menggendong putra mereka.Ada rasa haru dihatinya ketika melihat pemandangan itu.
Bolehkah dia meminta pada Tuhan untuk mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka lagi..