NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Angst / Obsesi / Romantis / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar

"Rai..."Ucap Kanaya dan Gavin bersamaan. 

Kini di meja itu telah di duduki oleh tiga orang, dimana Raihan salah satunya, Raihan sedari tadi sudah memicingkan matanya, menatap bagaimana interaksi dari gadis yang disukainya dan sahabatnya yang jelas membuatnya kurang nyaman.

"Bisa jelasin ke gue, kenapa kalian bisa ada disini berdua?"tanya Raihan menyelidik.

"Mmm... Tadi gue abis belanja, terus gak sengaja ketemu sama Gavin, terus Gavin ngajak sekalian makan bareng, Rai." Jawab Kanaya gugup, tapi mencoba untuk tetap tenang di depan Raihan. Sementara Gavin terlihat lebih santai dan tak begitu menghiraukan Raihan.

"Lo yakin?"tanya Raihan, seolah ragu dengan ucapan Kanaya, entahlah hanya saja Raihan merasakan ada sesuatu yang lain dari Gavin dan Kanaya, dan jelas hal itu kurang di sukai Raihan.

"Emang ada  yang salah, kalo gue bareng sama Kanaya?"tanya Gavin sambil menaikkan alisnya menatap Raihan.

"Dia bukan siapa-siapa lo kan?"tanya Gavin, yang membuat Raihan memalingkan wajahnya, pertanyaan Gavin sukses menyentil perasaannya.

"Kanaya jalan sama siapa pun, kemanapun atau melakukan apapun, gue rasa bukan hak lo untuk mencampurinya terlalu jauh Rai, karna lo cuma temen Kanaya!"Lanjut Gavin terdengar sarkas, sebenarnya Gavin memang sedikit tidak suka dengan sikap Raihan yang terlihat posesif kepada Kanaya, padahal hubungan mereka tak lebih dari teman SMP yang kemudian bertemu lagi, Gavin pun semakin tak suka ketika melihat Kanaya yang seolah takut, jika Raihan mengetahui keberadaannya dengan pria lain, padahal status mereka bukanlah pasangan kekasih.

Kanaya yang merasa suasana tak lagi kondusif memilih mengalihkan fokus kedua pria pria itu.

"Eh... Ini kayaknya udah sore deh,gue mau pulang dulu."ucap Kanaya. Mengalihkan perhatian Gavin dan Raihan yang awalnya saling bertatapan.

"Bareng gue aja, Nay!"ucap Raihan cepat dan langsung berdiri dari duduknya.

"Oh...Y-Ya udah, Rai." Jawab Kanaya. Raihan tampak langsung berlalu begitu saja setelah berpamitan dengan Gavin."Gue, duluan!"ucap Raihan, yang hanya di angguki Gavin.

Kanaya yang melihat Raihan telah berlalu, berdiri dari duduknya, dan menatap Gavin lembut.

"Gav, gue duluan ya... Makasih udah mau di repotin gue, selama dua hari ini."Tutur Kanaya, yang membuat Gavin mengangguk.

"Mmm... Ya udah, gue jalan dulu,"Kanaya pun pamut dan langsung melangkahkan kakinya menyusul kepergian Raihan, namun baru selangkah, tiba-tiba Gavin menarik tangannya.

"Jangan pernah ragu untuk hubungin gue, kalo lo butuh sesuatu Nay."ucap Gavin yang telah berdiri dari duduknya, dan menatap Kanaya lembut.

"Iya..tanks Gav." Jawab Kanaya kemudian tersenyum, setelah itu meninggalkan Gavin seorang diri, menatap kepergiannya.

---

"Rai..."Panggil Kanaya pada Raihan yang kini berada di sampingnya, mereka kini tengah berada di mobil Raihan, menuju kediaman Kanaya.

"Lo... marah?"tanya Kanaya, membuat Raihan mengalihkan pandangan sekilas dan menatap Kanaya, lalu kembali menatap ke arah depan memandangi jalanan yang cukup padat.

"Apa gue punya hak, buat marah?"tanya Raihan yang malah balik bertanya, dan membuat Kanaya terdiam.

"Nay, gue tau gue gak punya hak ,untuk marah, untuk ga suka, untuk cemburu, sama apapun yang lo lakuin, sama pria lain selain gue."

"Tapi itulah yang gue rasain Nay, gue gak suka liat lo berdua sama Gavin, gue-gue,,,cemburu Nay."Lirih Raihan. Kanaya masih terdiam tanpa mampu menjawab ucapan Raihan.

"Nay, gue tau...Hati lo sama seperti rumah yang belum bisa menerima tamu, tapi bisakah lo ijinin gue singgah di rumah itu, tanpa harus lo jamu, cukup lo ijinin gue masuk kedalamnya, dan kalau lo gak suka dengan tamu ini, lo tinggal usir gue keluar kapan pun lo mau?"tanya Raihan.

"Gue suka sama lo Nay, bahkan mungkin cinta."

"I love you, even from the beginning, I have loved you Kanaya..."Lanjut Raihan, yang membuat Kanaya terkejut mendengar ucapannya.

Raihan membawa mobil yang di bawanya menepi, kemudian menghentikannya, dan kembali menatap Kanaya lembut.

"M-maksud lo, maksud lo gimana...?"tanya Kanaya ragu.

"You are my first love, Nay..." Jawab Raihan, yang membuat Kanaya terdiam, tak menyangka dengan ucapan Raihan.

"Nay, please... Tolong ijinin gue, buat deket sama lo, tolong ijinin gue buat membahagiakan lo."lanjut Raihan.

"Rai... Tapi gue..." Kanaya terdiam sesaat."Gue kan udah bilang kalernah sama lo, kalo saat ini gua belum bisa buat..."

"Nay... Gue tau, tapi ijinin gue buat selalu ada di samping lo, sebagai orang terdekat lo, karna gue gak terima, ketika melihat lo, bersama orang lain Nay."ucap Raihan cepat.

"Gue takut, saat lo membuka hati lo nanti, orang yang membuat lo jatuh cinta bukan gue, karna itu tolong biarin gue mengisi kekosongan hidup lo, walaupun cinta ini cuma milik gue sekarang, tapi gue yakin suatu hari nanti, lo akan membalas perasaan gue."lanjut Raihan sungguh-sungguh.

Kanaya memilih diam, karna tak tau lagi harus berkata apa pada Raihan, sementara Raihan tampak gelisah dengan sikap Kanaya,Raihan hanya takut, Kanaya akan memilih orang lain selain dirinya, karena itulah  dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya dan berharap kanaya mau menerima kehadirannya, walaupun belum membalas perasaan nya.

"Lo... Gue sebenarnya gak tau harus gimana Rai, lo tau kan perasaan gue gimana."jawab Kanaya.

"Gue tau, dan gue gak peduli Nay, gue akan berusaha membuat seorang Kanaya, buat memiliki perasaan yang sama, ke gue. Asal lo ijinin gue, buat selalu deket sama lo, dan menjadi cowok terdekat lo. Bukan pria lain."Jelas Raihan.

Katakan lah Raihan gila dengan memaksakan perasaannya pada Kanaya, tapi apa yang di lihatnya tadi saat ia di restoran, melihat bagaimana Gavin menatap Kanaya, benar-benar membuat Raihan takut, jika ia tak memiliki kesempatan untuk memiliki Kanaya.

Kanaya adalah cinta pertamanya, bahkan perasaan itu masih sama terasanya, sampai saat ini, Raihan tak ingin ada orang lain yang lebih dulu mendapatkan Kanaya, selain dirinya.

Akhirnya Kanaya hanya mengangguk, tak tau lagi harus menjawab seperti apa pada Raihan, sementara Raihan terlihat semakin bersemangat melihat anggukan Kanaya.

Raihan menggenggam jari mungil Kanaya, dan menatap Kanaya lembut.

"Jadi lo mau kan jadi orang terdekat gue? Kalau bisa pacar gue, Kanaya  Anandita?"Tanya Raihan lagi, dan merasa tak tega pada Raihan, Kanaya pun mengangguk, membuat Raihan tersenyum senang.

Raihan bahkan langsung  menarik tubuh Kanaya ke dalam pelukannya, sementara Kanaya masih setia dengan kediamannya. Kanaya ragu, dan bingun di saat bersamaan.

Sampai ketika Raihan, melepaskan pelukannya dan menatap lekat pada Kanaya. Kanaya pun melakukan hal yang sama pada Raihan dengan memandangi wajah tampan di hadapannya .

Melihat Kanaya hanya diam, perlahan Raihan mendekatkan wajahnya, dan bermaksud mengecup bibir merah di hadapannya. Namun ketika bibir Raihan hampir sampai dan menyentuh bibir Kanaya, Kanaya lebih dulu memalingkan wajahnya ke samping, sehingga bibir Raihan hanya mendarat di pipi Kanaya.

Cup

Suara kecupan itu terdengar, Raihan yang sudah memejamkan matanya, langsung membuka kembali dan menarik wajahnya dari hadapan Kanaya.

-Bersambung

1
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Supri Yanto
lanjut👍
D
Lanjut
D
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!