NovelToon NovelToon
Apa Adanya Peno

Apa Adanya Peno

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Imam Setianto

Badanya cungkring, tingginya seratus tujuh puluh centi, rambutnya cepak tapi selalu ia tutupi dengan topi pet warna abu abu kesayangannya, gayanya santai dan kalem, tidak suka keributan dan selalu akrab dengan siapa saja bahkan orang yang baru ia kenal sekalipun.

Peno waluyo namanya, pemuda usia dua puluh tahun yang tinggal didesa rengginang kecamatan tumpi kabupaten wajik bersama kedua orang tuanya dan satu adik perempuan, bapaknya bernama Waluyo dan ibu bernama Murni sedangkan adiknya uang berusia sepuluh tahun bernama Peni.

Dia punya tiga sahabat bernama Maman, Dimin dan Eko, mereka satu umuran dan rumah mereka masih satu RT, dari kecil memang sudah terbiasa bersama sampai kini mereka beranjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imam Setianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

Mobil yang dikemudikan pak Supri berjalan dengan kecepatan sedang, didalam mobil hanya ada tiga orang, jadi akan lebih leluasa dan bisa berpindah posisi, semula Peno yang duduk kursi penumpang bagian tengah, kini berpindah kedepan menemani pak Supri, dan pak Basuki pindah kekursi belakang.

setengah perjalanan mereka beristirahat di rest area, untuk sekedar minum kopi dan merenggangkan otot yang kaku, Peno duduk dibeton pembatas jalan di area parkir, ia menggenggam gelas kopinya dan sesekali menghisap rokoknya, pak Basuki sedang ketoilet, sedangkan pak Supri sedang memesan mie cup, untuk sekedar mengganjal perut.

"pak, nanti kalau sudah sampai temani saya beli ponsel ya!? ucap Peno pada pak Supri yang kini sedang menikmati mie cupnya di samping Peno.

"oke No, yang mahal apa yang murah!?" jawab pak Supri sambil masih menyuap mienya.

"yang murah saja pak, yang penting bisa berkomunikasi dan nonton video!" kata Peno.

"ya wis, nanti kita langsung cari toko ponsel saja sebelum kehotel!" jawab pak Supri dengan berdiri dan akan membuang cup mienya, namun belum sempat pak Supri membuang cup mie yang masih ada kuah panasnya ia dan Peno mendengar suara teriakan jambret dari arah depan mobil, dengan reflek berdua menengok kearah sumber suara.

Dan terlihatlah seorang laki laki sedang berlari kearah Peno dan pak Supri dikejar beberapa orang yang salah satunya seorang perempuan muda, mungkin dia korban penjambretan itu.

Melihat seseorang berlari kearahnya Peno reflek merebut cup mie yang ada ditangan pak Supri dan langsung menyiramkan kuah yang masih panas itu kewajah orang tersebut.

"aaaaaaaaaaaaaaa, panaaaaaaaasssss!" pekik orang itu yang seketika menabrak tong sampah dan jatuh memegangi wajahnya, orang orang yang tadi mengejar pun langsung menghajar jambret itu bersama sama, sedangkan si perempuan muda mengambil tas miliknya yang tadi dijambret.

"hah, hah, hah, terimaksih mas sudah menghentikan jambret ini, alhamdulillah tas saya ga jadi ilang!" ucap perempuan muda itu berterimakasih pada Peno dengan nafasnya yang masih ngos ngosan.

"sama sama mba, lain kali hati hati!" jawab Peno sekenanya.

"huh, saya sudah hati hati mas, tapi jambret ini nekad juga, masa tas lagi dipangku main ambil saja!" kata perempuan muda itu lagi.

Peno pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika mendengar ucapan dari perempuan itu, "ini cewe, namanya jambret ada kesempatan ya langsung disikat, inikan bukan soal nekad atau yang lainnya, ini soal kesempatan, jambret dikasih kesempatan ya langsung jalan!" gumam Peno dalam hatinya, tak habis pikir dengan ucapan perempuan itu, bukanya menjawab iya saya akan lebih hati hati lagi, ini malah menyalahkan jambret yang secara logika sih memang salah.

"waduh, permisi ya mas, bisa bisa saya ketinggalan bus!" ucap perempuan itu lagi denhan menepuk jidatnya sendiri dan langsung berlari meninggalkan Peno dan pak Supri, sementara si jambret sudah babak belur dan dibawa ke pos polisi rest area.

"lihat apa pak Supri, sama kamu No!?" tanya pak Basuki yang baru datang dari toilet.

Pak Supri dan Peno saling pandang lalu menoleh kearah pak Basuki, "ada jambret, sudah dibawa sama yang berwajib, tapi yang dijambret yang malah kabur takut ketinggalan bus!" jawab pak Supri menjelaskan pada pak Basuki.

"oooh, ya ngalamat penjambretnya dilepas lagi, kan tanpa barang bukti" ucap pak Basuki lalu balik badan duduk menyalakan rokoknya.

"iya juga ya!" ucap Peno sedikit berpikir, "ah, peduli amat, yang penting bagi cewe tadi barangnya aman kali!" ujar Peno lalu ikut duduk disebelah pak Basuki.

"bisa juga kaya gitu No!" sambung pak Supri yang juga ikut duduk.

Tapi baru saja mereka duduk dan menyalakan rokoknya tiba tiba perempuan muda tadi datang dengan nafas yang ngos ngosan lagi, hah, hah, hah, eh, anu mas, pak, maaf!" ucap perempuan itu dengan gugup.

'ada apa mba, apa yang bisa kami bantu!?" kin pak Supri yang meladeni perempuan muda itu.

"itu, anu, saya ketinggalan bus, boleh ga saya minta tolong mengejar busnya!?" kata perempuan itu pada akhirnya.

"ooohh, memangnya busnya namannya apa mba, dan mbanya mau kemana?" tanya pak Supri lagi.

"bus indah jaya, saya mau keibu kota propinsi, mau kerja, ini malah tas pakaian saya ada di bus itu!" jawab perempuan itu.

"ya wis, ayo berangkat, mudah mudahan bisa terkejar, kalau engga nanti kita keagenya saja!" ucap pak Supri yang langsung meminta Peno dan pak Basuki juga perempuan itu masuk mobil.

"kamu dibelakang No, sama mbaknya!" kata pak Basuki yang langsung membuka pintu depan, Peno yang kalah cepat pun hanya bisa pasrah duduk dikursi belakang bersama perempuan muda cantik, tapi tidak ia kenal.

Setelah semuanya siap pak Supri pun langsung memacu mobilnya menyusuri jalan raya dengan kecepatan lebih, tujuannya agar bisa mengejar bus yang tadi ditumpangi perempuan muda yang sekarang menumpang mobilnya.

"mbaknya namanya siapa?" tanya pak Basuki memecah keheningan.

"saya Dewi pak!" jawab Dewi singkat dengan wajah masih menatap jalanan, seperti mencari cari bus yang ia naiki tadi.

"dari kota mana mba, dan kerjanya apa?" tanya pak Basuki lagi.

"dari kabupaten wajik pak, mau kekota propinsi, kerja jadi penjahit dikonfeksi pak!" jawab Dewi lagi.

"lah kami juga dari wajik mba, tapi pinggiran, kecamatannya tumpi!" ucap pak Supri ikut nyambung obrolan pak Basuki dan Dewi, sedangkan Peno hanya diam menyimak saja.

"ooohh, kebetulan sekali ya pak, lah ini pada mau dinas luar kota ya pak!?" kata Dewi lagi menanggapi ucapan pak Supri.

"kami mau ikut turnamen catur tingkat propinsi mewakili wajik, tuh atlitnya yang disebelah mba Dewi!" jawab pak Basuki.

"oooh, pak, pak, itu busnya, saya hapal nomer platnya, cepetan pak disalip!" ucap Dewi yang seketika melihat bus yang tadi ia tumpangi.

Tanpa menjawab pak Supri langsung menambah kecepatan mobilnya, setelah dijalan yang sepi pak Supri mensejajarkan mobilnya denga bus, pak Basuki membuka kaca jendela dan berteriak pada sopir bus.

"pak, woiii, penumpangnya ketinggalan satu!" teriak pak Basuki sehingga membuat sopir bus itu menoleh kearahnya.

"apa pak!" kata sopir bus juga dengan berteriak.

"penumpangnya ketinggalan, ini sudah sama saya, menepi dulu!" ucap pak Baduki mengulang kata latanya, sopir bus yang mendengar itu seketika kaget dan segera menepikan busnya.

Setelah bus menepi dan berhenti, pak Supri menghentikan mobilnya didepan bus persis lalu turun menghampiri sopir bus yang masih duduk.

"itu penumpang anda ketinggalan direst area tadi, dia sempat dijambret dan mengejar jambretnya, makanya ketinggalan!" ucap oak Supri menjelaskan.

"ah iya pak, makanya tadi saya nunggu lama tidak masuk masuk bus, ternyata kena jambret, maaf pak saya ga tau!" jawab sopir bus lalu turun.

1
Was pray
moga aja nama peno bukan akronim dari "pemuda norak" 🤣🤣🤣
Yoyoh Dariyah
lanjut thor ceritanya seru banget lucu🤣
Was pray
kamu itu atlit catur no... bukan atlit karate... malah oemanasannya dengan adu jotos bukan adu bidak ... 😄😄
Was pray
ada propinsi blangkon tengah ntar ditambah prop. blangkon menthol Thor.... 🤣🤣🤣
Was pray
peno ketemu bidak cantik sebelum bergulat dengan bidak catur.... tapi sayang bidak cantik gak begitu punya atitut... 🤣🤣🤣
Zulkarnain Husain
lanjut thorr
Was pray
peno krsedak pion udah bisa diatasi ya Thor? jangan keselek bidak catur lagi no... ntar othor nya gak up up karena ngurusi kamu yg kerepotan buat ngeluarin bidak catur dari kerongkonganmu... 🤣🤣
Was pray: peno diingtin Thor ... sesuk nek main sekak dicekeli wae bentenge catur Ojo mbok emplok... padake telo goreng po no? .. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Was pray
peno lagi pingsan kelekegen Bidak catur ya Thor? sehingga gak muncul2
Ilham
lanjut bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!