NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Tuan Muda

Terjerat Obsesi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Sepucuk surat mengundang Syaheera untuk kembali ke kota kelahirannya. Dalam perjalanan ke kota tersebut, dia bertemu Gulzar Xavier, pria baik hati yang menolongnya dari pria mesum di kereta.

Kedatangan Syaheera disambut baik oleh ayahnya dan keluarga barunya. Namun, siapa sangka, ternyata sang ayah berniat menjodohkan dirinya dengan Kivandra Alistair, Tuan Muda lumpuh dari keluarga Alistair.

Cinta Syaheera pada ayahnya membuat gadis ini tak ingin membuatnya kecewa. Namun, pada malam pertemuannya dengan Kivandra, takdir kembali mempertemukan dirinya dengan Xavier, dan sejak itu benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Xavier yang hangat, atau Kivandra yang dingin, akan kepada siapa Syaheera menjatuhkan pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaheera part 18

... 🍒Ternyata Kita Cinta 🍒 ...

..._Kau adalah babak baru dalam hidupku. Dan jika itu cinta, kau adalah muara dari segala kisah pahit dan manisnya_...

...***...

"Aku akan pergi dengannya, Ayah."

"Ingat, malam ini Kakakmu harus menghadiri acara keluarga Kiv. Jangan terlambat membawanya pulang."

Luke dan Syaheera saling melempar senyum. "Baik, Ayah," ujar mereka bersahutan.

Bersamaan undur diri dari hadapan Peter, Luke dan Syaheera melangkah riang menaiki anak tangga. Mereka seperti anak kecil yang diizinkan menyantap es krim sampai puas.

"Ayah, aku juga mau ikut."

"Kau ada jadwal kuliah hari ini, sayang," ucap Celia. Ia memberikan secangkir kopi kepada Peter. Sudah menjadi kebiasaan, setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, Peter akan menikmati kopinya ditemani Celia di meja makan atau di taman kediamannya.

Mengingat hubungan tak biasa Xavier dan Syaheera, Rhea curiga pria yang sedang dia incar itu akan menemui kakaknya. Maka, Rhea bersikeras ingin ikut bersama dua saudaranya.

Meletakkan kopinya pelan sekali, namun, Peter menatap tajam penuh tuduhan pada Rhea. "Apa kau tidak menyukai Syaheera? Kau seperti tidak rela dia akan bersenang-senang hari ini."

Tadinya Rhea sangat bersemangat, pertanyaan Peter membuat wajahnya memelas, "Ayah, bukan begitu," ujarnya menundukkan wajah.

Celia menahan napas, dia benci keadaan ini. Bagaimanapun, putra dan putrinya tidak boleh diperlakukan seperti ini. "Sayang, Rhea hanya ingin ikut bersenang-senang."

"Iya, Ayah," ucap Rhea cepat.

"Tidak. Kau harus ke kampus!" Penuh penekanan.

Rhea kesal, tapi dia tidak berdaya. Maka tanpa basa-basi dia mengungkapkan kekhawatirannya pada Peter.

"Kau terlalu khawatir. Cepat selesaikan sarapanmu. Kau tidak seperti Luke dan Syaheera, kau terlalu banyak mengunyah ketika makan."

Celia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Peter yang biasanya lembut pada Rhea, kini mulai membanding-bandingkannya dengan Syaheera.

Wajah cantik sang putri terlihat pucat, dia nampak terkejut. "Ibu ..."

Celia menggigit bibir, jelas sekali dia sedang menahan amarah. Kehadiran Syaheera mulai mengusik ketenangan mereka. Ini tidak bisa dibiarkan, ia harus segera mengusir Syaheera dari rumah ini.

"Sabar, sayang. Ini tidak akan lama."

Dada Rhea naik turun, selera makannya seketika sirna. Dia pergi dari hadapan Celia menuju kamarnya dengan kaki menghentak.

.........

"Tuan, persiapan apa yang Anda butuhkan?"

"Kau siapkan saja semua kebutuhan untuk kemping, Oza."

"Siap, Tuan."

Oza, pengawal pribadi merangkap pelayan, sungguh banyak pekerjaan yang harus dia tanggung. Penampilannya juga tidak seperti pengawal yang lain, dia memakai pakaian kasual, lebih terlihat seperti teman untuk Luke alih-alih pengawal yang lihai bela diri.

"Bagaimana dengan gaun ini?"

"Gaun? Kakak, kita akan camping, bukan ke pesta. Mentang-mentang ingin bertemu Tuan Muda Gulzar, kau jadi selalu ingin berdandan."

Runa menahan senyum, dia tidak berani mentertawakan Syaheera terang-terangan.

"Luke, aku ... aku hanya ... ini kali pertamaku jalan-jalan di Lumina. Aku tidak mau dikatakan kampungan hanya karena salah kostum." Wajah cerita itu terlihat merona, seperti tomat yang matang sempurna.

Luke terkekeh. "Karena kita akan bermain di hutan, pakai celana panjang, ya. Aku tidak rela kakimu tergores rumput liar atau digigit nyamuk."

Luke memang yang terbaik, setelah membantu Syaheera dengan segala keperluan dan penampilan, mereka akhirnya siap berangkat. Menggunakan mobil dengan kap terbuka, udara pagi terasa sejuk menerpa wajah ceria mereka.

Di balik sikap tegas mereka, Oza dan Joel melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan mengemudi. Syaheera tertawa, dia pikir Oza kaku seperti pengawal-pengawal lainnya di kediaman Jason.

Waktu tempuh yang tak begitu lama, mentari masih enggan muncul ketika mereka sampai di area camping.

"Tuan, Nona Syaheera sudah tiba."

Xavier keluar dari mobil dengan harga fantastis. Pintu belakangnya mengarah ke depan jika dibuka. Dia nampak lebih tampan dari biasanya. Jujur saja, dia sedikit berdandan kali ini.

"Lawan yang sepadan," guman Oza.

"Juga wajah yang sepadan," sahut Joel bergumam.

Dua pengawal ini tersenyum penuh arti. Bertahun pengalaman menjadi pengawal orang kaya, model dan jenis kendaraan mereka tentu menambah wawasan mereka.

Syaheera tak bisa menahan diri, dia berlari kecil menghampiri Xavier. Rindu memang begitu, meski terlihat tenang di luar, gemuruhnya sangat hebat di dalam dada.

Aroma parfum menguar dari tubuh Xavier tapi tidak membuat pusing kepala. Terlebih ketika tangannya mengusap belakang kepala Syaheera, membuat gadis ini lebih masuk dalam pelukannya. Syaheera suka aroma Xavier, dia selalu segar, selalu seperti orang habis mandi.

Dan Xavier, dia menyukai aroma rambut indah sang kekasih. Lembut dan memesona, mahkota hitam legam itu tak jarang menambah kecantikan Syaheera.

"Ehem!"

Begitulah cinta, ketika berjumpa orang lain seperti udara.

"Maaf. Kami sudah lama tidak berjumpa," tutur Xavier. Dia tidak seperti Syaheera yang salah tingkah. Dengan percaya diri pria ini menggenggam jemari kekasihnya meski di hadapan Luke, juga para pekerja kediaman Jason.

Luke meminta Oza dan Joel menyiapkan tempat camping mereka. Xavier meminta Leo untuk bergabung dengan para pekerja itu. Tentu, dengan patuh Leo menuruti perintah majikannya.

Dalam pertemuan ini, Luke menggoda Xavier. Dia bukan tidak tahu kemarin malam Syaheera bertemu dengan Xavier di restoran. Mengatakan rindu? Lama tidak bertemu? Kelakar Luke membuat Syaheera malu.

Xavier dengan tidak tahu malunya berkata. "Cinta memang sangat lemah dengan perpisahan. Sedetik saja rasanya sangat lama. Jadi, jangan heran kalau hari ini aku akan selalu menempel pada kakakmu sampai waktu kita habis."

Luke memainkan jari telunjuk di hadapan Xavier. "Dasar buaya!"

"Hei, jangan salah. Buaya hewan setia."

"Oh tidak. Kak, apa kau tidak muak dengan mulut manisnya?"

"Tidak. Aku menyukainya," sahut Syaheera. "Semua tentangnya aku suka."

Xavier kembali meraih jemari Syaheera dan menggenggamnya erat. Sangat erat seolah takut perpisahan berpihak pada mereka.

"Kalian sama saja."

"Hem, karena itulah kami bersama. Dan tidak akan terpisahkan," sahut Xavier. Senyum yang sangat manis, sama seperti kata-kata cintanya.

Selalu bisa menjawab, begitulah Xavier. Tak henti Syaheera tertawa sejak mereka bersama hari ini. Sedang Luke, dia sudah pasrah menjadi obat nyamuk di antara mereka.

.........

Pukul dua di kediaman Alistair. Ketenangan Kiv terusik karena Ettan memaksanya keluar.

"Nanti malam ada acara keluarga di sini. Aku pasti sibuk, dan lelah."

"Jawaban model apa itu? Justru akan sibuk, sekarang kau harus bermain denganku. Kau tahu, kawasan kemping yang dibeli Ayahku memiliki lapangan basket yang lumayan besar. Ayo kita mencari keringat di sana."

"Aku tidak bisa. Ada banyak orang di sana. Bagaimana kalau ada yang melihatku bermain basket? Otakmu bermasalah, ya? Aku 'kan Tuan Muda lumpuh." Kiv bicara sambil berkaca. Ketika menerima panggilan telepon Ettan, dia sedang membasuh muka.

"Gunakan kacamata hitam! Itu 'kan andalanmu kalau malas keluar dengan kursi roda. Dan ingat, berpakaian biasa saja, jangan selalu menggunakan jas lengkap. Jujur saja, penampilan lengkapmu membuatku muak, aku seperti bermain dengan orang tua!"

"Cerewet!" Rambut-rambut basah yang menjuntai di wajah membuanya semakin tampan, dan Kiv sangat sadar hal ini. Sebab itulah dia berlama-lama di depan kaca.

Sedang Ettan, dia sudah siap dengan pakaian olahraga. Dia yakin, Kiv tidak akan menolak ajakannya.

"Ck!"

"Decihanmu seperti perempuan merajuk. Ayolah, Bro!"

Dengan malas Kiv membuka pakaiannya, memeriksa otot-otot pada perutnya yang terbentuk baik. "Oke, oke. Aku akan bersiap."

"Jangan lupakan dua cecungukmu itu."

"Hei, ajak teman-temanmu," ujar Kiv.

"Bro! Kita Tuan Muda kesepian. Kau hanya punya aku dan aku hanya kau."

"Menjijikan. Ya sudah, setidaknya kita masih punya dua cecunguk untuk hiburan." Kiv mengakhiri panggilan.

Ettan senang, dia akan bermain sepuasnya hari ini. Kiv bukan lawan yang mudah, justru itu yang membuatnya senang berkompetisi dengannya.

...To be continued ......

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
ZasNov
Gimana keadaan Oza.. Duh semua kena.. 😭
ZasNov
Ah sediiihh.. Kasian Luke.. 😭😭😭
ZasNov
Tuh kan bener, Luke jadi tumbal.. 😭
Mana Xavier sama Syaheera juga belum tentu berhasil kabur..
ZasNov
Wah kepo nih..
ZasNov
Wah Jack udah beneran insyaf nih? tapi baku hantam masih ga bang? 😆
ZasNov
Hmm, ternyata target Kiv itu Zeter property, karena tujuan utamanya Syaheera..
ZasNov
Kiv berusaha menyelesaikan masalah setenang dan sesantai mungkin, tp kayaknya hatinya ga baik2 aja..
ZasNov
Coba nanti Xavier bilang didepan Kiv.. 😂🤣
ZasNov
Iya bener.. 🥺 Aku jd inget Luke. Dia pasti dapet hukuman..
ZasNov
Aduh Syaheera, kalian lg melarikan diri bukan piknik.. 😂🤣
ZasNov
Apa Xavier dan Syaheera berhasil kabur ya? Kiv kayaknya ga bakalan tinggal diam..
ZasNov
Xavier sama Syaheera udah mulai nekad nih.. Apa bisa Xavier bawa Syaheera pergi ya? Kalau iya, Luke bisa2 kena hukuman berat.. 😖
ZasNov
Aduh Luke, cari perkara aja nih. Aku khawatir Luke yang kena.. Meskipun Syaheera bisa bersama Xavier..
ZasNov
Mukbang kersen ternyata hanya mengalihkan kesedihan Syaheera sebentar saja.. 🥺 dia bneran kangen Vier..
ZasNov
Waduh Luke, berani banget.. Kalau sampe kedengeran Peter, Celia atau Rhea bisa kena hukuman itu.. 😖
ZasNov
Semua orang yang terlibat kena imbasnya.. 😖
ZasNov
Luke dan Syaheera memiliki keinginan yg sama, karena itulah mereka bisa saling mengerti.. 🥺
ZasNov
Astaga Kiv.. benar2 alasan yang sangat masuk akal untuk mempercepat pernikahan.. 😑
ZasNov
Sedih.. maunya mencintai dan memiliki.. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!