Seorang CEO tampan bernama Kevin,berusia 30 tahun dan menyandang status duda,memiliki satu anak laki-laki yang menggemaskan berusia 3 tahun bernama Raka.
Karena tuntutan dari sang putra untuk cepat memberikan mami ia bingung berbuat apa,sebenarnya ia juga lelah melakukannya semua sendiri.
Akankah Raka mendapatkan mami baru??
Kuy readers langsung gas,jan lupa vote and like.mksh^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 19
"Raka nanti di anter sama mami,sama pak dadang ya" raka pun mengangguk lesu.
"Bapak nggak papa kan dirumah sendiri,saya soalnya ada jam pagi hari ini" ucap nisa pada kevin.
"Iya nggak papa nis kamu kuliah aja,kan masih ada bibi" jawab nisa.
Makanan mereka berdua pun habis.
"Raka tunggu sini yah,mami ambilin tas raka!" ucap nisa pada raka,raka pun mengangguk.
Nisa segera turun kebawah ia membawa piring kotornya ke dapur.Setelah itu nisa langsung mengambil tas raka di meja makan dan langsung menyusul raka ke kamar kevin.
"Raka ini tas nya! sekarang raka pamit sama papi raka dulu ya!" ucap nisa pada raka.
"Papi laka belangkat cekolah dulu ya,nanti kalau papi udah sembuh main lagi sama laka" ucap raka sambil mencium punggung tangan kevin.
"Iya nanti kalau papi udah sembuh,papi main lagi sama raka.Raka yang pinter ya belajarnya!" ucap kevin mengelus puncak kepala raka.
"Ya udah kami berangkat dulu ya pak,bapak banyakin istirahat nanti biar cepat sembuh" ucap nisa pada kevin.Kevin pun mengangguk sambil tersenyum.
Nisa dan raka pun keluar dari kamar kevin.Mereka pun turun kebawah menemui pak dadang di bawah untuk minta di antar.
Sedangkan kevin di kamar nya hanya memandangi kepergian nisa dan raka dari balik jendela kamarnya.
"Pasti dia sangat kewalahan mengurus dua orang sekaligus,apa dia tak merasa lelah? ia bahkan terlihat bahagia" guman kevin.
Sedangkan nisa dan raka sekarang dalam perjalanan menuju ke sekolah raka dulu.
Setelah perjalanan setengah jam,akhirnya mereka pun sampai di sekolah raka.
"Raka yang pinter ya belajar nya,nanti pulangnya mami jemput lagi oke" ucap nisa.
"Oke mam,laka masuk dulu ya dadah" ucap raka sambil melambaikan tangannya menuju kelas nya.
Melihat raka sudah masuk ke dalam kelas nya,nisa pun segera kembali ke mobil.
"Pak dadang nanti bisa jemput nisa dikampus? " tanya nisa pada pak dadang.
"Bisa neng nisa,jam berapa?" balas pak dadang.
"Jam sebelas pak ,abis itu nanti jemput raka ke kesekolah nya ya pak" ucap nisa.
"Siap neng" jawab pak dadang semangat.
Tak lama kemudian mobil nisa sampai di depan kampus.Nisa tak menyadari bahwa ia berhenti di depan kampus dan ternyata disana sudah ada zalva dan nana yang menunggu.
"Silahkan neng nisa" ucap pak dadang membukakan pintu nisa.
"makasih pak dadang,nisa masuk dulu ya,assalamualikum" ucap nisa.
"Waalaikumsalam" jawab pak dadang.
Pak dadang yang melihat nisa pergi pun melajukan mobilnya menjauhi kampus nisa menuju pulang.
Nisa pun segera masuk ke kampusnya.Namun tiba-tiba terdengar teriakan orang memanggil namanya.
"Nisa!!!" ucap zalva.
Zalva dan nana berlari menghampiri nisa dengan nafas terengah-engah.
"Zalva nana kalian kenapa kayak abis maraton nafasnya ngos-ngosan kayak gitu" Ucap nisa.
"Nis lo tadi di anter ama siapa? sopir lo? lo udah jadi orang kaya sekarang?" tanya zalva.
"Iya nis,lo pake di bukain pintu segala tadi sama tu orang" sambung nana.
Nisa pun bingung harus menjawab siapa dulu.
"Aduhh kalian nanya nya satu-satu dong,gw kan bingung mau jawab siapa dulu" ucap nisa.
"Ya udah jawab pertanyaan gw dulu!" ucap zalva.
"Oke oke gw jawab,eh tadi apa pertanyaannya,gw lupa hehehe" ucap nisa sambil cengengesan.
"Nisa lo itu bener-bener ya gw ulang lagi lo harus dengerin,awas kalo lo nggak dengerin gw!" ucap zalva.
"Iya-iya cepet lo mau nanya apaan?" ucap nisa.
"Lo tadi dianter siapa? Sopir lo? Sekarang jadi tajir lo,ngepet dimana?" ucap zalva sambil nyengir.
"Enak aja lo ngomong gw ngepet,itu tadi sopir majikan gw,tadinya gw mau berangkat sendiri tapi karna udah mau siang gw dianterin sama sopir majikan gw" ucap nisa berbohong pada zalva.
"Ohh" zalva hanya ber ohh saja dan mempercayai ucapan nisa.
"Tapi kok sopir majikan itu bukain pintu mobil lo,lo yakin itu sopir majikan lo aja?" tanya nana dengan nada mengintimidasi nisa.
"Eh iya tadi kan lo dibukain pintu segala sama tu sopir nis" sambung zalva.
Nisa pun bingung harus menjawab pertanyaan kedua temannya itu.
"Emm.... anu itu... ah iya emang tuh sopirnya baik banget sama gw,dia udah anggep gw kayak anaknya sendiri katanya,jadi dia perhatian sama gw" ucap nisa terbata.
"Tapi...." belum melanjutkan bicaranya zalva di potong oleh nisa.
"Udah nggak usah tapi-tapian sekarang ayo masuk!" ucap nisa.
"Ya udah ayo masuk" sambung nana.
Mereka bertiga pun masuk kampus bersamaan.
Waktu pun terus berjalan,kini matahari sudah berjalan munuju ke tengah-tengah langit.
Nisa pun selesai dengan kelas nya.Ia bergegas keluar kelasnya.Saat keluar nisa bertemu dengan zalva dan nana.
"Nis lo pulang di jemput sama sopir lo?" tanya zalva.
"Bukan sopir gw tapi sopir majiikan gw!" jelaas nisa.
"iya-iya sopir majikan lo itulah,di jemput?" ucap zalva.
"Iya gw dijemput nanti,sekalian nanti gw jemput anak majikan gw" ucap nisa.
"Emang majikan lo kemana nggak bisa jemput anaknya?" tanya nana sedikit sewot.
"Ya elah na,majikan bebas kali lo kira nisa kerja mau makan gaji buta apa hah!" balas zalva.
Nana hanya berfikir untuk menjawab ucapan zalva.
"majikan gw lagi demam na,biasanya kalau dia nggak sakit dia selalu anter jemput anaknya kok,dia sayang banget sama anaknya" jelas nisa.
Zalva dan nana hanya terdiam dan saling menatap bengong.
"Udah-udah sekarang kalian balik,gw mau balik soalnya takut kelamaan nanti anak majikan gw nunggu di sekolah" ucap nisa.
"Gw balik dulu ya dadah" ucap nisa meninggal kan kedua sahabatnya sambil melambaikan tangan ke arah kedua sahabatnya.
Nisa pun mencari keberadaan pak dadang di parkiran.Dan akhirnya nisa pun menemukan mobil pak dadang.
Pak dadang yang melihat nisa datang ke arah mobilnya segera turun dan membuka pintu mobil untuk nisa.
"Silahkan neng nisa" ucap pak dadang dengan ramah.
Nisa pun segera masuk ke dalam mobil.Disusul dengan pak dadang masuk ke dalam mobil.
"makasih pak,seharusnya pak dadang nggak usah bukain pintu buat nisa,nisa bisa buka sendiri kok pak" jelas nisa pada pak dadang,karena ia merasa tak enak dengan pak dadang.
"Nggak papa neng nisa,biar terbiasa neng" jelas pak dadang sambil tersenyum ke arah nisa.
"Terbiasa apa pak?" tanya nisa tak paham dengan ucapan pak dadang.
like,vote,tip,and favorite♡
happy reading all
BERSAMBUNG......