NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Airca pulang dan masuk kedalam rumah, dia menatap Antonsen yang berdiri di rungan tamu sambil berteleponan, Airca hanya diam saja dan melanjutkan langkahnya untuk menaiki tangga

" Mama Cintya meminta kita kerumah " Airca berhenti melangkah dan menatap Antonsen

"Rumah ku?"

"Tentu saja dimana lagi?" Airca menatap kesal Antonsen mendengar nada bicara pria itu padanya

"Sejak tadi siang kamu selalu berbicara kesal padaku kenapa? Apa aku melakukan kesalahan ?"

"Kamu pikir saja sendiri" Antonsen duduk di sofa dan menghidupkan televisi, Airca yang melihat itu menggeram marah, dia tidak ingin berdebat dengan Antonsen dan menaiki tangga menuju kamarnya.

**

Mereka hanya saling diam didalam mobil dengan aura permusuhan yang jelas

Mobil berhenti di rumah orang tua Airca, Antonsen turun lebih dulu, Airca juga turun dan melewati Antonsen yang menunggu didepan mobil

Antonsen berdecak kesal melihat Airca yang mengabaikannya, dia berjalan cepat dan langsung menggenggam tangan istrinya, Airca yang merasakan itu tetap melangkah dengan pasti, tidak ingin menatap Antonsen

"Aku tidak akan bicara denganmu " tekan Airca didalam hatinya

Antonsen membunyikan bel rumah dan pelayan membukakan pintu

"Selamat datang Tuan...Nona"

"Terima kasih " kata Airca dengan tulus, Antonsen merasa tidak suka mendengar pelayan itu memanggilnya Tuan sedangkan Airca Nona

"Apa dia pikir aku ayah Airca, aku ini suaminya"

"Dimana yang lain?"

"Di taman belakang Nona" Airca tersenyum dan melangkahkan kakinya ke taman belakang, Antonsen juga masih setia menggenggam erat tangan istrinya

"Mengapa dia memanggilku Tuan? Sedangkan kamu Nona?" Airca sudah akan menjawab tapi dia urungkan karena ingat akan janjinya

"Aku tidak akan bicara padanya"

Antonsen yang diabaikan menarik tangan wanita itu kesal, Airca berhenti dan menatap santai Antonsen, Antonsen yang melihat reaksi Airca bertambah kesal

"Bicara" kata Antonsen tegas, Airca malah menutup erat mulutnya

"Airca" Airca menggelengkan keras kepalanya, Antonsen menarik pinggang Airca dan memeluknya erat hingga tubuh mereka menempel, Airca tetap mempertahankan dirinya meskipun sedikit kaget dengan itu

"Cepat bicara " Airca tidak juga bicara, Antonsen mengangkat tangannya dan berusaha membuka mulut Airca, Airca yang merasakan itu menutup erat bibirnya

"Airca" Kata Antonsen dengan kesal, Airca menggelengkan kepalanya berkali -kali menjauhkan tangan Antonsen dari mulutnya, Antonsen tersenyum melihat Airca yang bersikeras

Dia mulai menaikkan tangan dan mengusap bibir Airca lembut dengan jarinya, Airca membuka matanya besar dan menatap garang pada Antonsen

Antonsen yang melihat itu hanya tersenyum jail

"Ayo bicara" Airca menarik bibirnya kedalam mulut agar Antonsen tidak bisa mengusapnya, Antonsen tidak habis ide, dia malah mengusap lembut wajah Airca dan leher Wanita itu naik,turun, terus begitu hingga Airca ingin menangis rasanya

"Aku tidak akan membuka mulutku, tidak akan!"

Antonsen berdecak kesal melihat Airca yang keras kepalanya, kemudian dia tersenyum saat sebuah ide muncul

"Aku cium ya?" kata Antonsen dengan senyum manisnya, Airca yang mendengar itu menggelengkan kepalanya keras dan berusaha melepaskan pelukan Antonsen pada pinggangnya, tapi Antonsen tidak ingin itu terjadi dan mengeratkan pelukannya

"Aku cium sekarang....1....2....3" Airca menjauhkan wajahnya dari wajah Antonsen yang mulai mendekat, Antonsen memegang kepala Airca agar wanita itu tidak menghindar dan saat bibir mereka sudah menempel

"Stop! " teriak Airca didepan Antonsen, Antonsen menjauhkan wajahnya dan tersenyum, tapi dia tidak melepaskan pelukannya

"Kamu bicara?" kata Antonsen dengan senyum kemenangan

"Iya aku bicara sekarang lepas"

"Tidak semudah itu" kata Antonsen dengan senyum jahil dan kembali mendekatkan wajahnya

Cup

Airca membuka matanya besar dan menatap Antonsen yang mencumbunya, dia mencoba menjauh tapi Antonsen malah mengeratkan dekapannya, Airca kesal dan menggigit bibir bawah Antonsen, seketika pria itu menjauhkan wajahnya dan menatap kesal Airca

"Kamu menggigit ku?"

"Iya" Kata Airca berani

"Kamu" Antonsen membalas menggigit bibir bawah Airca, Airca sungguh kaget dengan itu sedangkan Antonsen malah tersenyum puas, Airca memukul kuat dada Antonsen menyalurkan kekesalannya, Antonsen bukannya kesakitan malah terkikik menjengkelkan.

"Sudah, berhenti berwajah kesal, Mama sedang menunggu kita" Antonsen mengabaikan tatapan maut dari Airca dan menariknya menuju taman belakang.

**

Tidak hanya ada orang tua Airca di sana, ada juga orang tua Antonsen, dan jangan lupakan Angel yang langsung menatap tajam kedatangan Antonsen dan Airca yang bergandengan

"Kenapa kalian baru sampai?" tanya Bella, Airca tersenyum dan meminta maaf

"Maaf"

"Tidak masalah yang penting kalian sudah datang, ayo kesini kita makan daging panggang bersama" Airca dan Antonsen menatap daging yang sedang dipanggang oleh Joshua

Airca melepaskan genggam tangan Antonsen dan mendekati adik ipar nya, Antonsen kesal melihat Airca yang melepaskan genggaman tangannya hanya untuk mendekati Joshua

"Kamu juga disini?" tanya Airca, Joshua menatap Airca dan tersenyum

"Tentu saja, aku tidak akan melewatkan kumpul bersama seperti ini"

"Aku akan membantumu " Airca mengambil alih penjempit daging dan membolak-balikkan daging di pemanggangan

Antonsen berjalan mendekati Airca dan Joshua tapi dia terhenti saat ada yang menghadangnya

Di sana berdiri Angel dengan gaun ketatnya, Antonsen hanya menatap datar Angel yang dengan sengaja menonjolkan dadanya didepannya

"Menyingkirlah "

"Sayang"

"Stop! " kata Antonsen dengan keras, hingga semua orang melihat kearahnya

"Berhentilah mengganggu ku"

"Ada apa denganmu? Dulu kita saling mencintai, kamu dan aku bahkan akan menikah, apa kamu melupakan kebersamaan kita"

"Kebersamaan yang mana kamu maksud? Kita hanya pernah bertemu empat kali termasuk hari ini, dan soal cinta? Aku rasa kamu harus lebih banyak merenung, karena aku tidak pernah mencintaimu" Antonsen melewati Angel dan mendekati Airca

Angel terdiam ditempat dengan mata merah penuh kebencian, Angel menggenggam erat tangannya mencoba menahan kemararahnnya

"Ini semua karena Airca, Wanita itu harusnya mati saja di Paris"

Airca menatap Angel yang masih berdiri ditempatnya kemudian menatap Antonsen yang mendekat

"Apa yang kamu katakan pada kak Angel?" tanya Airca dingin, dia tahu pasti Antonsen mengatakan hal yang jahat pada kakaknya

"Tidak ada"

"Kamu jangan berbohong , disini ada kedua orang tuanku jadi aku harap kamu bisa menjaga " Antonsen menatap kesal Airca yang malah menyalahkannya, dia hanya meminta Angel menjauh dimana letak kesalahannya

Airca berbalik dan kembali memanggang daging, Joshua yang merasa bingung dengan situasinya mendekati Antonsen

"Kakak bagaimana dengan pemotretan ku nanti?" Antonsen langsung menatap tajam Joshua yang malah bertanya tentang pekerjaan disaat dia baru saja dimarahi Airca, Joshua yang melihat itu menjadi takut dan pergi dari sana duduk di samping ibunya

Antonsen mendekati Airca dan berdiri disampingnya, terlalu dekat hingga bahu mereka bersentuhan, Airca yang merasakan itu menggeser dirinya membuat jarak antara dirinya dan Antonsen

Antonsen menghembuskan nafasnya kesal melihat sikap Airca padanya

"Bukan aku yang memulainya, wanita itu yang menghadang ku"

Airca menatap Antonsen dan menghembuskan nafasnya pelan

"Aku tahu, tapi kamu tidak harus berbicara sekeras itu tadi, bahkan semua orang menatap kearah kalian" kata Airca dengan nada yang sedikit lembut, membuat kekesalan yang ada di dada Antonsen menghilang

"Iya maafkan aku"

"Aku maafkan " Airca tersenyum dan mengangkat daging-daging yang sudah matang

"Bawakan ini ke sana" kata Airca sambil memberikan sepiring daging panggang pada Antonsen, Antonsen tersenyum dan mengangguk

Antonsen membawa piring itu dan meletakkannya di atas meja

"Silahkan di nikmati " kata Antosnen dengan senyuman

"Wah...sudah matang, mana Airca?"

"Dia masih memanggang, kalau begitu aku pergi lagi melihat Airca" Antonsen langsung pergi kembali ketempat pemanggangan

"Apakah sudah semua?"

"Sedikit lagi " Antonsen mendekat dan melihat wajah Airca yang memerah karena panas dari pemang

"Biar aku saja" kata Antonsen mengambil alih penjepit daging dari tangan Airca

"Tapi Antonsen hati-hati...."

"Auh...." baru saja Airca menasehati, Antonsen sudah terluka, Airca sedikit panik dan menarik tangan Antonsen yang terkena panasnya besi pemanggangan

"Aku baru bilang, kamu ini" Airca meniup tangan Antonsen yang memerah karena terkena besi pemanggang

Antonsen yang melihat sikap perhatian Airca padanya tersenyum dengan jantung yang berdegup kencang dan tanpa Antonsen dan Airca sadari Angel melihat apa yang terjadi.

Angel sungguh jengkel dengan pemandangan itu, itu mungkin sesuatu yang romantis bagi orang lain tapi tidak baginya

Dia malah semakin yakin untuk menyakiti adiknya tesebut.

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!