Lulu gadis tomboy putri dari keluarga miskin yang dijodohkan dengan seorang pangeran dari keraton jogjakarta, sebagai balas budi keluarga kerajaan atas jasa almarhum Ayahnya yang telah menyelamatkan nyawa putra mahkota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19 #Hukuman
Ia membeli sebuah lukisan untuk menghiasi kamarnya. ketika hendak pulang tiba-tiba seorang menabraknya.
**brughh!!
"awww!!!" teriak Lulu
Lulu segera bangun dan menatap lelaki berbadan gemuk yang menabraknya.
"Yoga!!! " teriak Lulu kaget
"Lulu, cepat lari dari sini, lari!!! " Kata Yoga yang berusaha bangkit
"emangnya ada apa ?" kata Lulu penasaran
Baru saja yoga menarik tangan Lulu, sekelompok pria berbadan tegap mengepungnya.
"oh jadi cewek ini yang sudah menghajar Danis ?" kata seorang cowok yang mendekati Lulu
"kalo iya emang kenapa?" tanya Lulu
"banyak omong kamu" kata Lingga yang segera melancarkan pukulannya kearah Lulu
Namun serangan itu berhasil ditangkis oleh Hasta, pengawal Lulu.
"siapa kau, jangan ikut campur! " kata Lingga berang
"jangan beraninya mengeroyok perempuan, lawan saya! " kata Hasta menantang mereka
"bagus, serang!! " perintah Lingga kepada teman-temannya.
Lulu tak tinggal diam melihat hasta dikeroyok Lingga dan teman-temannya, ia segera membantunya.
Karena jumlah mereka yang tak imbang Lingga berhasil membuat Hasta jatuh tersungkur, begitu juga Lulu yang sudah kehabisan tenaga karena kewalahan melawan musuh yang jumlahnya lebih banyak.
Lulu mulai terpojok, dengan senyum yang menyeringai Lingga mendekatinya dan langsung melayangkan pukulannya kepada Lulu, akan tetapi ada seseorang yang berhasil menangkisnya.
"paman Danar??? " kata Lingga kaget melihat sosok Danar gumilang yang berada didepannya.
"siapa sebenarnya wanita itu, kenapa paman Danar sampai turun tangan membelanya" batin Lingga
"semuanya cabut!! " perintah Lingga kepada teman-temannya
*************
Didalam mobil Lulu hanya terdiam, dia tak berani berkata-kata, karena ia takut melihat ekspresi paman Danar yang berubah menjadi sangat menyeramkan dan dingin.
"apa yang nona lakukan disekolah, hingga mereka mengeroyok anda? " tanya Paman Danar membuka pembicaraan
"saya hanya membela teman saya yang dibuli saja kok paman?" jawab Lulu membela diri
"apakah kamu juga dibully? " tanya Danar Gumilang
"iya, waktu aku mau duduk, tiba-tiba seseorang menarik kursiku dan aku terjatuh" jawab Lulu
"lain kali kau harus lebih hati-hati dalam bertindak, ingat sekarang gerak-gerik anda pasti akan diawasi, dan sebagai hukuman kecerobohan nona hari ini mulai besok anda harus ikut kelas kepribadian?" kata Danar Gumilang
"apa!!!, kelas kepribadian??" kata Lulu kaget
Paman Danar hanya diam sembari melesatkan mobilnya meninggalkan Alun-alun Jogjakarta.
Setibanya dikeraton Lulu langsung masuk kekamarnya.
"ciiihhh, kenapa gue harus dihukum, apa yang salah, toh gue cuma membela orang yang lemah" gerutu Lulu kesal
😡😡😡😡
Malam harinya seorang pelayan kerajaan datang menemuinya.
"permisi nona, yang mulia Ratu ingin bertemu dengan anda? " kata pelayan itu dengan sopan
Lulu hanya mengangguk dan kemudian mengikutinya menuju kediaman Ratu Pitaloka.
"duduklah nduk? " perintah Ratu Pitaloka
Lulu kemudian segera duduk disebelah Ratu.
Ratu hanya tersenyum melihat gaya duduk calon menantunya yang lebih mirip dengan gaya duduk seorang laki-laki.
"Lulu anaku, untuk menjadi seorang permaisuri Raja itu memang susah, tapi sebenarnya itu mudah jika kau menganggapnya mudah, kau harus melakukan segalanya sesuai dengan aturan diistana ini, tak boleh bertindak sesuka hati, walupun pada dasarnya apa yang kita lakukan itu benar" kata Yang mulia Ratu
"inget nduk, aku juga berasal dari rakyat biasa sepertimu, dan merasakan juga apa yang kau rasakan sekarang, jadi bunda mohon mulai sekarang Lulu belajarlah menjadi pribadi yang lebih santun dan anggun, mualilah dengan memperbaiki gaya bicaramu, gunakanlah bahasa indonesia yang benar dan santun, dan mulai besok kemanapun kau pergi akan dikawal oleh pengawal kerajaan" kata Yang mulia Ratu
Lulu hanya mengangguk Lesu. Kemudian ia kembali kekamarnya.
"ahhh, kenapa hidup disini ribet banget sih! " kata Lulu yang mulai kesal dengan aturan-aturan pihak kerajaan.
Pagi hari Lulu sudah bersiap untuk berangkat sekolah seperti biasanya ia berangkat bersama pangeran Aryo dan pangeran Ganendra diantar oleh Paman Danar pastinya.
Kali ini Lulu hanya memilih diam dimobil, ia tak banyak bersuara seperti biasanya.
"hey cewek bar-bar, tumben kamu anteng?" goda pangeran Aryo Damar Langit
Lulu masih diam tak bersuara.
"ditanya kok diam saja, lagi kesambet setan apa sih kamu? " kat pangeran Damar Langit menggodanya lagi
" berisik lo!! " kata Lulu kesal
"nah ini baru Lulu si cewek bar-bar, hehehe? " kata Pangeran Aryo Damar Langit sambil tertawa melihat Lulu yang kesal kepadanya.
"nona" kata Paman Danar mengingatkan Lulu
"iya maaf paman, habis pangeran Aryo Damar Langit menggoda Lulu terus" kata Lulu membela diri
"ingat perkataan saya kemarin? " kata paman Danar tegas.
"iya" jawab Lulu kesal.
Setelah tiba disekolah mereka bertiga segera turun dan menuju kelas masing-masing.
Baru saja Lulu duduk dikursinya, seorang guru datang menemuinya.
"apa kau yang bernama Nuzulul hidayah?" tanya guru itu
"Iya bu, ada apa?" jawab lulu
"ikut ibu keruang bk" ajaknya
"huft.. pasti dihukum lagi" kata Lulu dalam hati
Ia berjalan mengikutinya menuju ruang BK, disana seorang wanita paruh baya sudah menunggunya
"silahkan duduk Lulu?" perintah wanita itu
Lulu segera duduk didepan Wanita itu, dari bibir pintu masuklah seorang Laki-laki berbadan kekar bersama Danis.
"baiklah karena sudah berkumpul semua saya akan mulai bertanya kepada Lulu dahulu" Kata Ibu Surtika Dewi
"apa benar kamu yang sudah memukul Danis? "kata bu Tika
"betul ibu, tapi saya memukulnya karena dia mencoba memalak Yoga bu? " jawab Lulu
"tidak benar itu bu, mana mungkin keluarga Rahardian memalak disekolahan, keluarga kami cukup berada, uang jajan Danis saja sebulan bisa untuk membeli sekolah ini, mana mungkin ia memalak temannya? " kata Ayah Danis Sombong
"baiklah bapak, bisa dengarkan penjelasannya dulu, mohon jangan dipotong! " Kata Bu Tika mulai kesal dengan kesombongan keluarga Danis
"aku tidak peduli, yang aku mau anak itu harus dikeluarkan dari sekolah ini, karena dia juga belum tentu berasal dari keluarga bangsawan? " kata Rahardian
"Siapa bilang dia bukan dari kalangan bangsawan" kata Paman Danar yang kini memasuki ruang Bk