Karena sebuah kecelakaan yang menewaskan saudara yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri,Zayn terpaksa harus merawat Azalea yang merupakan anak dari saudaranya itu.
Namun siapa sangka hal itu justru membuat masalah baru bagi Zayn, pasalnya keponakannya itu tumbuh menjadi seorang gadis muda yang sangat cantik.
Zayn yang sudah lama menduda tentu saja dibuat tertarik oleh pesona yang dimiliki oleh Azalea.
Mampukah Zayn menahan rasa ketertarikannya terhadap keponakannya sendiri?
Dan tahukah Azalea mengenai ketertarikan yang mulai dirasakan oleh paman yang selama ini merawatnya sedari kecil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Seusainya menghabiskan sarapan paginya dengan cepat, Azalea pun segera kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke universitas.
Zayn memandang Azalea yang pergi ke kamarnya dengan tatapan matanya yang penuh keheranan. Ia masih tidak bisa tidak merasa terkejut dengan jawaban Azalea tentang bentuk tubuhnya.
"Apa maksudnya bentuk tubuhku itu biasa saja?" Zayn berkata dengan suara yang pelan dan penuh keheranan.
Zayn tidak bisa tidak merasa penasaran dengan penilaian Azalea terhadap bentuk tubuhnya. Ia langsung memeriksa bentuk tubuhnya di depan cermin setelah Azalea pergi ke kamarnya.
Zayn memandang dirinya sendiri di depan cermin dengan matanya yang penuh keheranan. Ia memeriksa bentuk tubuhnya dari atas ke bawah, mencari tahu apa yang membuat Azalea mengatakan bahwa bentuk tubuhnya itu biasa saja.
Zayn tidak bisa tidak merasa konyol dengan tindakannya sendiri. Ia tidak pernah memeriksa bentuk tubuhnya dengan begitu teliti sebelumnya.
"Apa yang salah dengan bentuk tubuhku?Badanku oke kok! Sepertinya aku harus membelikan keponakan ku kacamata minus agar dia tidak salah dalam menilai tubuhku ini." ucap Zayn dengan pasti.
Mobil yang dikendarai oleh Zayn dan Azalea akhirnya berhenti di depan pintu gerbang universitas tempat Azalea belajar. Sebelum pergi meninggalkan keponakannya untuk berangkat ke hotel, Zayn memberitahu Azalea kalau malam ini ia akan pulang terlambat ke rumah karena harus mempersiapkan pesta anniversary hotel yang ke dua puluh tahun.
"Azalea, aku ingin memberitahumu kalau malam ini aku akan pulang terlambat ke rumah. Aku harus mempersiapkan pesta anniversary hotel yang ke dua puluh tahun," Zayn berkata dengan suara yang santai.
Azalea memandang Zayn dengan tatapan matanya yang penuh kebingungan. "Pesta anniversary hotel? Apa itu, Paman?" Azalea bertanya dengan suaranya yang penasaran.
Zayn tersenyum dan menjelaskan kepada Azalea tentang pesta anniversary hotel. "Pesta anniversary hotel adalah perayaan ulang tahun hotel. Aku harus mempersiapkan semuanya agar pesta itu berjalan dengan lancar."
Azalea mengangguk dan memahami kesibukan pamannya yang akan mengurus pesta anniversary hotelnya. "Baik, Paman. Aku mengerti. Tapi bagaimana caranya aku pulang ke rumah nanti malam?" Azalea bertanya dengan suaranya yang penasaran.
Zayn memandang Azalea dengan tatapan matanya yang penuh kekhawatiran. "Aku sudah memikirkan itu, Azalea. Aku ingin kau pulang menggunakan taksi. Aku sudah memberitahu driver taksi untuk menjemput kamu di universitas ini nanti malam."
Azalea mengangguk dan memahami tentang rencana Zayn. "Baik, Paman. Aku mengerti. Terima kasih, Paman."
Zayn tersenyum dan memeluk Azalea dengan lembut. "Aku akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat Azalea,kau tidak perlu khawatir." ucap Zayn dengan penuh perhatian.
Seusainya mengantar keponakannya kuliah, Zayn pun segera mengendarai mobilnya menuju ke Grand Zevil hotel miliknya. Ia memiliki banyak hal yang harus diselesaikan sebelum pesta anniversary Grand Zevil hotel yang akan dilaksanakan tiga hari lagi.
Sesampainya di hotel, Zayn langsung menuju ke ruang kerjanya untuk memulai persiapan. Ia duduk di kursinya dan memulai memeriksa daftar tamu, menu makanan, dan dekorasi ruangan.
Zayn terlihat sangat sibuk dalam mempersiapkan pesta anniversary Grand Zevil hotel. Ia ingin membuat pesta ini menjadi sangat istimewa dan tidak terlupakan bagi semua tamu yang hadir.
Saat Zayn sedang memeriksa daftar tamu, asisten pribadinya Rina, masuk ke ruang kerjanya. "Pak Zayn, saya sudah memeriksa semua daftar tamu dan semuanya sudah siap."
Zayn memandang Rina dengan tatapan matanya yang penuh kepuasan. "Baik, Rina. Terima kasih. Aku ingin kau memeriksa lagi semua dekorasi ruangan dan pastikan semuanya sudah siap."
Rina mengangguk dan keluar dari ruang kerja Zayn untuk memulai tugasnya. Zayn kembali memeriksa daftar tamu dan menu makanan,memastikan semuanya sudah siap untuk pesta anniversary Grand Zevil hotel.
semangat menulis kak
selamat ya..../Drool/
Ya zayn dah cium cium aja mentang gelap 🤣
pantas aja mereka sama sama suka