NovelToon NovelToon
Kekasih Pengganti

Kekasih Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / One Night Stand / Anak Kembar / Pengantin Pengganti / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: JUNGNANA

Seorang gadis manis bernama Hazel, berumur 21 tahun, harus menggantikan posisi saudara kembarnya yang bernama Hazely. Untuk menjadi kekasih dari seorang tuan muda bernama Mark Harold Sebenarnya dia tidak mau melakukan itu, tapi di karenakan keadaan Mark yang begitu memprihatinkan ia terpaksa melakukannya.


Bagaimana jika sang tuan muda tau, jika yang menjadi kekasihnya saat ini bukanlah kekasihnya?...


Penasaran? Yuk, ikuti selengkapnya di cerita ini.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNGNANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DELAPAN BELAS

Jovin menggendong tubuh sintal Abila di belakang punggung nya, sambil sedikit menanggapi ocehan gadis mabuk itu.

"sayang....aku ingin terbang." racau Abila.

Jovin terkekeh mendengar ucapan kekasihnya. Gadis itu lebih menggemaskan jika sedang mabuk begini. Gumam nya.

"kau mau terbang kemana hm?." tanya Jovin, memang sedikit konyol harus menanggapi omelan orang tak sadarkan diri.

"ingin terbang jauuuhhh sekali, agar aku tidak merasakan sakit di sini." ucap Abila sambil menepuk-nepuk dadanya.

Jovin terdiam sejenak memikirkan omongan kekasih nya, tapi ya sudahlah mungkin dia sedang mabuk jadi bicaranya ngaco . Begitu kesimpulan nya.

"Tuan muda yang tampan..... boleh kah aku mencintaimu?." tanyanya lagi sambil memiringkan kepalanya di ceruk leher Jovin.

"kenapa kau memanggilku dengan sebutan Tuan muda hm? aku kekasihmu." katakanlah jika Jovin sedikit penasaran, ada yang bilang jika orang yang sedang mabuk itu akan berbicara jujur, tapi Jovin juga tidak sepenuhnya percaya.

"bukan.... kau bukan kekasihku, aku hanya menggantikan nya." teriak Abila sambil tertawa.

Jovin menghentikan langkahnya. Dan menoleh kearah Abila.

"menggantikan siapa?." tanya Jovin.

"aku tidak mau menggantikan nya, aku benar-benar mencintai mu. Aku ingin memilikimu." lirih Abila, hingga tiada suara yang dikeluarkan gadis itu lagi, karena ia sudah tertidur .

Jovin menggeleng kan kepalanya dan melanjutkan perjalanan pulang. Jujur ia semakin merasa curiga pada Adira. Ia mulai mengumpulkan bukti perbedaan antara Adira yang dulu dan Adira yang sekarang.

Maaf kan aku sayang.... maaf kan aku karena mulai mencurigai mu. Semua begitu membingungkan untuk ku. Aku mencintaimu, sangat mencintai mu Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita.

Sesampainya di Villa.

Jovin segera merebahkan tubuh Abila pelan-pelan di atas kasur king size nya. Mengecup lembut kening gadis itu dan membisikkan kata-kata .

"selamat tidur sayang.... semoga mimpi indah, aku mencintaimu jangan tinggalkan aku lagi."

Keesokan harinya, Abila dan Jovin sedang melakukan sesi lari pagi nya. Sekaligus ingin mengitari daerah di sekitar Villa itu.

Udara pagi begitu indah di tempat ini, jika boleh Abila ingin menetap di tempat ini bersama Jovin selama nya.

"hah....aku sangat senang tinggal di sini." ucap Abila sambil berlari-lari kecil, sesekali berputar-putar di tiang lampu taman.

Jovin hanya tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya sembari membatin.

Adira ku yang sekarang sangat lah ceria, tidak seperti Adira yang dulu yang terkesan acuh , lebih sibuk dengan dunia nya sendiri. Adira yang sekarang lebih mementingkan diriku, sedang Adira yang dulu lebih mementingkan barang-barang Branded limited edition.

"kau ingin tinggal di sini?." tanya Jovin.

"iya.... aku sangat ingin tinggal di tempat ini bersama mu." celetuk Abila tiba-tiba.

Mereka berdua sangat menikmati moment pagi ini, bahkan mereka sudah tidak canggung lagi untuk sekedar saling mencium pipi, menggoda, dan terkadang Abila tak sungkan untuk meminta di gendong. Biarkan Abila melupakan sejenak tentang posisi dirinya. Ia hanya ingin menikmati hari-hari nya bersama pemuda yang ia cintai.

"sayang....besok adalah hari terakhir kita di sini, kau ingin pergi kemana lagi?." tanya Jovin.

"sepertinya aku ingin camping di hutan belakang Villa." usul Abila.

Jovin melirik ke arah Abila, sekelebat pertanyaan muncul di otaknya.

Hutan? bukan kah Adira sangat membenci tempat-tempat seperti itu? dengan alasan takut kulitnya rusak dan lebih memilih pergi ke mall. Lalu sekarang tiba-tiba dia mengajak pergi camping? astaga aku bisa gila jika begini.

"bagaimana sayang?... apa kau tidak mau? pada hal aku sangat menginginkan nya." ucap Abila lesu.

"siapa bilang aku tidak mau hm? sudah ku bilang apa pun yang kau inginkan akan aku kabulkan." sahut Jovin sambil memeluk tubuh Abila mesra.

▪️▪️▪️

Keesokan paginya, mereka telah bersiap-siap membawa beberapa keperluan yang mereka butuhkan nanti saat camping, setelah semua terkumpul Jovin dengan sigap memasukkan nya kedalam bagasi mobil nya.

"semua sudah siap sayang...ayo kita berangkat." panggil Jovin dari halaman Villa nya, karena belum melihat batang hidung sang kekasih.

"sebentar.... tunggu aku." teriak Abila dari lantai atas kamarnya.

Setelah hampir dua puluh menit lamanya Jovin menunggu akhirnya Abila keluar, dengan membawa beberapa camilan untuk persediaan di sana.

"ayo cepat masuk, keburu siang nanti." ucap Jovin dan membantu Abila marapikan barang bawaan nya.

Sesampainya di hutan itu Jovin dan Abila segera mendirikan tenda. Katakanlah jika Jovin sedikit nekat menuruti kemauan Abila, karena memang dirinya sendiri belum pernah mengunjungi hutan ini. Tapi ia tidak ingin membuat kekasih nya kecewa jadi ia memilih menyetujui keinginan Abila.

"akhirnya selesai juga....sayang aku ingin mencari kayu bakar sebentar saja." ijin Abila.

"iya janji jangan jauh-jauh." pinta Jovin. Abila hanya mengangguk paham dan segera pergi.

.

Sudah hampir satu jam Abila tak kunjung kembali, membuat Jovin merasa begitu gelisah.

"dimana kau Adira... kenapa belum juga kembali? aku harus mencari nya." geram Jovin , ia mengambil mantel tebal nya dan segera pergi memasuki hutan lebih dalam.

Di sisi lain, Abila tengah kebingungan tidak tahu arah untuk kembali.

"Jovin..... kau dimana? aku takut..." Abila mulai terisak, hari sudah semakin sore dan dia belum juga kembali.

Jovin mengitari hutan itu , tak henti meneriakkan nama gadis yang di cari nya.

"Adira...... dimana kau..... jawab aku."

Tiada tanda-tanda adanya gadis itu disana. Hanya terdengar suara dirinya sendiri yang begitu menggema di dalam hutan.

"sial...aku sama sekali tidak mengenali jalur hutan ini." gerutu nya , seraya mengusap rambut nya kasar.

Abila sibuk menelisik ke sekeliling hutan , tanpa sadar kakinya tersandung akar pohon di dekat nya.

"ah....sakit sekali, seperti nya kakiku terkilir," keluh nya, menangis tersedu-sedu. Abila tidak bisa melanjutkan perjalanan nya lagi karena kakinya terasa sakit luar biasa. Dia hanya bisa menangis di bawah pohon besar itu, serta merapalkan nama Jovin. Berharap pemuda itu segera menemukan nya.

Jovin hampir frustasi mencari keberadaan kekasih nya. Suara nya sudah mulai serak karena terus-menerus berteriak. Hingga samar-samar ia mendengar tangisan seorang gadis. Sedikit merinding sebenarnya, apakah itu suara kuntil anak atau suara manusia? begitu fikirnya. Bulu kuduknya mulai meremang. Ia segera berbalik badan ingin pergi, sebelum ia mendengar gadis itu menyebutkan namanya. Ia sangat yakin jika itu suara kekasih nya. Jovin segera berlari ke sumber suara, dan suara itu semakin terdengar jelas di balik pohon besar. Dengan sangat hati-hati Jovin mencoba memeriksa siapa gerangan gadis itu. Hingga ia terkejut sekaligus bahagia karena gadis itu benar-benar kekasih nya.

"Adira..." teriaknya sambil berlari menghampiri gadis itu.

"Jovin..... akhirnya kau datang." tangis Abila semakin menjadi.

"tenanglah... jangan takut aku ada di sini untukmu." Jovin terus mengucapkan kata-kata penenang untuk kekasih nya.

"kaki ku sakit...." keluh Abila kemudian .

Jovin terjengit kaget dan segera memeriksa pergelangan kaki Abila yang sedikit membiru. Dengan pelan Jovin memijit kaki Abila.

"apakah sangat sakit?." tanya Jovin .

"sakit sekali. seperti nya aku tidak bisa berjalan." sahutnya.

"kita harus segera pergi dari sini, sudah hampir gelap, aku akan menggendong mu." ucap Jovin selanjutnya menggendong tubuh Abila di belakang panggung nya.

"kenapa kau lama sekali datang nya." tanya Abila.

"sejujurnya aku sendiri belum pernah memasuki hutan ini." kekeh Jovin.

"dasar bodoh, lalu kenapa kau setuju dengan permintaan ku?." jengah Abila, merolling bola mata nya.

"karena aku tidak ingin mengecewakan mu."

lagi-lagi Abila di buat berbunga-bunga oleh ucapan pemuda ini.

1
Soeryani
ije kone alur ceritane ne nah
hilang terus
tapi menarik alurne

semangat thor💪💪
Adinda Bramantio
Luar biasa
Mugi Berkah
ini niat gak ngarangnya?
klo hilang kmn coba
Farrel Hikaru
sis ini mana ceritanya ilang semua
Atoen Bumz Bums
gak ngerti sm ceritanya krna hilang
cm bisa tau dr komen2 org2
Atoen Bumz Bums
cmna mau kasi like klo hilang terus isinya
Atoen Bumz Bums
jd gak ngerti isinya krna byk yg ilang
Atoen Bumz Bums
kok hilang2 z y thor
Atoen Bumz Bums
lg2 hilang
Atoen Bumz Bums
hilang lg
Atoen Bumz Bums
prolognya hilang
gmna mau baca
Ejan Din
apa hanya itu saja pekerjaan yg ada...? Cuba iktihar dulu kerja lain ya paling kurang tukang cuci2, sapu2 juga kerja kn namanya... muda lg...
Rozekhien☘️
aku baru baca novel ini tp setiap mu like gk pernah bisa ya jadi y wes lewatin aja
diyono sukarjo
byk teks yg hilang,
diyono sukarjo
byk teks yg hilang
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
MASTER GAMING
mana bacaanya
MASTER GAMING
mana bacaanya ko hilang
MASTER GAMING
novelnya mana
MASTER GAMING
mana bacaanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!