NovelToon NovelToon
Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.3k
Nilai: 5
Nama Author: AYi

Cerita tentang seorang anak gadis cantik yang cerdas dan memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Gadis itu bernama Aryanti Wihardja, biasa disapa Ary.Dia memiliki seorang sahabat bernama Eno Mundarwati.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari Ary, mulai dari persahabatan hingga kisah cinta Ary. Ary selalu berdo'a agar tidak jatuh cinta terlebih dahulu sebelum menjadi seorang dokter. Dia tidak ingin sekolahnya terganggu dengan urusan cinta.

Akankah Ary jatuh cinta saat di bangku sekolah, kuliah atau setelah menjadi dokter? Yuk kita baca cerita selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Mungkinkah Kita Berjodoh

"Bun, sebenarnya Ayah sudah tahu sejak lama. Kira-kira dua minggu yang lalu, pas Ayah ke sekolah Ary untuk menemui guru BK Ary." Ayah membuka pembicaraan dengan Bunda di kamar mereka.

Saat ini mereka sedang duduk di atas ranjang sambil menyandarkan punggung di head board ranjang. Mereka belum bisa tidur karena memikirkan Ary.

"Ayah kok diam saja, boten crios kalian kulo (tidak cerita padaku) Kalau memang sudah tahu, kan bisa ditindaklanjuti dengan cepet." Bunda marah karena Ayah diam saja tahu Ary pacaran.

"Ayah kesupen (lupa), Bun. Kebetulan waktu itu, pas banyak barang datang. Ayah pulangnya juga habis Maghrib, karena harus urus barang dagangan yang baru sampai." jelas Ayah agar istri tercintanya tidak marah lagi.

"Lha terus ini pripun, Yah?" tanya Bunda.

"Kalau besok dia masih pacaran, lusa kita pindahkan ke pondok pesantren saja." jawab Ayah mantap.

"Sekarang kita sare (tidur), sampun ndalu (sudah malam). Besok kita bahas lagi masalah ini." Setelah berkata demikian, Ayah pun membaringkan tubuhnya.

"Inggih, Yah!" jawab Bunda, ikut membaringkan tubuhnya.

***

Saat ini Ary dan orang tuanya sedang sarapan bersama.

"Ary, hari ini juga kamu putuskan hubunganmu dengan anak itu. Kalau nanti Ayah masih melihat kamu diantar dia, atau Bunda mendengar kalian telepon-teleponan lagi. Kamu Ayah kirim ke pondok pesantren. Ngerti kowe?!" Ayah. (mengerti kamu)

"Inggih, mangertos, Ayah!" Ary menjawab dengan menundukkan kepalanya. (Iya, mengerti Ayah)

"Mulai hari ini, kamu sekolah membawa sepeda saja!" perintah Ayah dengan tegas.

"Inggih, Yah!" Ary tetap menundukkan kepalanya. Matanya berkaca-kaca, sekali kedip air matanya pasti jatuh.

"Ayah, Bunda. Ary sudah selesai makannya." kata Airy.

Ary beranjak dari tempat duduknya, sambil menyeret tas sekolahnya. Dia harus berangkat lebih awal, karena mengayuh sepeda membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan naik mobil Ayah.

Ary mulai mengeluarkan sepeda kesayangannya, kemudian menaikinya. Dia mengayuh sepeda dengan pelan, Ary melamun memikirkan kata-kata Ayah.

Aku tidak mau dimasukkan ke pondok pesantren, aku mau di rumah sama Ayah Bunda. Aku tidak mau pisah sama mereka. Aku harus putuskan Alex. Harus!!! batin Ary.

Dua puluh menit kemudian, Ary sampai di sekolahnya. Di parkiran, Ary bertemu dengan Alex beserta teman-temannya.

"Pagi, Yang. Tumben naik sepeda, kenapa nggak telepon aku tadi. Kalau aku jemput kan enak, nggak capek." kata Alex.

"Mm, Lex. Nanti jam istirahat kedua, kita ke taman depan perpustakaan ya. Berdua aja, ada yang mau aku omongin." kata Ary canggung.

"Ok, siiip!" Alex mengacungkan jempolnya tanda setuju. Hati Alex berbunga-bunga, sudah lama dia ingin ngobrol berdua saja dengan Ary.

"Akhirnya bisa juga ngobrol berdua ma Ayangku." gumam Alex.

"Duh, senengnya yang mau mojok ma pacar." kata Anton memainkan alisnya.

"Apaan sih, ayo masuk kelas!" Alex menarik baju Anton.

***

Jam istirahat kedua di taman depan perpustakaan sekolah Ary.

Alex sudah menunggu Ary sejak sepuluh menit yang lalu, sebelum bel istirahat berbunyi. Dia membawa minuman kemasan dan beberapa cemilan kemasan.

"Maaf nunggu lama." Ary mendekati Alex sambil berlari.

"Nggak apa-apa, ayo duduk dulu. Kamu pasti capek lari dari atas." Alex menyerahkan botol minum pada Ary.

"Terima kasih." Ary mengambil botol itu kemudian duduk, setelah itu baru meminum isi dalam botol itu.

"Alex, sebelumnya aku mau minta maaf. Mungkin nanti ada kata-kata aku yang menyakiti hati kamu. Tapi aku harus menyampaikan ini." Ary menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskan dengan kuat.

"Ayah dan Bundaku sudah tahu kalau kita pacaran. Aku harus ingin kita akhiri saja hubungan ini. Kita masih muda, masih banyak hal yang harus kita lakukan. Belajar misalkan." Ary terdiam sejenak, kemudian menghela nafasnya.

"Banyak perbedaan kita, mungkinkah kita berjodoh dengan banyaknya perbedaan itu. Perbedaan keyakinan tidak bisa ditolerir keluargaku. Kamu tidak mungkin kan meninggalkan keyakinan mu dan keluargamu? Sebelum perasaan ini terlalu dalam, kita harus mengakhirinya."

Alex tidak bisa berkata apa-apa, dia terlalu terkejut mendengar setiap perkataan Ary. Dia tidak menyangka, bahwa hubungannya dengan Ary hanya dalam hitungan minggu saja.

"Jalan kita masih panjang Alex, kita masih terlalu muda untuk sebuah hubungan ini. Aku ingin fokus belajar dulu. Aku ingin menjadi kebanggaan kedua orang tuaku. Apa kamu tidak ingin menjadi kebanggaan orang tuamu?" sambung Ary setelah terdiam cukup lama.

"Apa kita harus mengakhiri hubungan ini? Aku mencintaimu Ary Wihardja. Apa kita tidak bisa mempertahankan hubungan ini? Setidaknya kita berusaha meminta restu kedua orang tua kita. Ary, tolong jangan tinggalkan aku. Ku mohon Ary." Alex mengiba, memohon pada Ary aga tetap menjadi pacarnya.

"Aku minta maaf, Lex. Aku tidak bisa, kita berteman saja seperti semula. Bila kita berjodoh, pasti akan bersatu lagi, atas ijin Allah tentunya. Sekali lagi, aku minta maaf yang sebesar-besarnya bila selama ini aku selalu merepotkan kamu. Menyakiti perasaan kamu." jawab Ary.

"Maafkan aku, Lex!" Ary menyentuh bahu Alex dan berlalu.

Ary tetap pada keputusannya. Dia berjalan meninggalkan Alex yang terduduk dengan posisi berlutut di atas tanah berumput.

"Aaaaahhh..." Alex berteriak sekeras-kerasnya. Ingin membuang rasa sesak di dadanya.

Bagi Alex, Ary adalah cinta pertamanya. Sulit rasanya dia melepaskan Ary. Tapi selama mereka pacaran, belum pernah sekalipun Ary mengatakan cinta padanya.

Apa mungkin Ary tidak pernah mencintaiku, itu sebabnya mengapa dia memutuskan aku. Aku harus membuat Ary jatuh cinta padaku, agar dia bisa menjadi milikku.

Tapi kata Ary tadi, mungkinkah kita berjodoh? Sedangkan begitu banyak perbedaan antara kita. Berarti aku harus menghilangkan perbedaan itu.

Batin Alex berperang sendiri, mencari alasan kenapa Ary memutuskannya. Padahal sudah jelas Ary mengatakannya, tapi hati dan pikiran Alex menolak itu semua.

Sedangkan Ary sudah berada di kelasnya. Dia mendekati Enno dan Candra yang sudah duduk manis di bangkunya.

"Temani aku ke UKS, yuk!" ajak Ary pada kedua temannya.

"Kamu kenapa Ary? Kamu pucat sekali, badanmu juga gemetar gini. Ayo, ke UKS sekarang!" Enno merangkul bahu Ary dan membawanya ke UKS.

"Can, loe minta ijin sama Bu Christina. Biar kita tidak kena hukuman karena meninggalkan pelajarannya." perintah Enno pada Candra.

"Iya, sudah cepetan bawa Ary ke UKS." Candra berlari menuju kantor guru untuk menemui guru fisika kelas mereka.

"Loe kenapa sih, Ar. Tiba-tiba begini?" cerca Enno. Ary hanya diam saja sampai beberapa saat.

"Gue baru saja mutusin Alex. Gue kasihan, tapi gue harus putusin dia." Ary tiba-tiba membuka suaranya.

"Apa? Gue nggak salah dengar kan? Kenapa loe putusin dia?" Enno tidak bisa diam mendengar Ary memutuskan Alex.

Ary pun menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi pada Enno. Tidak ada yang ditutupinya, semua diceritakan pada Enno.

"Kalau seperti itu, gue nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Gue nggak mau pisah Ama loe, kalau loe masuk pondok pesantren nggak ada teman rasa saudara seperti loe." Enno memeluk Ary.

Candra akhirnya menyusul temannya ke UKS. Sesampainya di UKS, dia melihat teman-temannya sedang berpelukan. Dia pun mendekat.

"Gue juga pengen peluk!" kata Candra sambil memeluk kedua sahabatnya. Mereka bertiga berpelukan di UKS.

**Terima kasih sudah mau mampir membaca novel yang banyak kekurangannya ini.

Mohon jangan lupa like dan comment. Beri rate bintang 5 ya.

Terima kasih 🤗🤗🤗**

1
Sulastri Abdi
sepupu itu bukan mahrom jadi nggak boleh bersentuhan kok malah minta peluk di bayu? sebenarnya boleh nikah kok dengan sepupu
Sulastri Abdi
apa authornya orang klaten nih kok pakai klaten sebagai lokasi novelnya. aku orang klaten juga nih
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: Klaten kota kelahiran saja, domisili di seberang Mbak 🤭
total 1 replies
Sulastri Abdi
emang lokasinya di klaten kok GOR Gelarsena?
ZaeV92
hadir kakak
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: terima kasih 🤗
total 1 replies
Lia Anisa
wah warung apungnya sudah d gusur sekarang.yang bikin novel orang mana nih
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα яσѕє🌹
semangat
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
hihii aku baru mampir ka Ayi...
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
uda baca " Menggapai Mimpi " keeereeen ceritanya thoor.....
Dinul
firts komen
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
congrats ya Bay....
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
keren Bayu masuk STAN (Sekolah Tinggi ilmu Akuntansi Negara) tanpa ada tes
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
bs2 ntar Bayu kege'eran tuh krn selalu bs ngobrol bareng kayak orng pacaran aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
utk saat ini berteman aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
Ary....Ary....jika Alex melihat kedekatanmu dengan Bayu pasti yg ada di pikirannya bahwa km memutuskan dirinya krn Bayu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sabar ya Lex...
semoga kamu dan Ary kelak berjodoh deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
msh SMA jd mending putus aja , ntar klo uda kuliah gpp deeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok di ulang chapter 16 nya 🤔🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
ciiiieee Bayu....ikutan PDKT ke Ary yaaak....
nyaranin Ary ikut pengkaderan biar bs dekat ama Ary kaaaan ???
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
seharusnya tanda koma di letakkan setelah kalimat "kalau tidak"
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok walas mereka , seharusnya kan walas kalian gt ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!