NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita

"Lo emang istri gue, Tapi jangan pernah lupa kalo gue nikahin Lo hanya untuk Maura!" Dilan menatap pada Ana yang juga menatap malas ke arahnya.
"It's okee, Gue tidak akan pernah lupa. dan loe juga harus ingat kalo gue juga mau nikah sama lo juga karna terpaksa!" balas Ana tak kalah pedas.

Berawal dari pernikahan kontrak yang saling menguntungkan, Dilan dan Ana membangun rumah tangga tanpa dasar cinta. Dilan yang ingin memberikan sosok ibu untuk Maura, begitu juga dengan Ana terpaksa menerima tawaran Dilan karna butuh uang untuk biaya pengobatan ibunya. kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? temani author melanjutkan kisah ini yuk

Update rutin setiap hari Rabu dan jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Dilan

Dua tahun berlalu dalam kebahagiaan yang relatif stabil. Dilan dan Hana kini adalah orang tua dari dua anak, Maura (9 tahun) dan Jendra (2 tahun). Dilan benar-benar menepati janjinya. Dilan membatasi jam kerjanya di kantor, memastikan dirinya selalu pulang sebelum makan malam, dan menghabiskan akhir pekan sepenuhnya untuk keluarga. Perusahaan Dilan, berkat strategi baru yang lebih hati-hati, kembali melonjak tajam, kali ini dengan fondasi yang lebih stabil.

Namun, kebahagiaan itu membawa tantangan baru, kelelahan dan pembagian peran yang tidak seimbang.

Setelah krisis Lim Capital, ayah Dilan memberikan kepercayaan penuh pada Dilan. Akibatnya, Dilan kini tidak hanya mengurus perusahaannya sendiri ( Maura Group ), tetapi juga mulai mengambil alih sebagian besar operasional bisnis keluarga ( Adiwangsa Holdings ). Dilan menganggap ini sebagai tanggung jawab, bukan beban, karena ia ingin memastikan masa depan yang lebih kokoh untuk Jendra dan Maura.

Suatu malam, Dilan kembali dari kantor. Sudah lewat jam 8 malam. Hana sedang menyuapi Jendra sambil membantu Maura mengerjakan tugas sains di meja dapur. Wajah Hana terlihat pucat.

“Maaf, aku terlambat,” ujar Dilan, mencium pipi Hana cepat. "Ada pertemuan mendadak dengan tim investasi dari London. Mereka baru mendarat di sini."

"Mendadak lagi?" tanya Hana, tanpa menoleh. "Kau bilang kau akan pulang jam enam untuk menemani Jendra mandi."

"Aku tahu, Sayang. Aku benar-benar minta maaf. Ini penting. Investasi ini bisa menambah laba kita $500 juta dalam tiga tahun ke depan," jelas Dilan, mulai meletakkan tas kerjanya.

Hana meletakkan sendok dengan suara berdentang kecil di meja. "Dilan, aku tidak peduli dengan angka $500 juta. Aku hanya peduli dengan tiga jam yang kau lewatkan. aku kesulitan dalam menjelaskan tugas Maura, Jendra rewel dan belum mandi, dan aku sudah menyiapkan makan malam sejak jam tujuh."

“Aku janji, ini yang terakhir untuk minggu ini,” kata Dilan, mencoba menenangkan suasana.

"Kau selalu bilang begitu, Dilan!" suara Hana meninggi. "Aku tahu kau berusaha, tapi kau perlahan-lahan kembali ke kebiasaan lamamu. Kau pulang terlambat, pikiranmu masih di kantor saat makan malam, dan akhir pekanmu diisi dengan panggilan telepon 'penting' dari Ayahmu."

malam itu berakhir dengan sebuah debatan kecil antara Hana dan Dilan.

Hana bangun pagi-pagi, bermaksud menyiapkan sarapan istimewa karena hari itu adalah hari libur. Ia melihat Dilan sudah duduk di meja makan, bukan membaca koran, melainkan sibuk dengan laptopnya.

"Dilan, ini hari Sabtu. Tolong matikan itu," pinta Hana.

"Sebentar saja, Sayang. Ada email darurat dari kepala operasional Adiwangsa Holdings . Tentang pengiriman di pelabuhan," jawab Dilan, tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

Hana mematikan kompor gas dan berjalan ke arah Dilan. Ia menutup laptop itu dengan paksa.

Dilan mendongak, terkejut dan kesal. "Hana! Apa-apaan? Itu data penting!"

"Aku tahu itu data penting! Tapi ini hidup kita yang lebih penting!" seru Hana, air matanya mulai menggenang. "Dilan, aku lelah. Aku mengurus rumah, mengurus Maura dan Jendra, dan aku juga mulai kembali bekerja freelance dari rumah. Aku butuh mitra, bukan pria yang hanya ada secara fisik tapi pikiran ada di dimana-mana!"

Hana menyeka air matanya dengan kasar. "Kita tidak pernah punya waktu untuk kita berdua lagi. Kapan terakhir kali kita berbicara tentang sesuatu selain bisnis atau sekolah Maura? Kapan terakhir kali kita benar-benar intim?"

Dilan tak menjawab. Ia melihat kelelahan yang nyata di mata Hana. Wajah Hana yang selalu bersinar kini tampak kusam. Dilan sadar, setelah krisis perusahaannya selesai, ia beralih ke 'mode perlindungan' yang berlebihan, mencoba membangun keamanan finansial yang tak terbatas, dan tanpa sadar, ia kembali mengabaikan Hana.

"Aku... aku tidak menyadarinya, Hana. Aku hanya ingin memastikan semuanya aman. Aku tidak mau kita kembali ke masa-masa sulit," Dilan membela diri, namun nadanya dipenuhi rasa bersalah.

"Masa sulit itu bukan karena kekurangan uang, Dilan. Masa sulit itu adalah saat kita tidak punya waktu untuk saling menatap!" balas Hana.

"Kau sudah lulus dari ujian kontrak, Dilan. Tapi kau mulai gagal dalam ujian pernikahan. Aku tidak butuh CEO yang sukses, aku butuh suamiku yang dulu berjuang memasang tenda di halaman belakang dan menyelesaikan tantangan dariku dengan baik!"

Hana menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. "Aku butuh kau membuat pilihan, Dilan. Apakah kau akan tetap menjadi mesin penghasil uang untuk Adiwangsa Holdings , atau kau akan menjadi pemimpin keluarga di rumah ini?"

Dilan menatap Hana, jantungnya hancur. Ini adalah dejavu yang menyakitkan. kejadian itu kembali muncul dan membuatnya harus memberikan pilihan, tetapi kali ini, konsekuensinya bukan lagi kehilangan kontrak, melainkan kehilangan dirinya yang ia temukan.

Dilan menyadari, dia tidak bisa mengurus dua perusahaan sebesar itu sambil menjadi ayah yang super siaga. Sesuatu harus dikorbankan.

"Hana, aku minta maaf," kata Dilan sambil meraih tangan Hana. "Aku akan memberanikan diri kali ini. Aku akan membuat pilihan yang benar sebelum terlambat."

“Apa pilihanmu?” tanya Hana, menanti dengan penuh harapan.

Dilan menatap laptop yang tertutup di meja, lalu menatap mata Hana yang rapuh. Ia harus mengambil risiko finansial demi menyelamatkan pernikahannya.

"Aku akan melepaskan Adiwangsa Holdings . Aku akan berbicara dengan Ayahku hari ini dan bilang aku hanya akan fokus Maura Group . Aku akan kembali ke jam kerja normal. Dan aku akan mempekerjakan asisten rumah tangga agar kau bisa memiliki waktu untuk dirimu sendiri."

Hana menatap Dilan, sedikit terkejut dengan ketegasan dan kecepatan keputusannya.

"Dan sekarang," kata Dilan sambil berdiri. Ia meraih kunci mobil. "Aku akan mengajak Maura dan Jendra pergi. Kita akan pergi ke mana pun. Kau akan punya waktu lima jam untuk dirimu sendiri. Tidur, mandi, atau baca buku. Itu perintah suamimu."

Hana tersenyum. Senyum yang akhirnya mencapai matanya. "Terima kasih, Dilan."

Dilan mencium kening Hana, sebuah ciuman janji. Dilan tahu, memilih untuk melepaskan tanggung jawab Adiwangsa Holdings akan menimbulkan konflik besar dengan ayahnya, Tuan Adi. Tapi, dia tidak peduli. Dilan sudah belajar dari masa lalu, keluarga adalah investasi terbaik.

1
🏡s⃝ᴿ ᴷᵉᶜᵉᵇᵒⁿᵍ🐸20『⃟𝐉
mampir thor
vania larasati
next
vania larasati
lanjut
vania larasati
next
vania larasati
lanjut
Siti wahyudah Suwaji
mendingan arka
vania larasati
lanjut
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 zc❖ 🍒⃞⃟🦅: siap kK
total 1 replies
Ruang Rinduu
Sukurin kau monic
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
ˢ⍣⃟ₛ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᵐᵐᵘ♉🤎𝐀⃝🥀M⃟3💋
Rupanya orang yg kamu cintai hanya menyukai harta mu Dilan, semoga segera terbongkar kedok si Monica itu
『⃟𝐉jasmine
Mencintai seseorang seharusnya membuat bahagia kan?
Tapi Hana tidak merasakan itu, hatinya kerap terluka karena cintanya yang tanpa sadar tumbuh untuk Dilan, sang suami kontrak yang hanya menganggapnya hanya orang asing.
Apakan Hana akan mempertahankan cintanya atau memilih pergi...
『⃟𝐉jasmine
Hidup Maura akan bahagia jika papanya itu Arka dan mamanya Hana, dia bisa dapat cinta yang utuh dari mereka berdua
『⃟𝐉jasmine
Mulai lah menjauh Hana, demi hatimu, cintamu terlalu berharga untuk seorang Dilan yang telah buta oleh cinta Monica
『⃟𝐉jasmine
Nah... nah... ulat Keket mulai menunjukkan warna aslinya.... peka dikit atuh Dilan, bucin boleh bodoh jangan ya Mas...
『⃟𝐉jasmine
Setuju banget, dan saat kita sadar kalau kita jatuh cinta pada orang yang salah, segera menepi, perlahan hapus rasa itu
『⃟𝐉jasmine
Pasti telpon dari pacarnya.... sudahlah tidak bisa diharapkan Tuan Dilan ini, dunianya hanya berputar di sekitar Monica
『⃟𝐉jasmine
Bagus Hana, biarkan saja tak usah balas, biar dia rasa bagaimana rasanya tak dihiraukan, tak dianggap
『⃟𝐉jasmine
Sudah punya anak istri dan anda suka menginap dengan perempuan yang tidak halal untukmu.... wah anda luar biasa Tuan Dilan... luar biasa br*ngs*k
『⃟𝐉jasmine
Sesayang itu Hana pada anak sambungnya... definisi ibu tiri rasa ibu kandung ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!