Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Flashback On
POV Sandra
Aku bertemu lagi dengan Edgar, dia terlihat dewasa. Hatiku masih bergetar, artinya aku masih mencintainya
Dulu, kami di pilih untuk mewakili sekolah sebagai partner lomba karya ilmiah. Mereka berdua ditunjuk oleh pembina ekskul Penulisan Karya Ilmiah. Biasanya aku dan Edgar bertemu di Ekskul itu satu kali setiap pekan setiap hari rabu sore sepulang sekolah
Sejak menjadi partner lomba penulisan karya ilmiah, kami menjadi dekat. Saat istirahat kami. bertemu di perpustakaan. Sepulang sekolah setelah kelas tambahan kami akan. berdiskusi. Sosok. Edgar yang dikenal dengan image dingin, ternyata sehangat pria yang mungkin sedikit dewasa. dari umurnya. Dia bijaksana
Alex dari tim Basket mengatakan perasaannya. Dia populer di kalangan gadis-gadis. Tapi hatiku sudah terpaut pada Edgar, cowok dingin di ekskul. Walau dia cukup populer karena dinginnya itu di kalangan gadis-gadis.
Kami mendapatkan peringkat 3, tingkat provinsi. Setelah itu kami tida kontekan lagi. Hingga saat malam Prom night, aku memberanikan diri mengajaknya menjadi parner ku
Sepulang Prom night, saat Edgar mengantarkan ke rumah. Aku memintanya berhenti di taman. Aku berayun, di salah satu ayunan. Memandangi langit yang begitu sempurna, bintang bertebaran. Bulan seolah mendukung niatku yang akan menyatakan isi hati. Entah kami akan bertemu atau tidak, karena Edgar pernah bilang orang tuanya ke Belanda"
"Edgar aku sepertinya menyukaimu" itu ucapku pada Edgar
"Kamu tak perlu menjawabnya" lanjutkan saat seminggu setelah kami tidak lagi jadi partner lomba.
"Sandra.. saya" jawab Edgar, matanya membulat mendapati aku telah mengurai jarak mereka.
Aku tak menyangka akan seberani itu menciu** Edgar. Lalu aku serasa ingin terbang saat Edgar membalasku. Ini adalah pertama kalinya aku mempunyai pacar. Pertama kali juga aku.., ya itu
"Maaf aku....melakukan ini. Maksudku kamu akan ke Belanda. Dan kupikir ini bisa saja menjadi pertemuan terkahiir kita. Makanya aku memberanikan diri untuk... " Ucapku saat itu
"Siapa yang bilang aku ke Belanda? " tanya Edgar bingung
"Kamu bilang orang tuamu akan ke Belanda kan? " tanyaku malu-malu tak berani menatapnya setelah adegan romantis itu.
"Iya saya bilang Papa sama mama akan pindah ke Belanda" Ucap Edgar membenarkan ucapanku
"Ya hanya mereka, dan adik saya" jelas Edgar untuk meyakinkanku
Aku memeluknya, lalu kami kembali melakukan adegan romantis itu. Kami menjalani hubungan pacaran sejak itu hingga kami berkuliah di jurusan kampus dan jurusan yang sama.
Kami merencanakan masa depan, menabung bersama. Dia memang punya Papa yang kaya tapi kami memutuskan untuk mandiri. Edgar tak mau bergantung pada orang tuanya.
Hingga Kakakku terkena serangan jantung, aku baru saja selesai kuliah. Kakak berwasiat untuk merawat anaknya dan menikah dengan kakak iparku yang sudah kuanggap sebagai kakak kandungku sendiri. Dia baik padaku. Helena saat itu baru berusia 8 tahun.
Edgar marah karena hal itu, dia marah karena aku lebih memilih menikah dengan kakak iparku. Jujur awalnya aku ingin menolak, tapi ini demi Helena. Helena sempat menyendiri karena kepergian ibunya. Dia tak mau mengobrol dengan orang lain kecuali Sandra. Helena melakukan terapi beberap tahun untuk kesembuhan mentalnya. Keluarga mereka setuju akan hal itu. Sandra sendiri akhirnya dengan berat hati setuju untuk menikah dengan kakak iparnya atas permintaan Helena.
Kakak ipar nya sekalgus suamiku tak pernah benar-benar menjadi suamiku. Mereka bersekolah dikampus yang sama. usia pria itu sudah 30 an kembali kuliah S2 di kampus yang sama. Disitu juga Edgar mengenal kakak iparku dan menjadi dekat sebagai teman. Mereka bertukar pikiran dan Edgar belajar bisnis dari Bram.
Flashback off
Helena berada kamarnya, merasa kesepian. Kabar kematian ayahnya yang ia dengar saat tak sengaja mendengar obrolan mamanya melalui telpon.
Kepergian ibunya telah menyisakan trauma sehingga ia mesti pergi ke psikiater untuk recovery mentalnya. Sekarang saat mendengar kebenaran bahwa ayahnya meninggal 2 tahun lalu. Jadi sejak 2 tahun terkahir ayahnya menghubunginya 1 bulan sekali dengan mengirimkan video.
Bram telah menyiapkan video itu untuk Helena setiap bulannya. Beralasan tak bisa menerima telpon karena sibuk. Entah rahasia apa yang disimpan oleh mamanya sampai-sampai tak mau menceritakan kondisi ayahnya.
Hari ini jadwal Bram mengirimkan video.
Helena membuka pesan yang telah dikirim tadi pukul 19.14 p. m, saat ia berada di rumah Edgar. Dia mengabaikan handphone nya saat bersama Edgar.
"Hi Sayang, mama kamu lagi business trip ya. Tadi ada ngabarin Papa" tulis kontak atas nama Papa Bramkuhh
"Papa nggak bisa lama-lama, besok ada meet up sama penggemar. Papa kirim video kayak biasa ya" lanjut pesan itu
Helena membaca pesan dengan lelehan air mata membasahi bantal, saat ini ia sedang berbaring dengan posisi miring. Lalu dia duduk mengusap air mata dan meng_Klik video
"Hi sayang, jangan sedih dong. Jelek kayak bebbek itu bibirnya monyong" ucap Bram di dalam video membuat Helena sedikit tersenyum
"Kamu sehat-sehat ya, Maafin papa belum balik ke sana. Udah lama banget, mama kamu bilang kamu makin cantik. Awas aja kalau nakal sama cowok yaa" ucap Papa nya terdengar protective sekaligus bercanda
"uhug.. uhugh" Papanya batuk lalu mengelapnya dengan sapu tangan.
"Apa papa sakit, makanya ke Belanda? " gumam Helena
"I'm okay, cuma penyakit tua. So, Feel free to chat me sayang. Papa doain semoga nilai mata kuliahnya bagus-bagus. And jangan bikin mama Sandra pusing. Kasian dia. love you Sweetheart" Video berdurasi tidak lebih dari 2 menit itu berakhir.
Dia menuju kamar mandi, menangis sejadi-jadinya. Matanya kini memerah dan mulai bengkak. Dia awalnya agak khawatiir mungkin akan mengalami kondisi saat mamanya meninggal. Dan entah mengapa kali ini berbeda, ya berbeda.
Kehadiran Edgar membuat Helena nyaman, dan rasanya itu berkontribusi pada kesehatan mentalnya saat ini yang stabil dan tidak terguncang seperti yang lalu.
Dia mengirimkan pesan pada Edgar, untuk Sleep Call. Tak lama ponselnya bergetar
"Uncle... " Suara Helena terdengar parau.
Helena sebenarnya bukanlah penakut, entah mengapa malam ini ia ingin mendengar suara Edgar lagi. walaupun tadi sudah dari rumahnya. Ia beralasan takut agar pria itu mengiyakan permintaannya
"Hi.. Are you okay? " tanya Edgar tenang
"uncle thanks, Helena gak bakal ngerepotin uncle kok. Uncle cukup jangan matiin panggilan Helena. Terus kalau uncle udh ngantuk matiin aja" Pinta Helena
"Okay, " Pria itu memutuskan untuk memetik senar gitar. Helena dengan cepat request lagu.
"Uncle boleh gk reques lagu. Helena yang nyanyi.. hehe" ucap Helena masih sedikit parau dan serak.
"Sure" jawab Edgar
"Norah Jones_ Come Away With me" Tutu gadis itu menyebutkan penyanyi dan judul lagu yang begitu familiar bagi Edgar.
Dia pernah menemani Sandra menonton konser bersama Sandra di Indonesia saat penyanyi melakukan tour karir menyanyi.
"Helena mulai ya uncle" ucap Helena
Come away with me in the night
Come away with me
And I will write you a song
Come away with me on a bus
Come away where they can't tempt us
With their lies
I want to walk with you
On a cloudy day
In fields where the yellow grass grows knee-high
So won't you try to come
Come away with me and we'll kiss
On a mountaintop
Come away with me
And I'll never stop loving you
And I want to wake up with the rain
Falling on a tin roof
While I'm safe there in your arms
So all I ask is for you
To come away with me in the night
Come away with me
Salahkah Edgar membayangkan wajah Sandra yang sedang bernyanyi. Mengingat kembali kenangan yang berusaha ia kubur
🤭
Bintang lima untuk mu. Semangat