NovelToon NovelToon
Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: momian

Bak disambar petir di siang bolong. Jantung Andini berdebar lebih cepat mendengar kedua orang tuannya yang saat ini sedang membicarakan tentang perjodohannya. Padahal jelas sekali jika saat ini Andini masih menimbah ilmu di salah satu kampus swasta.

"Ayah, ibu. Aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan ibu dan ayah." Tolak Andini memberanikan dirinya untuk menyelah perbincangan orang tuanya. Ia tidak sanggup jika harus menikah di usia yang masih sangat belia. belum lagi, pria yang akan di jodohkan dengannya adalah pria yang paling menyebalkan di kampus. Pria yang memiliki kekuasaan, ketua geng motor, dan juga pria yang sangat-sangat dingin dan kejam.

Kevin Mahendra
-Bagiku semua gadis di kampus ini sama saja. Tidak ada yang istimewa. Pesonaku, ketampananku dan juga kekayaanku, mampu membuatku memiliki siapa pun yang aku inginkan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LS bab 19

Dengan penuh kesabaran Andini terus berada di dekat Kevin. Semakin hari benih-bening cinta antara Kevin mulai terus bertambah. Keduanya pun kini semakin dekat. Hingga Kevin pun membuat janji pada dirinya sendiri. Jika dirinya sudah bisa kembali berjalan, maka dia akan pensiun dari dunia balap liar, dan akan berusaha lebih baik dalam menjadi imam untuk Andini.

Setiap pagi, Andini selalu menemani Kevin untuk terapi berjalan. Perlahan sudah ada perkembangan, terlihat dari Kevin yang kini sudah mulai bisa berdiri sendiri. Andini merasa bahagia, dan tentunya kebahagiaan Andini adalah kebahagiaan untuk Kevin.

Kevin semangat untuk sembuh, agar bisa membuat wanita yang sudah menjadi istrinya itu, bisa bahagia. Kevin ingin membalas semua kesabaran Andini dalam menghadapi dirinya.

"Terima kasih sayang." Batin Kevin, yang tak mampu mengutarakan secara langsung.

"Kevin, tunggu disini sebentar. Aku ingin membeli air minum."

"Hm." Jawab Kevin acuh.

Kevin masih dingin merespon Andini, bukan karena tidak suka. Tapi kepada perasaan yang bersalah dan tidak enak kepada Andini. Kevin seperti ini, agar Andini merasa lelah dan mau pergi darinya. Dari pria lumpuh yang tak bisa apa apa untuk saat ini.

Beberapa saat kemudian, Andini datang dan melihat Kevin yang saat ini sudah duduk di kursi taman, sambil menghisap sebatang rokok. Andini yang merasa kesal langsung berjalan dengan cepat ke arah Kevin dan mengambil dengan paksa rokok yang berada di sela jemari Kevin.

"Andini.." Ucap Kevin dengan nada tinggi.

"Kevin. Bagaimana kamu bisa sembuh jika seperti ini terus?" Andini menginjak rokok tersebut hingga tak terbentuk.

"Yang sakit kaki ku Andini, apa hubungannya dengan rokok itu."

"Siapa yang memberimu rokok itu?" Tanya Andini, karena yang Andini tahu. Semenjak pulang dari rumah sakit, dirinya sama sekali tidak pernah melihat Kevin merokok. Tapi hari ini, entah dari mana Kevin mendapatkan rokok itu. Andini merasa kecolongan.

"Aku memintanya pada orang yang lewat." Jawab Kevin dengan jujur.

Andini terdiam sesaat di samping Kevin. Andini mengatur nafas, mengatur emosi.

"Minumlah dulu." Andini memberikan air minum kehadapan Kevin.

"Terima kasih."

Keduanya sama-sama terdiam. Tapi, Kevin selalu mencuri pandang pada Andini. Kevin tersenyum, tentu. Siapapun yang melihat wajah cantik dan imut milik Andini pasti akan tersenyum.

"Apa kamu tidak suka dengan cowok perokok?" Tanya Kevin sehingga membuat Andini menoleh ke arahnya.

"Iya."

"Aku perokok. Berarti kamu tidak suka, kenapa tidak cari pria yang lain saja."

Andini tersenyum.

"Kenapa tersenyum. Apa ada yang salah dari perkataanku?"

"Ayo kita pulang." Ajak Andini tanpa menghiraukan sama sekali pertanyaan dari Kevin.

Andini membantu Kevin berpindah dari kursi taman ke kursi roda. Bukan hal yang pertama yang mereka lakukan dalam keadaan yang sedekat ini. Namun, setiap kali mereka seperti ini, jantung Andini dan juga jantung Kevin, keduanya berdetak tidak karuan.

Benih-benih cinta mulai tumbuh, namun karena keadaan membuat keduanya, atau yang lebih tepat membuat Kevin tidak bisa mengutarakan isi hatinya. Beda dengan Andini, tidak mungkin dia mengutarakan isi hatinya, karena dia seorang wanita. Jadi cukup dengan melakukan tugasnya sebagai istri adalah bentuk cintanya pada Kevin.

"Terima kasih." Ucap Kevin setelah duduk di kursi rodanya.

•••••

Karena kondisi Kevin yang belum bisa berjalan membuat Andini terpaksa tidak pernah ke kampus. Sifa, sang sahabat yang mengkhawatirkan Andini, memutuskan untuk menemui Andini, walau Andini sudah beralasan berbagai cara, tapi Sifa tetap bersikeras untuk bertemu.

Dan disinilah Sifa berada sekarang, duduk di ruang tamu rumah Andini dan Kevin. Untung saja, di rumah tersebut tidak ada foto pernikahan, jadi sampai saat ini hubungan antara Kevin dan Andini masih aman, hanya Yuda dan Farel saja yang tahu.

"Andini, sejak kapan kamu pindah? Mana ibu dan ayahmu?" Tanya Sifa. "Kamu curang Andini, pindah rumah nggak bilang-bilang."

Andini hanya bisa diam sambil terus tersenyum.

Beberapa saat kemudian Yuda dan Farel pun datang.

"Andini bagaimana kabar Kevin? Baik-baik saja kan?" Tanya Farel yang dia pikir Sifa sudah tahu tentang hubungan Andini dan Kevin.

"Kevin, dia baik-baik saja." Jawab Andini.

Yuda masih diam duduk memperhatikan Andini.

"Dimana Kevin. Aku mau lihat." Kini Farel berdiri, membuat Sifa tentunya kaget. Kenapa Farel harus mencari Kevin di rumah Andini.

"Tunggu, ini ada apa? Kenapa Farel mencari Kevin di sini? Bukankah ini rumah orang tua kamu Andini?"

Andini belum menjawab, Kevin sudah mulai muncul dengan kursi rodanya.

Sifa langsung menarik lengan Andini menjauh dari ketiga pria yang sangat tampan.

"Jelasin semuanya Andini, ada hubungan apa kamu sama Kevin, kenapa kamu di sini dan kenapa ada Kevin? Lalu ini rumah siapa?" Tanya Sifa

"Aku dan Kevin. Kami sudah menikah." Jawab Andini dengan jujur.

"What....!" Teriak Sifa dengan sangat keras, sehingga Kevin, Yuda dan juga Farel mendengar suara teriakan Sifa.

"Siapa pun pasti akan kaget, dengan statusmu." Ucap Farel mengejek pada Kevin.

Hussstttt.. Andini menutup mulut Sifa.

"Nggak usah teriak Faa."

"Jelasin semuanya, jangan ada yang kamu tutupi Andini."

"Baik, tapi tidak sekarang."

•••••

"Jadi, temanmu sudah tau tentang pernikahan ini?" Tanya Kevin sambil memperhatikan Andini yang saat ini sedang mencuci piring di wastafel.

"Iya sudah."

"Kamu malu?"

"Malu? Untuk apa?" Andini menoleh lalu menatap Kevin dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Karena aku lumpuh. Kamu menikah dengan pria lumpuh."

Andini buru-buru membilas tanganya, lalu menghampiri Kevin, mendorong kursi roda Kevin ke depan tv.

"Menontonlah dulu, jangan pikir yang macam-macam. Aku ingin membersihkan dulu piring bekas makan tadi."

Andini pergi. Lagi, pikiran Kevin tertuju pada pertanyaannya yang belum sama sekali di jawab oleh Andini. Baik pertanyaan barusan, ataupun pertanyaan saat mereka di taman.

"Sudah selesai?"

"Iya."

"Kenapa tidak pernah ke kampus?" Tanya Kevin.

"Lagi malas." Bohong Andini, toh tidak mungkin dirinya bilang, jika ingin mengurus Kevin, yang ada Kevin akan merasa bersalah.

"Sudah sholat?"

"Ini baru mau. Mau ikutan?"

"Tapi aku belum bisa baca doa tahiat akhir."

Andini tersenyum.

"Aku bantu yah, pelan-pelan saja. Waktu sholat juga masih lama."

Kevin menganggukkan kepalanya, dan Andini pun mengajarkan Kevin bacaan sholat.

Tentu bukan hal yang muda bagi Kevin. Ada rasa malu yang mendalam, dimana dirinya lah yang seharusnya mengajarkan semua ini pada istri tapi ini, malah sebaliknya.

"Sudah bisa?" Tanya Andini setelah stengah jam lamanya mengajar Kevin.

"Iya."

"Gampang kan? Jadi bisa di mulai?"

"Tapi aku belum tau doa wudhu."

"Biar aku bantu. Kamu wudhu, terus ikuti apa yang aku bilang, oke."

1
신 서준한
Kak cerita ini, kapan di lanjut??
Tuti Hayuningtyas: lanjuuuut teruuuuus thooooooooor 😅😅😅💃💃🥺
total 1 replies
umi azizah
kakkk...kol belom update lagi huhu
umi azizah
kapan update lagi kak
Apriyanti
lanjut thor
umi azizah
lanjut dong kak yg banyak hehe
Nofi Otafia
lama2 kyk jadi sinetron ikan terbang
Myra Myra
nape jadi mcmne
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja setelah dilepaskan tangannya Andini dapat menyelamatkan dirinya dari sifa dan gerombolannya
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Lis Tina hrp
gimana kelanjutan .....
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja Kevin datang tepat waktu untuk menolong istrinya
Apriyanti
lanjut thor
Mariana Riana
bagus
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
lanjut lanjut lanjut
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
up lagi dong Thor masih kurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!