Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Pernikahan
Mendengar pertanyaan istrinya Wirawan, tidak menanggapinya
lagi, karna sibuk mengurus semuanya, karna sebentar lagi, keluarga Steven akan
segara sampai di kediamanannya.
Sementara Wilda yang masih penasaran dengan apa yang di
katakan suaminya, terus mengikuti di belakannya.
“Pa. Maksud Papa apa sih? Bilang seperti itu ke Mama?” Wilda
berdiri tepat di hadapan suaminya sambil menatap ke arahnya.
Wirawan yang ingin menjawab pertanyaan istrinya, namun tamu
yang di nantinya kini tengah berdiri di pintu utama rumahnya.
“Assalamualaikum.” Abrahan Carlos memberi salam kepada
pemilik rumah.
Mendengar ucapan salam itu, dengan segera Wirawan
menjawabnya. “Waalaikumsalam.” Wirawan berlari kecil menuju arah pintu rumahnya
untuk menyambut baik tamu yang akan melamar putri kesayanganya.
Wilda yang melihat Steven beserta dengan keluarganya, begitu
sangat terkejut tidak menyangka kalau pemuda yang telah Ia rendahkan adalah
putra dari Abrahan Carlos. Dengan rasa canggun Wilda berjalan ke arah pintu
menyambut kedatangan keluarga Steven.
Acara lamaran berlangsung dengan sempurna, hari dan tanggal
juga telah di tetapkan yaitu seminggu dari sekarang Steven akan segera menikahi
Arana.
Sementara Wilda begitu sangat kesal, dan juga marah pada
dirinya sendiri, karna telah memperlihatkan sikap buruknya terhadapa Steven.
“Andai saja Michel yang menikah dengan Steven, pasti aku
akan menjadi seoarang Mertua dari seoarang pewaris satu-satu dari keluarga
Abrahan.” Wilda berkata sendiri sambil menyandarkan tubuhnya di tian pintu
kamarnya “Pasti Arana akan sangat bahagia setelah menikah. Secara suaminya adalah
orang tajir melintir. Ah, pasti kehidupan Arana layaknya seorang Ratu namtinya.”
Waktu yang di nanti kini telah tiba, Arana kini terlihat
sangat cantik dengan balutan gaun warna putih, begitu pun dengan Steven yang
terlihat begitu sangat tampan mengenakan jas tuksedo yang berwana hitam di
padukan dengan pita kupu-kupu di lehernya. Kedua mempelai terlihat begitu
sangat bahagia karna Steven tidak berhenti tersenyum.
Sementara Arana merasa begitu sangat bersalah karna telah
membiarkan Steven bertanggun jawab dengan apa yang tidak di lakukannya itulah
yang ada di pikiran Arana saat ini.
Dan terlihat di pojok ruangan acara yang tengah berlangsung,
Aditya terlihat begitu sangat marah, melihat Arana bersanding dengan orang
lain.
“Ah, kenapa jadi begini sih!” Aditya meremas gelas yang ada
di tangannya, hingga akhirnya gelas itu pecah dan membuat tangannya berdarah.
Michel yang melihat tangan Aditya berdarah begitu sangat
terkejut.
“Aditya, tangan kamu kenapa?” Michel meraih tangan Aditya
yang tengah berdarah lalu melihatnya “Kenapa sampai berdarah seperti ini?”
Michel melihat ke arah wajah kesal Aditya “Apa kamu cemburu? Melihat Arana
bersama Steven? Ayolah Aditya, lupakan Arana karna sekarang Arana sudah menjadi
istri orang lain.” Michel tersenyum melihat ke arah Arana yang kini tengah
sibuk menerima tamu yang memberikannya ucapan selamat.
Malam semakin larut, acara pernikahan telah selesai, semua
tamu undangan sudah pulang ke rumah masing-masing begitupun dengan seluruh
anggota keluarga Arana, mereka semua pulang setelah acara pelepasan putri
mereka untuk suami dan juga mertuanya.
“Jaga putriku dengan baik Nak, jangan pernah membuatnya
menangis, aku bgitu sangat menyayanginya.” Wirawan menepuk pelan bahu Steven
ketika mengatakan itu.
“Tentu saja, aku berjanji tidak akan pernah membuat Arana
bersedih ataupun membuatnya menangis. Arana akan selalu bahagia bersamaku.”
Steven melihat ke arah Wirawan dan juga ibu dan saudari tiri Arana.
Acara pelepasan itu berlansung begitu sangat mengharukan dan
itu membuat Arana menangis dalam pelukan Steven.
Waktu terus berlalu. Steven sampai di rumah pribadinya yang
baru saja di belinya seminggu yang lalu yang terletak di kota B, kota tempat
kelahiran Arana. Rumah mewah itu sengaja Steven beli di kota B, agar dirinya
juga bisa leluasa mencari keberadaan gadis yang telah ia renggut masa depannya
itu.
Steven sengaja melakukan itu, karna tau gadis itu pasti
berada di kota itu, karna kejadiannya malam itu terjadi di kota B. Berhubung kesepakatannya
dengan Arana, mereka akan bercerai setelah bayi yang Arana kandung lahir,
itulah perjanjian mereka berdua sebelum menikah.
Steven mematikan mesin mobilnya, lalu melihat ke arah Arana
yang kini tengah terlelap di dalam mobilnya.
“Arana terlihat sangat lucu ketika tengah tertidur dengan
cara seperti ini.” Steven tersenyum melihat ke arah Arana yang kini masih
mengenakan gaun pengantingnya.
Tampa membangunkan Arana, Steven keluar dari dalam mobilnya,
lalu berjalan ke arah pintu mobil dimana Arana saat ini tengah terlelap. Dengan
cara yang sangat pelan Steven mengankat tubuh Arana masuk ke dalam rumahnya,
lalu berjalan ke arah kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamarnya Steven merebahkan tubuh
Arana di atas tempat tidurnya lalu menyelimutinya. Sementara dirinya berjalan
masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri dan juga mengganti pakaian
yang di kenakannya.
Setelah selesai membersikan diri Steven berjalan keluar dari
dalam kamar mandi, hanya dengan melilitkan handuk di pinggannya, karna itu
sudah menjadi kebiasaanya sejak dulu, apabila selesai mandi ia tidak pernah
membawa pakaian ganti masuk ke dalam kamar mandi.
Sambil berjalan ke arah lemari pakaiannya Steven tidak
berhenti melihat ke arah tempat tidur, karna di sana Arana terlihat begitu
sangat lucu menurutnya.
Steven memakai pakaian tidurnya, lalu berjalan ke arah sopa
memangjang yang terletak tidak jauh dari tempat tidurnya, kemudian merebahkan
tubuhnya di atas sopa tersebut. Namun sebelum ia terlelap, Steven menaikkan
suhu Ac yang ada di kamarnya karna itu juga kebiasaannya yang tidak bisa
tertidur kalau suhu Acnya hanya setandar saja.
Tidak terasa pagi telah tiba, cahaya sinar matahari mulai
menampakkan sinarnya menyinari seluru alam semesta, dan juga mulai menyinari,
masuk di cela-cela tirai kamar yang Arana tempati tertidur saat ini.
Arana menarik selimutnya menutupi seluruh wajahnya karna terkena
cahaya sinar matahari, Arana merasa masih begitu sangat mengantuk, hingga
memilih menarik selimutnya lalu kembali terlelap.
Sementara Steven yang wajahnya terkena sinar matahari
membuka matanya, namun tidak bangun, melainkan melihat ke arah tempat tidurya
dan melihat Arana tengah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Steven tersenyum, melihat itu, bahkan Steven berbicara
sendiri sambil melihat ke arah Arana yang kini tengah membalut tubuhnya dengan
selimut.
“Ara. Ara, kamu bisa terlelap juga dengan mengenakan gaun
penganting itu. Apa di tubuhmu gaun penganting itu terasa nyaman?” setelah mengatakan
itu Steven bengun lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersikan dirinya.
Arana membuka selimutnya, lalu bangun dan duduk di atas
tempat tidur sambil melihat sekeliling kamarnya.
“Mha, aku dimana?” terkejut “Ini kamar siapa?” bingun
melihat sekelilin karna kamar yang di tempatinya terasa begitu sangat asing
baginya. Namun tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka...
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂