Araya seorang gadis cantik terpaksa menikahi seorang Ceo buta dan Arrogant yang terkenal sangat dingin dan angkuh.
Akan kah Araya bertahan dengan sikap Evan yang sangat buruk?
yuk simak novel author 🤗🤗
Maaf yah novel ini terpaksa tamat karena masalah tapi kalau kalian suka, aku bakal lanjut cerita ini di akun yang berbeda. Yuk mampir ke novel author yang lain nya. Cari aja Author SENJA atau judul novel baru author "Dinikahi Ketua Geng Motor" jangan lupa like komen yahh😌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Cup
Sebuah bibir mendarat bebas di bibir manis Araya. Evan mencium bibir Araya dengan lembut dan begitu pun dengan Araya yang membalas ciuman Evan dengan lembut.
Namun takdir berkata lain, saat kedua insan itu sedang menikmati sebuah ciuman kini hujan turun dengan deras nya. Namun air hujan tidak dapat menghentikan ciuman mereka.
Tik
Tik
Tik
Hingga beberapa saat Araya yang merasa sudah kehabisan oksigen memukul dada Evan agar berhenti mencium nya. Evan yang mengerti dengan tingkah Araya pun segera menghenti kan aksi nya.
Evan menatap mata Araya sejenak lalu melap bibir Araya menggunakan jempol nya. Air hujan terus mengalir dan membasahi tubuh mereka namun mereka tetap duduk di kursi taman dengan saling menatap. Kini deras nya hujan akan menjadi saksi bisu awal cinta mereka yang baru saja tumbuh.
____
Di dalam kamar yang indah Araya duduk di depan cermin sembari menatap diri nya yang masih menggunakan jas milik Evan.
"Lili"
"Ya Nona"
"Apakah aku sedang bermimpi"
"Maksud anda apa Nona" Lili tidak mengerti maksud Araya.
"Jika benar aku sedang bermimpi, tolong jangan bangun kan aku" Araya perlahan menepuk pipi nya sedikit keras. "Aaww".
"Nona apa yang anda lakukan" Lili memegang tangan Araya.
"Ini bukan mimpi" Araya berbalik lalu menyentuh kedua pundak Lili dengan mata Araya terbelalak. "Lili, mengapa jantung ku selalu berdebar kencang setiap kali berada di dekat nya".
Lili yang tadi nya bingung kini sudah mengerti ucapan Araya. "Seperti nya anda sudah jatuh cinta pada Tuan Muda Evan" ada sebuah senyuman yang terlukis di wajah lili.
"Haha kau pasti bercanda" Araya tertawa mendengar ucapan Lili. "Mana mungkin aku jatuh cinta pada mr.Arrogant" lanjut Araya lalu kembali menatap diri nya dari pantulan cermin.
"Apakah benar aku sedang jatuh cinta" batin Araya. Seketika pipi Araya menjadi merah seperti tomat tak kalah mengingat kejadian saat berada di taman mansion utama.
"Nona apa yang anda pikir kan?" tanyak Lili sembari memegang pundak Araya karena sudah beberapa kali Lili bertanyak pada Araya namun Araya hanya diam seperti orang melamun.
Araya terkaget. "Ish kau membuat ku kaget" kesal Araya.
"Maaf Nona" Lili menundukan kepala nya. "Tapi sebaiknya anda membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu beristirahat lah".
"Yaa kau benar" Araya pun berdiri membuka jas yang masih melekat di tubuh nya. Jas Evan sangat harum hingga beberapa kali Araya mencium nya lalu menyimpan jas itu di tempat pakaian kotor dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
____
Di dalam kamar yang berbeda namun di mansion yang sama nampak Evan yang sedang berdiri di tepi jendela sembari menatap gelap nya awan malam.
"Suami ku"
"Aku tidak akan meninggalkan anda sendirian"
Kata manis Araya terus terlintas di pikiran Evan membuat Evan merasa resah. Pasal nya baru kali ini ada yang memuji nya dengan kata-kata yang sangat manis.
Di saat semua orang menghina fisik nya Araya istri yang tidak perna Evan ingin kan malah berani membelah nya di depan semua orang tanpa rasa malu.
Seketika lamunan Evan buyar saat June masuk kedalam kamar nya sembari membawa obat yang biasa Evan konsumsi sebelum tidur.
"Tuan Muda ini obat anda" June menghampiri Evan sembari membawa nampan berisi obat.
Evan mengambil obat tersebut lalu menelan nya dengan air hangat yang di berikan oleh June. "Apakah anda butuh sesuatu" tanyak June yang melihat expresi wajah Evan agak berbeda dari sebelum nya.
"Pastikan gadis bodoh itu menjaga jarak dengan ku"
"Gadis bodoh" June mengulang ucapan Evan dengan mengerutkan alis. "Maksud anda Nona Araya?" tanyak June dengan ragu.
"Siapa lagi kalau bukan dia" Evan berkata sembari melepas kancing kemeja satu persatu.
"Dia merusak pikiran ku" lanjut Evan sembari melempar kemeja nya ke sembarang arah lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya kotor.
ni udah lama gak up
hmm ngomong² tuh ank deg deg kn knp lg