NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:264.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 19] Kenapa kau tidak suka.

“Lepaskan bajuku” teriak Alrescha yang kala itu bersusah payah untuk memasukan Alissa ke kamarnya, bahkan Manager Hotel tengah membantu mereka membuka pintu kamar tersebut lantaran sandi yang Alissa setel hanya di pahami oleh dirinya.

“Tuan Nero, apakah mau saya bantu saja?” tawar pria itu, bahkan ia ingin menjangkau tubuh Alissa namun gadis itu mendorong jauh Menager Hotel hingga ia terpental dari tegaknya.

“Jangan coba-coba ganggu aku, kau pria mesum. Kau bahkan melecehkan pegawai magang di Hotel ini seminggu lalu, aku akan memenjarakanmu” bentak gadis itu di tengah kesadaranya yang hampir tidak waras, membuat Alrescha menutup mulut Alissa, lantaran tubuh gugup dan wajah pucat itu seperti pengakuan jika apa yang Alissa katakan benar.

“A-Apa yang anda katakan Nona, saya tidak mungkin melakukan itu” bantahnya dengan penuh takut, bahkan saat ini ia menerima tatapan aneh dari dua orang disisinya.

“Tidak mungkin pantatmu!!! Kau sudah membuat pegawai magang itu berhenti dan saat ini ia tengah mengalami trauma atas ulahmu. Dan kau fikir tidak mungkin, dasar pria brengsek!!” balas Alissa dengan geram, bahkan ia ingin memukul pria itu namun Alissa salah sasaran dan terhayung ke depan.

“Kenapa pria brengsek ini menjadi 3” tunjuk Alissa dengan kesadaran yang hampir pupus, bahkan ia tengah melirik kearah Alrescha yang berdiri di sampingnya. “Kau juga, kau membelah diri menjadi dua, apa kau ini jelmaan iblis Alrescha Nero” ledek Alissa dengan tawa terkekehnya, membuat Alrescha menarik gadis itu untuk masuk ke dalam kamar.

Namun sebelum Alrescha menutup pintu, ia menatap tajam kearah pria yang kala itu amat takut di hadapanya. "Untuk kau, kemasi barang-barangmu” hingga membuat pria itu tidak percaya atas ultimatum dari Alrescha Nero.

“T-Tuan Nero, kenapa anda memecat saya. Gadis itu tengah mabuk, bagaimana bisa anda mempercayai perkataanya. Saya tidak melakukan apapun” bantahnya dengan sangat memohon, bahkan ia tidak menyangka jika gadis itu mengetahui hal tersebut, bagaimana cara gadis itu mengetahuinya padahal bukti sudah ia hancurkan, dan beberapa orang sudah bungkam dan tutup mulut atas masalah ini.

“Aku tidak peduli. Yang jelas kau angkat kaki dari Hotel ki" tegas Alrescha dengan membusungkan dada penuh pertentang.

“Anda tidak bisa seperti ini Tuan. Saya tidak melakukan apapun, saya masih memiliki anak dan istri, mereka akan saya beri makan apa nantinya”

“Dan gadis yang kau lecehkan juga memiliki keluarga dan masa depan, mau jadi apa dia nanti jika dirinya sudah mengalami gangguan mental akibat ulah mu”

“T-Tuan nero, apa anda percaya pada ucapan gadis itu. Dia bahkan tidak sadarkan diri dan saya tidak mengenalinya sebelum ini, dia pasti tengah bicara sembarangan saja”

“Seret dia” perintah Alrescha kepada anak buahnya, membuat mereka semua menarik pria bresngsek itu hingga alrescha menutup pintu kamar dengan segera.

Matanya mengakses Alissa yang terkapar di lantai, bahkan Alrescha tidak percaya jika Alissa akan separah ini di dalam kondisi tidak sadarkan diri, setelah membuat Alrescha bekerja keras mengendongnya, dan bahkan ia menarik rambutnya, dan selalu membuat Alrescha kesusahan menyeretnya, sekarang gadis itu terkapar dilantai, bukanlah ini sangat kelewatan.

Jika tahu kontrol alkohol Alissa seburuk ini, maka Alrescha tidak akan memberikan gadis itu munim sebanyak itu, sungguh nasib yang siap untuk terus bermasalah denganya.

“Permainan sialan itu, menyusahkan saja” umpatnya ketika menundukan diri ke hadapan Alissa, sambil memandang penuh jengkel pada sekretarisnya.

“Gadis gila bangunlah, pindah ke kasurmu. Aku tidak akan mau mengendongmu” ucap Alrescha saat menepuk pipi Alissa, namun gadis itu hanya bergumam sambil menutup kedua matanya, nampaknya Alissa memang tidak berada di akal sehatnya, hingga helaan nafas berat lolos dari mulus Alrescha, membuatnya menarik tangan Alissa, untuk memindahkan Alissa keatas ranjang.

“Jangan sentuh aku, aku tidak ingin kau sentuh” ucap gadis itu dengan penolakan, namun tetap saja ia memberontak sambil menutup kedua matanya.

“Aku tidak akan menyentuhmu. Apa aku fikir aku berselera dengan dirimu, jangan terlalu banyak mengkhayal” ketus Alrescha saat melemparkan tubuh Alissa dengan kasar kearah ranjang.

“Ah….” Pekik Alissa ketika membuka kedua matanya, tatapan itu terlihat sangat samar, bahkan kesadaran yang sayup-sayup itu membuat Alissa menyipitkan kedua matanya hingga alisnya bertaut untuk memperjelas wajah yang tengah melihatnya. “Alrescha…” lirihnya dengan wajah bahagia. “Apa itu kau?”

"Menurutmu siapa lagi? Apa kau ingin pengawai hotel yang cabul itu” decak pria itu dengan jengkel sambil berkacak pingang di hadapan Alissa.

“Aku tahu kau akan bertanggung jawab padaku, karna itulah aku tidak membatasi diriku saat menikmati alkohol. Selama ini aku tidak berani melewati batasan kontrol ku, lantaran aku tidak memiliki siapapun yang akan menjagaku saat aku tidak sadarkan diri. Tapi malam ini aku melakukan hal yang seumur hidup tidak pernah aku fikirkan, aku benar-benar mabuk hari ini” celoteh Alissa kepada Alrescha, membuat pria itu terdiam melihat wajah Alissa yang sudah memerah, bahkan tatapan jengkelnya berubah menjadi peduli, hingga rasanya Alrescha tidak semarah itu lagi pada Alissa.

“Malang sekali nasibmu” ucap pria itu sambil mendudukan diri di tepi ranjang, sembari melepaskan jas himat miliknya, Alrescha membaringkan Alissa di atas kasur itu sambil menarik selimut untuknya, ia tentu memperhatikan Alissa yang nampaknya tengah mengaplikasikan tawa di wajahnya.

“Tidurlah, aku akan kembali ke kamarku” ucap Alrescha ketika ingin beranjak dari sisi Alissa.

“Jangan pergi” cegat gadis itu ketika menahan tangan pria yang kala itu ingin meninggalkan dirinya, bahkan Alrescha terpaku melirik tanganya yang di genggam erat oleh Alissa.

Kedua mata polos itu terbuka, tatapanya amat tenang dari dirinya biasa, kala ini Alrescha membulatkan mata saat kedua mata polos itu ia akses dengan hangat. “Apa kau sudah sadar?” tanya Alrescha ketika memecah keheningan diantara tatapan mata mereka.

“Kenapa kau hidup diantara orang-orang yang hanya menyakitimu saja” lirih Alissa dengan mata berkaca-kaca, membuat Alresca bungkam tanpa bisa melontarkan jawaban ataupun bantahan. “Aku sangat marah, aku tidak suka melihat kejahatan, tapi seumur hidupku, baru di dirimu aku tidak pernah melihat penderitaan, aku tidak bisa melihat bagaimana tersiksa dan luka, aku selalu melihat segala hal dari mereka yang ada disekitarku. Dan hal yang membuatku sangat marah, saat kau sudah sadar bagaimana mereka menyakitimu tapi kau memilih diam untuk menghormati hubungan. Kenapa!!!! Aku tidak suka kau seperti itu” ucap Alissa ketika meneteskan air mata, hingga kedua bola mata gadis itu tertutup dengan kata-kata yang ia lontarkan tengah berakir, namun genggaman tangan Alrescha masih di cengkram dengan kuat.

“Kenapa kau tidak suka?” lirih pria itu saat menatap kedua mata yang tengah terlelap dan meninggalkan dirinya dengan segudang pemikiran dan pertanyaan.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!