Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kapan nikah?
Celva kembali ke tempat teman-teman nya nongkrong di dekat pertengahan air mancur. Terlihat wajah nya sedikit murung setelah berniat membeli es krim yang kini sudah tidak ada di tangan nya.
Melihat itu, salah satu teman nya pun cukup heran dan mengapa tiba-tiba murung setelah pergi membeli es krim.
"Cel? kamu kenapa?" tanya Zia. yang kini telah menikah beberapa tahun yang lalu.
"Ee... gapapa kok, es krim gue tadi jatoh eh mood gue jadi gini" memanyunkan bibir nya yang cukup menggemaskan.
"Oalah, ya beli aja atuh!" ucap Eya, yang sebentar lagi akan bertunangan.
"Gak ah, udah males" Celva duduk di antara teman-teman semasa SMA.
"Oh ya, kabar lu gimana sih, kapan nikah? kita-kita semua hampir udah nikah loh tinggal di Eya nih yang mau otw" seru Zia sembari melirik teman-temannya.
"Yaa, gue masih belum ada pasangan" Celva pun menggaruk kepalanya yang cukup berat di jawab pertanyaan teman-teman nya itu.
"Hais, masa sih lu belum punya pasangan? cantik gini, sempurna lagi, siapa sih yang ga tergiur sama lu?" tawa Serina sembari menggelengkan kepalanya.
"Udah ah, jangan tanya kapan nikah mulu, kalau tanya terus yaa jodohin gue kek" Celva mulai cemberut dan tentu merasa iri dengan teman-teman SMA nya rata-rata sudah memiliki pasangan hidup nya.
Ia pun seketika ingat ketika menyusul partner nya alias pria yang ia mulai jatuh cinta malah tak sebayang apa yang ia ketahui.
Ya, Celva memergoki secara diam-diam bahwa David berduaan dengan wanita lain. Hal itu, Celva merasa amat sakit dan menyesal melihat nya di depan mata.
Rasanya ia ingin melabrak pria partner nya, akan tetapi Celva sadar, dirinya bukan lah sebuah status yang jelas dengan pria tersebut, apalagi sebatas partner ranjang.
Senja pun mulai muncul, mereka pun bersegera balik ke rumah masing-masing setelah cukup melepas rindu dari sekian tahun nya.
Kriing Kriing..
Larenz habis membersihkan tubuhnya mengenakan lilitan handuk di bagian dada hingga di atas lutut. mengambil ponsel nya tiba-tiba dering di atas nakas nya.
"Sore nyonya Larenz, kami sudah melacak alat pendeteksi nomor Vanya, tetapi terakhir dia berada di bar lovet, nyonya"
Larenz cukup pusing mencari putri bungsu nya berada, bukan karna panik kehilangan nya akan tetapi ia malah kepikiran dengan aset penting atas nama Vanya.
"Gak ada selain itu yang bisa kalian lakukan? coba kalian maksimalkan lagi pencarian dia kemana"
"Baik Nyonya, kami akan terus berusaha mencari nya. Nyonya tenang saja."
Setelah percakapan berakhir, Satu-satunya jalan untuk menembus karir nya agar berjalan mulus ialah Celva. dengan begitu Larenz bisa meneruskan jabatan nya sebagai profesi psk tertinggi. Ya, Larenz pun menggantikan posisi putri bungsu nya dengan Celva.
"Wah enak banget, Bi" Via tengah menikmati cemilan kue talam durian yang sudah siap jadi itu.
"Iya dong, Bibi udah sering buat talam begini, Non! apalagi bibi sumbangin ke panti asuhan di kampung"
"Wah bibi murah hati ya, kenapa bibi ga buka jualan aja? siapa tau dagangan bibi laris" Via masih berkecoh di saat mulut nya penuh dengan kue talam.
"Hahahah, makan dulu non jangan ngomong pas bicara" terkekeh Bi Uti.
"Yaa, Bibi sih pengen nya begitu Non, tapi karna lihat modal nya gak dikit, ya bibi mau kerja dulu biar ngumpulin uang buat modal" Bi Uti menatap ke langit-langit Platon yang begitu indah di pandang.
Via pun yang sudah menelan kue nya lalu menoleh ke arah bibi nya.
"Aku bisa bantu bibi modalin"
Bi Uti pun menoleh dengan tatapan spontan.
"Eh, jangan Non, bibi mau dari hasil keringat bibi sendiri" tolak Bi Uti.
"Gapapa bi, aku bantu setengah nya gimana?"
Bi Uti pun terdiam untuk memikirkan dari tawaran nona nya. setelah pemikiran Uti ikut setuju, tiba tiba Larenz memanggil nya.
"Bi! Bi Uti!"
"Eh, iya nyonya, bentar!" sedikit teriak.
"Non, bibi mampir ke nyonya dulu ya, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi"
"Oke, Bi!" Via pun kembali memakan kue talam itu yang sangat renyah di mulut.
"Celva belum balik kan?" tanya Larenz.
"Belum nyonya, ada apa ya?"
"Nanti kamu beritahu dia nanti malam susulin ke cafe Asta, saya mau pergi"
seraya merapikan baju blouse style Korean terkini yang tampak elegan terpandang dan cukup tertutup dari biasa nya.
"Baik nyonya" Bi Uti ingin tahu nyonya nya akan pergi kemana, karna takut tidak di jawab, maka Uti pun hanya menuruti saja.
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗