Menceritakan seorang pria berumur 30 tahun, di kantornya dia bekerja sebagai pemrograman developer game. Pria tersebut hampir saja tertabrak truck, dan dia telah terinkarnasi ke dunia fantasi. Tempat yang dimana kemungkinan di penuhi oleh berbagai ras seperti manusia, elf, monster, Iblis, dll.
Dunia yang berlatar belakang kerajaan, "Perkenalkan, Namaku Yuji. Apa - apaan ini, statusku terlihat seperti sampah?" Dia pun di cap sebagai seorang reinkarnator sampah. Apakah dia bisa bertahan hidup di kehidupan keduanya tersebut?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DD18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 - Babi bertanduk
~Arena Duel~
[Status Player]
Nama : Yuji
Umur : 18 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Petualang Support
Lv. 10/10
HP : •/•
MP : •/•
Skill : M∆g|c 0f B|n∆r√(???), Block Dimensional (?), Dimensional Punch(SSS), Particle Punch(?)
"Hem, ternyata petualang pemula." Ucap Blast dalam hati sambil melihat status Yuji hanya dengan sekilas.
"Cih, ternyata aku terlambat melihat pertarungan tadi. Aku masih merasa penasaran, siapa yang menggunakan sihir sebesar tadi.
~Penginapan~
"Hoaam" Ucap Yuji sambil menguap.
Dua minggu kemudian, pagi hari itu Yuji masih tengah tertidur pulas di atas kasur yang empuk. Dia secara perlahan membuka kedua matanya tersebut dan mulai bangun dari kasurnya.
"Hoaaaam. Badanku terasa segar kembali." Ucap Yuji dalam hati.
Dug, dug, dug, duug.
Setelah beberapa menit kemudian, dia terlihat sedang menuruni tangga. Di lantai bawah dia bertemu Arumi yang sedang beres-beres penginapan dan menunjukkan wajah yang begitu ceria. Yuji pun bergegas berjalan pergi ke Guild petualang.
"Arumi, selamat pagi." Ucap Yuji sambil berlari menuju luar penginapan.
"Selamat pagi Tuan Yuji." Ucap Arumi sambil tersenyum manis.
"Jika di hitung kembali, ternyata aku berada di kota ini sudah dua minggu lebih. Aku teringat setelah bertarung dengan Pak Tua itu, semenjak itu bagaimana dengan kondisinya sekarang ya?" Ucap Yuji dalam hati sambil berjalan di tengah kota dan mengingat kembali pertarungannya waktu lalu.
~Penjara Bawah Tanah Kerajaan Bervia~
Dalam jeruji besi tersebut, terdapat seorang manusia. Tangan dan kakinya itu terlihat terikat oleh rantai yang sangat tebal, ternyata orang itu adalah sang kapten para petualang. Terdengar suara langkah kaki seseorang, tampaknya suara kaki itu berasal dari satu prajurit kerajaan yang memakai zirah yang lengkap.
Cklak, cklak, cklak.
Ternyata prajurit tersebut sedang membawa makanan untuk Kapten Brak yang sedang di penjara itu. Tingkah prajurit itu terlihat ketakutan ketika memberi makan, prjaurit itu seperti melihat singa dengan mata yang sangat merah mencolok dan berbadan kekar.
"Hiiii." Ucap prajurit tersebut yang merinding dan langsung pergi.
"Ternyata makanan di sini tidak enak sama sekali." Ucap Kapten Brak.
Sebelum Kapten Brak di penjara, dia telah melakukan kesalahan karena sihir yang di gunakannya waktu duel itu terlalu besar, dan bisa menghancurkan wilayah Kerajaan Bervia dengan rata.
Sebelumnya...
Satu harinya setelah pertarungan Yuji dengan Kapten Brak, 50 prajurit kerajaan tengah berjalan dan tampak memadati jalanan Kota Bervia. Prajurit itu tampaknya sedang menuju Guild petualang, Kapten Brak yang ada di sana pun di bawa lergi oleh 50 prajurit itu dengan posisi tangan Kapten Brak yang terikat dan pakaian seperti budak.
Sesampainya di kerajaan, Kapten Brak di hadapkan langsung ke depan Raja Bart. Dia pun di dorong dan terjatuh oleh kedua prajurit di sana, di sekeliling dalam singgasananya itu banyak terdapat orang-orang yang telah menunggu kedatangan orang meresahkan itu.
"Hukum dia." Ucap salah satu bangsawan di sana.
"Iya benar, benar." Sorak orang-orang di sana.
"Brak, kamu hari ini akan aku hukum di penjara bawah tanah." Ucap Raja Bart yang berteriak dan menunjuk Kapten Brak.
Kapten Brak pun tampak pasrah dengan keadaan tersebut, dia sadar bahwa dia salah. Mau tidak mau Kapten Brak harus di mendekam di Penjara bawah tanah milik kerajaan, Kedua prajurit yang membawanya pergi menunuju penjara bawah tanah itu terlihat sedang membuka pintu sel. Kapten Brak pun di dorong lagi ke dalam sel dan mulai mengunci pintu sel itu.
~Guild Petualang~
"Selamat datang Tuan Yuji." Ucap Amelia yang begitu ceria seperti biasanya.
"Pagi Amelia." Ucap Yuji sambil berjalan menuju papan quest.
"Ternyata ada sebuah misi khusus ya?" Ucap Yuji dalam hati.
[Penjelasan Misi]
Salah satu penduduk desa butuh seorang pendamping untuk memburu monster Babi bertanduk (Misi Khusus).
"Yosh, aku akan mengambilnya untuk misi hari ini." Ucap Yuji dalam hati.
"Amelia, aku akan mengambil misi ini." Ucap Yuji.
"Baiklah Tuan, saya akan menerima permintaan Tuan Yuji." Ucap Amelia.
"Tuan bisa menunggunya sebentar, saya akan mengabarinya." Ucap Amelia.
"Baiklah, aku akan menunggunya." Ucap Yuji.
Beberapa saat kemudian, tibalah seorang gadis cantik dengan membawa tas ransel yang besar. Sepertinya gadis tersebut tengah bersiap pergi menuju hutan bersama Yuji untuk berburu babi bertanduk.
"Amelia chan, bagai lmana kabarmu?" Tanya Karlin yang terlihat lemas karena membawa tas ransel yang begitu berat.
"Aku baik-baik saja, Apa kamu akan menginap di hutan? Begitu banyak barang yang kamu bawa." Jawab Amelia dengan wajahnya yang begitu heran.
"Ahh, anu. Aku kan hanya berjaga-jaga." Ucap Karlin.
"Terserah kamu." Ucap Amelia.
"Ehem, TuanYuji. Perkenalkan ini adalah orang yang butuh bantuan anda?" Ucap Amelia.
"Halo, namaku Karlin. Mohon bantuannya Tuan petualang." Ucap Karlin.
"Panggil namaku Yuji." Ucap Yuji sambil menganalisis status Karlin.
[Status Penduduk]
Nama : Karlin
Umur : 19 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Petualang Fighter
Lv. 55/55
HP : 55000/55000
MP : 56000/56000
Skill : Speed Sword(SS), Earthquake(S), Poison Sword(SS), Heal(S), Transparent sword(SSS), Sword Attack(SS)
"Ternyata dia juga seorang petualang ya?" Ucap Yuji dalam hati.
"Baiklah Tuan Yuji." Ucap Karlin.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Guild petualang dan akan menuju Hutan Gruts, untuk berburu babi bertanduk. Sampai di tengah kota, mereka berdua terlihat sedang asyik mengobrolkan sesuatu.
"Sebelumnya aku belum melihat status Tuan Yuji." Ucap Karlin dalam hati sambil berjalan dan menganalisis Tuan Yuji.
[Status Player]
Nama : Yuji
Umur : 18 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Petualang Support
Lv. 10/10
HP : •/•
MP : •/•
Skill : M∆g|c 0f B|n∆r√(???), Block Dimensional (?), Dimensional Punch(SSS), Particle Punch(?)
"Hm, ternyata Tuan ini seorang petualang pemula. Yosh, tetapi tidak apa-apa. Jika dirinya terjadi sesuatu, pasti aku akan menyelamatkannya." Ucap Karlin dalam hati dengan percaya dirinya.
~Kerajaan Iblis~
"Boob, bagaimana dengan kabar pahlawan sekarang?" Ucap Raja Iblis Kuro.
"Rajaku, ini adalah hari terakhir bagi sang pahlawan untuk menyudahi latihannya di dungeon kita." Ucap Boob.
"Hooooh, begitu ya?" Ucap Raja Iblis Kuro.
"Boob, cepat kamu undang dia ke hadapanku."
Semua panglima pun tiba-tiba tersentak kaget mendengar ucapan Raja Iblis Kuro, maksud dari undangan tersebut adalah untuk menjadikan sang pahlawan sebagai anak buahnya.
~Hutan Gruts~
"Ngok, ngok, ngok" Suara babi.
Sriiieng.
Criyaaat.
"Ternyata gadis ini jika aku lihat hebat juga dari caranya dia memburu monster." Ucap Yuji dalam hati.
"Lantas, apa gunanya aku yang hanya diam saja. Apakah gadis ini senagaja menggunakanku sebagai tontonan." Ucap Yuji dalam hati dan sedikit merasa kesal.
"Tuan, tolong kumpulkan tanduk-tanduk ini." Ucap Karlin.
"Gadis sialan, ternyata dia hanya menyuruhku untuk mengumpulkan tanduk-tanduk para babi ini." Ucap Yuji dalam hati dengan kesalnya.
Tiba-tiba mereka berdua pun di kagetkan oleh kedatangan Blast dan ketiga petualang yang dahulu menabraknya saat di kota. Mereka semua pun saling menatap satu sama lain, ketiga petualang itu terlihat sedang berniat jahat kepada Yuji dan Karlin.
"Hahahaha, ternyata kelinci kita datang sendiri." Ucap Grit.
"Apa kabar pemula? Apa kamu mengingatku ini?" Tanya Grit dengan nada yang sombong.
"Siapa kamu? Aku tidak ingat sama sekali." Ucap Yuji.
"Hem, aku sepertinya sering bertemu dengan pemuda ini. Tetapi di mana ya?" Ucap Blast dalam hati sambil mengingat waktu lalu.
"Ohh, aku mulai ingat. Pemuda ini sering mengabaikanku waktu lalu." Ucap Blast dalam hati.
Bersambung...
tetap semangat thor nulisnya😀