NovelToon NovelToon
Pacar Suamiku

Pacar Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:307.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nadiapuma

masa lalu terkadang bisa membuat semua di masa depan berantakan. dia yang berasal dari masa lauku, dia yang sudah lama aku lupakan. datang lagi tanpa pemberitahuan.

aku harus bagaimana menanggapi perjodohan ini. setauku dia mencintai wanita lain dan bukannya aku. tapi ini permintaan mendiang ibuku

apa aku boleh menjadi anak yang tidak patuh akan permintaan terakhir ibuku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiapuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama vera

Aku sampai di rumah mama Vera. Mama masih sibuk menyiram tanaman di belakang rumah di temani kak Kintan yang sibuk membahas pernikahannya.

"Sore ma, kak." Sapaku.

"Aaah adik iparku." Seru kak kintan senang menghampiri dan memelukku.

"Kakak mau ikut mama belanja juga?" Tanyaku.

"Tentunya dong aku ikut. Ma, ayo siap siap." Ucap kak Kintan yang berlalu menuju kamarnya.

"Ma, sini biar Nana yang siram bunganya. Biar mama bisa siap siap." Kataku pada mama Vera.

"Ini udah selesai kok. ayo masuk." Mama merangkulku kedalam rumah.

"Kalian baik baik aja kan hubungannya?" Tanya mama padaku.

"Ia ma. Oh ia, kemarin kak Keenan bilang makanan favoritnya sate ma. Tapi Nana nggak bisa buat sate. Mama tau makanan kesukaan kak Keenan yang lain nggak?" Tanyaku pada mama Vera.

"Kamu tau kok. Coba inget inget makanan apa yang paling sering mama buatin kalo kalian makan siang di rumah." Dan di jawab dengan pertanyaan lagi.

"Telur dadar ma?" Tanyaku pada mama Vera yang langsung tersenyum.

"Yaps telur dadar pake potongan daun bawang dan sedikit tepung." Jelas mama Vera.

"Itu makanan kesukaan Nana juga kan." Mama mengusap kepalaku sayang.

Sekarang aku punya mama Vera yang selalu menjadi tempat curhat ku. Juga sebagai guru yang sudah berpengalaman dalam berumah tangga.

"Ma, kalo sayur sayur gitu kak Keenan sukanya apa?" Tanyaku.

Jujur saja aku ingin menjadi sosok istri yang peduli dan sayang dengan suaminya walau aku dan Keenan sama sama sibuk dengan pekerjaan.

"Di sukanya bening bening yang agak manis gitu. Keenan mah semua makanan suka kok. tapi anehnya dia nggak terlalu suka daging sapi." Jelas mama Vera yang sekarang sudah memilih baju untuk di pakai ke mall.

"Mama ganti baju dulu ya." Katanya yang hanya aku angguki.

"Jadi kak Ken sukanya makan telur dadar sama sayur bening. Aku bakal buatin sarapan itu besok pagi semangat. Tapi kenapa Keenan suka banget makan rice box daging buatan aku ya? Heeem mungkin pengecualian, atau dia cuma pencitraan karna lagi pdkt. Ah, dasar Keenan." kataku pelan sambil menyemangati diri sendiri.

00

Di mall kami mencari baju untuk mama dan kak Kintan dan tentunya baju untukku.

-ponsel berdering-

"Mama, Nana mau angkat telfon dulu ya." Kataku.

"Halo?" Kataku pada penelfon.

"My lovely lagi dimana?" Tanya Keenan si penelpon.

"Aku lagi belanja bareng mama sama kak Kintan. Kak Ken dimana?" Kataku balik tanya.

"Aku boleh minta tolong bilangin ke mama untuk ambilin pesenan aku di toko perhiasan langganan nggak?" Tanya Keenan.

"Ia nanti aku sampein ke mama ya. Kakak balik jam berapa?" Tanyaku.

"Aku balik jam 6 kemungkinan atau malah bisa lebih cepet. Sayang belanja apa aja kebutuhan kamu yaa. Jangan sungkan sayang. Aku tutup telfonnya ya. Love you." Katanya dari balik telfon.

"Love you too. Semangat kerjanya misuaku" kataku dengan senyuman yang terukir sendirinya.

"Love you more." Jawab Keenan yang tidak mematikan telfon.

"Sarangheo." Kataku.

"Love you to the moon and back my wife. Muuuah." Keenan memberikan kecupan jarak jauh.

"Udah ya. aku matiin ya." Kataku pada Keenan dan mematikan sambungan telfon.

00

"Mama, tadi kak Ken bilang, minta tolong ke mama buat ambilin pesenan Keenan di toko perhiasan langganan." Kataku setelah menghampiri mama dan kak Kintan lagi.

"Ia yuk sekarang aja yaa. Kintan jadi ambil bajunya?" Tanya mama pada kak Kintan yang sekarang mood nya tidak sebagus tadi.

"Ma, bagusan merah atau coklat hati?" Tanya Kintan.

"Udah kamu beli aja dua duanya dari pada bingung yaaa. Mama mau cari yang lain." Jawab mama santai.

"Nah ide bagus ma." Kak Kintan sekarang merangkul mama Vera menuju kasir.

Setelah selesai melakukan pembayaran, mama Vera membawa kami ke sebuah toko perhiasan yang sangat bagus dan lighting yang sangat membantu perhiasan.

"Karena Nana sekarang resmi jadi anggota keluarga kita. Mama mau kasih hadiah buat kamu." Kata mama padaku.

"Tapi kan kemaren mama udah kasih hadiah pernikahan buat Nana sama kak Ken." Kataku pada mama.

"Ini hadiah untuk tradisi keluarga." Kata mama padaku setelah berbincang dengan mba penjaga toko.

"Nah ini satu set perhiasan Nana pilih mau yang mana ya nak. Dulu mama juga di belikan perhiasan seperti ini setelah menikah dengan papanya Keenan." Jelas mama dengan senyum menenangkan.

Ada 4 pilihan perhiasan dengan warna batu berbeda. Ada yang berwarna merah, hijau, biru, dan bening.

"Kenapa aku di suruh milih ya? Kenapa nggak mama aja deh yang milih. Kan kalo gini bingung." Batinku memperhatikan satu persatu.

"Ma, Nana pilih yang hijau aja deh. Ini batu apa ya ma?" Tanyaku pada mama yang tersenyum senang dengan pilihanku.

"Ini permata zamrud sayang, permata ini memiliki simbol cinta sejati yang mengikat pasangan, harapan, dan kesetiaan. Mama seneng kamu pilih yang ini. Semoga kalian saling mencintai dan selalu setia ya. Hubungan pernikahan itu kalian sendiri ya jalani. Jangan biarkan orang lain tau masalah kalian nak. Mama sebagai orang tua hanya mendukung kalian." Mama memberikan wejangan untukku yang baru menikah seminggu ini.

Katanya pernikahan yang baru itu memang masih dekat dekatnya. Masih cinta cintanya. Belum ada masalah terdeteksi.

"Makasih banyak ya ma. Nana akan inget pesen mama." Kataku memeluknya.

Aku kaget saat ada orang yang memeluk kami dari belakangku. Dan aku paham aroma parfum ini.

"Kenapa kalian malah peluk pelukan kaya teletabis gini?" Tanya kak Kintan.

Orang di belakangku tadi melepas pelukannya dan aku juga melepas pelukanku pada mama.

"Mama, gelang pesenan aku udah di ambil belum?" Tanya Keenan pada mama Vera.

"Belum, mama baru kasih hadiah untuk Nana." Jawab mama.

"Hai ma cherie udah makan?" Tanya Keenan padaku.

"Udah tadi di cafe." Jawabku sedikit malu.

Aku malu jika harus mengumbar kemesraan di depan umum. Woy apalagi ini di depan mama nya. Aku harus gimana.

"Mba saya mau ambil gelang pesenan yang kemarin dong." Keenan akhirnya mengambil sendiri pesanannya.

"Nana, Kamu nggak curiga sama Keenan. Dia hari ini aneh banget menurut aku." Bisik kak Kintan padaku.

"Curiga kenapa kak?" Tanyaku membalas bisikannya.

"Ya aneh aja dia. Ngapain coba dia join wanita wanita belanja. Biasanya juga dia paling anti kalo nemenin mama belanja." Kak Kintan menatapku dengan tatapan heran pada Keenan.

Aku hanya menjawabnya dengan sedikit tertawa.

"Nah ini gelang khusus untuk my wife yang selama seminggu ini harus temenin aku di rumah." Jelas Keenan memakaikan gelang tadi pada tanganku.

"Reward gitu ya. Udah berhasil tahan hidup sama Keenan seminggu." Celetuk kak Kintan.

"Tan diem, kalo pengen punya suami cepet nikah." Jawan Keenan pada kak Kintan.

"Mama nggak kasih restu sih. Masa, Kintan mau nikah juga." Dan kini kak Kintan memeluk mama Vera.

"Senangnya aku bisa punya keluarga yang utuh seperti mereka. Mama, liat Nana sekarang sudah punya teman lagi. Lihat Nana sudah ada yang jagain mama di sana tenang tenang aja ya. Nana disini bahagia kok."

.

.

.

.

.

.

To be continued

05.08.2020

Nadiapuma

Jangan lupa like komen end subscribe. Akakakakakaakka

1
Memyr 67
judul episode pernikahan, siapa yg nikah?
Memyr 67
ribet. punya suami model keenan. kalo asich, tinggal aja. yg tegas jadi istri. kalau dia gila, kehilangan istrinya, biarin aja lach.
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Milka Epi
beruntung sekali aku dapat suami yg gak punya kenangan masalalu alias aku pertama dan semoga yg terakhir buat dia 😊
Putri Minwa
lanjut ke Dendam ya thor
Putri Minwa
aduh, perempuan emang gampang di tipu ya
Putri Minwa
Kalau udah selingkuh, ya tinggal kan aja
Putri Minwa
emang nya ada apa dengan mama Vera, seperti ada hal yang menarik nih
Putri Minwa
hai thor putri Minwa mampir
Putri Minwa
manja sekali ucapan cintanya
Putri Minwa
jangan lupa mampir di mutiara Yang Terabaikan ya thor
Putri Minwa
mantap thor, lanjut
Putri Minwa
Widih, enak ya, kalau punya kekasih yang perhatian gitu
Putri Minwa
selamat ya, atas. penyatuan cinta nya
Putri Minwa
hai thor putri mampir ya
Putri Minwa
kebanyakan kekasih bikin pusing, kalau begitu lebih baik mundur aja deh
Putri Minwa
jangan lupa lirik Dibalik Kesetiaan Nayla ya thor
Putri Minwa
semangat terus thor, lanjut
Putri Minwa
sedih yang tak ada obatnya thor
Putri Minwa
kak putri mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!