NovelToon NovelToon
Dikira Satpam Ternyata Sultan

Dikira Satpam Ternyata Sultan

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Perjodohan / Nikah Kontrak / Konglomerat berpura-pura miskin / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Coretan ini berisi kekocakan hakiki😍😍Penuh perjuangan dan air mata😌😌😌 Diharapkan bijak dalam memberi komentar😉 Karya ini saya tulis sesuai apa yang ada di pikiran saya☺☺ No plagiat😉

Jangan lupa like komen dan Vote kalian😍😍😍
Follow IG Author: rini_nanay
Thank you😍😍😍

***

Diskripsi novel...

Atas permintaan sang nenek, Nadin terpaksa membuat perjanjian gila dengan seorang pria yang bermasalah dengannya.

Perjanjian gila yang berisi kesepakatan pernikahan itu, mengantarkan seorang Nadin pada masalah besar. Nyatanya, pria yang diketahui hanya bekerja sebagai satpam itu malah membuat hatinya tak berkutik. Bukan hanya itu, rahasia yang dimiliki sang satpam tampan juga sanggup membuat seorang Nadin tercengang.

Dikira Satpam Ternyata Sultan, karya terbaru dari saya☺Semoga kalian suka🥰🥰🥰







Sayangnya, pria tersebut hanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam Pengawasan

"Aaaaaagggrrrhhh.... kenapa sih?!" teriak Nadin kesal.

"Ahhh... sorry," jawab Rasyid sambil mengelus pantatnya yang sakit.

"Sejak ketemu elu, hidup gue selalu sial. Dasar satpam jelek pembawa sial!" Nadin menatap penuh amarah pada pria yang masih duduk di sampingnya itu.

"Mana ada, tampan begini pembawa sial." Rasyid malah tersenyum bahagia, seakan senang dengan kekesalan gadis itu.

"Tampan elu bilang, mimpi!"

Rasyid masih bertahan dengan senyuman manjanya.

"Harusnya kerjaan gue udah kelar. Udah bersih semua. Tinggal pulang. Kalo kek gini, gue mesti mulai lagi dari awal. Dasar!" Nadin menghentak-hentakkan kakinya kesal.

Rasyid malah terkekeh.

"Tawa aja terus. Dasar satpam gila!" umpat nya lagi sembari merapikan peralatan kebersihannya.

"Dasar terus perasaan! Nggak punya kosa kata yang lain ya?" ledek Rasyid.

Nadin melirik kesal.

"Makanya, siapa suruh melawan tadi. Janji adalah janji, Nona! Mana bisa lari dari janji," ucap Rasyid sembari mendekatkan wajahnya, tepat di depan mata Nadin.

"Ihhhhh... jangan deket-deket. Bau tau!" Nadin mendorong dada pria iseng itu.

"Pokoknya kalo kamu nggak mau nepatin janji, aku bakalan bikin hidup kamu jauh lebih sengsara dari ini. Mengerti!" ancam Rasyid senang.

"Bodo amat! Dasar penindas gila. Jerapah menjengkelkan. Satpam jelek! hufff.... " balas Nadia sembari memulai pekerjaan barunya.

Umpatan kemarahan dari yang keluar dari bibir mungil itu sama sekali tidak membuat Rasyid gentar. Ia malah terlihat sangat bersemangat menggoda gadis itu.

"Sepertinya membuat pekerjaanmu lebih berat, akan sangat menyenangkan!" ucap Rasyid sembari menuangkan sabun ke lantai yang basah itu.

"Rasyiiddddd...... " teriak Nadin, sangking tak tahan dengan perlakuan pemuda menjengkelkan ini.

Rasyid menutup telinga, teriakan itu serasa menjebol gendang telinga miliknya.

"Sttt, nanti disangka orang kamu aku aku apa-apain!" larang Rasyid.

"Bodo amat!"

Benar saja, selepas Nadin diam, segerombolan orang datang ke tempat di mana mereka berada. Tanpa terkecuali pengawas yang menjadi atasan Nadin di tempat kerja.

"Ada apa ini?" tanya pria bertubuh agak gemuk itu.

"Ini ni, Pak. Satpam gila ini gangguin," jawab Nadin.

"Ehhh, nggak, Pak. Saya saja nggak kenal sama mbak ini. Gimana gangguin. Tadi mbak ini ngepel nya nggak kering, Pak. Saya kepeleset. Untung saya yang kepeleset, kalo pengunjung gimana, Pak? Pasti bakalan jelek nama rumah sakit kita," jawab Rasyid (Pintar sekali memutar balikkan fakta).

"Kamu bener, Pak Satpam. Gadis ini baru sehari bekerja di sini, tapi sudah ceroboh dan tidak hati-hati. Sebaiknya kamu segera bersihkan. Kalo tidak, kamu akan kami skors!" ucap pengawas itu.

"Astaga, Pak. Dia yang salah. Kenapa jadi saya yang diskor?" protes Nadin.

"Ini adalah kerjaan kamu, mana bisa orang lain yang salah. Harusnya kamu bisa jaga hasil kerjaan kamu. Bukan nyalain orang lain. Paham!" balas pria itu lagi.

"Baik, Pak!" jawab Nadin.

"Bagus, segera selesaikan kerjaan kamu. Jangan pulang sebelum tempat ini bersih. Pastikan kering. Jangan bikin kesalahan lagi. Mengerti!"

"Baik, Pak!"

"Sudah bubar semua. Biar dia selesaikan kerjaannya. Bubar, bubar!" perintah pria itu lagi, lalu kerumunan orang yang ada di sana pun bubar.

Sedangkan Rasyid masih bertahan. Bertahan dengan senyum dan tawa, menertawakan gadis cantik itu.

Makin merasa dipojokkan, semakin Nadin kesal pada Rasyid yang diam-diam menertawakannya.

"Udah sana, ngapain masih di sini?" pinta Nadin, kali ini dia benar-benar kesal. Terlihat matanya berkaca-kaca.

"Eh, kamu nangis?"

"Nggak!" bentaknya.

"Iya, iya, aku bantuin. Gitu aja sih!" jawab Rasyid seraya mengambil alat kebersihan itu. Nadia tidak menjawab ataupun menolak. Sepertinya dia sangat lelah dengan perdebatan mereka hari ini.

***

Di lain pihak, kebersamaan mereka tak luput dari pengawasan Zarin dan Laras. Mereka terlihat bahagia melihat pertengkaran menggemaskan dua anak manusia itu.

"Sepertinya cucumu sudah jatuh cinta dengan gadisku," ucap Zarin bangga.

"Sepertinya begitu, pertengkaran mereka sangat menggemaskan. Aku menyukainya. Ahhh, jadi pengen muda lagi," balas Laras dengan senyum manisnya.

"Kamu ini, mana bisa begitu?"

Laras tersipu malu.

"Sudah nggak sabar pengen lihat mereka di pelaminan," ucap Laras.

"Tenang aja, pasti nggak akan lama lagi!" jawab Zarin yakin.

Laras tersenyum senang. Ia sangat bahagia, sebab Rasyid terlihat sudah bisa move on dari mantan kekasihnya.

Bersambung...

1
Salma Suku
Baru mampir thor
Alamsyah Ujang
alangkah banyaknya promo dan terlalu panjang abstarknya
Alamsyah Ujang
author, kenapa banyak di penggal dengan cerita yang lain tuch, jadi dak ngeh, cukup iklan saja dak apa
Cici Mamatoni: iya nih...jadi bikin bingung yg baca cerita
total 1 replies
Alamsyah Ujang
sudah mulai ada tanda2x......
Alamsyah Ujang
wkwkwkwk
Alamsyah Ujang
jodoh tak kemana
Alamsyah Ujang
cewek sombong harus dilawan tuch, mentang2x berduit
Mazree Gati
iklan mulu
Mazree Gati
mati aja nadin,,,biar tamat sampai di sini ceritanya
Mia
karya emak mahh udah khatam semua...
lanjut karya emak yg ini....

moga aja Nadin bisa berubah dan mau ngikutin kemauannya Oma zarin, demi kebaikan semuanyaa... Oma bertahan yaaa... Krn babang Rasyid siap bantuin
Mia
ayooo Oma zarin bertahan dahulu sampai Nadin aman dari ibu tirinyaa.... Rasyid bantu Nadin yaa....
Mia
wahhh cara Omanya cerdik biar PD gak kaburrr y OMA, semangat sembuhhh Oma zarin...
Sri Khodarwati
ceritanya bagus
ImNick
wahhh... mulai tercium penghianatan ini si Yoga
Qorie Izraini
mak lampir mulai ber aksi.
dasar siluman rubah, kok gak punya malu y...
dia yg ninggalin dia pulak yg ngerusuhin pengen ngerebut
Qorie Izraini
cemburuuuu...
blg Bos 😀😀😀
Qorie Izraini
apa di antara mereka pernah terjadi cinta segitga y ...???
Qorie Izraini
balasan yg setimpal utk seorang pengkhianat
mari ny begitu tragis di tangan orang yg di perjuangkan ny.
sehingga tega menyakiti hati dan perasaan orang lain yg tlh lama bersama ny
Qorie Izraini
maka ny .
klu ada rasa bioang Neng..
kan gak uringan2 an kek giru 😀😀😀
Qorie Izraini
dasar si Oma keterlaluan...mudah x termakan hasutan si uoar berbisa yg udah tau kelucikan ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!