Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode19
***
Satu keluarga itu, termasuk Anna. Langsung masuk kedalam mansion tuan Devan. Mereka semua berkumpul di ruang tamu.
"Syukurlah, terima kasih Tuhan. Kau telah menyelamatkanku Sekretaris Aron tidak ada disini. Terima kasih." Batin Anna lega.
"Ayo silahkan diminum tehnya," seru Lona yang baru datang dengan membawakan minuman dan juga cemilan.
"Terima kasih," jawab mereka serentak.
"Ini istrimu, Devan?" Tanya Zanna yang memang cepat sekali bila bergaul.
"Iya, perkenalkan dia istriku Lona, dan yang ada digendongan ibuku, dia adalah putraku namanya Varon." Jelas Devan.
"Wah dia tampan sekali. Ya-Tuhan matanya begitu indah lebih indah dari mataku." Puji Zanna yang langsung mengambil baby Varon yang sebelumnya di gendongan nyonya Zeline.
"Istrimu juga cantik dan ramah," jujur nyonya Zeline memuji Zanna.
"Terima kasih, Mommy." Jawab Chao dan Zanna serentak.
"Lona, Mommy, juga ke sini! Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan," ujar Zanna begitu akrabnya, sudah seperti berada di rumahnya sendiri.
Lona dan nyonya Zeline pun mendekat pada Zanna dan mereka berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang sambil bermain bersama baby Varon disana.
Anna juga ikut berdiri, ia juga akan bergabung dan bermain disana.
"Kak Anna, kau tetap disini ya. Ada hal penting yang ingin kami bicarakan." Ujar Chao mengehentikan Anna.
"Ada apa? Kenapa aku harus disini?" Tanya Anna tak suka.
"Menurutku kak Anna. Bukankah kakak sudah berjanji pada Zanna untuk menuruti keinginannya, dan yang akan aku sampaikan adalah keinginan Zanna." Jelas Chao, membuat Anna tak dapat berbuat banyak karena itulah janjinya pada sang adik.
"Baiklah, aku tidak akan melupakan janji. Katakanlah ada apa?" Tanya Anna kembali duduk.
"Nah itu dia sudah tiba," tunjuk tuan Devan dimana Sekretaris Aron berjalan mendekat padanya dan langsung membungkukkan tubuhnya.
Anna begitu terkejut dengan kehadiran Sekretaris Aron dihadapannya. Tak hanya Anna, Sekretaris Aron pun tak kalah terkejutnya. Wanita pertama yang berhasil merebut hatinya, begitu mendapatkan hatinya wanita itu pergi meninggalkannya. Dan sekarang wanita itu kembali hadir dihadapannya dan membuatnya begitu terkejut.
"A-Anna ...." Ujar Aron.
"Kalian sudah saling mengenal bukan. Jadi langsung saja, kami berdua sepakat untuk menjodohkan kalian berdua. Dan seminggu kedepan, kalian berdua akan menikah," Tegas tuan Devan mendapat jawaban berbeda antara Sekretaris Aron dan Anna.
"Aku tidak setuju!" Tegas Anna.
"Saya setuju tuan," jawab Sekretaris Aron membuat Anna terkejut, kenapa pria yang dicintainya itu setuju. Bukankah pria itu tidak mencintainya.
"Saya setuju, tuan Devan, tuan Chao. Saya setuju untuk menikahi Anna kapanpun. Minggu depan, atau sekarang saya siap," jawab Sekretaris Aron mantap.
"Waw Aron, aku suka keberanianmu." Puji presdir Chao.
"Ada apa dengannya, kenapa begitu cepatnya dia menyetujui perjodohan ini. Apa dia punya rencana lain? Apa dia ingin menjadikanku istri kontraknya, atau budaknya seperti di novel (My Bossy My Husband, dan di novel Budakku Canduku, sekalian promo)😂😂. Aku tidak akan membiarkan dia melecehkanku sedikitpun. Walaupun aku sangat mencintainya. Aku tidak akan pernah kembali kepada diriku yang dulu." Batin Anna dengan segala pikiran negatifnya.
"Bagaimana Kak Anna? Kau setuju bukan, jangan lupakan janjimu pada adikmu," ujar Presdir Chao mengeluarkan senjata ancamannya.
"Baiklah, aku setuju." Jawab Anna pasrah karena sudah berjanji pada sang adik.
Anna menatap Sekretaris Aron tak suka.
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩