NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:249.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: RuQi

Aku tidak menduga, Suami yang aku cintai selama ini ternyata bermain gila di belakang ku,

Rumah tangga ku yang kubangun dengan kokoh, harus hancur karena datangnya orang ke tiga dalam rumah tangga ku,

Dia berhasil merebut suami ku,

dan sampai dengan tega nya dia juga membuat ku harus berpisah,
penceraian yang tidak pernah aku fikirkan, tapi sekarang aku harus menerimanya.

Dan sayangnya..
Di saat aku ikhlas berdamai dengan keadaan, mencoba melepas semuanya, memulai hidup yang baru,

Cobaan datang kembali saat aku mengetahui aku hamil anak dari suamiku.

Haruskah aku menggugurkannya..???
Atau harus menerima semua ini dan melupakannya lagi..???

TIDAKKKK...!!!!
Aku bukan tuhan yang mempunyai sabar yang tinggi..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

"Antarkan dia ke kamar maudi," perintah Davis kepada pelayan, ternyata Davis membawa Cherry pulang ke mensionnya, pak Hendra sedikit bingung saat Davis membawa wanita yang pak Hendra yakini adalah cerry yang selalu Maudi panggil setiap malam

"Ikuti pelayan itu nanti, karena dia akan mengantar mu kekamar maudi, dan temui aku di ruangan kerja setelah itu," kata Davis kepada Cerry,

Cerry mengangguk, dia sudah malu kepada Davis karena menangis sepanjang jalan tadi, sedangkan Leo, dia menertawakan Cerry yang menangis saat ditarik turun oleh Davis,

Leo juga tidak menduga akan melihat cerry menangis karena takut kepada Davis, yang tidak terpikirkan Leo bahwa Davis membawa cerry yang masih istri orang itu untuk datang kemensionnya,

"tuan membawa nona cerry kesini, bahkan selama ini tidak ada wanita yang dibawa tuan kesini selama ini," ucap hati leo

"Kenapa kamu terus menatapku terus menerus seperti itu, kamu ingin saya colok matanya" ucap cerry menatap ke Leo kesal, Leo yang ditatap malah cengengesan tidak jelas,

"Tidak nona, mata nona sedikit besar seperti....," goda Leo dengan tertawa kecil, cerry yang tau itu langsung menendang kaki Leo,

"Aduhhh.." teriak Leo kencang, Davis dan pak Hendra yang sedang mengobrol akhirnya menoleh kearah Leo dan cerry

"Kenapa masih disini, apa kamu tidak dengar saya menyuruh kamu menemui Maudi.." ucap Davis, cerry lupa buat apa Davis membawanya kemari, dia langsung buru buru ingin kabur sebelum Davis marah lagi, tapi baru satu langkah cerry berjalan davis berucap lagi

"Dan ingat.. jangan mencoba coba kabur lagi, atau aku akan memberikan badanmu itu untuk makanan singa.." ancam Davis, Cerry merinding saat mendengar Davis dengan entengnya bilang akan memberikannya untuk makanan singa, dengan buru buru cerry langsung mengangguk,

selama ini tidak ada wanita yang berani masuk kemansion ini selain keponakan jauh Davis, hanya dia yang berani menempel kepada Davis dan menganggap dia adalah nyonya di mansion ini, dengan sifat keras kepalanya itu bagaimana bila dia melihat tuannya membawa wanita lain kesini,

Salah satu pelayan mengantar Cerry kekamar maudi dilantai 2, Cerry lega karena Davis tidak membuangnya kehutan atau kelaut, dia membawanya untuk menemui maudi, Davis sudah memberitahu cerry bahwa maudi sedang sakit dan mencarinya, walaupun sudah jujur tetap saja cerry masih menangis disepanjang perjalanan,

"Akak cantikk," teriakan maudi saat cerry muncul dibalik pintu kamarnya

"Sayang.." cerry memeluk maudi yang imut itu, suhu badan maudi memang panas, tapi maudi masih menampilkan senyum manisnya kearah cerry

"Maudi angen kakak cantik.." ucap Maudi,

Cerry mencubit pipi Maudi dengan gemas, menciumi semua muka maudi, "Anaknya imut kenapa dadynya seperti iblis" ucap cerry dalam hati,

"Maudi udah makan..??" cerry bertanya kepada maudi yang dijawab dengan gelengan kepala maudi,

"Mau makan apa..? kakak buatin buat Maudi," tanya cerry,

"Maudi mau makan masakan kakak," jawab maudi

"siapp tuan putri,"

maudi menunjukan letak dapur kepada cerry, dengan menggendong maudi cerry seperti ibu dan anak saat berjalan, cerry sudah lama ingin mempunyai anak, dan sekarang dia merasa senang bersama maudi,

"Sayang duduk disini dulu, kakak buatkan susu ya," cerry mendudukkan maudi dikursi makan, dan membuatkan segelas susu agar bisa mengganjal perut Maudi sebentar,

"Nona biar saya saja yang mengerjakan, nona mau buat apa..??" salah satu koki menghentikan aktifitas cerry, para pekerja akhirnya berkumpul didapur,

"Tidak apa apa, kalian lanjutkan aktifitas kalian saja, dan tolong tinggalkan kami disini," ucap cerry kepada mereka, cerry sedikit risih bila harus dilihat terus menerus

"Tapi nyonya.. bila tuan tau pasti kita akan dimarahi," ucap salah satu maid

Pak Hendra yang sedang mengecek pekerjaan melihat kearah dapur, dengan sedikit penasaran pak Hendra melangkahkan kakinya kesana,

"Tolong ambilkan handphone kalian, saya akan menghubungi Leo," perintah cerry, tapi para maid hanya saling pandang karena tidak ada yang mempunyai nomor Leo selain kepala pekerja pak Hendra

"Silakan nona, anda bisa menghubungi dengan handpone saya," suara yang asing buat cerry tapi tidak asing buat pekerja disana,

Pak Hendra memberikan handpone nya kepada cerry,

"Bubar semua, kerjakan pekerjaan kalian," perintah pak Hendra lagi

Mereka semua akhirnya bubar dan hanya tinggal koki dan pak Hendra saja, dengan maudi yang asyik meminum susu, dan cerry yang langsung menelfon leo

"Hallo.." ucap Leo diseberang telfon

"Leo, bolehkan aku memasak buat maudi," kata cerry

Leo diam sebentar, menunggu jawaban dari Davis yang sudah mendengar permintaan cerry,

"Hallo Leo.." ucap cerry lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari Leo

"Ekhmm.. nona, biarkan koki yang memasak, anda bisa mengarahkan mereka," jawab Leo

"Tidak.. biarkan aku masak buat maudi," mohon cerry

Leo menghela nafas pasrah, akhirnya menyetujui permintaan cerry

"Baik lah, tapi biarkan para koki membantu nona, dan... tolong berhati hati.." kata Leo memperingatkan cerry untuk tidak terluka

"Baiklah Leo, ternyata kau cukup baik juga, aku akan membuatkan makanan untuk mu dan bosmu juga," kata cerry senang

"Tidak usah repot nona, tapi saya memang sedikit lapar," ucap Leo dan langsung dilempar buku tebal oleh Davis, Davis memelototi Leo yang mengambil kesimpulan sepihak, bahkan Davis tidak percaya cerry bisa memasak,

"Kau tidak apa apa Leo, aku akan membuatkan kopi buat kalian," ucap cerry sebelum menutup telefon

Cerry langsung menutup telfonnya dan memberikannya kepada pak Hendra,

"Masih lama kak, maudi sudah lapar," keluh maudi

"Oke, sebentar lagi siap.." ucap cerry memberikan kecupan untuk maudi sebelum bergegas memasak,

cerry dengan lihai memotong sayur dan bumbu, pak Hendra dan koki berdiri disamping cerry yang memasak, dengan lihainya dia memasukkan sayuran sayuran itu kedalam panci, saat menunggu masakan matang cerry membuat kopi untuk Leo dan Davis,

"Tolong antarkan ini keruangan kerja Davis," perintah cerry kesalah satu maid, dan langsung di antarkan oleh maid itu

"Kalian mau..???" tanya cerry kepada pak Hendra dan koki,

"Tidak nona, kami sudah minum kopi tadi," ucap pak Hendra

cerry mengangguk dan melanjutkan masaknya,

"Kakak maudi laparrr.." teriak maudi, ternyata susu maudi sudah habis dari tadi, cerry buru buru memasak agar maudi tidak lapar,

"Sabar ya maudi, ini sudah jadi kok," jawab cerry

Cerry langsung menyiapkan nasi dan piring untuk maudi, serta menyisihkan sayur dan lauk untuk Leo dan Davis,

"Tolong lanjutkan ya masaknya, aku akan menyuapi maudi," perintah cerry kepada kedua koki yang sedang berdiri disitu,

koki akhirnya mengambil pekerjaan cerry, dan dengan sama lihainya memasak yang cerry pesan...

Wangi masakan menyeruak didalam dapur, membuat siapa saja yang menciumnya akan langsung lapar, begitu juga dengan Leo dan Davis yang sudah berdiri didapur karena mencium masakan cerry,

Davis melihat maudi yang dengan lahapnya memakan masakan cerry, Davis senang karena cerry bisa perhatian kepada maudi, dan mungkin mempertimbangkan cerry untuk merawat Maudi tidak buruk

"Tuan..." ucap pak Hendra menunduk hormat kearah Davis,

"Saya lapar, siapkan makanan," kata davis

"Dady, lihat apa yang maudi makan, masakan kakak sangat enak," ucap Maudi senang,

"Dady senang kalo anak Dady cepat sehat dan bisa bermain lagi," jawab Davis lembut,

Davis tidak menoleh ke cerry sedikit pun, dia duduk dengan dengan tenang di meja makan.

1
Elly
cerai begok
Elly
tendang pisange kan mat kutu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nana Nana
lanjut kak
Maria Magdalena Indarti
lho jd gmn nasib angga & melisa. kok belum dpt karmanya
Maria Magdalena Indarti
bagus ni critanya. Davis bantu Ferry donk
Maria Magdalena Indarti
suami gilaaa sarap
Maria Magdalena Indarti
angga gilaaa. pasti nti Davis akan membalas
Maria Magdalena Indarti
suami parah. ga tahu diri
marta💎
lanjut thor
aria Ria
lanjutkan up-nya lagi Thor 💪🙏😊
Debby Ebby
lanjut dong
Crystal
Kenapa pemeran wanitanya di bikin cengeng n bodoh😪
Rizky Sandy
sdh tamatkh, ada tulisan tamat tuh di bawah,,,,,
Hanipah Fitri
bagus ceritanya, lanjut
Dewi Astuti
Lanjut
Dewi Astuti
up nya di tunggu thor jgn lama2 ya
Dewi Astuti
😂😂😂
Masitoh Masitoh
dh habis ceritanya..MCM tergantung aja
Hesti Hesti
bagus
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!