Wanita muda yang kuat selama bersanding dengan Tuan muda Adipramana.
Berawal dari pertemuan yang unik namun berkesan untuk keduanya. Mereka adalah Zayden Adipramana dan Elvana Wilghetta.
Dimana keduanya bertemu disaat Elvana tengah kabur dari hadapan kedua orang tuanya. Karena sebuah alasan yaitu, Perjodohan.
Siapa yang akan mengira karena sebuah kesalahpahaman membuat mereka terikat dalam suatu pernikahan.
Bagaimana kisah perjalanan cinta Zayden dan Elvana? Yuk dibaca!!...
Ikuti Instagram aku ya di @amandyapasha
~[Sekuel dari 'Mr. Adipramana Memilihmu']~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Belum Bayar
Zayden tetap diam. Menunggu orang yang di hadapannya ini bicara lebih dulu.
"Bayar." Satu kata yang dilontarkan orang itu.
"Memangnya belum dibayar? Kau mau menipu ya!" Zayden berteriak kesal.
"Enak saja! Kau itu belum bayar mie ayam ku. Jangan coba-coba memborong semua jualanku. Kalau kau tak sanggup membayarnya." Jawab Elvana. Ya, dia Elvana. Penjual mie ayam yang tadi siang Zayden beli semua mie ayamnya untuk orang kantor.
Dia ingat saat mobil Zayden sudah pergi dari hadapannya sepuluh menit setelahnya. Mengecek laci yang biasanya digunakan untuk menyimpan hasil jualannya.
Terlihat masih sedikit. Dan sedangkan mie ayamnya sudah habis. Barulah dia langsung mengejar Zayden ke perusahaannya menggunakan angkutan umum.
Tapi, saat sampai disana. Zayden sudah pergi. Jadilah dia diharuskan menunggu. Berjam-jam dia menunggu Zayden kembali. Demi uangnya. Karena uang itu sumber kehidupannya.
"Berapa?" Tanya Zayden akhirnya mengalah karena dia sendiri juga lupa sebenarnya.
"Berapa apanya?" Tanya Elvana bingung.
Kenapa ini orang saat ditanya 'berapa' tidak pernah nyambung ke arah uang.
"Totalnya." Ucap Zayden memperjelas.
"Kakak." Panggil Chelsea saat langsung masuk ke ruangan kakaknya. Tidaklah mengetuk terlebih dahulu. Sudah biasa.
Zayden melihat Chelsea ada di ruangannya. Memutar kursinya menghadap kebelakang. Membelakangi kedua wanita itu.
"Eh, ada mbak mie ayam. Ada apa mbak datang kesini?" Tanya Chelsea kepada Elvana.
Kenapa dia memanggil ku mbak mie ayam. Ah, ya dia belum tahu namaku. Aku lupa.
"Lagi mau nagih hutang. Kenalin aku Elvana." Jawabnya sambil tersenyum.
Chelsea kaget mendengarnya. Siapa yang punya hutang. Pikirnya begitu.
"Oh iya, aku Chelsea. Siapa yang punya hutang mbak?" Tanya Chelsea akhirnya.
"Dia." Tunjuk Elvana kepada punggung Zayden. Ya, Zayden masih menghadap belakang. Tidak tahu harus menaruh wajahnya dimana.
"Hutang apa mbak?" Chelsea melihat kakaknya yang masih diam saja tidak berkutik. Membelakanginya.
"Tadi siang dia membeli mie ayamku. Membeli semuanya bahkan. Tapi, belum bayar sampai sekarang." Jelas Elvana yang menjadi kesal lagi.
"Memangnya berapa totalnya mbak?" Tanya Chelsea sambil mengambil dompet dari dalam tasnya. Karena dia sudah siap untuk pulang. Makanya datang ke ruangan kakaknya untuk mengajak pulang.
"Enam ratus ribu." Ucapnya tanpa ragu.
"Baiklah, ini mbak. Aku lebihkan empat ratus ribu ya." Chelsea memberikan uangnya yang semuanya kertas berwarna merah sepuluh lembar diberikan kepada Elvana.
"Tidak usah dilebihkan mbak. Ini aku kembalikan." Elvana mengembalikan empat lembar ditaruh langsung di tangan Chelsea. Karena tahu kalau Chelsea pasti akan menolak.
"Eh, tidak apa. Terima saja." Chelsea memberikan uangnya kembali. Namun, tetap ditolak.
"Tidak mbak." Elvana tetap menolak.
"Hemm…, baiklah. Oh iya, bagaimana malam ini mbak Elvana bikin mie ayam khas buatan mbak di rumahku untuk makan malam nanti." Chelsea memberikan tawaran kepada Elvana.
Lumayan kan aku jadi bisa makan mie ayamnya mbak ini lagi yang super enak. Karena pasti mommy mau. Karena tadi pagi saja mommy sarapannya mie ayam. Apalagi gara-gara mobil kakak yang bau mie ayam jadi bikin mau makan mie ayam. Untung sudah ku semprot dengan parfumku mobil itu.
Elvana membulatkan matanya. Saat diajak ke rumah Chelsea lagi. Lumayan buat nambah penghasilannya. Begitu pikirnya.
Zayden yang mendengar itu menepuk dahinya. Bingung ingin berkata apa. Mau menolak juga. Wajahnya sudah tidak tahu entah kemana.
Bersambung.
tidur dalam artian cuma mimpi buruk. ternyata emang beneran yach.tp hatiku tersisa nyesek sehabis nangis dr part sebelumnya.
terserah gimana alurnya saja.pokok ngikut aja ya kta
pdhl udah cinta mati Ama karakternya zay