"Apa yang akan kamu lakukan jika harus menikahi pria yang seharusnya menjadi Ayah sambungmu?"
Ibu yang seharusnya menjadi pelindungmu tega meninggalkanmu demi mengejar cintanya, dan kamu yang dikorbankan!
Senja Irawan gadis kecil yang baru lulus SMA, terpaksa mengikuti kemauan Kakeknya untuk menikah dengan lelaki yang tak dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa zigant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Seperti yang sudah di rencanakan pagi ini setelah selesai sarapan Senja dan kedua orang tuanya akan mengantarkan Satya ke Bandara. Satya sedang duduk di sofa kamar menatap ponselnya, Satya mengirimkan pesan ke Arga dan Ranga, kalau dirinya akan langsung ke Bandara.
Senja yang melihat suaminya hanya memandangi ponselnya, merasa di acuhkan.
"Bby, apa ponselmu lebih menggoda, dari pada aku istrimu," ucap Senja dengan mimik cemberut.
Satya tersenyum melihat tingkah istri manjanya, "Tidak ada yang lebih menggoda Bby, selain Mmy." Ucap Satya langsung menarik Senja agar duduk di pangkuannya.
"Bby....," kata Senja dengan suara manjanya, tapi entah kenapa Satya sangat menyukainya.
"Husst...., biar seperti ini, dua jam lagi kita akan berangkat," kata Satya dengan suara beratnya menahan agar si ontong tetap rileks di dalam sana.
Senja langsung diam, hanya bisa mematung saat Satya menyesep tengkuknya, membuat Senja langsung merinding merasa ada gleyeran aneh yang baru ia rasakan. Jantung Senja berdetak lebih kencang saat tangan nakal Satya berpindah ke dadanya.
"Bby," kata Senja dengan nada gemetar.
"Maaf,"jawab Satya yang langsung menurunkan Senja dari pangkuannya, Satya segera mungkin menenangkan diri ke kamar mandi.
Di kamar mandi Satya meremas rambutnya merasa frustasi, entah sampai kapan ia bertahan, apa lagi sebagai lelaki normal Satya membutuhkan pelepasan, dulu waktu menikah dengan Mery, melihat Mery memakai pakaian minim si ontong tidak bereaksi, entah kenapa dengan Senja, Satya merasa seperti masih berumur 20 tahun, apa ini yang di namakan kuber kedua, Satya hanya bisa menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya dan si ontong.
Sedangkan di luar kamar mandi Senja begitu khawatir, sudah satu jam Satya belum keluar juga dari kamar mandi.
Saat Senja akan mengetuk pintu, pintu kamar mandi terbuka, Satya terkejut melihat tangan Istrinya seakan hendak memukulnya.
"Mmy," ucap Satya yang terkejut.
"Kenapa Bby lama sekali di dalam, bikin Mmy khawatir," kata Senja sambil memeluk Satya.
Satya hanya bisa tersenyum, dengan kebiasaan istrinya, Satya membelai rambut Senja dengan lembut.
"Bby, tidak apa-apa sayang," ucap Satya melepaskan pelukan Senja.
"Hai...., kenapa menangis?" tanya Satya yang terkejut melihat air mata di pipi Senja.
"Maafkan Mmy, Mmy janji nanti setelah Mmy pulang ke Surabaya akan menjadi istri seutuhnya," ucap Senja dengan wajah yang sudah merona karena malu.
Satya langsung terkekeh, mendengar ucapan istrinya. Ada rasa bangga melihat Senja bisa mengerti dirinya tadi.
"Jangan terlalu di fikirkan," ucap Satya sambil mengacak rambut Senja.
"Benarkah!" Goda Senja sambil mengedipkan matanya ke arah Satya.
Satya hanya mengulum senyumnya, jangan sampai si otong yang tergoda, batin Satya.
Yoga dan Mentari yang sudah menunggu anak dan menantunya hampir satu jam, merasa heran karena keduanya tidak turun-turun.
"Mas, kenapa mereka lama sekali?" tanya Mentari.
"Ya..., ampun apa yang mereka lakukan sih!" kesal Yoga.
Tak lama Satya dan Senja jalan beriringan menghampiri Yoga dan Tari. Satya yang melihat Yoga menatapnya tajam hanya menaikkan bahunya.
"Ayah, Ibu ayo," ucap Senja sambil berjalan duluan dengan Satya.
Yoga dan Tari saling pandang, hanya bisa menghela nafas panjang, melihat anak dan menantunya.
"Sabar Mas," ucap Tari sambil mengusap lengan Yoga.
Sampai di mobil, Satya langsung duduk di belakang kemudi, membuat Yoga menatapnya tajam.
"Kenapa lagi Ayah mertuaku?" tanya Satya sambil tersenyum, merasa lucu memanggil sahabatnya Ayah.
"Turun gue yang bawak," jawab Yoga dengan ketus.
Satya langsung keluar dari mobil, begitu juga dengan Senja, Mentari hanya bisa menggeleng melihat suaminya.
Mobil yang di kemudikan Yoga mulai meninggalkan kediaman bernuansa klasik itu.
Selama di perjalanan hanya hening, di belakang Satya tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Senja.
Senja dengan manja menyandarkan kepalanya di dada bidang Satya, Yoga memperhatikan dari kaca spion hanya bisa tersenyum tipis, mengingat bagaimana sahabatnya dulu membentengi dirinya dari yang namanya wanita, tapi melihat sekarang Yoga begitu penasaran kepada anaknya, bagaimana caranya es balok bisa mencair.
"Bby," ucap Senja sambil mendongakkan kepalanya ke wajah Satya.
"Ehmmm," jawab Satya sambil menoel hidungnya Senja.
"Bby, disana jangan nakal ya!" ucap Senja.
"Ia Bby janji," jawab Satya sambil mengecup kening Senja.
"Bilang sama bik Ida dan bik Sum, kalau Tante kekurangan bahan itu datang jangan kasih masuk, selama Mmy tidak ada," kata Senja.
"Ia sayang, nanti Bby sampaikan," sahut Satya.
Yoga yang mendengar obrolan Senja langsung melirik lewat kaca Spion.
"Siapa Tante kurang bahan?" tanya Yoga.
"Mery," jawab Satya singkat.
Yoga langsung tertawa terbahak, mendengar jawaban Satya.
"Jadi lo masih berhubungan sama itu anak?" tanya Yoga.
"Apa Ayah kenal?" tanya Senja.
"Ia Nak, dulu kami satu universitas yang sama tapi beda jurusan." jawab Yoga.
"Udah enggak, tapi kadang tiba-tiba datang tak perlu di undang," ucap Satya.
"Senja, kenapa memanggil Mery dengan Tante kurang bahan?" tanya Ibunya.
"Karena bajunya," jawab Senja, Mentari hanya mengangguk yang paham maksud anaknya.
Tak lama mereka sampai di Bandara Sukarno Hatta, Senja langsung turun di ikuti Satya dan kedua orang tuanya.
Dari jauh Senja bisa melihat Arga melambaikan tangan kepadanya.
"Om sudah lama?" tanya Senja
"Baru sampai juga," jawab Arga
"Om, Ranga mana?" tanya Senaja yang tak melihat asistennya suaminya.
"Apakah nona Satya kangen padaku," goda Ranga
Senja langsung membalikkan badannya, "Om kangen," ucap Senja yang langsung mau menghambur ketubuh Ranga, Satya yang melihat itu dengan cepat berdiri di depan Ranga.
Senja memeluknya dengan erat, Senja yang tidak asing dengan aroma maskulin yang di ciumnya langsung membuka matanya terkejut saat siapa yang tengah dia peluk, sedangkan Satya menatapnya dengan tajam.
"Heheh Bby," ucap Senja sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
Yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya, Ranga merasa nafasnya sesak, apa lagi saat Satya meliriknya.
"Ampun bos," kata Ranga.
Satya hanya diam, masih dengan gaya datarnya, baru di tinggalkan ke kamar mandi saja istrinya sudah mau main peluk, yang lebih membuat Satya kesal lelaki itu Sahabatnya.
"Ayo, sebentar lagi kita akan terbang," kata Arga dengan gaya tengilnya.
"Om, Arga norak," ucap Senja.
Arga langsung melotot ke Senja, saat dirinya di panggil Om.
"Yoga, apa gue setua itu?" tanya Arga yang terlihat kesal karena Senja memanggilnya Om saat banyak rombongan wanita cantik lewat di depannya.
"Menurut Lo!" jawab Yoga yang melihat Senja dan Satya masih terlihat tidak baik-baik saja.
"Masih ada waktu tiga puluh menit, bicarakan dulu baik-baik," ucap Yoga sambil mengusap bahu Satya.
Satya tidak menunggu lama langsung pergi, Senja yang di kasih tau Ayahnya segera mengikuti suaminya.
"Bby, maaf." kata Senja sambil memegang kedua telinganya .
Satya langsung mengalihkan pandangannya ketempat lain, saat melihat istrinya yang sangat mengemaskan, Satya membalikkan badan saat merasa Senja memeluknya dari belakang.
"Mmy, jangan seperti ini, ini tempat umum," ucap Satya yang ingin melepaskan pelukan Senja dari tubuhnya.
"Enggak mau, sebelum Bby maafin Mmy," ucap Senja.
Satya langsung mengusap tangan Senja yang melingkar di pinggangnya.
"Ia Bby maafin," jawab Satya.
Senja dengan senang langsung melepaskan pelukannya, secepat mungkin Senja mendorong tubuh Satya di balik mobil bok, Senja dengan cepat mengecup benda kenyal milik Satya, Satya terkejut dengan tindakan istrinya.
Satya membalasnya dengan lembut, tanpa mereka berdua sadari Arga dan Ranga sudah berdiri mematung melihat adegan itu.
"Woi... tempat umum!" teriak Arga membuat keduanya terkejut.
Bersambung...
Jangan lupa dukung Pengantin Pengganti Ibuku dengan cara 👍, vote bila suka boleh juga berikan hadiah 😍😍😍😍