NovelToon NovelToon
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: dandelion_me

Ayla Beyza. gadis kelahiran jerman dan sekarang memilih menetap di sebuah negara yang mayoritasnya islam sunni. setelah menyelesaikan studynya. Ayla menyambung hidupnya di turki dengan bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi.

Ayla berumur 27 tahun, single, cantik, kecantikannya tidak perlu melihat dua kali untuk menilai. di gilai banyak pria bahkan beberapa aktor dan pengusaha muda bisa di buat kecewa oleh si gadis cantik tersebut. bulu matanya yang panjang dan lentik, semakin memperindah parasnya apalagi bibirnya yang kecil membuat para pria ingin melumatnya. tapi sayang semua harus kecewa karna sang empunya hati tersebut hanya menyukai satu laki laki dan cintanya berada di tempat yang salah.

"mungkin benar kata orang'perasaan cinta datang tidak di undang' namun di sini hatiku.... ". Ayla.


Deniz Selim. Seorang dokter spesialis bedah mulut dan juga menjabat sebagai seorang di rektur di sebuah rumah sakit besar milik keluarganya. Deniz pria berdarah turki asli dengan ketampanan yang tidak bisa di ragukan lagi di sertai jenius dan cerdas, sudah berstatus sebagai seorang suami. Deniz sudah memiliki seorang istri yang sangat di cintainya dan pernikahan mereka selalu bahagia dan indah meski mereka belum di karunia seorang anak.

Bagaimana pertemuan dan jalinan cinta keduanya? di saat mereka memiliki kehidupan masing masing. next...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dandelion_me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Ayla melangkah keluar dari suatu ruangan dokter yang berada di rumah sakit tersebut keluar dari sana sembari melambaikan tangan ke seseorang yang berada di dalam sebelum pintu tertutup rapat.

"ingat pesanku beyza? Jaga kesehatanmu, atau aku akan laporkan kamu. Dan setelahnya kamu tahu sendiri akibatnya kan?!". Ancam seorang dokter yang berdiri di dalam. Tanpa terlihat di dalam. Sedang ayla berada di pintu mau keluar.

"iya ya ya ya...? Kamu cerewet banget sih..?Karna itu aku malas bertemu kamu tahu enggak...?".

Brakhhh...

Kesal Ayla membanting pintu di belakangnya. Melangkah pergi dari sana. Tanpa peduli suara teriakan marah di belakangnya.

"bodoh?". Rutuk ayla jengkel.

"benar benar tidak habis pikir deh. Setiap bertemu dengannya. Aku selalu di buat kesal. ughh...Cerewetnya persis seperti aliye. Seandainya dia perempuan. Maka mereka bisa jadi saudara kembar...Persis". Omel ayla di tengah perjalanan nya keluar dari gedung tersebut.

'Rasanya aku ingin menyumpal mulut pria itu dengan alat alat yang dia punya di sana. Ughhh... '. Umpat ayla. Belum habis kekesalan nya.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. itu artinya ia harus pulang segera tapi sebelum itu ia harus mampir di suatu tempat dulu meski akan membuatnya sangat lelah setelah ke sana.

Seorang pria dari arah berlawanan memakai baju biasa kaos dan celana jeans berwarna biru. melangkah masuk ke dalam rumah sakit sembari matanya menatap ke layar di depannya sedangkan kedua tangannya sibuk mengotak atik benda tersebut.

Ayla yang melangkah sembari matanya menatap ke depannya. Dan ayla juga melihat pria yang sedang berjalan di depannya. Begitu juga dengan para manusia lain mondar mandir. Keluar masuk lobby rumah sakit.

Itu hal umum.

Sampai di tengah lobby.

Keduanya saling melewati berbarengan. Ayla yang melangkah di sebelah kanan pria tersebut. Sedangkan pria tersebut melangkah di sebelah kanan ayla. Sama sama saling melewati. Dengan arah berlawanan.

Ayla terus melanjutkan langkahnya tanpa berhenti. Tapi tidak dengan pria itu.

Langkahnya sontak saja berhenti. Berbalik dalam sekejab. Melihat ke wanita. Yang berjalan melewati dirinya tadi. Dan sekarang. Berjalan di depan matanya. Keluar dari lobby rumah sakit.

"dia... ". ucapannya tergantung. Dengan dirinya mematung di tempat.

Beberapa detik kemudian. Dia tersentak tersadar. Namun, ayla tidak lagi di sana.

Melihat ke sekitar tempatnya berdiri. Pria tersebut buru buru berlari ke arah luar rumah sakit.

Kepalanya berputar ke kanan dan ke kiri. Mencari ke beradaan wanita. Yang sangat sangat ia kenali. Meskipun wanita tersebut, tidak mengenalinya. Tapi tentu tidak dengan temannya bukan.

Bahkan sampai sekarang. Temannya masih saja menggila karna dia.

Beberapa saat kemudian. Nafasnya ngos ngosan mencari keberadaan ayla di luar. Bahkan sampai keparkiran.

"di mana dia? Aku yakin itu dia!". Pria itu bergumam sendiri.

Di tempat parkir.

Kepala dan tubuhnya berputar kanan dan kiri mencari sosok wanita yang ia kenali itu.

Tanpa pria itu lihat. Ayla sudah sampai di pintu gerbang rumah sakit dengan mengendarai mobil sportnya yang berwarna merah.

'Ayla Beyza Princessa Okan Gokhan! Itu dia'.

Pria itu kembali masuk ke dalam rumah sakit . Menujun ke tujuan awalnya.

💚💚💚💚💚

Ayla memasuki gerbang rumah besat khaled setelah ia berbicara singkat mengenali dirinya dengan penjaga gerbang agar membukakan pintu. Ia memarkirkan mobilnya lalu melangkah keluar dari mobil dan menutup pintunya.

"assalamu'alaikum?!". ayla mengucap salam begitu masuk ke dalam rumah khaled dan di sana sudah di tunggu oleh seorang bibi pembantu rumah tersebut.

"wa'alaikum salam, bapak sudah menunggu di dalam". ujar wanita tersebut.

Ayla hanya mengangguk datar sembari melangkah ke ruang yang di tuntun bibi tersebut.

Ckleck...

"silakan masuk non...?! ". ujar bibi tersebut sembari memegang gagang pintu.

"terima kasih bi...?". balas ayla sembari memberikan senyum manisnya.

Ckleck...

Pintu tertutup kembali. Ayla melihat pak khaled pemimpim perusahaan terbesar di negri tersebut yang sedang duduk di kursi kerjanya sembari memeriksa beberapa berkas di depannya.

"kamu sudah datang...? duduklah di sana sebentar, saya akan selesaikan ini dulu". ujar khaled tanpa melihat ayla.

Ayla menarik nafas dan melangkah masuk menuju sofa yang di tunjuk khaled. ia meletakkan bokongnya di sana dan duduk tegap sembari menunggu pak khaled selesai kerja ayla memilih menyempatkan matanya untuk melihat se isi ruangan tersebut.

Tidak ada rasa takjub atau wajah yang terpikat dengan segala isi ruangan tersebut bagi ayla. ia hanya menatapnya dengan wajah datar. selain ada beberapa rak buku dengan buku yang sudah terisi penuh juga ada beberapa lukisan yang tertempel di dinding dan yang paling besar berada di belakang pak khaled duduk.

Mata ayla terpaku menatap lukisan tersebut ia bukannya bodoh untuk tidak tahu siapa pelukis lukisan tersebut namun entah mengapa berada di sana sangat membuat lukisan tersebut indah dan tidak bosan untuk di lihat malah semakin membuatnya dan siapa yang melihat ingin terus menatapnya.

Sudut bibir ayla terangkat membentuk senyum tipis.

"anda memiliki lukisan yang indah"ayla membuka suara.

Khaled yang mengerti arah pembicaraan ayla sontak tersenyum.

"istriku sangat menyukainya, kami berdua"

Ayla sontak melihat pak khaled, ia tertarik dengan pembicaraan ini.

"aku yakin harganya cukup mahal"

Khaled mengangguk angguk membenarkan dengan matanya masih setia menatap berkas di depannya.

"kamu benar! kami membeli di acara lelang yang di adakan di london saat itu, kami harus menunggu lama untuk prosesnya"

Ayla mengangguk angguk mengerti.

"aku yakin banyak yang menawar dengan harga fantastis"

Khaled melihat ayla lalu ia tersenyum.

"sepertinya kamu tahu sedikit mengenai lukisan"

Ayla sontak menggeleng.

"tidak, aku tidak tahu banyak, hanya saja aku penikmat ke indahan dan lukisan ini...benar benar indah...". jawab ayla sembari menatap lukisan dan ia tersenyum hangat.

Khaled ikut tersenyum lalu ia menghentikan aktifitasnya dan bangkit berdiri melangkah ke sofa. melihat khaled berdiri ayla sontak memperbaiki duduknya.

"baiklah, mari kita bicarakan urusan kita!". ujar khaled sembari duduk.

Tok tok tok...

"masuklah! ". Intruksi khaled.

Ckleck...

Bibi tadi masuk dengan membawa satu nampan lalu meletakkan nampan di sana yang berisikan teh manis dan satu kopi serta snack malam serta buah yang sudha di rajang.

"ayo?! ". ajak khaled sembari meraih kopi dan menyesapnya.

"terima kasih". jawab ayla sopan sembari tersenyum.

Tak...

Khaled meletakkan gelas.

"baiklah, jadi...apa yang terjadi dengan kalian berdua..?.". khaled melihat dan menunggu jawaban ayla.

Ayla menaikkan satu alisnya bingung.

"pertanyaan anda sangat aneh pak...? jika ada yang mendengar mereka tentu akan berpikir kami saling mencintai".

Khaled sontak tertawa ngakak.

Ayla hanya tersenyum sembari mendengus.

"aku tidak berpikir jauh jadi...sebenarnya apa yang terjadi..? aku dengar dari cucuku kalau kamu menolak kedatangannya beberapa malam ini? padahal kamu tahu sendiri dia hanya menerima perintah dariku dan kamu juga tidak mengatakan apapun padaku!". khaled menatap ayla yang duduk di hadapannya dengan sikap tenang dan santai tidak ada rasa ketakutan sedikitpun.

Ayla duduk tegap.

"untuk itu saya minta maaf, karna beberapa pekerjaan saya yang menumpuk di perusahaan jadinya saya tidak sempat ke sini"

"kamu bisa menghubungi aku nak?! "

Ayla membalas dengan senyum ramah.

"aku rasa anda juga sadar, tidak ada no anda di saya"

Khaled tersentak lalu ia pun tertawa kecil.

"kamu benar, baiklah...kalau begitu...". khaled bangkit berdiri mau mangambil handphonenya yang berada di atas meja kerjanya namun ayla menghentikan.

"maaf pak jika saya menghentikan anda tapi jika anda berniat mau mengambil handphone anda untuk memasukkan no saya maka saya minta maaf banget,..saya tidak bisa hafal no saya sendirii".

Khaled terdiri mamatung sembari menatap ayla.

"memang ada yang begitu...?!"

"di hadapan anda sekarang dan memang dari dulu saya susah ingat no sendiri, maaf"

Khaled mengerjap. "tidak, kamu tidak perlu minta maaf nak, kamu tidak salah, kalau begitu...ayo kita lanjutkan pembicaraan kita"

Ayla menyungging senyum tipis.

"lalu apa jawabanmu sekarang? kamu sudah di sini"

Ayla menatap pak khaled serius.

"karna saya rasa juga tidak perlu lagi"

Khaled menyatukan alisnya.

"kamu sudah baca bukan? di surat perjanjian, di sana tertulis kamu harus melayani deniz sampai kamu positif hamil"

"saya baca, karna itu juga saya ke sini..." ayla membuka tas sampingnya lalu mengambil sesuatu di sana dan menyerahkannya ke khaled.

Pertama melihat benda di tangan ayla lalu jatuh ke tangannya, mata pak khaled sontak melebar lalu ia mengalihkan matanya menatap ayla dan kemudian tersenyum angkuh serta bangga.

"aku harus bersyukur alhamdulillah untuk ini, semoga allah melindungi kamu dan cicitku".

Ayla mengangguk. "terima kasih"

Khaled mengangguk angguk senang. ia rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu waktu selama 9 bulan dan masih sangat lama untuk ia menimbang seorang bayi cicitnya dan akan segera hadir di rumah besarnya ini lalu akan menjadi satu satunya pewaris Al-khaled Group.

Ayla bangkit berdiri. "jika tidak ada lagi, saya mau pamit pulang, di tambah ini sudah larut"

Khaled ikut berdiri. "bagaimana kalau malam ini kamu nginap di sini saja, besok pagi pagi sekali sebelum kamu berangkat kerja, saya akan suruh istri saya untuk memasak beberapa makanan, aku yakin istriku sangat senang mendengarnya"

Ayla tersenyum tipis.

"tidak, terima kasih pak! saya akan merasa sangat nyaman di tempat sendiri dan maaf karna menolak tawaran anda"

Khaled menggeleng kepalanya merasa tidak enak.

"tidak, kenyamanan kamu sekarang itu yang lebih penting apa lagi untuk cicitku, lagian kamu tinggal di tempat yang bagus jadi kami merasa tenang tenang saja di tambah kamu pun menolak pemberian kami, rumah dan semua fasilitas".

"menikmati punya sendiri, itu adalah kenikmatan yang luar biasa pak? maaf sekali lagi". ayla merasa tidak enak.

"jangan merasa dirimu tidak enak karna menolak, kami semua menerima jadi tidak perlu merasa tidak enak".

Ayla menyungging senyum tipis.

"baiklah pak? kalau begitu saya pamit dulu"

"baiklah, bibi akan mengantarmu sampai pintu"

"terima kasih pak?! ". ujar ayla sebelum melangkah ke pintu meninggalkan pak khaled yang sedang senyam senyum dengan benda kcil di tangannya.

Ayla menghela nafas lega begitu keluar dari rumah khaled dan sekarang ia sudah sampai di depan mobilnya.

"benar benar melelahkan, aku butuh istirahat badan...dan juga otakku".

Ayla memasuki mobilnya lalu keluar dari pelataran rumah Al-khaled.

💓💓💓

Dirumah deniz.

Deniz keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dan menyegarkan tubuhnya kembali dengan rambutnya yang masih basah di tambah handuk yang masih melilit di pinggangnya menampakkan otot otot dadanya yang bidang impian setiap wanita. siapa saja yang melihat seorang deniz maka pantas saja akan di akui kalau banyak wanita yang tergila gila padanya salah satunya ayla. ketampanan deniz melelehkan setiap hati wanita di tambah jika mereka melihat kedua manik mata deniz yang berwarna abu abu sangat cocok dengan kulitnya yang putih dan sedikit jambang halus mengitari pipinya hingga sampai dagu. Jika selain di rumah maka deniz memilih untuk memakai soflen mata berwarna hitam layaknya pada umumnya karna ia tidak suka menarik perhatian wanita di tambah istrinya akan cemburu besar. namun meski begitu banyak juga wanita yang berusaha mendekatinya salah satunya adalah...wanita yang sekarang, yang selalu membuat amarahnya naik. ayla.

Ia ingat siapa wanita itu ayla. wanita yang menabraknya hingga membuat handphone pemberian ceyda untuknya rusak. siapapun bukan saja wanita itu jika sudah merusak barang yang sangat berharga baginya maka dia harus siap menerima amarahnya. ia ingat saat itu meminta hpnya utuh kembali tanpa harus membeli yang baru meski ia tahu itu tidak mungkin meski pun bisa namun tidak akan sama lagi tapi entah kenapa saat itu ia mau menyudutkan wanita itu supaya berhati hati jika lain kali meski ia tahu mungkin mereka tidak akan bertemu lagi dengannya tapi entah kenapa saat itu ia mau menyudutkannya. beberapa hari setelahnya hpnya selesai, ia tidak memeriksanya langsung tapi saat sampai di rumah ia memeriksanya dengan teliti dan satu kesalahan besar yang wanita itu lakukan. dia pikir dirinya tidak akan tahu kalau hpnya bukan hp yang sama lagi melainkan hp baru yang sudah di nodifikasikan tentu saja ia marah besar namun percuma ia tidak bisa mejumpai wanita itu lagi. akhirnya ia membuang hp tersebut dengan memberikannya ke bibi pembatu di rumah katanya dia akan memberikan ke anaknya yang ada di kampung. itu bukan urusannya juga. ia memberikannya ke bibi setelah memindahkan semua keperluannya ke hp yang baru yang persis seperti ceyda beli bahkan warna.

Beberapa hari setelahnya ia melihat lagi wanita tersebut dengan satu anak kecil ia sangat yakin itu bukan anaknya dan dari pembicaraan mama anak kecil tersebut dengan wanita itu ia bisa menyimpulkan wanita tersebut menemani anak kecil ini yang tidak mau cabut gigi.

Ia sempat menatap tajam ayla dan entah kenapa ketika melihat wajahnya selalu membuatnya marah mungkin karna gara gara hp yang dia jatuhkan namun se enak jidatnya dia menukar dan ia selalu ingin bertanya, kemana wanita ini sudah membawa handphone ceyda. namun ia memilih untuk melupakan dan tidak mempermasalahkan lagi namun di saat ia memaafkan, ayla terus muncul seperti penguntit baginya saat ia berada di rumah sakit. ia bisa merasakan ketika ia masuk rumah sakit, ada orangmemperhatikannya lalu di ikuti hingga ia sampai di pintu ruangannya.

Awalnya ia membiarkan namun lama kelamaan seperti sudah menjadi sarapan sehari harinya wanita tersebut. satu bisa ia simpulkan saat itu, wanita itu sangat menyukainya atau fans gilanya. membuatnya ngeri saat itu. dan semakin membuatnya marah saat wanita itu menawari dirinya untuk jadi rahim pengganti dan ia semakin yakin, kalau wanita ini tergila gila padanya dan itu salah satu caranya agar bisa mendapatkannya. namun seperti yang ia katakan wanita itu hanya akan berkhayal saja.

Suara getaran hp di atas meja rias ceyda sontak membuat kepala deniz berputar melihat ke arah sana.

Deniz melangkah ke sana lalu meraih benda pipih tersebut yang tidak lain milik dirinya sendiri.

"Assalamu'alaikum, dengan siapa ini?! ". tanya deniz begitu menjawab telpon karna ia melihat no yang tidak tersimpan di hpnya.

"oh syukurlah kamu menjawab, wa'alaikum salam, aku kira kamu sudah tidur"

Deniz menyatukan alisnya namun sedetik kemudian matanya terbuka lebar dan dia tertawa kecil.

"refat? ini kau...?".

"ya, ini aku, alhamdulillah kamu masih mengenali suaraku sobat...?". jawab suara dari sebrang telpon.

Deniz tertawa kecil.

"dimana kamu sekarang?! "

"lupakan itu dulu, ada yang mau aku bicarakan"

Deniz menyatukan alisnya. 'tampaknya dia serius'

"ada masalah...?".

"bukan masalah hanya...gini saja, apa kamu sedang mau tidur...?".

Deniz sontak melihat ceyda yang sudah tertidur lelap.

"aku baru pulang kerja dan habis selesai mandi dan ya, mau tidur! ada lagi? "

"jika aku menganggu maka akan aku tutup dan kita bicarakan besok, selamat istirahat saja"

"tidak tidak tidak, sepertinya sangat penting katakan" deniz memelankan suaranya agar tidak membangunkan istrinya.

"baiklah jika kamu mau tapi aku sarankan kamu keluar dari sana dan cari tempat aman"

Alis deniz menyatu. "memang ada yang tidak bisa di dengar istriku?!"

"aku hanya menyarankan"

"tidak ada yang tidak bisa di dengar oleh istriku refat? katakan" deniz yang berkata kejam dan tajam.

"baiklah, aku sudah memberimu saran, langsung saja! tadi aku melihatnya...di sini di rumah sakit di sini".

Deniz lagi lagi menyatukan alisnya. ia sama sekali tidak mengerti.

"di sini? memang kamu di mana sekarang?...tunggu siapa dia...sepertinya kamu serius banget! "

Terdengar helaan nafas dari sebrang.

"aku di sini sekarang di turki kakakku melahirkan di sini, ceritanya panjang dan besok saja jika kita ketamuan tapi aku hanya menelpon sebentar hanya mau kasih tahu itu siapa tahu kamu masih mencarinya meski sudah beristri, seperti yang kamu bilang kamu hanya perlu melihatnya sekali saja...".

Nafas deniz mendadak berhenti di sertai degupan jantungnya yang berdegup sedangkan tangannya sudah gemetaran.

"tunggu...maksud kamu...dia...? dia di sini? di rumah sakit...di sini...?".

"....iya, namun aku kehilangannya, aku tidak tahu lagi, aku hanya menelpon mengabari itu aja"

"dimana? kapan?! "

"tadi, barusan di lobby rumah sakit kamu, aku masuk dia keluar"

Tubuh deniz terasa lemas semua, ia memegang meja rias ceyda agar dirinya tidak jatuh ke lantai.

Ia tidak tahu, ia harus senangkah atau susahkah. tapi dia....

1
Hana Marlhiena
Luar biasa
Nizwaalifa woo
sdah smpai bab 20 tp masih pusing nyatuin alurnya
@hana017
Sequel Rahim Pengganti versi Reyyan Ferdinand sudah saya keluarkan ya. Judul novelnya."Pewaris Kerajaan". Dukungan, koment dan like di harapkan☺️☺️☺️
Ros Miyati: sis kata kata cinta gk dilanjutkan ya, bagus lho sis ceritaya
total 1 replies
@hana017
terimakasih
Liana Simon
ceritanya menarik Thor
@hana017
Cerita Reyyan sudah saya keluarkan ya. Aku berharap semua suka, akan ada rahasia rahasia kelam dari Reyyan Ferdinand. Nantikan ya...
Nuraini Aini
penuh teka teki membingungkan. katanya dia cinta mati sm ceyda tp cinta matinya jg sm beysza alias ayla
Nuraini Aini
sama aku jg bingung semuanya pd bingung😄
Nuraini Aini
apa ayla sdh g perawan lg waktu pertama berhubungan bdn sm deniz krn deniz s4lalu mangatai ayla jalang
Nuraini Aini
aku pikir cm aku saja yg krg memahami ceritanya disini hampir semuanya g paham
Nuraini Aini
ceritxnys krg seru tau" udh selesai aja hubungan bdnnya
Nuraini Aini
sebenarnya ceritanya bgs tp penulisannya agak susah dipahami atau aku yg lola ya🤔
Aisyah
salam kenal 🤗🤗🤗🤗
Sabarina Sitepu
walau akhirnya dpt reader pahami, krn ternyata deniz bersandiwara. meskipun bersandiwara masih ada bbrp bagian yg kurang nyambung. Tapi author sdh berhasil membuat reader berfikir keras karena banyaknya slot2 yg misterius, seru, terus berkreasi dan mengembangkan diri, semoga kedepan semakin okey
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Sabarina Sitepu
ceritamu agak beda dgn karya penulis lainnya, mungkin krn author tdk buat dialog prov deniz, jadi reader tdk mengetahui isi hari deniz, sehingga saat ada flash back banyak reader termasuk saya protes krn terkesan tdk nyambung dgn cerita awal, walau akhirnya bisa eeader
Sabarina Sitepu
kalo anna dan baby nya meninggal, lalu si Rayyan dari mana asalnya ya? apa kek ferdinand nikah lagi?
Sabarina Sitepu
flashbacknya jadi merusak ceritamu yg sdh sangat bagus thor, ada ketidak sesuaian alur cerita jadinya, terkesan author memihak dan memaksakan karakter deniz, terkesan memihak ke deniz, kita reader yg terus mengikuti ceritamu sedikit terganggu thor, semoga author lebih kreatif dan jujur akan tulisannya sendiri,
Samiran Indra
Ra faham AQ sampek tak baca keatas tak ulang2 . sebenarnya kisah nya menarik cuma rada bingung alurnya
nrycdv
gue tau ya novel tuh tempatnya untuk halu tp ini cerita yg bener bener isinya dengan kebohongan, sangat mengada ngada, gila sih gak ngerti dengan jalan pikiran si penulisnya
nrycdv
ini ceritanya mengada ngada deh, kalo emang tau dari awal gak mungkin dia nyakitin ayla bukanya dia cinta bgt sama ayla bahkan deniz memperlakukan ayla seperti binatang kalo sedang bercinta, berucap kasar, tak menghargai, bahkan membenci rasanya gak mungkin orang berfikiran itu akting, akting yg mana sampe sekejam itu gak logis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!