kisah perjuangan cinta.
kisah cinta tentang seorang gadis bernama siska dwi angraini yang mengalami trauma semasa kecil yang membenci orang kaya. Akhirnya iya bertemu dengan parel dwi david sasendri yang menabraknya dihari perkenalan kampus. Parel adalah CEO muda dari beberapa perusahaan besar yang pasti kaya dan tampan. Namun parel menutupi statusnya dari kecil.
Parel mulai mencintai siska. Tapi dia tidak bisa mengatakan kejujuran karena tau trauma siska. Namun tidak mungkin dia terus berbohong. Masalah kemudian terjadi semenjak siska tau status parel.
apakah bisa parel membantu siska menyembuhkan traumanya dan hidup bahagia selamannya?
Parel dwi david sasendri
Jika kamu menjauh aku akan mendekat. Aku tidak akan pernah menyerah. Karena cinta butuh perjuangan.
Jika kamu memulai maka kamu yang harus mengakhirnya
Siska dwi anggraini
Aku tidak pernah membenci dirimu yang ku benci adalah satusmu.
I love you, but i hate you status.
Tapi rasa cintaku padamu lebih besar dari rasa benciku pada statusmu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Pagi hari.
" Fit, liat kak Siska engga? Kok dia belum masak nasi goreng? " tanya Erika kepada Fitri.
"Masih tidur mungkin. Capek" jawab fitri santai.
"Engga biasannya kakak kamu belum bangun...Apa dia engga sholat?"
" Fitri, ngga tau mah" jawab Fitri sambil bersiap-siap dengan pakaian sekolahnya.
"Mah, Siska mana?" Tanya Rina pada Erika.
"Lah belum bangun, kan?"
" Engga ada tuh di kamar. Tadi mba dari sana mah"
" Loh kemana dia? Biasanya dia udah masak nasi goreng sama ngehidupin mesin cuci" kata Erika khawatir.
"Mungkin di halaman, kan kakakku yang satu itu suka banget sama bunga" jawab Fitri.
" Engga ada dek. mba juga udah dari halaman."
" Lari pagi kali, mba" kata Fitri lagi
" Engga mungkin. Kakak kamu kalau pergi selalu izin, beli sayur sama mbo ayu di depan aja izin" balas Erika.
"Coba mba telpon deh." Kata Rina dan menelpon Siska dan telponnya tidak diangkat.
"Ngga aktif mah" kata Rina hawatir.
" Coba cari di rumah mba siti. mungkin" jelas Fitri
"Kamu sekolah aja fit. Biar mba lihat di rumah mba Siti" suruh Rina.
Sudah sampai siang Siska tak juga kunjung pulang. Rina sudah menghubungi berkali-kali tapi hpnya tidak juga aktif. Bahkan Rina sudah menelpon semua teman siska dari SD, SMP, SMA. namun tak ada yang tau keberadaan Siska.
Rangga dan Fitri sudah kerumah tetangga-tetangga namun tidak ditemukan.
"Apa dia pergi ke kampus? Mungkin ada masalah mendadak" kata Rangga yang benar-benar khawatir keberadaan anaknya tersebut.
"Oh ya aku telpon Resti deh, Pah" kata Rina dan menelpon Resti.
" Hallo Assalamailaikum" salam Rina setelah Resti menggakatnya.
" Waalaikum salam. Dengan siapa ya?" Tanya Resti karena di hpnya nomor tidak ada nama.
" Res, ini mba Rina kakaknya Siska" jelas Rina
"Iya, ada apa ya mba?"
"Res, Siska ke kampus atau sama kamu engga?" Tanya Rina.
" Engga tuh mba. Bukan nya dia pulang kampung?"
" Iya, tapi ini dari pagi engga tau orangnya kemana? dek bisa mba minta tolong coba kamu ke kosan siska dia ada engga" pinta Rina.
"Baik mba. "
" Dek kalau ada ,sms mba, kalau tau siska dimana sms mba juga ya?" pinta Rina.
" Baik mba" Jawab Resti
" Assalamualaikum" Salam Rina dan mematikan telpon.
Sore hari.
Resti sms
"Siska tidak ada di kosaan, mba. bahkan teman kosannya tidak melihatnya datang, dari 3 hari yang lalu."
Rina sms
" Ok dek. Kalau ada perkembangan kasih tau mba, ya"
Resti sms
" Ok. Mba. Kalau Siska udah ketemu sms aku juga mba. Aku juga khawatir, mba"
Rina sms
"Ok"
" Di kampus juga engga ada. Kemana adek kamu Rin?" Tanya Erika sambil menangis karena khawatir.
"Tenang mah. Siska pasti baik-baik saja" kata Rina dan memeluk untuk memenangkan ibunya. Sedangkan sebenarnya dia juga gelisah karena adiknya pernah hampir bunuh diri dia takut itu akan terulang kembali.
" Parel, Rin Parel" kata Erika membuat Rina membelalak.
" Iya Parel, Mi. Mungkin dia tau keberadaan Siska."
Rina pun menelpon Parel.
Parel yang sibuk dengan berkas di kejutkan dengan telpon. Tertulis nama kakak ipar Rina
"Assalamualaikum" salam Rina setelah Parel mengangkat telpon
" Waalaikum salam. Mba ada apa ya?" Tanya Parel binggung karena suara nya Rina parau tanda habis menangis.
" Tuan eh dek kamu tau Siska dimana? " tanya Rina membuat Parel kaget.
" Engga mba. Saya di kantor. Emang siska kemana?" Tanya Parel kembali.
" Parel, Siska hilang, dek. Dari pagi dia engga ada kabar, hpnya mati. Mba udah ngehubungin semua temanya dari sd-kuliah. Tapi engga ada yang tau dia kemana" jelas Rina sambil menangis.
"Tenang mba. Parel kesana."
Parel menutup telpon dan menelpon pak Andri untuk menghendel semua kerjaan karena mau mencari Siska yang hilang.
Setelah itu Parel keluar kantor sambil berlari tidak peduli para karyawan melihatnya.
Parel mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak memperdulikan keselamatannya. Hampir beberapa kali Parel menabrak pengendara lain.
Lampu merah di terabas begitu saja. Dipikiran parel hanya Siska. Dimana Siska? Apa dia-dia baik saja? Pikirannya sungguh tak karuan.
" Kumohon jangan kau tinggalkan aku.. kumohon, Sis. Aku hanya butuh dirimu, jadi tetap di sisiku. Setelah itu, aku sudah tidak membutuhkan yang lain " ucap Parel lirih.
Terima kasih yang udah mau baca cerita saya. Masih banyak tipo maaf yaa hehehehe....
kok Siska mau jd istri ke 2 kn Dy sma aj kayak jd pelakor
prov sharusnya pov
and sharusnya end
parel ap gk sharusnya farel y?