NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Kacamata Tebal dan Panggilan Sayang

Dunia perkuliahan memang penuh dengan kejutan yang terkadang di luar nalar. Jika Achell sedang menghadapi pesona Liam si bintang fakultas kedokteran, maka Sophie memiliki dunianya sendiri yang tak kalah ajaib di fakultas desain. Di sana, ada seorang pria bernama Dave, teman seangkatan Sophie yang memiliki kegigihan setebal kacamata minus sebelas yang bertengger di hidungnya.

​Siang itu, di area taman universitas yang sedang ramai, Dave tiba-tiba muncul di hadapan mereka bertiga. Matanya yang tampak sangat besar di balik lensa kacamata yang super tebal itu berkilat penuh semangat.

​"Sophie! My baby! Akhirnya aku menemukanmu!" teriak Dave sambil berlari kecil, membuat kacamatanya sedikit melorot ke ujung hidung.

​Uhukk!

​Julian yang sedang asyik meminum jus jeruknya langsung tersedak hebat. Ia terbatuk-batuk sambil memukul dadanya sendiri, wajahnya memerah antara ingin napas atau ingin tertawa. Achell pun tak kalah terkejut ia menutup mulutnya dengan tangan, berusaha keras menjaga sopan santun agar tidak tertawa meledak di depan Dave yang malang.

​"Dave! Berhenti memanggilku begitu atau aku akan menjahit mulutmu dengan mesin jahit di lab!" bentak Sophie dengan wajah merah padam karena malu.

​Dave berhenti tepat di depan Sophie, mengatur napasnya yang tersengal. "Tapi Sophie, aku sudah membuatkanmu sketsa gaun pengantin. Ini... ini adalah simbol cintaku yang tulus padamu."

​Julian meletakkan gelas jusnya, ia menatap Dave dengan tatapan geli yang tak tertahankan. "Dave, sobat... jujur saja, dengan kacamata setebal itu, apakah kau yakin itu sketsa gaun? Jangan-jangan kau salah gambar jadi tenda sirkus?"

​"Diam kau, Julian! Kau tidak mengerti seni!" balas Dave sok berani, meski ia harus berkali-kali membetulkan letak kacamatanya agar tidak jatuh.

​"Sophie, kumohon," lanjut Dave sambil berlutut satu kaki, mengabaikan tatapan mahasiswa lain. "Terimalah bunga matahari ini. Seperti bunga ini yang selalu mengikuti matahari, aku pun akan selalu mengikuti langkahmu."

​Sophie memijat pelipisnya. Ia benar-benar merasa ingin menghilang ke dasar bumi. "Dave, dengar ya. Aku sudah bilang berkali-kali. Kau bukan tipeku. Aku suka pria yang... yang... ah pokoknya bukan kau! Berhenti mengejarku!"

​Julian yang merasa situasi ini sudah terlalu konyol untuk ditonton, mulai beranjak dari bangkunya. "Oke, sepertinya urusan asmara 'internasional' ini terlalu berat bagiku. Achell, ayo kita pergi ke perpustakaan saja sebelum telinga kita kena polusi panggilan baby lagi."

​Namun, saat Julian baru melangkah dua senti, Sophie dengan sigap menarik kerah baju belakang Julian.

​"Mau ke mana kau, pengecut?!" desis Sophie dengan gigi terkatup. "Jangan tinggalkan aku sendiri menghadapi si kacamata ini! Kau harus membantuku!"

​Julian tertawa geli, ia benar-benar menikmati penderitaan Sophie. "Bantu apa? Aku bukan ahli urusan cinta beda kacamata, Soph. Lagipula, panggilan baby itu sangat cocok untukmu. Bukankah kau memang berisik seperti bayi yang minta susu?"

​"Julian! Kau benar-benar minta dibunuh ya?!" jerit Sophie.

​Achell yang sejak tadi hanya menonton, akhirnya angkat bicara dengan lembut. "Dave, maaf ya. Sophie sepertinya sedang sangat sibuk dengan tugas desainnya. Mungkin sebaiknya kau memberinya ruang."

​Dave menatap Achell, lalu kembali menatap Sophie dengan tatapan memelas. "Baiklah, my baby... aku akan pergi sekarang. Tapi ingat, cintaku padamu tidak terbatas, bahkan melebihi minus kacamataku!"

​Setelah Dave pergi dengan langkah yang sedikit sempoyongan—mungkin karena lensanya terlalu berat—Sophie langsung merosot ke bangku taman dengan wajah lesu.

​"Kenapa hidupku penuh dengan pria aneh?" keluh Sophie.

​Julian menyeringai lebar, ia duduk kembali dan menatap Sophie dengan ekspresi mengejek. "Yah, setidaknya dia tulus, Soph. Daripada Tuan Edward di London yang penuh rahasia dan gengsi, Dave setidaknya jujur dengan panggilannya. Mau kupanggil baby juga?"

​"Sekali lagi kau bicara, aku akan melempar sepatu hak tinggiku ke kepalamu, Julian!" ancam Sophie yang langsung membuat Julian dan Achell tertawa lepas.

​Di tengah tawa itu, Achell kembali merasa bersyukur. Di Zurich, masalah mereka hanyalah seputar panggilan konyol dan teman yang unik. Tidak ada lagi manipulasi emosional, tidak ada lagi rasa tidak berharga. Mereka bertiga, dengan segala kekonyolannya, benar-benar telah menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.

1
brawijaya Viloid
pergi yg jah chell jgn menoleh kebelakang
brawijaya Viloid
kan dh kubilang 🥺
brawijaya Viloid
ya iyalah kan paman kandungnya
brawijaya Viloid
bwner tuu
brawijaya Viloid
victor bodoh
brawijaya Viloid
bagus nii sakit bgt bcnya
brawijaya Viloid
waw
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
Ra H Fadillah: "Terima kasih banyak atas komentarnya! 💕 Kalau suka cerita ini, jangan lewatkan novel baruku ‘Breathing Without You’—kisah cinta yang retak dan penyesalan yang menyayat hati."
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
christian Defit Karamoy: siap kak jangan lupa mampir ya kak🙏
total 3 replies
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!