Vina Aulia mengalami nasib buruk yang menimpanya selama satu hari penuh, bertekad pindah keluar negeri demi kehidupan baru. Bertemunya dengan wanita bernama Gladi membuatnya tahu apa arti saudara, saudara tidak perlu harus memiliki hubungan darah namun dia yang baik pada kita pantas menjadi saudara.
Siapa yang tahu dirinya hamil hanya karena di tiduri satu malam oleh Rengga Cafanza. Rengga yang ingin meyakinkan bahwa wanita yang di tidurinya hamil anaknya atau tidak terus melakukan pencarian tanpa henti, hingga saat menemukan Vina dirinya menggunakan seribu cara untuk kembali mengambil anaknya.
" Jodoh Tuan Kejam "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Vina menatap Ian yang masuk ke dalam mobilnya lalu pergi, baru kali ini dirinya bertemu pria yang benar-benar baik menolongnya tanpa meminta imbalan.
Gladi yang mendapat jadwal mematai orang terdekat Rengga berjalan dari kamarnya membawa koper kecilnya, Gladi menghampiri Vina yang masih terdiam di depan pintu tanpa menyadari dirinya yang berdiri tepat di belakangnya.
"Lagi melihat apa" ucap Gladi mengejutkan Vina.
"Ehhhh, bikin kaget saja" sahut Vina sambil memegangi dadanya.
"Sudah mau pergi lagi?" tanya Vina yang melihat Gladi membawa koper kecilnya.
"Iya, kamu harus jaga diri selama aku tidak ada, kalau bisa jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan" ucap Gladi menatap Vina cemas. Gladi sebenarnya tidak ingin meninggalkan Vina dan Raka, tapi mau bagaimana lagi tugas tetaplah tugas yang harus di kerjakannya.
"Aku pergi dulu ya" sambung Gladi sambil berjalan melewati Vina.
"Berhati-hatilah" teriak Vina yang melihat Gladi memasuki mobilnya sambil tersenyum.
Vina bergegas menutup pintu rumahnya dan langsung menguncinya, dirinya tidak ingin jika Rengga atau anak buahnya kembali mencari masalah dengannya.
Di tempat berbeda. Rengga di perbolehkan keluar dari rumah sakit, Rengga yang berencana ingin mendatangi Vina meminta pertanggung jawabannya bergegas keluar ruangannya.
"Rengga" panggil seseorang yang berdiri tepat di depan ruangan Rengga.
"Kakek" sahut Rengga yang merasa terkejut melihat Kakeknya bersama Naina berdiri menghalangi jalannya.
"Kamu ceroboh sekali, sekarang kamu mau ke mana?" tanya sang Kakek sambil menatap Rengga.
"Mau pulang beristirahat di rumah" sahut Rengga.
"Kalau begitu ikut sama Kakek saja, kebetulan Kakek ingin bermalam di rumah mu" ucap Kakek Rengga yang membuat Rengga terkejut.
"Tapi kenapa, bukannya Kakek ada rumah sendiri" sahut Rengga yang merasa keberatan jika Kakeknya tinggal di rumahnya walau hanya semalam.
"Tidak ada alasan, aku hanya ingin melihat kemajuan hubungan mu dan Naina" ucap Kakek Rengga sambil berjalan pergi.
"Kakek tenang saja, hubungan kami semakin dekat kalau Kakek tidak percaya Kakek bisa melihatnya nanti malam" sahut Naina yang langsung menggandeng tangan Rengga sambil tersenyum licik.
"Kalau begitu kamu juga bermalam saja di rumah Rengga, aku jadi tidak sabar ingin melihat kedekatan kalian" ucap Kakek Rengga.
Sang Kakek sebelum sampai di rumah sakit sudah membuat perjanjian dengan Naina, karena bujukan Naina sang Kakek yang luluh terpaksa mengikuti kemauan calon istri cucunya itu.
Akhirnya, dengan begini Rengga tidak akan mendapat kesempatan meminta ku pergi. Malam ini akan ku jadikan malam terindah untuk ku dan Rengga" dalam hati Naina yang merasa sangat puas.
Sepanjang perjalanan Rengga terlihat tidak senang, Sang Kekek tidak hanya meminta seorang wanita untuk mengganggu hari-harinya, bahkan sekarang Kakeknya terang-terangan ingin memaksanya agar lebih dekat dengan wanita yang tidak di sukainya itu.
"Di rumah tidak ada yang masak kalau mau makan bikin sendiri" ucap Rengga yang sengaja berkata seperti itu agar sang Kakek tidak betah di rumahnya.
"Tidak masalah, aku dan Naina sudah makan" sahut sang Kakek yang membuat Rengga semakin tidak senang.
"Kalau begitu anggap seperti rumah sendiri, aku mau masuk ke kamar" ucap Rengga sambil berjalan pergi meninggalkan Kakeknya dan Naina.
Sang Kakek yang melihat Rengga telah masuk ke kamarnya langsung meminta Naina mendekatinya, setelah berbisik beberapa kata di telinga Naina sang Kakek langsung tersenyum sambil berjalan memasuki salah satu kamar kosong di rumah Rengga.
Naina tersenyum licik sambil berjalan ke arah kamar Rengga, Naina yang berdiri tepat di kamar Rengga langsung menyemprotkan sesuatu ke bajunya.
Sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku sepenuhnya" dalam hati Naina.
Tok tok tok, tok tok tok...
Naina mengetuk pintu kamar Rengga sambil memperbaiki bajunya, setelah mendengar suara pintu terbuka Naina bergegas masuk ke dalam kamar Rengga.
"Apa yang kamu lakukan, keluar dari kamar ku" ucap Rengga dengan nada tinggi.
"Kakek yang meminta ku ke kamar mu, Kakek bilang dia ingin kita segera memberikannya cicit" sahut Naina santai seperti tanpa beban.
"Jangan bermimpi, keluar" teriak Rengga.
"Jangan terlalu kejam padaku, hubungan kita sudah berjalan lama tapi kenapa kamu bahkan tidak mau menyentuh ku" sahut Naina yang langsung memeluk Rengga.
"Apa aku kurang cantik, apa tubuhku kurang seksi" sambung Naina sambil mencium pipi Rengga.
Rengga yang mendengar perkataan Naina di tambah mencium bau perangsang di baju Naina hampir hilang kendali, Rengga yang terpancing tanpa sadar langsung mencium bibir Naina.
"Emmmm, Rengga" ucap Naina merasa puas rencananya berhasil.
"Tunggu apa yang aku lakukan" Rengga yang tersadar langsung mendorong Naina.
"Apa yang kamu perbuat, kamu berani bermain-main dengan ku" ucap Rengga yang tanpa sadar langsung mencekik leher Naina.
"Reng ga lepas kan" sahut Naina terbata-bata.
"Lain kali jangan bermain-main denganku, aku tidak akan segan untuk membunuh mu. Sekarang pergilah" ucap Rengga yang langsung melepaskan cekikannya lalu mendorong Naina keluar kamarnya.
Naina berlari menjauhi kamar Rengga, Naina tidak menyangka Rengga ternyata sangat kejam tidak perduli pada siapapun termasuk dirinya.
Haaaaah, haaaah, haaaaah...
Nafas Rengga masih tidak beraturan karena pengaruh parfum yang di gunakan Naina, Rengga yang sudah tidak bisa menahannya bergegas pergi meninggalkan rumahnya.
Tok tok tok...
Suara pintu di ketuk membuat Vina terkejut, Vina menatap jam di dinding yang baru menunjukan pukul 19:30, Vina yang berpikir tidak mungkin Rengga datang di jam segitu langsung beranjak membuka pintunya.
Braaaaaaaaak...
Pintu yang baru terbuka sedikit langsung di dorong Rengga.
Vina menatap Rengga sambil berjalan mundur, Vina tidak menyangka yang di takutinya akhirnya datang dan bodohnya dia malah membukakan pintu.
opo aq kurang seksi mas