NovelToon NovelToon
THE STOICE HEROINE

THE STOICE HEROINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:679
Nilai: 5
Nama Author: Putri Ayu Ningrum

Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.

Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.

Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.

Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ban 18. Berusaha Tenang

Felicya yang sudah di dalam mobil GrabCar pandangannya kosong ke arah jendela. Ia sudah berat menghadapi kejadian di teror. Namun, ia harus menghadapi kenyataan pahit. Ia harus mendengar suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Hatinya bagaikan pecahan kaca saat ini. Ia ingin memeluk ibunya. Namun, ia sadar tidak mungkin menceritakan kelakuan suaminya dihadapan ibunya yang sudah tua, ia tidak ingin ibunya kepikiran. Felicya hanya bisa menyimpannya sendirian dan dia hanya sekarang membutuhkan Allah. Dia tidak sabar ingin mengadu di shalatnya, tentang perasaannya hari ini.

Felicya yang sedang berkecamuk dalam pikirannya. Ia memejamkan matanya. Ingin tenang sebelum ia bertemu dengan ibunya di rumah sakit, Felicya tertidur sebentar di dalam mobil GrabCar

"Hari ini melelahkan dan membuatku merasa sesak, aku ingin tidur sebelum tiba di rumah sakit," gumamnya.

...****************...

Galang yang sudah selesai melakukan aktivitas tadi. Ia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lega. Ia memang hari ini pikirannya rumit, ia juga tidak ingin melampiaskan pada istrinya. Karena ia tahu istrinya sedang lelah. Pasti akan menolaknya malam ini, terlebih lagi Felicya harus menjaga ibunya sendiri. Saat Galang keluar dari kamar mandi. Ia tidak melihat istrinya di dalam kamar, lalu Galang bergegas memakai pakaian yang lengkap. Dia turun ke ruang kamar ibu mertuanya. Galang memanggil Felicya dari luar pintu. "Sayang.. kamu udah selesai mengemaskan pakaian bunda," panggilnya. Namun, tidak ada sautan dari istrinya. Ia membuka pintu kamar ibunya. Di dalam tidak ada Felicya. Lalu Galang mencoba ke arah kamar mandi. Namun, tetap nihil istrinya tidak ada di sana. "Dimana Felicya? apa dia sudah balik kerumah sakit yah? tapi kenapa gak berpamitan padaku," gumamnya. Galang mencoba menelepon istrinya.

1 menit

2 menit

3 menit

Namun, Felicya tidak mengangkat teleponnya sama sekali. Galang mulai merasa khawatir dengan Felicya yang mulai berani mengabaikan dirinya. Biasanya Felicya tidak ingin Galang mengkhawatirkannya. Felicya yang selalu duluan mengabari dirinya. Namun, malam ini Felicya membuat dirinya gelisah dan memikirkannya.

Galang mencoba mengirim chat padanya.

"Sayang kamu sudah di jalan ke rumah sakit?"

Pesan terkirim. Galang menunggu jawaban dari istrinya. Ia keluar kamar, duduk di sofa.

lima menit Galang di ruang tamu. Namun, istrinya belum sama sekali membalasnya. Galang baru ter ingat hari ini Felicya juga ikut mengambil baju untuk menginap. Galang mencoba ke kamarnya kembali check baju Felicya masih ada di dalam lemari atau tidak.

Saat Galang sudah di kamar. Ia membuka lemari. Ternyata benar pakaian Felicya tinggal sedikit di dalam lemari. Ia baru kepikiran, jika Felicya tadi di dalam kamar dan Galang berpikir istrinya mendengar suaranya saat di dalam kamar mandi.

"Wah jangan-jangan Felicya tadi mendengar aktivitas suaraku di dalam kamar mandi, makanya dia langsung pergi dan gak berpamitan sama aku," gumamnya.

Galang malam ini merasa gelisah, bahkan untuk memejamkan matapun ia merasa pusing. Kepalanya seperti ingin meledak.

"Ah sialan, hari ini aku apes banget, sudah di teror. Sekarang kayaknya Felicya mendengar suaraku tadi. Sialan... Sialan," gumam Galang frustasi. Lalu galang melempar bantal kebawah lantai dan menjambak rambutnya.

"Kenapa lo harus teledor sih Lang, kalau sudah begini, gue mau ngomong apa ke Felicya, kalau dia benar mendengar suara gue tadi. Pasti Felicya bisa jijik sama gue, baj*****n " gerutunya kasar.

...****************...

Felicya yang sudah sampai di rumah sakit. Ia langsung membayar cash kepada supir GrabCarnya.

"Ini pak uangnya, kembaliannya untuk bapak saja," ujarnya memberi uang 100 ribu. Sedangkan tarif Grabcar kerumah sakit hanya 33 ribu

"Terimakasih yah mbak. Semoga rezeki mbak lancar dan lekas sembuh," ucap supirnya senang di beri uang besar.

"Iya pak sama-sama."

Felicya pun turun dari mobil. Ia melangkah ke dalam dan menuju ke lift lantai 2. Saat sampai di lift. Ia mengingat kejadian suaminya di dalam kamar mandi, ia masih tidak menyangka suaminya bisa setega itu padanya. Felicya yang selalu menganggap suaminya ada sisi perhatiannya dan penyayang. Ternyata di buat kecewa malam ini. Felicya badannya meringkuk di dalam lift.

Seketika pintu lift terbuka. Pandangannya tak sengaja melihat, dokter yang periksa ibunya ingin masuk ke dalam lift. Felicya sigap untuk berdiri lagi. Felicya menyenderkan tubuhnya di pojok. Dokter yang melihat Felicya seperti orang sedang putus asa

Dokter itu pun bertanya padanya. "Mbak anak ibu yang di kamar 132 yah?" Felicya yang di ajak ngobrol oleh dokter. Ia menjawabnya. "Ia dok saya anak dari kamar 132, maaf yah dok kalau saya bikin dokter sedikit risih di dalam lift," ucap Felicya ngerasa tidak enak dengan dokter paru-paru.

"Iya mbak. Santai saja saya tidak merasa risih, justru saya kasihan sama mbak, kayaknya mbak terlihat seperti banyak pikiran. Mbak mikirin kondisi ibu Mbak yah?" tanyanya.

"Iya dok saya memikirkan kondisi ibu saya dan sedikit lelah juga saya dok."

"Oh seperti itu. Yasudah mbak jangan banyak pikiran, nanti selesai saya Chek kondisi ibu Mbak malam ini, mbak tidur saja di samping yang ada bed kosongnya."

"Memang boleh yah dok? bukannya itu untuk pasien saja?" tanya Felicya sedikit penasaran.

"Boleh saja Mbak, lagipula rumah sakit ini milik saya kok," ucap dokternya dengan senyum ramah.

"Oh saya baru tau dokter pemilik rumah sakit ini." Ucap Felicya antusias mendengarnya.

Lift sudah berbunyi di lantai 5. Felicya dan dokter jalan berbarangan. Felicya merasa tidak enak berjalan bersama dengan laki-laki yang bukan mahromnya. Ia hanya menundukan kepalanya.

Dokter yang melihat Felicya menjaga pandangan seperti itu. Dokternya menghargai sikap Felicya. Ia mewajarkan Felicya menjaga marwahnya sebagai perempuan.

...****************...

Kembali dengan Galang yang tidurnya tidak nyenyak karena memikirkan istrinya Felicya.

Galang tidur berputar searah jarum jam. Ia tidur tidak rapih dan Gelisah. Di sana terlihat Galang yang sedang merancau memanggil istrinya Felicya.

"Sayang. kamu jangan marah dulu, dengarkan penjelaskan aku. Sayang...." racauannya sangat keras. Galang mengeluarkan keringat dingin dan tubuhnya mulai panas. Ia merasa malam ini dia demam, tambah lagi memikirkan Felicya.

Galang meracau di dalam mimpinya ia terus-terusan meminta maaf pada istrinya.

"Fel maafkan aku. kalau seandainya benar kamu dengar, aku sangat berharap kamu gak marah denganku," gumam Galang yang masih terbawa di dalam mimpi tersirat di raut wajahnya merasa ada penyesalan. Ia tahu bahwa dirinya memang bukan suami yang baik dan saleh, tapi dengan seperti ini. Ia merasa tidak tenang hingga tidurnya pun terus-menerus meracau meminta maaf pada istrinya, di dalam hatinya ia tidak ingin jika suatu saat ia akan di tinggalkan oleh Felicya istrinya yang penurut dan penyabar.

...****************...

Kembali dengan Felicya.

Felicya yang sudah di depan pintu kamar rawat inap ibunya. Ia membuka gagang pintunya yang di susul oleh dokter dan perawatnya di belakang. matanya tertuju melihat ibunya masih sedang tertidur lelap. Ia melangkah pelan ke ibunya. Dokter dan perawatnya berjalan hanya di sebelah kanan ibunya.

Felicya melangka kearah kiri dekat kepala bed ibunya. ia membangunkan ibunya dengan membisik di telinga. "Ibun bangun, waktunya untuk Check kondisi ibun." Ibunya mendengar suara anaknya yang membisikinya. Langsung membuka matanya perlahan dan terbangun dari tidurnya. Lalu ibunya berusaha menyenderkan diri ke tiang bednya sedikit susah. Felicya memajukan tiang infus milik ibunya agar tidak ke tarik selang di tangan ibunya.

Felicya membantu ibunya duduk pelan-pelan memegang punggung ibunya.

Mata dokter itu terus tertuju pada felicya, pandangannya tidak lepas darinya, sikap perduli Felicya dengan ibunya. Ia merasa hangat hatinya. Entah ia merasa perempuan ini seperti bidadari surga yang sedang mengurus ibunya. Di tambah dengan pakaian syar'inya yang panjang menutupi tubuh dan kepalanya. Dokter itu memandang Felicya diam dalam kagum.

Felicya yang di tatap kagum seperti itu. Tidak menyadarinya. Namun, berbeda dengan tiga perawat yang mendampingi dokternya. satu perawat itu berdehem. "Ehemmm..." Perawat perempuan itu sengaja menggoda dokter spesialisnya yang menganggumi anak pasiennya.

Lalu perawat itu menyenggol sikut dokternya.

Dan mengangkat alisnya dua kali mengisyratkan ke dokternya.

Dokternya paham maksud perawatnya. Ia langsung memalingkan wajahnya ke kanan.

Felicya menyadari ada sikap yang aneh antara perawat dan dokternya. Ia berpikir mereka berpacaran dan perawat perempuan itu cemburu dengannya. Lalu Felicya mencoba berbicara.

"Maaf yah sus, saya gak bermaksud godain pacar suster. Saya gak tahu kalau dokter Andri pacar suster," jawab nya merasa bersalah.

Dokter yang mendengar dirinya berpacaran dengan susternya. tertawa. " Ahaha... gak saya dengan perawat saya gak berpacaran, perawat saya juga sudah punya suami, saya masih single Mbak," jawab dokternya dengan menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal.

Namun, Felicya tidak sadar bahwa dokternya mengakui dirinya single agar tidak canggung padanya.

Ibunya Felicya dari tadi melihat mata dokternya sedikit berbeda memandang anaknya. Ia melihat dokternya menganggumi anaknya secara diam-diam. Lalu ibu Felicya ikut menyahut. "Oh dokter single, tapi anak saya sudah punya suami," ucap Ibunya.

Dokter yang tersontak kaget baru tahu bahwa Felicya sudah menikah. Apalagi respon ibunya seperti menyangkanya dokter sedang cari perhatian pada Felicya.

Akankah dokternya tetap mengagumi Felicya sebatas kagum saja, atau timbul rasa pada Felicya?

Hanya tuhan dan dir dokternya yang tahu.

1
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
Putri Ayu: Okey ka nanti aku coba yah pas di bab selanjutnya
total 1 replies
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
tiwi12
suka ceritanya lnjut
Putri Ayu: Okey ka/Kiss/
total 1 replies
tiwi12
lanjut
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
ini cerita rumah tangga
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 🤣🤣🤣haha
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
emm menarik juga ni masalah percintaan🤣 Galang suka dia kah
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wkwkwkwk
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
kok masio blm update bab baru
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wih keren udh sembuh
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
🌹 jangan males nulis nya 🤣🤣 💪😄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kerennn 💪😍
total 2 replies
Putri Ayu
wa'alaikumsalam iya ka terimakasih banyak, sudah gift mawar /Kiss/ semangat juga buat jadi penulis terkenal semoga karya kaka dilirik penerbit aamiin🤲
Putri Ayu: aamiin semoga kita semua sebagai penulis bisa sukses 🤲🤲🤲🥺🥺🥺
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
assalamualaikum ka semangat ya nulis nya aku dukung dua mawar untuk kak . maaf cumn bisa gift mawar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!