NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Wang chunniang membawa Zhao Xuan berlari lurus ke arah laki-laki yang masih terus berlutut itu. Saat berlari kesana, mata jeli Zhao Xuan melihat penduduk desa hanya berdiri menonton. Tak ada satupun yang tampak berniat menolong, bahkan kepala desa jiao pun terlihat ragu-ragu berdiri disana.

Wang chunniang tidak peduli. Ia maju dan langsung menarik anak laki-laki yang sedang bersujud itu agar berdiri. Saat tangannya menyentuh lengan anak itu, ia curiga anak ini hanya tinggal kulit pembungkus tulang. Lengannya kurus sekali, sungguh mengerikan.

"Xuan'er, kamu jaga adik ini. Ibu akan membawa ibunya ke halaman rumah kita,"kata Wang chunniang seraya menyerahkan anak laki-laki itu kepada Zhao Xuan. Zhao Xuan buru-buru mengeluarkan sapu tangan untuk menyeka darah di dahi anak itu.

Namun, anak laki-laki itu sama sekali tidak peduli dengan darah yang ada di kepalanya. Bum! Ia kembali berlutut dan terus bersujud kepada Wang chunniang, "Tolong... Tolong selamatkan ibuku.. Selamatkan ibuku."

Mendengar itu Wang chunniang menoleh dan berkata dengan heran, "tentu saja akan ku selamatkan. Kamu ikut kakak ini dulu."

Namun anak laki-laki itu sama sekali tidak mengikuti Zhao Xuan. Ia menerjang ke arah wanita yang terbaring di tanah dan nyaris tak bernapas itu, lalu kembali bersujud kepada Wang chunniang.

Tepat saat Wang chunniang hendak menggendong ibu anak itu, nyonya Jiang tiba-tiba berteriak keras, "chunniang, apa kamu tidak kenal? Ini kan orang yang dulu menjual rumah itu kepada kalian."

Wang chunniang sedang terburu-buru ingin membawa orang itu pulang, mana sempat mendengarkan gosip. Tapi Zhao Xuan mendengarnya. Ia ingat hari ini nyonya Jiang pernah bercerita bahwa ayah dari anak laki-laki ini katanya menjadi pejabat cukup tinggi di militer. Seharusnya ibu dan anak ini hidup bahagia, kenapa bisa berakhir menyedihkan seperti ini?

Melihat Wang chunniang sudah menggendong ibunya dan berjalan pulang, anak laki-laki itu segera berlari mengejar. Saat itulah Zhao Xuan baru menyadari, anak ini... Tidak memakai sepatu. Kaki kecilnya penuh dengan luka berdarah.

" Chunniang, berhenti! Apa kau tahu, tindakan mu ini bisa mencelakan seluruh keluargamu." kepala desa jiao, sedari tadi diam, tiba-tiba menegur Wang chunniang. "Jiang Shisheng sudah memberi peringatan kepada tuan hakim kabupaten, siapapun yang berani menolong ibu dan anak ini, berarti melawannya! Kelak hidupnya tidak akan tenang!"

Kepala desa jiao mengira ucapan ini akan membuat Wang chunniang takut dan mundur. Tapi Wang chunniang justru tertawa mendengarnya. "hidup tidak tenang? Boleh saja, suruh dia datang mencari ku. biar kulihat seberapa besar kemampuannya."

"Kalau kau tidak sayang nyawa sendiri, apa kau tega melihat Zhao Xuan dan A Bao kehilangan nyawa? "melihat Wang chunniang hampir membawa orang itu masuk ke halaman rumahnya, kepala desa jiao berteriak panik.

Setelah teriakan kepala desa jiao itu, anak laki-laki yang mengikuti Wang chunniang sontak mencengkram erat pakaiannya sendiri.

Belum sempat Wang chunniang menjawab,sesosok tubuh gemuk kecil tiba-tiba melesat keluar dari halaman rumah keluarga Zhao. dengan suara lantang dan penuh tenaga,ia berteriak."ayah akan melindungi kami! Tidak akan membiarkan kami mati! Benar kan,ayah?"

Zhao Heng berjalan keluar sambil mengangkat tongkat penuntun jalan. Karena tidak bisa melihat,ia hanya berkata pelan," chunniang,bawa masuk dulu orangnya."

Wang chunniang tak ragu lagi,ia langsung membawa masuk wanita itu kedalam halaman.

Anak laki-laki itu hendak ikut masuk,tapi kerah belakang bajunya tiba-tiba dicengkeram oleh sebuah tangan besar.

Mendengar suara tertahan,A Bao menoleh dan melihat ayahnya sedang menjinjing kakak kecil itu. Ia berlari kecil menghampiri dan memanyunkan bibir,"ayah,kenapa kakak kecil itu di jinjing seperti itu?"

" Katakan,apa yang terjadi?"tanya Zhao Heng dengan suara dingin.

Hati dan pikiran anak laki-laki itu hanya tertuju pada ibunya yang sekarat,ia sama sekali tidak bisa mengucapkan kata-kata lain.

" Ibumu dipukuli sampai seperti itu,dan sekarang masih dipandang rendah orang. Apa kau tidak punya sesuatu yang ingin dikatakan?" Zhao Xuan keluar dari halaman,memberi minum dan sepotong kue daging pada anak itu.

Emosi anak laki-laki itu sepertinya sudah dipendam sangat lama. Cukup lama kemudian,air mata sebesar biji kacang jatuh dari matanya. Setelah Zhao Heng menurunkannya,ia perlahan berdiri. matanya yang suram menatap para penduduk desa yang menonton di sekeliling,lalu dengan suara datar tanpa emosi ia berkata,"ayahku menikah lagi dengan nyonya baru,dan ingin membunuh aku serta ibuku."

"A Bao!" terdengar teriakan Wang chunniang dari dalam halaman. A Bao langsung berlari masuk,sambil tak lupa menarik anak laki-laki itu ikut bersamanya.

Zhao Heng tidak bisa melihat ekspresi orang-orang di sekelilingnya. Ia hanya berdiri diam di sana. Menjaga rumah ini dengan caranya sendiri.

"Paman kepala desa,mereka terlalu kasihan. Punggung anak itu bahkan ada bekas luka Bakaran besi panas," kata Zhao Xuan kepada kepala desa jiao, lalu ikut masuk kedalam halaman.

Keributan di halaman rumah keluarga Zhao begitu besar, hingga Lin Xiang yang jarang keluar rumah pun ikut berlari keluar. Ia sempat mendengar sebagian percakapan tadi, lalu langsung masuk ke dapur untuk membantu memasak air.

Wang chunniang memindahkan A Bao ke samping, lalu menunjuk tumpukan tanaman obat di dalam keranjang. "A Bao, banyak umbi-umbian disini yang kamu gali. Ibu tidak tahu khasiatnya, bisakah kamu jelaskan pada ibu?"

A Bao menelungkup kan setengah badannya di atas keranjang. Ia mengambil satu dan mengendusnya, lalu mengambil yang lain dan mengendusnya lagi. Akhirnya ia memilih beberapa jenis dan menyuruh Wang chunniang merebusnya menjadi obat.

Setelah selesai membantu, A Bao melihat anak laki-laki itu masih duduk di samping ibunya. Kue di tangannya sama sekali belum disentuh. A Bao pun berlari masuk ke kamar, mengambil dendeng buatan Wang chunniang,dan mendorong nya ke hadapan anak itu.

"Siapa namamu?"saat Zhao Xuan membalut luka di kepala anak itu dengan kain, A Bao terus menyodorkan dendeng daging sambil mengomel." kakak kecil, makanlah! Kalau tidak makan, kamu tidak akan punya tenaga untuk menunggu ibumu!"

"Namaku Jiang Ting," jawab anak laki-laki itu dengan suara rendah, lalu ia benar-benar mulai memakan kue daging itu dalam diam.

Meskipun ia sangat kelaparan, cara makannya tetap rapi. Sepertinya ia di didik dengan sangat baik oleh ibunya.

Zhao Xuan membantu mengobati luka di kepalanya. Melihat itu, A Bao pun ikut membantu membalut kaki anak itu. Karena tidak memakai sepatu, kakinya sudah lecet dan luka parah.

"Adik, ini aku kasih sepatu ku untuk dipakai!" melihat Jiang Ting lebih kurus darinya, A Bao merasa dirinya pasti lebih tua, jadi spontan ia memanggilnya " Adik" bukan lagi" Kakak kecil".

Meskipun Jiang Ting sedang tidak berselera dan matanya terus tertuju pada ibunya, tentu saja ia menolak saat mendengar gadis kecil itu mau memberikan sepatunya.

"Kamu tidak mengerti, nanti kalau dia sudah mengeluarkan nya, kamu baru tahu,"kata Zhao Xuan sambil tersenyum pada Jiang Ting, memahami alasan penolakannya.

Jiang Ting bingung, sampai akhirnya ia melihat bayi gemuk itu keluar membawa sepasang sepatu berwarna abu-abu kusam.

Sebodoh-bodohnya Jiang Ting, ia tahu sepatu itu tidak terlihat seperti sepatu anak perempuan.

"Itu memang punya dia. Ini masih baru, pakai saja dengan tenang. Sepatu A Bao semuanya mirip sepatu anak laki-laki." Zhao Xuan tak tahan untuk tidak tertawa kecil.

Karena A Bao sangat lasak dan nakal, awalnya Wang chunniang membuatkan sepatu kain kecil berwarna merah muda dan kuning. tapi karena daya rusak A Bao terlalu kuat, akhirnya semua diganti dengan model sepatu anak laki-laki yang berwarna abu-abu kusam.

"Benar, ini sepatu ku kok. lihat, di kaki ku juga ada!" kata A Bao sambil mengulurkan kaki kecilnya. namun... Detik berikutnya, suasana menjadi hening.

Sepatu di kaki A Bao ternyata sudah berlubang lagi, dan satu jempol kakinya yang gemuk menyembul keluar begitu saja.

" Yah... Bolong lagi.... "

1
lin sya
aku suka karakter a bao peka trhdp tanaman dan tanah yg subur atau tdk, dan brsyukur a bao berada dkt kluarga angkat yg tulus, msih penasaran identitas a bao, 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!