"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LIMA
Pintu kamar diketuk, Aluna enggan untuk membuka matanya
Gadis itu memilih untuk bergelung dibawah selimut tebal yang begitu hangat
Semalam ia menghabiskan waktunya dengan menangis, hingga tanpa sadar ia terlelap karena lelah
Bona masuk karena tidak mendapat jawaban dari sang majikan. Gadis pelayan itu membuka tirai hingga cahaya matahari pagi memasuki kamar luas tersebut
"Lima menit lagi" Ujarnya dengan suara yang tenggelam dibawah selimut
"Nona harus bangun sekarang! Tuan Joseph telah menunggu dibawah"
Mendengar nama si kanebo, Aluna memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidur nya
Tempat yang menurutnya layaknya surga. Ia menatap Bona yang senantiasa menunduk
"Kamu bisa bicara biasa saja jika tidak ada tuan Joseph!"
"Apa nona ingin berendam?" Aluna berdecak karena pelayan pribadinya ini mengalihkan pembicaraan
"Ya, siapkan air hangat dan aromatherapy!" Karena Bona menolak untuk berteman, maka sekalian saja Aluna nikmati pelayanan bak putri raja ini
Aluna memejamkan matanya saat tubuhnya berada dalam bathtub yang berisi air hangat serta dipenuhi busa, aromaterapi yang Bona tambahkan membuat tubuhnya jauh lebih baik
"Ternyata begini rasanya jadi orang kaya" Aluna terkekeh geli membayangkan kehidupannya yang indah
Satu jam lamanya gadis itu berada di kamar mandi, ia tak peduli jika membuat asisten nya itu menunggu
Toh Bona tidak ingin dianggap sebagai teman, maka Aluna akan bersikap layaknya orang kaya yang kerap ia saksikan lewat layar televisi
Bukan hanya Bona, dikamarnya juga ada dua orang wanita yang tidak pernah ia lihat sebelumnya
"Siapa mereka Bona?" Tanyanya pada sang pelayan
"Mereka adalah make-up artist yang diperintahkan oleh tuan Joseph!"
"Make-up artist? Emang perlu banget?" Rasanya berlebihan jika hanya untuk kegiatan dirumah sampai harus menggunakan jasa makeup artist
"Saya hanya diminta untuk membantu nona Aluna bersiap! Jadi sebaiknya kita lakukan sebelum tuan Joseph marah"
Tak ingin melawan, Aluna duduk dimeja riasnya. Dua orang wanita itu mulai melaksanakan tugas nya
Aluna mengernyit saat melihat gaun yang Bona perlihatkan. Gaun putih panjang itu terlihat seperti gaun pengantin
"Bajunya harus ini? Kok kayak gaun pengantin sih?"
"Kita kenakan sekarang Nona!"
Aluna menurut, saat ia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, ia memang terlihat bak seorang mempelai wanita
"Nona cantik sekali" Puji Bona
"Memangnya aku mau kemana sih, Bona? Kok dandanannya kayak pengantin gini?" Tanya Aluna dengan rasa penasaran
"Saya juga tidak tahu, Nona! Yang pasti Nona akan pergi bersama tuan Joseph!"
Aluna menurut, wanita cantik keluar dari kamar dan benar saja jika pria kaku bak kanebo kering itu telah berdiri disana
"Kita berangkat sekarang!" Joseph melangkah lebih dulu sementara Aluna mengikutinya dibelakang
Wanita cantik itu menggerutu "Dia gak tau yaa gimana rasanya jalan pake gaun panjang seperti ini?"
Joseph membuka pintu dikursi penumpang, Aluna tidak banyak bicara melainkan masuk dan duduk dengan tenang
Pria kaku itu lebih dulu merapikan gaun panjang Aluna lalu menutup pintu
Joseph mulai menjalankan kendaraan roda empat itu meninggalkan rumah
Aluna begitu penasaran kemana pria tampan ini akan membawanya dengan pakaian seperti ini
"Jangan-jangan tuan Joseph mau nikahin aku? Terus dia bawa aku lari biar selamat dari bos monster malam itu"
Pikiran aneh itu mulai mengisi kepalanya. Membayangkan dirinya berada dalam dekapan pria dengan tubuh sempurna itu membuatnya terkekeh
"Apa ada yang lucu nona?" Tanya Joseph saat pandangannya tertuju pada wanita yang duduk dibelakangnya
"Kamu fokus nyetir aja! Gak usah ngurusin saya!"
Aluna kesal karena tidak diizinkan untuk berteman dengan para pelayan. Ia benci Joseph yang terlalu penurut
Sekitar empat puluh menit, keduanya tiba disebuah bangunan yang semakin membuat Aluna bertanya-tanya
"Kok kita kesini tuan?" Tanya Aluna saat melihat bangunan tempat ibadah ini
"Taun Arjuna sudah menunggu didalam!"
Tuan Arjuna? Itu artinya monster galak malam itu. Aluna pikir dirinya akan menjadi istri Joseph setelah keluar dari rumah ibadah ini
Aluna diperintahkan untuk melangkah masuk, ditangannya sudah terdapat seikat bunga mawar putih yang diberikan oleh seseorang entah siapa itu
Ia berjalan dengan anggun memasuki ruang ibadah, langkahnya berhenti saat melihat siapa yang berdiri gagah diatas altar
Ya, dia adalah bos besar yang menginginkan dirinya untuk melahirkan penerus
Tapi kenapa pria itu berdiri disana? Astaga, Aluna mulai berpikir apa dirinya dan tuan besar itu akan melangsungkan pernikahan?
Jawabannya pasti iya, sebab pria itu menunggu kedatangannya diatas altar.
Dengan langkah berat Aluna melangkah mendekat kearah pria yang siap menyambutnya
Aluna menoleh ke seluruh sudut ruangan, dulu ia pernah bermimpi jika dirinya akan menikah dengan dihadiri ratusan orang
Dekorasi dari bunga putih yang indah, pangeran impian yang menunggu di altar dengan wajah tersenyum, lalu sang ibu yang menangis haru
Tapi ia lupa jika itu hanya impian seorang anak kecil, nyatanya hal indah itu tidak akan pernah terjadi
Hari ini ia berdandan bak seorang mempelai wanita, gaun indah dan riasan yang cantik
Tapi, semuanya tidak ada, tak ada pangeran impian, tak ada dekorasi bunga putih, tak ada tamu dan bahkan ditempat ini tidak ada sang ibu
Aluna tiba didepan altar dimana calon suaminya telah mengulurkan tangan. Aluna menyambut dan berdiri disamping pria tampan itu
Wajahnya kaku, tak ada senyum dan sarat akan keangkuhan
Seorang pemuka agama melakukan tugasnya atas perintah pria angkuh itu
Janji suci terucap dari mulut keduanya dengan disaksikan oleh dua orang yang bertugas sebagai saksi
Sebuah cincin berlian indah tersemat dijari manis Aluna, lalu kecupan disematkan di kening
Pertama kalinya Aluna menatap wajah pria yang telah menikahinya ini. Tampan dan mempesona
Matanya membulat saat pria itu mengecup kecil bibirnya
Sekarang nama mereka telah tercatat bahwa mereka pernah melakukan pernikahan dirumah ibadah ini
Aluna keluar bersama suaminya, tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut keduanya
"Kamu bawa dia pulang!" Titahnya pada Joseph yang merupakan asisten pribadinya
"Baik tuan" Joseph mengangguk hormat "Mari Nona!"
"Kenapa anda menikahi saya?" Aluna mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada suaminya
"Kita harus pergi sekarang nona!" Joseph mengingatkan karena takut majikannya akan marah besar
"Jawab dulu! Persyaratannya hanya melahirkan anak kan? Lalu kenapa anda menikahi saya tanpa persetujuan dari saya?"
Ya, Aluna ingin menikah dengan keinginannya, dan saat ini ia belum berpikir untuk menikah
Dalam kontrak yang ia tandatangani juga tidak tertera bahwa mereka akan menikah
"Jaga bicara anda Nona!" Joseph adalah orang kepercayaan Arjuna Bimantara, dia adalah orang yang akan menjaga serta menuruti apa yang pria ini inginkan
"Joseph!" Tegur Arjuna, pria itu lalu menatap gadis mungil dihadapannya
Ia tidak berpikir jika Aluna akan seberani ini, Arjuna berpikir gadis yang ia pilih adalah gadis yang penurut bak anak kelinci yang manis
"Maaf tuan"