NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 18: Runtuhnya Panggung Sandiwara

Grand Ballroom yang semula megah dan penuh tawa kini berubah menjadi ruang sidang yang sunyi dan mencekam. Kata

"Tuan Muda" yang keluar dari mulut Bapak Subroto masih terngiang-ngiang, menghantam telinga Rendy seperti palu gada. Tubuh Rendy gemetar hebat; tangannya yang memegang gelas koktail bergetar sampai cairan di dalamnya tumpah mengotori karpet wol mahal di bawah sepatunya.

"T-Tuan Muda...?" bisik Rendy, suaranya tercekat di tenggorokan. Matanya beralih dari Bapak Subroto ke arah Aldi yang kini berdiri tegak dengan aura penguasa yang tak terbantahkan. "Gak mungkin... Pak Subroto, Anda pasti bercanda! Dia ini cuma Aldi, Manajer Keuangan miskin yang menumpang di rumah mertuanya! Dia bukan siapa-siapa!"

Bapak Subroto menatap Rendy dengan pandangan jijik.

"Jaga bicaramu, Rendy Wijaya! Pria yang berdiri di depanmu ini adalah Aldi Pratama, putra mahkota dan pewaris tunggal dari Pratama Group, pemilik sah dari PT

Nusantara Mandiri dan seluruh gedung tempatmu berpijak saat ini!"

Mendengar konfirmasi mutlak itu, Soni langsung ambruk ke lantai. Lututnya lemas, wajahnya pucat pasi bagai kain kafan.

Dia menatap Aldi dengan mata melotot penuh horor. "P-Pak Aldi... Tuan Muda Aldi... maafkan saya, Pak! Saya cuma diperintah! Saya cuma pion!" ratap Soni, mencoba merangkak mendekati kaki Aldi, namun dua pengawal berjas hitam langsung menahan tubuhnya dengan kasar ke lantai.

Aldi tidak sudi melirik Soni sedikit pun. Pandangannya yang sedingin es beralih perlahan ke arah barisan penonton, tepat di mana Kirana berdiri mematung.

Kirana merasa pasokan oksigen di sekitarnya mendadak hilang. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga menimbulkan rasa sakit di dadanya. Air mata penyesalan yang teramat sangat mengalir deras, merusak riasan wajahnya yang anggun. Mas Aldi... pemilik Pratama Group? Pria yang selama dua tahun ini sabar mencuci piring di rumah, yang diam-diam membayar utang almarhum Papa, yang selalu dihina oleh Mama... adalah orang paling berkuasa di perusahaan ini? Otak Kirana berputar liar, mengingat setiap cacian yang pernah dia dan keluarganya lemparkan pada pria itu.

"Edi, silakan tampilkan rekaman yang sudah kita amankan," perintah Aldi datar, suaranya yang tenang justru terasa lebih mengintimidasi daripada bentakan apa pun.

"Baik, Tuan Muda," jawab Edi, asisten pribadi Aldi. Dia menekan sebuah tombol pada tablet di tangannya. Seketika, layar proyektor raksasa di belakang panggung—yang tadinya menampilkan logo perusahaan—berubah menampilkan rekaman CCTV digital dengan resolusi tinggi.

Di layar itu, terlihat jelas suasana ruang kerja Manajer Keuangan pada jam makan siang beberapa hari lalu. Soni tampak mengendap-endap masuk, membuka laci meja Aldi, lalu menggunakan komputer Aldi untuk melakukan otorisasi transfer dana dua ratus juta rupiah ke rekening luar. Tidak hanya itu, audio rekaman telepon intersep juga diputar, memperlihatkan suara Rendy yang sedang menginstruksikan Soni untuk menjebak Aldi.

"Buat sebuah kelalaian kecil dalam sistem transfer dana... Saya ingin Aldi didepak dengan tidak hormat..." Suara Rendy menggema dengan sangat jelas melalui pengeras suara ballroom.

Seluruh tamu undangan, para manajer daerah, dan jajaran komisaris langsung berbisik riuh penuh kecaman. Bukti itu terlalu mutlak, terlalu bersih, dan tidak menyisakan ruang sedikit pun bagi Rendy untuk mengelak.

Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca

Saya Markario Putra sekali lagi Mengucapkan Terimakasih

Jangan lupa like dan vote, sama hadiah😁

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!