NovelToon NovelToon
Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:53.4k
Nilai: 5
Nama Author: Galih Lestari

"Dikhianati istri, diperas mertua, membesarkan anak yang bukan darah dagingnya.

Raka Pratama hidup bak budak — sampai ia terlahir kembali dengan Sistem Cashback 10x. Sekarang, setiap rupiah yang ia habiskan kembali sepuluh kali lipat.

Perceraian? Ia yang memulai. Konglomerat yang mengancam? Hancur. Pejabat korup? Ditangkap hidup-hidup. Dari nol menuju jajaran orang terkaya dunia — ini bukan dongeng. Ini balas dendam.
"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Bab 18 - Rekan Bernama Adi

Budi sedang bertemu orang-orang judi lagi, Mas Raka.

Raka membaca kalimat itu dua kali.

Di layar, Yuli menyusun laporan dengan gaya yang bersih: foto, waktu, lokasi, sumber terbuka, lalu catatan risiko. Tidak ada kalimat dramatis. Tidak ada tuduhan tanpa dasar. Bahkan untuk Budi, ia tetap menulis dugaan sampai bukti cukup kuat.

Raka menyukai itu.

Amarah bisa membuat orang bergerak cepat, tetapi organisasi dibangun oleh orang yang tahu kapan harus menulis kata dugaan.

Ia menutup laporan.

Budi bukan masalah utama.

Budi hanyalah gejala.

Selama Raka tidak punya struktur, setiap masalah kecil akan datang langsung ke pintunya: keluarga lama, rentenir, preman, klien, izin, uang, dokumen, orang-orang yang ingin menempel. Ia bisa memukul Budi sampai takut. Ia bisa menolak Bu Sumini sampai serak. Tetapi itu bukan membangun masa depan.

Ia butuh perusahaan.

Ia butuh orang yang bisa mengelola ketika ia sedang melihat medan yang lebih besar.

Sari pernah berkata dalam pertemuan bisnis sehari sebelumnya, "Kalau kamu mau masuk bisnis keamanan, uang saja tidak cukup. Kamu butuh operator. Orang yang tahu biaya, risiko, orang lapangan, dan izin."

Pertemuan dengan Sari itu berlangsung di ruang rapat kecil milik Wijaya Strategic Advisory. Sari datang dengan tablet, bukan basa-basi. Ia meminta Raka menjelaskan kenapa keamanan, bukan restoran, properti, atau trading yang lebih cepat terlihat menghasilkan.

Raka menjawab dengan tiga alasan.

Pertama, ia sudah melihat sendiri bagaimana orang kecil diperas preman dan rentenir saat tidak punya perlindungan legal.

Kedua, ia membutuhkan jaringan orang terlatih sebelum lawan yang lebih besar muncul.

Ketiga, perusahaan keamanan legal bisa menjadi fondasi untuk bisnis lain: aset, kantor, proyek, logistik, dan kelak investasi.

Sari mendengar tanpa memotong.

Lalu ia berkata, "Kalau begitu jangan bangun pasukan pribadi. Bangun institusi. Bedanya ada di izin, SOP, dan orang kedua yang bisa menolak kamu saat kamu salah."

Kalimat itu menempel di kepala Raka.

Orang kedua yang bisa menolak.

Itulah sebabnya ia tidak mencari penjilat.

Lalu ia menyebut satu nama.

Adi Nugroho.

Mantan manajer operasional di perusahaan logistik menengah, keluar setelah menolak menandatangani laporan pengiriman fiktif. Tidak terkenal. Tidak punya koneksi besar. Tapi menurut Sari, ketika gudang terbakar dua tahun lalu, Adi yang menyelamatkan arsip, karyawan, dan kontrak klien dalam satu malam.

Raka mengundangnya ke sebuah kafe tenang dekat kantor notaris.

Adi datang tepat waktu.

Pria itu berusia awal tiga puluhan, kemeja biru tua, jam tangan murah tetapi bersih, sepatu dipoles. Ia tidak terlihat seperti orang yang ingin membuat orang kagum. Ia terlihat seperti orang yang ingin semua hal berjalan sesuai jadwal.

"Mas Raka?" tanyanya.

"Adi."

Mereka berjabat tangan.

Mata Pemimpin aktif.

[Adi Nugroho]

[Potensi manajemen operasional: 90]

[Analisis risiko: 84]

[Disiplin eksekusi: 87]

[Kecenderungan: pragmatis, hemat gerak, tidak suka omong kosong]

[Risiko: akan mundur jika pemilik bisnis sembrono atau melanggar hukum]

[Status kepercayaan: belum terbentuk.]

Raka hampir tersenyum.

Lagi-lagi, status itu.

Belum terbentuk.

Sistem seperti terus mengingatkannya: orang hebat bukan barang yang bisa dibeli. Mereka harus diberi alasan untuk tinggal.

Adi duduk, membuka buku catatan kecil. "Mbak Sari bilang Mas Raka sedang mencari rekan operasional. Saya perlu tahu dulu, ini perusahaan apa?"

"Keamanan."

Pena Adi berhenti. "Satpam?"

"Lebih luas. Pengamanan aset, pengawalan legal, audit risiko lokasi, dan perlindungan bisnis kecil dari preman. Bukan geng. Bukan jasa pukul."

Adi mengangkat mata. "Kalau begitu kalimat pertama yang perlu saya dengar: izin."

"Akan diurus."

"Bukan nanti kalau sudah jalan?"

"Sebelum operasional penuh."

Adi menatapnya lebih serius.

"Bagus. Banyak orang punya uang ingin bikin perusahaan keamanan, tapi yang mereka bayangkan hanya orang besar berbaju hitam. Padahal masalahnya izin, SOP, asuransi, training, kontrak, dan tanggung jawab kalau anak buah bertindak salah."

"Itu sebabnya aku butuh kamu."

"Mas Raka bahkan belum tahu saya bisa dipercaya."

"Benar."

Raka menggeser satu folder. Isinya proposal ringkas: struktur PT, modal awal, ruang lingkup layanan, rencana rekrutmen, skema pelatihan Gada Pratama untuk personel, asuransi kerja, dan kewajiban pelaporan.

"Karena itu tiga bulan pertama masa uji. Kamu pegang operasional sebagai direktur pelaksana. Saham minoritas vested bertahap setelah target dan kepatuhan tercapai. Gaji tetap. Bonus berbasis audit dan kualitas omzet."

Adi membaca.

Halaman pertama cepat.

Halaman kedua lebih lambat.

Di halaman ketiga, alisnya naik.

"Modal awal Rp 5 miliar?"

"Untuk kantor, legal, training, perlengkapan, rekrutmen, dan cadangan."

"Mas Raka tahu perusahaan baru bisa membakar uang lebih cepat daripada preman membakar kios?"

"Aku tahu."

"Dan Mas Raka siap kalau enam bulan pertama tidak untung?"

"Aku membayar untuk struktur."

Adi mengetuk proposal dengan ujung pena. "Kalimat itu mahal."

"Kamu mau masuk?"

Adi tidak langsung menjawab. Ia menutup folder, lalu berkata, "Saya mau lihat dokumen sumber dana dan rencana izin. Kalau bersih, saya masuk. Tapi saya tidak mau jadi boneka untuk perusahaan kedok."

"Aku juga tidak mencari boneka."

"Bagus. Boneka tidak bisa menolak keputusan bodoh."

Raka tertawa pendek.

Dua jam kemudian, setelah Adi memeriksa ringkasan dana, surat dari akuntan, dan rekomendasi Sari, mereka berjalan ke kantor notaris.

Notaris perempuan bernama Bu Laras menerima mereka di ruang rapat kecil. Ia memeriksa KTP, NPWP, rancangan anggaran dasar, komposisi saham, alamat kantor, dan maksud usaha.

"Nama perusahaan?" tanya Bu Laras.

Raka menjawab, "PT Garuda Shield Security."

Adi menoleh sedikit. "Garuda dan Shield. Nasionalis tapi masih komersial."

"Kamu keberatan?"

"Tidak. Lebih baik daripada nama sok gelap."

Bu Laras tersenyum tipis. "Kami buatkan akta pendirian PT, lalu proses AHU Kemenkumham. Setelah itu NIB dan izin sektoral harus diurus sesuai kegiatan usaha. Untuk bidang pengamanan, Bapak tetap perlu izin operasional dari Polri."

"Kami paham," kata Adi lebih cepat daripada Raka.

Bu Laras tampak puas. "Bagus. Banyak klien lupa bagian itu."

Raka menandatangani dokumen pendirian.

Adi menandatangani bagian sebagai calon pengurus operasional sesuai struktur awal.

Biaya notaris, pengurusan pendirian, sewa kantor awal, perangkat administrasi, dan deposit operasional hari itu mencapai Rp 5.000.000.000.

Raka melakukan transfer bertahap sesuai invoice.

[Transaksi tervalidasi.]

[Pengeluaran sah kepada pihak ketiga dan modal operasional: Rp 5.000.000.000.]

[Cashback 10x diproses: Rp 50.000.000.000.]

Saldo: Rp 63.954.633.900.

Angka itu muncul tanpa suara.

Di meja, akta pendirian PT baru saja dicap.

Raka menatap stempel basah di kertas.

Untuk pertama kalinya, uangnya mulai bekerja di dunia nyata.

Uang itu menjadi lembaga.

Adi menutup map perusahaan dan menarik napas panjang.

"Bos," katanya, kali pertama memakai panggilan itu, "jasa pengamanan wajib punya izin Polri. Tanpa itu, kita ilegal."

Raka tersenyum tipis.

"Aku tahu. Dan aku sudah menyiapkan langkah berikutnya."

1
Wega Luna
ka,rumah kita dekat dong ,saya tinggal di belakang perumahan Citraland🤣🤣🤣🤣, sawah saya sudah dibeli Citraland,,cuma masih boleh ditanami belum dibangun🤭🤭🤭
casanova
kurang suka bacanya
Tyo Reanu
bener2...dont judge a book by its cover....
Tyo Reanu
Awalnya, sempat mengira cerita ini hanya akan seperti cerita2 sistem pada umumnya, cheesy,dendam,absurd...dan saya mintamaaf yang sebesar2nya untuk penulis akan itu.
mungkin sepertinya, baru kali ini aku baca cerita di platform online yang punya alur, bahasa dan kekuatan cerita kaya gini.
terimakasih untuk cerita luarbiasa nya Gan....
irena
bagus banget ceritanya thor
Anonim
ceritanya menarik
Zidan Official
knp GK ceraiii aja woii
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Aang Reza
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!