10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUMAH NAYA
Aku beralih ke panel market.
(Aku : 1lt air ditukar dengan 10 batu ukuran sedang.)
Aku mengeluarkan air botolan 1lt. Dan menunggu mas ben accept.
Tak lama hologram tray muncul. Botol kutaruh diatasnya, dan berubah menjadi tumpukan 10 batu.
Kembali ke chat dengan mas ben.
(Aku : siip mas. Makasih ya..)
(Ben : iya naya. Kalo ada perlu yang lain bilang aja, tar mas coba bantu.)
(Aku : iya mas. Ya udah. Aku bangun rumah dulu deh. Biar enak bobonya.)
(Ben : iya naya sayang. Kita ngobrol lagi besok ya. Gd nite sayang.)
(Aku : gd nite mas.)
...----------------...
"Celia, semua item lengkap untuk bangun rumah?"
"Lengkap naya. Untuk proses akan -50 poin system. Kamu setuju?"
"Ok celia."
Bias tipis muncul di area tenda. Lalu berangsur angsur berdiri bangunan rumah sederhana.
"Celia, deskripsi rumah."
"Rumah sederhana atau bisa disebut pondok terdiri dari 1 ruang berukuran 4x4. Rumah tahan dari panas dan hujan. Namun rumah tidak akan bertahan dari badai dan angin sangat kencang. Diperlukan 3/3 gulungan konstruksi rumah solid, 100 poin system, 50 batu ukuran sedang, 50 bilah kayu, 20 plat logam untuk upgrade bangunan rumah."
"Ok celia."
"Naya, skill ruang dapat di upgrade setelah membangun konstruksi rumah."
"Upgrade sekarang."
"Status ruang inventory saat ini 185/300."
"Celia, apakah saat ini ada items mudah rusak di luar inventory?"
"Tidak ada naya."
"Ke depannya, jika ada items mudah rusak terlupakan di luar inventory, segera beri peringatan."
"Baik Naya."
...----------------...
Aku membuka pintu rumah pertamaku.
Lantainya masih berupa tanah padat.
Pondasi batu. Ok.
Dinding kayu. Mayan.
Atap daun. Hhmm..
Di dalamnya, lampu emergency tergantung di dinding, tenda terlipat rapi dipojokan.
Kain kanvas, bantal pisang dan sleeping bag tergelar di satu sisi ruang.
Hp dan kipas portable tergeletak di sisi sleeping bag.
"Celia, bagaimana membangun toilet dan kamar mandi?"
"Untuk membangun toilet diperlukan :
* 3 gulungan konstruksi toilet.
* 15 batu ukuran sedang.
* 20 bilah kayu.
* 20 daun tebal.
Untuk membangun kamar mandi diperlukan :
* 3 gulungan konstruksi kamar mandi.
* 10 bongkah tanah liat.
* 15 batu ukuran sedang.
* 20 bilah kayu.
* 20 daun tebal."
Aku merasa mulas dan butuh buang air.
Aku segera mengambil sekop tanah dari inventory. Berlari ke sisi terjauh dari rumah.
"Celia, privasi."
"Dilaksanakan."
Aku langsung menggali lubang di pasir dan menuntaskan hajatku. Aku benar-benar harus segera membangun sarana sanitasiku.
Aku membersihkan diri dengan air laut. Biarlah, toh sebentar lagi aku akan mandi.
"Celia, tetap privasi. Aku akan segera mandi."
"Baik, Naya."
Aku segera menuju ke dekat sumur.
Ternyata ukuran penutup sumur mengikuti perubahan diameter sumur. Jadi aku tak perlu membuat tutup baru.
Aku membuka tutup sumur, menggunakan batok kelapa sebagai gayung. Menampung air di ember lipat. Mengeluarkan sabun, shampo, pasta dan sikat gigi dari inventory.
Aku membuka semua pakaianku. Mulai membersihkan diri. Setelah selesai, kurendam pakaian kotorku di ember.
Memakai handuk, masuk ke dalam rumah. Lalu berpakaian kembali dan memakai deodorant.
Aku keluar rumah sambil sisiran, menggantung handuk di jemuran.
Senangnya hatiku bisa mandi hari ini.
...----------------...
Aku duduk di depan api unggun. Mulai menulis jurnal tentang hari ini.
Aku menandainya sebagai 2/1.825, pulau tropis 25, planet subiru.
Api unggun mulai mengecil, aku menambahkan sepotong kayu. Perlahan kembali menyala.
Aku memakan satu pisang dan roti kering. Meminum setengah botol air.
Menyalakan lagu di hp. Batre mulai sekarat.
Aku mengeluarkan powerbank dan kabel charger. Daya ponsel terisi kembali.
Besok aku bakalan jemur genset, powerbank dan emergency lamp.
"Udah mulai ngantuk. Selamat malam semuanya, bobo yang nyenyak ya. Nay udah mulai nyaman sekarang, apalagi ada rumah. Ketemu lagi besok." Aku berbicara pada langit malam.
Masuk ke rumah dan tidur lelap.
...----------------...
3/1.825, planet subiru, pulau tropis25.
Ok. Hari ketiga dari 1.825 hari.
Masih jauh perjalanan ya shaay..
Mari kita nikmati.
Rutinitas pagi hari.
Cuci muka dan gosok gigi.
Minum setengah botol air. Makan energy bar dan sebatang sosis.
Pemanasan 5 menit.
Cardio 15 menit.
Lari keliling pulau yang sudah membesar sebanyak 2 kali. Menemukan 1 kotak bantuan, mengangkat nya dan berlari ke rumah.
Melakukan gerakan kickboxing 20 menit.
Berlatih menggunakan katana 15 menit.
Pendinginan 5 menit.
Timer di jam tanganku kuhentikan pada durasi 01.25.15.
Aku segera mempersiapkan diri untuk kesibukan hari ini.
Berburu kotak bantuan : 1/5
Dengan level personal dan skill analisa yang sudah di upgrade, aku lebih cepat mendapatkan semua kotak bantuan.
Dalam dua jam berkeliling di 2 hektar pulau, aku berhasil menumpuk semua kotak bantuan di depan rumah.
Aku juga menemukan vegetasi baru, tanaman yang belum pernah kulihat sebelumnya, kurasa itu sejenis tanaman yang bermutasi, batangnya berwarna nyaris hitam, namun daunnya lebar dan tebal berwarna hijau gelap nampak berkilat biru saat terkena sinar matahari.
Aku memberikan nama cahaya biru. Disetujui system, dan aku mendapat +500 poin system.
Aku meng-upgrade 4 skill tambahan.
Analisa 200/500
Pertarungan 100/200
Tumbuhan 100/200
Tehnik 100/200
Menghabiskan 200 poin system ku. Tak masalah. Aku masih punya 1.775 poin system.
Aku mendapatkan lagi tambahan hadiah, termasuk hadiah upgrade skill ruang semalam.
Total aku mendapat kan 5 hadiah.
"Celia, gandakan semua kotak bantuan dan hadiah."
"Baik Naya."
Kotak bantuan menjadi 10 buah.
10 hadiah siap diterima.
Semua kotak bantuan kubuka. Total aku mendapat kan :
* 6 botol air minum 1 lt.
* 8 plat logam.
* 4 gulungan konstruksi tungku api.
* 4 botol nutrisi tanaman.
* 2 kain kanvas ukuran 2x3meter.
* 4 bongkah tanah liat.
Kotak kubongkar, aku mendapatkan 10 tali rami dan 60 bilah kayu.
Aku mengeluarkan 1 gulungan konstruksi tungku api. Kusatukan dengan 4 gulungan yang baru kudapatkan.
"Celia, syarat pembangunan tungku api apa terpenuhi?"
"Syarat untuk pembangunan tungku api,
* 3 gulungan konstruksi tungku api - terpenuhi.
* 20 bilah kayu - terpenuhi
* 5 plat logam - terpenuhi
* 10 batu ukuran sedang - 5/10
* 10 bongkah tanah liat - 4/10"
Aku buka chat personal dengan mas ben.
(Aku : mas ben, sibuk gak?)
(Aku : aku butuh 6 bongkah tanah liat, sama 5 batu sedang. Mau bikin tungku api.)
(Ben : Mas adanya batu sedang, sayang. Mau sebanyak apapun mas kasih. Mas ada di pulau batu 20.)
(Aku : hhmm.. Mas butuh gulungan tungku api gak? Kalo butuh, aku mau tuker 2 gulungan sama 30 batu sedang. Gimana?)
(Ben : ok. Mas buka market ya. Tar kamu tinggal accept.)
(Aku : oke masku.)
Aku buka panel market.
Mas ben membuka penawaran, langsung ku accept.
2 gulungan konstruksi tungku api berubah jadi 30 batu sedang.
Aku kembali ke chat personal dengan mas ben.
(Aku : mas, kalo di pulau batu banyaknya apa selain batu? Kalo mas mau ransum sehat sama obat dan jamu aku bisa kasih. Pengen kelapa juga boleh. Banyak disini. Aku di pulau tropis 25.)
(Ben : alhamdulilah sayang dapet pulau tanah subur.)
(Aku : skill khusus aku juga tanah mas, sama skill tambahan tanaman, jadi soal tumbuhan aku juaranya. Hehehe..)
(Ben : kalo di mas, selain batu, ada batu batuan mineral, sama kayu keras, dan logam. Kalo nanti kamu butuh bilang ya.
(Aku : ok masku, aku mau buka market buat dapet bongkahan tanah liat dulu ya. Dadah masku.)
(Ben : iya sayang. Take care.)
Aku membuka penawaran di market : 2lt air mineral ditukar dengan 6 bongkah tanah liat.
Aku yakin yang dapat pulau rawa pasti butuh air minum. Karena pulau tropis dan batu tidak ada tanah jenis itu.
Sambil menunggu, aku memeriksa kebunku.
Tunas berubah menjadi batang bercabang. Lusa bisa ku panen.
Wortel mengeluarkan daun yang rimbun. Besok bisa ku panen.
Tanah yang kuberi pupuk limbah ikan nampak lebih gelap, lebih bagus.
Notif respon di market regional berbunyi. Seseorang accept penawaranku.
Aku mengeluarkan 2 botol air 1 lt. Kutaruh di tray. Tak lama berubah menjadi 6 bongkah tanah liat.
"Celia, tungku api sebaiknya menimpa api unggun atau di tempat lain?"
"Semua sama baiknya. Tapi jika kamu fokus pembuatan makanan yang lebih kompleks dan pembuatan peralatan, api unggun takkan berfungsi. Selain itu pengapian tungku lebih hemat bahan bakar kayu dan durasi pembakaran lebih lama. Tapi jika kamu fokus dengan bersantai di depan api unggun setelah seharian bekerja, maka tungku dapat di letakkan di area lain."
Aku berfikir, menimbang masak masak ke depannya. Akan ada saatnya aku bakal ketemu penyintas lainnya, terutama mas Ben. Dan pasti aku ingin waktu bersantai dengannya di depan api unggun sambil menikmati secangkir teh dan kopi. Jadi aku harus mulai memikirkan membangun dapur.
Aku melakukan pemetaan dan analisa, lalu menentukan titik pembangunan tungku api. Memberi patok kayu.
"Celia, bahan pembuatan tungku api sudah lengkap?"
"Benar, Naya. Pembangunan dilakukan sekarang?"
"Ya, bangun di titik yang sudah kutandai dengan patok kayu."
Bias tipis muncul di seputar patok kayu, lalu terbentuk sebuah tungku api setinggi pinggangku, panjang 1meter, lebar 60cm. Lubang pengapian tungku dari 1 sisi, namun dapat memanaskan keseluruhan tungku api.
Oke, ini masih tungku sederhana. Tapi nanti pasti bisa di upgrade.
System memberiku +200 poin untuk pembuatan alat penunjang kelangsungan hidup.
Aku mengeluarkan segulung kawat dan 2 batang kayu, "celia, buatkan 2 alat pemanggang ikan."
"Poin system -60, bersedia naya?"
"Ya, lakukan."
Kugandakan lagi.
4 alat pemanggang ikan dengan gagang kayu ada di depanku. Dua akan kupakai, 2 masuk ke inventory.
Aku segera menangkap ikan. Terjaring 6 ekor. Kugandakan menjadi 12 ekor. Segera kubersihkan dan kumarinasi semua.
Aku menumpuk kayu di bawah tungku, lalu menyalakannya.
Ikan yang sudah di marinasi kupanggang dan kukipasi dengan kipas dari anyaman daun kelapa.
Setelah kupanggang semuanya, kumasukkan ke inventory dan kutawakan di market :
* 3 butir kelapa ditukar 1 gulungan konstruksi toilet.
* 3 ekor ikan bakar ditukar 1 gulungan konstruksi toilet.
Beberapa penyintas berkomentar di chat regional.
(X : Wah udah ada yang punya ikan bakar.. Pengen banget, tapi gak punya gulungan buat bikin toilet.)
(Y : hei, dia juga punya kelapa. Seger banget kayaknya kalo bisa minum air kelapa. Dapet pulau tropis deh ya. Beruntungnya kamu.)
(Z : gak semua pulau tropis ada pohon kelapa, soalnya di pulau gw gak ada tuh.)
Setelah 25 menit, ternyata ada yang menerima penawaranku. 3 ikan bakar ditukar 1 gulungan. Pertukaran selesai.
"Celia, gandakan."
1 gulungan berubah menjadi 2. Aku menyengir. Siip lah! Satu lagi.
Aku membuat penawaran baru. Masih sama seperti tadi.
(3 ikan bakar ditukar 1 gulungan konstruksi toilet.)
Kali ini agak lama aku menunggunya.
Sementara itu, aku kembali ke arah pesisir pantai, mencari tangkapan lain selain ikan. Tapi ya kalau ada gerombolan ikan tetep bakalan kuambil sih. Hehehe..
Satu jam berkeliling sepanjang pesisir. Dan aku sudah menemukan spot spot yang berpotensi didiami jenis hewan laut tertentu.
Aku kembali ke rumah, mengeluarkan tangkapan laut dari inventory ku.
2 ekor kepiting, 10 ekor udang galah, 5 ekor ikan. Aku segera mengikat capit pak kepiting.
Lalu meminta celia menggandakan semua calon seafood itu. Lumayan kan, jadi punya 4 kepiting, 20 udang galah, 10 ikan.
Aku kembali memasukkan semua ke inventory, kecuali udang galah. Segera di bersihkan dan di marinasi. Tak lupa limbah hewani kukubur di petak kebunku.
Selama 1 menit aku mengirimkan energyku pada timbunan limbah laut itu, agar memberi efek yang sangat bagus saat digunakan nanti.
Aku kembali ke depan tungku, dan memanggang semua udang tangkapan ku hingga matang. Selesai dan masuk ke inventory.
Tetiba notif marketku berbunyi, kembali seseorang bersedia menukar 3 ikan bakarku dengan 1 gulungan konstruksi toilet.
Proses transaksi selesai.
Gulungan kugandakan lagi. Kini 4 gulungan ada di tanganku.
"Celia, syarat pembangunan toilet sudah terpenuhi?"
"Benar Naya. Pembangunan dilakukan sekarang?"
Aku mengarah ke patok yang sudah kupasang sebelumnya untuk area toilet. Di belakang rumah.
"Ok celia. Sekarang."
...----------------...