NovelToon NovelToon
KUTUKAN KUYANG

KUTUKAN KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Tumbal
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Teror yang mengguncang Desa Keramat sudah melahirkan kondisi yang mencekam bagi warga.

Dimana ada banyak anak-anak yang menghilang, wanita hamil, dan bahkan orang dewasa tak luput dari serangan tersebut.

Siapakah penerornya?

Ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

Cahaya perak itu perlahan kian memudar, menyatu ke dalam pori-pori kulit Arkan.

Bersamaan dengan hal itu, sosok agung Atok Jatha perlahan melarut kembali ke dalam kabut, dan tutup lungun raksasa di atas tebing berdentum menutup kuat dengan sendirinya.

Keheningan kembali menguasai Batoq Tenevang. Suasana begitu dingin dan membuat mereka seolah membeku dengan kondisi Arkan saat ini.

Akan tetapi, susananya tidak lagi terasa mengerikan seperti saat Induk Jarum berkuasa. Tempat itu kini terasa sangat sakral, dan diliputi kewibawaan purba yang nyata.

Arkan tersentak dari kondisinya yang saat ini sudah berbeda, matanya terbuka lebar. Sepasang manik matanya sempat berkilat keperakan sebelum ia kembali menjadi hitam pekat.

Ia menghirup udara malam sedalam-dalamnya, seolah-olah baru saja muncul dari dasar sungai yang menenggelamkannya.

"Arkan!" Dayang Sari langsung mendekap erat tubuh pemuda itu, menangis sejadi-jadinya di dada Arkan yang kini berdetak kuat. Rasa syukur dan bersalah bercampur aduk di dalam hatinya.

Arkan terbatuk kecil, mencoba beranjak dari berbaringnya, dan mengubah posisi dirinya untuk duduk dengan dibantu oleh Dirman dan Dimas.

Ia meraba dadanya. Rasa sakit yang luar biasa saat tadi ia rasakan telah hilang, digantikan oleh sensasi aneh—pada detak jantungnya yang terasa bergaung di dalam rongga dadanya.

Setiap denyutannya seirama dengan getaran gaib yang mengalir dari lantai batu cadas Batoq Tenevang.

Akan tetapi, saat ia menatap tangannya, tato ukiran Dayak kuno berbentuk motif tanaman pakis purba dan burung enggang telah melingkar permanen di pangkal leher hingga bahunya.

"Kamu hidup, Kan... Kamu selamat," bisik Dirman, menyeka sudut matanya yang basah. Bulir bening itu jatuh tanpa dapat di cegah.

Arkan memandang ke arah teman-temannya satu per satu, lalu beralih pada Atok Guro yang berdiri dengan wajah penuh kepasrahan.

"Atok... perjanjian tadi... aku mendengarnya. Aku tidak bisa pulang?"

Atok Guro mengangguk pelan, tatapannya menyiratkan kesedihan yang mendalam. "Ragamu telah disembuhkan oleh berkah tanah hulu, Bujang. Tapi sukmamu sudah digadaikan menjadi pasak ghaib Tenevang. Langkahmu terkunci di sini. Jika kamu melewati batas aliran air Mahakam Hulu... tubuhmu akan menolak kehidupan ini."

Dirman terdiam, menatap jurnalis terbaiknya dengan pandangan kosong. Sebagai seorang direktur, ia berhasil membawa timnya menemukan kebenaran tentang mitos Kuyang. Namun, harga yang harus dibayar terlalu mahal. Arkan harus ditinggalkan di tengah hutan belantara ini, terputus dari dunia modern, dari keluarga, dan dari ruang redaksi majalah mereka yang penuh dengan tumpukan kertas berita.

"Maafkan aku, Pak Direktur... Dimas... Sari..." Arkan tersenyum getir, air matanya perlahan menetes. "Aku tidak bisa melanjutkan majalah kita. Aku tidak bisa ikut pulang ke Jakarta."

Sari melangkah maju, menyerahkan sebuah benda dari dalam tasnya yang robek. Itu adalah buku catatan jurnalistik milik Arkan yang sampulnya sudah basah oleh air sungai. "Kamu tetap seorang jurnalis, Arkan. Bahkan jika kamu harus tinggal di sini... tuliskan kisah tanah ini. Biar dunia luar tahu melalui kami, tapi kamu yang menyimpannya di sini."

Dirman menepuk pundak Arkan dengan keras, mencoba menahan tangisnya yang hendak pecah. "Jangan khawatir soal majalah kita, Kan. Pesanmu waktu itu akan selalu kuingat. Aku yang akan melanjutkan ruang redaksi. Aku tidak akan membiarkan kegelapan membungkam kebenaran."

Dayang Sari menggenggam erat tangan Arkan yang bebas dari tato. Gadis itu menatap tim redaksi dengan tatapan penuh tekad. "Aku akan tinggal di sini bersamanya. Kutukanku sudah patah, tapi hidupku adalah miliknya sekarang. Aku yang akan menemaninya saat malam bulan purnama itu tiba."

Mbah Giyo, yang dipapah oleh Pak Ustad Rohim, melangkah mendekat. "Fajar hampir tiba. Energi ghaib tempat ini akan segera beristirahat. Kita harus segera turun ke dermaga darurat di bawah tebing sebelum kabut pagi mengunci jalur sungai." ucapnya, agar para tim segera keluar dari gua.

Mereka saling pandang satu sama lain. Terasa berat ingin berpisah dari dengan meninggalkan Arkan di tempat ini. Tetapi takdir sudah meminta.

"Arkan, kami harus pulang. Suatu saat nanti, kami akan datang lagi kesini untuk mengunjungimu, dan mencari cara agar kamu bisa terbebas dari kutukan ini," Dirman tampaknya seolah todak berhenti untuk menyerah.

Atok Guro dan Mbah Giyo saling pandang. Ini adalah hal yang mustahil, dan t8dak mungkin akan terjadi.

Tetapi mereka tidak tidak memiliki waktu untuk berdebat, waktu semakin menipis.

"Arkan, kami harus Pergi, jaga dirimu dengan baik-baik." Dimas akhirnya mengucapkan kata perpisahan.

Arkan menganggukkan kepalanya. "Berhati-hatilah, selamat sampai di tujuan," doa Arkan dengan tulus

Perpisahan itu terjadi di bawah kaki tebing Batoq Tenevang yang penuh misteri. Dimas, Dirman, Sari, dan Pak Ustad Rohim, dan pilot yang mulai tampak pulih, berjalan mundur perlahan menuju jukung yang tersisa, dan dipandu oleh Mbah Giyo.

Sementara itu, Arkan berdiri tegak di atas pelataran batu cadas, berdampingan dengan Dayang Sari dan juga Atok Guro.

Saat jukung tim redaksi mulai menjauh, membelah kabut pagi yang perlahan menyelimuti Sungai Mahakam Hulu, Dirman melambaikan tangannya tinggi-tinggi. Ia seperti tidak rela untuk meninggalkan Arkan di sana.

Dari kejauhan, sosok Arkan perlahan-lahan mulai menghilang di balik tirai kabut putih yang cukup tebal, dan ia melebur dengan keabadian hutan purba Kalimantan.

Arkan, sang reporter kota yang mengejar berita kebenaran, kini telah menjadi bagian dari misteri itu sendiri.

Seorang penjaga ghaib yang berdiri di batas antara dunia manusia dan dunia kutukan yang tak terjangkau oleh modernitas.

Dirman diam membeku. Meskipun dinginnya kabut hampir membekukan tulang mereka, tetapi entah mengapa ia masih saja belum bisa merelakan semuanya.

"Apa yang harus aku katakan pada ibunya... Apakah penantian seorang ibu akan sia-sia?"

Bathin Dirman terasa bergolak. Ia sangat begitu bimbang. Bagaimana caranya menyampaikan hal ini kepada ibu Arkan.

Ia merasa gagal untuk membawa Arkan kembali pulang.

Tinjunya mengepal. Dadanya terasa sesak.

Sementara itu, seorang wanita berusia lima puluh lima tahun tersentak bangun dari tidurnya. Ia merubah posisinya menjadi duduk.

Wajahnya penuh keringat dingin. "Arkan..." bisiknya dengan bibir yang lemah. Sudah sebulan lamanya ia tak mendapatkan kabar tentang puteranya. Tatapannya kosong menahan kerinduan.

Ia melirik jam di dinding, dan memperlihatkan pukul tiga pagi. Ia beranjak dari ranjangnya, dan akan mengadukan masalahnya pada Dia Sang Khalik.

"Ibu tidak akan pernah bosan berdoa, agar kau kembali dengan selamat." ia berjalan menuju kamar mandi, dan akan melangitkan doa yang terus ia gaungkan.

Sementara itu, Dirman dan tim yang sedang berada di atas jukung, tiba-tiba merasakan bulu kuduknya meremang.

Wuuuussh!

Sekelebat bayangan dibalik kabut yang tebal melintas dengan cukup cepat.

~Novel ini akan berlanjut ke 'TEROR IBLIS TAKAU DAN ANAK SIMA

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lha jadi ini knp coba
siapa bila ai itu
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lha iki piye ya
serba salah kan
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lha atok ini siapa knp melarang dayang sari keluar rumah
apa tau KLO daymg kuyang tersebut
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
jadi karna harus cantik dia jadi kuyang gitu hadeh apa sih
V3
Apakah Arkan bisa berkumpul dengan ibunya lg ❓❓
V3
semoga Sari TDK melanggar perintah dr Atok Guro
V3
ibu nya Arkan sdh punya firasat ttg anaknya ,,, apakah Doa sang Ibu bisa memutuskan perjanjian Arkan dg Penjaga Batoq Tenevang ❓🤔
tati st🌼🌼
kabulkan doa ibunya arka
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
jadi kuyang siapa ini KK
kok kek nya ada indukan juga
apa dayang sari hanya korban apa gmn
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : ogah KK soalnya g ada tulang sumsum sapi di depan q jadi apa yg mau di sesapi
masa iya mau nyusu sapi KK Siti 🤣🤣🤣weeekkk 🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
neni nuraeni
semoga kamu bisa kmbli pada ibumu Arkan kasian dia menunggumu,,, sekalian bawa calon mantu untuk ibumu biar dia ada teman hidup selain drimu,,, lnjuttt
neni nuraeni: 💪💪💪 kak
total 2 replies
FiaNasa
tak bisakah Arkan Kembali ke pangkuan ibunya...bukankah doa ibu menembus langit
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin... semoga
total 1 replies
V3
Yaa Allah sungguh benar-benar mulia perjuangan Mbah Giyo ,,, rela mengorbankan nyawa nya Demi menyelamatkan yg lain nya 😔😔😔
V3
ancaman sepenuhnya kembali ke ......
kemana kak ❓🤔
V3
Apakah Arkan bisa menolong mereka semuanya ❓🤔
V3
siapa sih Dukun Tua Jahat itu ❓🤔
V3
mati jg si pilot 😔🤦
V3
smg Arkan dpt membantu mereka
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lha kuyang nya bisa ya jadi menyerupai seseorang gitu weeeehh ati2
lho
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : waduh kudu hati2 ini bisa2 jelma jd siapa saja makan korban lagi
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
welah dalah terus piye jal
spo kui kuyang e SMG cpet ketemu deh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apakah dayang sari atau kuyang yg lebih tua vgitu
ahhh e Tah lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!