NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 - Nyaman bersamamu

"Sudah mama bilang jangan kejar Fathan, lihat sekarang? Kamu di tinggalkan seorang diri di pasar malam sedangkan dia pergi entah kemana. Lepaskan Fathan, masih banyak lagi laki-laki yang mau sama kamu Silvi." Omel mamanya Silvi geram sama perbuatan Fathan.

Sekembalinya Silvi dari toilet dia tidak menemukan keberadaan Fathan dimanapun, bahkan motornya sudah tidak ada. Dia pun menghubungi papanya memintanya menjemput pulang.

"Aku cintanya sama dia, Mah." Meski tahu cintanya bertepuk sebelah tangan dia tetap ingin berusaha dan meyakini cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.

"Ini yang tidak mama suka dari kamu, kalau udah suka terus di kejar sampai dapat tanpa memikirkan kenyamanan orang lain dan tanpa peduli sama harga diri kamu sendiri. Harusnya kamu belajar dari pengalaman kamu dulu, yang ada kamu sendiri yang sakit hati," balas mamanya menasehati berharap putrinya sadar bahwa cinta tidak harus memiliki.

"Laki-laki itu harus di beri pelajaran, berani sekali mempermainkan putriku," sahut papanya Silvi berdiri dari duduknya.

"Mau kemana Pah? Jangan sakiti Fathan, aku mohon," pinta Silvi menghiba.

"Silvi! Sadar dong jadi perempuan, mau jadi perempuan murahan kamu!" sentak mamanya kesal.

"Mah!" balas papanya tak kalah keras tidak terima anaknya di bentak.

"Apa pah? Mau bela dia lagi? Mau mewujudkan semua keinginan dia? Jangan kamu manjakan dia terus Pah, dia harus mengerti bahwa segala sesuatu yang tidak ditakdirkan untuknya tidak akan pernah dia dapatkan dan segala sesuatu yang dipaksakan hanya akan menyakiti banyak orang." Dari awal mamanya Silvi kurang setuju sama rencana suaminya yang terus membiarkan sang putri mengejar pria, dia tahu Fathan terpaksa menerima perjodohan ini karena ancaman suaminya.

"Ini demi kebahagiaan Silvi juga Mah, harusnya kamu dukung keinginan anakmu bukan malah menentangnya. Sebenarnya kamu sayang tidak hah sama anakku?"

"Pah!" mamanya Silvi menatap sedih, perkaranya tidak pernah didengarkan. "Justru aku sayang banget sama Silvi makanya aku mau dia bahagia dengan laki-laki yang bisa mencintainya sepenuh hati."

"Ya udah kalau sayang ikuti kemauan Silvi, jangan mencegahnya," balas papanya keras kepala.

"Itu tidak dibenarkan pah ..."

"Cukup! Mama memang tidak benar-benar sayang padaku sampai Mama sering menentang kemauanku. Emang dasarnya ibu tiri tidak akan pernah bisa sayang sepenuhnya padaku," balas Silvi mengejutkan mamanya.

Deg.

Wanita yang sudah membesarkan anak suaminya tertegun, kata ibu tiri seakan menyadarkan dia dari status sebenarnya, dia hanya ibu sambung bukan ibu kandung, tapi apa tidak boleh ibu sambung menyayangi anak sambungnya dan ingin yang terbaik buat anaknya? Sayangnya kebaikan dia tidak terlihat dan selalu di salah artikan sama Silvi maupun suaminya.

"Kamu tidak lebih dari sekedar ibu sambung dan kamu tidak berhak terlalu ikut campur sama kehidupan anakku. Aku tahu apa yang harus aku lakukan demi kebahagiaan anakku!" timpal papanya Silvi makin memperjelas statusnya.

"Ayo Silvi, kita datangi rumah Fathan." Ajaknya seraya pergi dari sana dan di susul oleh Silvi.

Wanita paruh baya itu tersenyum lirih, hatinya sakit dan ucapan mereka menyesakkan dada. "Jadi aku benar-benar tidak dianggap oleh kalian?" lirihnya kecewa.

********

Yang di bicarakan malah sedang senyum-senyum, matanya tak lepas memperhatikan kasa spion motor mencuri pandang wajah kesal Alea.

Dia berhasil mengajak Alea pulang bareng meski ada drama dulu dan rupanya kedua temannya Alea ikut mendukung pulang duluan pura-pura ada banyak urusan.

"Kamu gak pegangan?" tanya Fathan penuh harapan dapat pelukan Alea dari belakang.

"Udah," balas Alea kesal.

Sialnya Fathan sengaja menambah kecepatan, rasa kaget Alea rasakan dan refleks memeluk pria di depannya.

"Kamu gila! Pelanin motornya!" suaranya sedikit keras karena terhalang angin berharap di dengar, bercampur rasa kesal Alea memukul manja perut Fathan.

"Kok di pukul yank, harusnya di raba," balas Fathan tak kalah keras terkekeh senang bisa mengerjai Alea.

"Stop Mas, jangan bercanda." Ingin melepaskan pelukannya tapi takut jatuh sebab Fathan membawa kendaraan cukup kencang, untungnya tidak banyak kendaraan.

"Aku gak becanda, aku kangen di raba kamu."

Makin gila ucapan Fathan, emang udah error otaknya, itu pikiran Alea saat ini.

"Fathan gila."

"Gila karena kamu."

"Fathan setres."

"Setres mikirin kamu."

"Fathan mesum."

"Mesum hanya sama kamu."

"Fathaaannnn!"

"Iya sayang," balas Fathan lembut tidak marah Alea menyebut namanya.

"Aku serius Mas, pelanin motornya."

"Gak mau biar kamu bisa peluk aku kayak gini, aku kangen kamu."

Alea diam, percuma berteriak jika Fathan kekeh sama keinginannya. Dia mengalah, tubuhnya cukup lelah dan memilih diam membiarkan pria di depannya membawa motor sesuka hatinya.

Jika boleh jujur Alea juga merindukan hangatnya pelukan Fathan, merindukan momen berdua seperti ini, rindu segala sesuatu tentang Fathan.

Kepalanya Alea senderkan ke punggung Fathan, tangannya tetep melingkar pada perut sixpack Fathan, semilir angin pun tak mendinginkan tubuhnya yang ada kehangatan Alea rasakan bersama pria pujaannya. Bolehkah waktu tak berlalu demi bisa menikmati waktu berdua seperti ini? Rasanya Alea tidak bisa marah terlalu lama dan ternyata hatinya semurahan itu menikmati momen berdua seperti ini. Bolehkah ia egois memiliki jiwa raga pria dalam pelukannya untuk selamanya? Dan salahkah jika dia mencintai Fathan terlalu dalam sampai mudah memaafkan meski pernah menyakiti?

Bibir Fathan tersenyum, setidaknya ada waktu buat mereka berdua menikmati malam di malam Minggu. Jemari tangan kirinya terulur mengusap lembut punggung tangan Alea, hatinya berdebar-debar campur bahagia.

Hatinya berkata, "semoga kamu mau memaafkan aku Alea, aku gak akan janji tapi aku akan berusaha membuatmu dan Azka bahagia. Maaf pernah menyakitimu dengan sengaja."

Hati Alea juga berucap, "bersamamu aku merasa nyaman, tanpamu aku merasa kehilangan, jika tuhan berkenan kumohon izinkan kami kembali ke pelaminan."

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!