NovelToon NovelToon
TOXIC AND CONTROL

TOXIC AND CONTROL

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TOXIC AND CONTROL* *BAB 13: HARGA SEBUAH KEHADIRAN*

*TOXIC AND CONTROL*

*BAB 13: HARGA SEBUAH KEHADIRAN*

Dentuman musik bass yang berat dari lantai dansa Aston Club terasa bergetar hingga ke dalam dinding ruang VIP 109.

Di dalam ruangan bernuansa emas dan beludru merah itu, Rian Pradifta duduk bersandar di sofa tengah dengan kemeja hitam yang tiga kancing teratasnya sudah terbuka bebas.

Tatapan mata elangnya sayu, dipenuhi kabut alkohol dan rasa frustrasi yang tidak juga surut. Di sisi kanan dan kirinya, dua wanita penghibur dengan pakaian super minim terus bergelayut manja, menuangkan minuman dan sesekali membisikkan godaan sensual di ceruk lehernya.

Rian membiarkan mereka, menenggak cairan whiskey pekat itu berulang kali seolah tubuhnya kebal terhadap rasa panas alkohol. Pikirannya kosong, namun egonya yang terluka masih menuntut pelampiasan liar.

`Cklek.`

Pintu ruangan terbuka perlahan. Kinara Jose melangkah masuk dengan nampan besi di tangannya.

Malam ini, dengan setelan jumpsuit satin hijau zamrud dan rambut bob pendek berponi rata, dia terlihat begitu berani dan dewasa.

Namun, langkah kaki Kinara mendadak terhenti kaku di dekat meja kaca. Sepasang matanya meminta kejelasan di balik riasan smokey eyes-nya saat melihat kondisi Rian yang sedang mabuk berantakan ditemani wanita-wanita tersebut.

Rasa muak dan jijik yang luar biasa seketika bergejolak di hulu hati Kinara. Setelah kejadian di toilet sekolah siang tadi, malam ini dia harus kembali menyaksikan keliaran cowok itu di tempat kerja malamnya.

Menolak untuk terlibat lebih jauh, Kinara buru-buru menurunkan beberapa botol minuman pesanan ke atas meja dengan gerakan cepat. Dia hanya ingin menaruh botol-botol itu lalu segera pergi dari sana.

Namun, tepat saat Kinara membalikkan badan dan bersiap melangkah keluar, sebuah suara bariton yang berat dan serak memecah keheningan ruangan.

"Berhenti di situ."

Langkah Kinara membeku. Jantungnya berdegup kencang. Dia menoleh sedikit, mendapati Rian sedang menatapnya lurus dengan sorot mata yang teramat dingin dan pekat dari balik kabut mabuknya.

Rian menegakkan tubuh, menepis kasar tangan kedua wanita penghibur yang bergelayut di bahunya hingga mereka terperanjat kaget.

"Temani aku minum malam ini," perintah Rian datar, nadanya tidak menerima bantahan apa pun.

Kinara meremas nampan besinya kuat-kuat, berusaha mempertahankan penyamarannya sebagai Nara sang pelayan kelab. Dia merendahkan suaranya agar terdengar berbeda.

"Maaf, Tuan. Tugas saya hanya mengantarkan pesanan. Saya tidak bisa menemani tamu minum."

Rian terkekeh rendah—sebuah kekehan dingin yang teramat menjengkelkan. Dia meraih gelas kristalnya, memutarnya perlahan sebelum menatap Kinara dengan senyuman miring yang penuh ancaman terselubung.

"Kamu pikir aku tidak punya kekuasaan untuk membuat tempat ini ditutup besok pagi?" desis Rian tenang, namun setiap katanya sarat akan kendali mutlak yang mematikan.

"Pilih dengan bijak, Pelayan. Duduk di sini, atau cari pekerjaan baru di kota lain karena kelab ini akan rata dengan tanah atas perintahku."

Ancaman itu menghantam telak pertahanan Kinara. Wajahnya seketika memucat di balik riasan tebalnya. Dia tidak boleh kehilangan pekerjaan ini; ibunya butuh biaya pengobatan di rumah sakit.

Dengan perasaan terpaksa dan hati yang bergemuruh oleh rasa benci, Kinara akhirnya menurut. Dia melangkah perlahan dan mendudukkan dirinya di ujung sofa tunggal yang berseberangan dengan Rian, menjaga jarak sejauh mungkin.

Kinara membuang muka, merasa sangat jijik melihat bagaimana kedua cewek nakal itu kembali bergelendotan di lengan Rian dan mencoba mengambil alih perhatian sang tuan muda.

Di dalam hatinya, Kinara merasa sedikit beruntung. Dengan penampilannya yang jauh lebih berani malam ini, wig bob pendek, dan riasan mata yang tebal, Kinara mengira Rian masih belum mengenali dirinya yang sebenarnya.

Dia tidak tahu bahwa sejak malam pertama geng mereka menginjakkan kaki di kelab ini, Rian sebenarnya sudah mengetahui identitas aslinya.

Rian memperhatikan setiap riak ketidaknyamanan di wajah pelayan di depannya. Matanya menggelap pekat, mengunci manik mata jernih yang bersembunyi di balik riasan smokey eyes itu.

Senyuman miring di bibir Rian semakin melebar, penuh dengan kejam dan arogansi yang mutlak. Rian memajukan tubuhnya ke depan meja, menatap Kinara dengan binar obsesi yang mengerikan.

"Berapa harga kamu semalam?" Kalimat pelecehan yang teramat vulgar itu meluncur begitu enteng dari bibir Rian, sengaja ditujukan khusus untuk menusuk harga diri Kinara.

"Temani aku malam ini," tambahnya dengan suara baritonnya yang rendah dan berat.

Kinara mengepalkan tangannya kuat-kuat, dadanya bergemuruh hebat menahan amarah yang nyaris meledak.

"Tolong jaga ucapan Anda, Tuan. Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak menjual diri!" tolak Kinara dengan sangat tegas, matanya menatap Rian penuh kilat perlawanan.

Mendengar penolakan yang kesekian kalinya itu, pertahanan ego Rian yang sudah hancur oleh alkohol runtuh sepenuhnya.

Tiba-tiba saja, Rian berteriak frustrasi dengan nada yang sangat kasar hingga membuat isi ruangan itu gemetar.

"BERHENTI MENOLAKKU, WANITA SIALAN!" umpat Rian keras, membuat Kinara tersentak kaget setengah mati di atas sofanya.

Kedua wanita penghibur di samping Rian bahkan langsung ciut ketakutan.

"Kamu pikir... kamu siapa, hah?!" lanjut Rian dengan napas yang memburu, matanya merah menyala menatap Kinara.

"Kamu tahu? Apa pun yang aku inginkan pasti aku dapatkan... termasuk kamu yang cuma pelayan rendah!"

Tanpa memedulikan apa pun lagi, Rian bangkit dari duduknya. Dengan langkah sempoyongan namun cepat, dia bergeser mendekati sofa tempat Kinara duduk, lalu langsung memojokkan tubuh kecil gadis itu ke sudut sandaran sofa.

Kinara terkunci sepenuhnya di bawah kurungan tubuh kekar Rian.

"Kenapa kamu terus menolakku...?" bisik Rian mendadak melunak, suaranya terdengar serak dan begitu rapuh di tengah kabut alkohol.

Rian mengangkat tangan kirinya, lalu menyentuh dada bidangnya sendiri tepat di bagian jantung.

"Kamu tahu tidak... di sini... rasanya sakit."

Kinara memalingkan wajahnya, dadanya berdegup gila karena ketakutan berbaur dengan rasa bingung yang amat sangat. Sikap Rian malam ini benar-benar tidak tertebak.

"Tuan, kendalikan diri Anda. Anda sudah mabuk," cicit Kinara dengan suara yang gemetar, berusaha mendorong bahu tegap Rian agar menjauh.

Rian seolah tuli. Dia mengulurkan tangan kanannya yang kekar, bergerak perlahan menyentuh permukaan pipi Kinara yang dilapisi riasan tebal. Ibu jarinya mengusap kulit gadis itu dengan kelembutan yang aneh.

"Apa yang kurang dariku? Kenapa kamu terus-menerus menolakku..."

Tatapan mata elang Rian yang sayu perlahan turun, beralih dan tertuju lurus pada bibir ranum Kinara. Binar obsesi dan keliaran dalam otak gilanya mengambil alih kendali sepenuhnya.

Sebelum Kinara sempat menyadari bahaya dan menghindar, Rian dengan gerakan secepat kilat maju menarik tengkuk Kinara.

Rian meraup bibir ranum gadis itu dengan kasar dan penuh ketamakan, melumatnya secara brutal seolah sedang memakan es krim di tengah rasa dahaga yang menyiksa.

Kinara membelalakkan matanya sempurna, memukul dada bidang Rian sekuat tenaga demi melepaskan diri.

Namun, malam itu, Rian benar-benar telah mabuk berat dan hilang kendali sepenuhnya di dalam ruangan VIP yang temaram.

1
mamah fitri
alur cerita nya bikin penasaran .. tokoh utamanya betul2 punya aura masing2
mamah fitri
bisa 3 sampai 4 bab ngga .. penasaran dengan apa yg terjadi nanti di kapal..

semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
Park ha: kwkkwkwk sabar kak 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tamirah
Begitu bucinnya Rian pada Kinara sampai meng-klaim bahwa dia pacar putrinya..... wesss angelllll..,!
Tamirah
Ceritanya semakin halu Uuuuu.Yayasan kepala sekolah yg tunduk dgn Rian lalu rumah sakit yg mendadak naik tarifnya apa lagi mungkin bandara dan pesawat nya sekalian atau pusat perbelanjaaan atau mall semua milik pelajar yg bernama Rian wik...wik....wik.
Park ha: ini emang cerita halu ku kak ...kwkwkwk
bukan pengalaman pribadi whehehehe
total 1 replies
Tamirah
Thor mulai hingga episode ini gak ada interaksi orang tua Rian maupun guru guru di sekolah, alur cerita didominasi Rian dan temannya juga Rendi serta so Cupu.dan aneh nya lagi semua keputusan ada ditangan Rian ttg pencabutan bea siswa Rendy padahal ada komite sekolah.dimana peran ketua yayasan dan ketua komite,masih status siswa bak seorang CEO punya kartu hitam lagi cerita nya berlebihan Thor.
Tamirah
Kok bisa orang yg sdh mabuk berat dan hasrat nya sdh fulll bisa berhenti mendadak karena sebuah kalimat aku membencimu ya emang sengaja' dibuat begitu sama sang sutradara dara.Kalau dunia nya itu mah lewat langsung jebol selaput sang dara 😄😄😄.
Park ha: 🤭 lanjutin ya kak masih banyak kejutan..moga gk bosen bacanya..gpp sambil marah2 juga.berarti karakter Rian ini emang berhasil di buat untuk di benci wkkwk
total 1 replies
Tamirah
Menjijikan berapa korban pelajar yg dilecehkan selama ini apa gak ada yg berani para Guru untuk melaporkan kebejatan murid laki laki walau org tuanya pemilik yayasan sekolah' tsb, laporan pada Diknas jangan takut kalau dipecat banyak yg akan membela guru bahkan dgn bukti bukti kuat sekolah itu ijin pendirian akan dicabut dan sekolah' otomatis ditutup.Pimilik yayasan akan dipanggil oleh pihak Diknas.
Tamirah: sayang nya ini hanya cerita halu, Thor terinspirasi dari mana cerita ini dari lingkungan sekitar atau dari Drakor atau dracin 😄😄😄
total 2 replies
Tamirah
Sangat disayangkan masih pelajar tapi sdh biasa menikmati' minuman minuman haram dan sdh biasa menyentuh tubuh wanita .yah mungkinn dari kehidupan orang tuanya yg gak mengutamakan agama hingga anaknya gak bermoral, tapi namanya cerita halu bisa saja author nya berubah seorang pelajar dari amoral menjadi bermoral akanw lebih seru dan bisa menjalin cinta SMA dengan si Cupu jenjang perguruan tinggi dan ahirnya mereka menikah' itupun maunya pembaca.
Park ha: 🤭 iya kak aku emang sengaja tokohnya toxic.. gk menormalisasi juga buat kehidupan nyata...itu cuma tokoh fiksi...

judulnya jelas ya Toxic and control
bukan Kisah cinta yang manis...
moga kakaknya gak bosen naca kelanjutannya..Dan kuat mental dengan Ke toxic an Rian hehe
total 1 replies
Park ha
novel ini ceritanya lumayan panjang ya mulai dari masa sma transisi ke Dewasa...
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk
Park ha
kwkwkwkw santai mari kita maki bersama wkkwwk
falea sezi
burung bekas masuk ke lobang beda2 tangan. bekas obok2 lubang beda. lagi astaga🤣 gimna g jijik
falea sezi
cowok bekas🤣 najis amat
falea sezi
dikira semua bisa di beli dengan uang🤣🤣
Park ha: bisa kak semua butuh duit wkkwkw🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
dikira semua cwek murahan apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!