NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Mereka kini kembali saling memandang dan bernafas lega, kemudian mengangguk.

"Dokter Rania belum tiba bu, dia katanya sedang diperjalanan, tadi beliau izin untuk mengurus sidang perceraian dan akan kembali katanya, kalau ibu mau menunggu silahkan buat janji temu dahulu".

Mendengar itu ibu Ardi itu langsung berkacak pinggang, dia sungguh tersinggung karena Rania mengatakan akan bercerai dengan anaknya dan sekarang dia yakin jika setelah ini perawat yang disini pasti memandang rendah dirinya.

"Itu bohong, dia masih menantu saya, saya adalah mertuanya, saya tidak perlu membuat janji temu untuk bertemu dengan menantu saya sendiri, katakan dimana ruangan dia, saya akan bicara dengannya". Bentaknya sambil berkacak pinggang.

Dia harus memberi pelajaran dua suster dihadapannya ini karena berani menyuruhnya membuat janji temu padahal dia adalah mertua Rania sendiri.

Mereka kembali saling memandang kemudian menyipitkan mata mereka kepada perempuan parubayah dihadapan mereka yang sejak tadi berkata sangat tidak sopan.

"Maaf Bu, jika ibu tidak mau membuat janji temu, silahkan telpon dokter Rania secara personal karena jika ibu datang kerumah sakit maka harus membuat janji temu lebih dahulu baru bisa bu, itu prosedur rumah sakit sekalipun ibu adalah keluarganya, kecuali keadaan Emergency ".

Mereka masih berusaha sopan sejak tadi walau mereka tengah menahan emosi karena parubayah ini menghambat pekerjaan mereka.

Mendengar perkataan perawat itu, wajahnya semakin kesal, mereka seperti tidak menghormati dirinya padahal dia mertua dokter hebat dirumah sakit ini.

"Kalian sengaja kan!! ". Tudingnya menunjuk wajah perawat iu dengan tidak sopan.

"Kalian sengaja menyembunyikan Rania agar tidak berbicara dengan saya, dia mau menghindari kami agar tidak bertemu dan membahas tentang keluarga, jangan kurang ajar kalian, suruh Rania keluar sekarang juga". Bentaknya dengan suara menggelegar.

Para perawat itu menatap sekeliling mereka ternyata banyak yang mengantri dan juga memperhatikan mereka sejak tadi, keduanya hanya bisa menghembuskan nafas kasar dan juga lelah.

"Maaf Bu, kami sudah mengatakannya dengan jujur dan sesuai prosedur, tolong ibu mengerti kami sedang banyak pekerjaan". Ucapnya dengan tegas.

"Saya tidak peduli, saya mau ketemu Rania sekarang juga, kalau tidak saya akan tetap berada disini sampai dia kelaur dan bertemu dengan saya". Teriaknya dengan sangat kesal.

Salah satu dari mereka mengangkat telponnya kemudian menghubungi seseorang.

"Permisi pak, tolong keruang administrasi sekarang, ada orang membuat keributan disini". Ucapnya saat panggilan telpon itu terhubung.

Dia sudah kehabisan kesabaran melihat tingkah laku mertua dari dokter Rania itu, pekerjaannya masih banyak tapi perempuan parubaya itu tidak mau menyingkir dari sana.

"Baik". Ucap di sebrang telpon

Ibu Ardi itu melotot mendengar perkataan dan percakapan Suster dengan orang yang ada ditelpon, dia langsung memukul meja resepsionis karena sangat kesal.

"Kalian semua jangan kurang ajar yah, saya ini mertua dokter kalian, saya tidak akan pergi dari sini sebelum bertemu dengan menantu saya".

"Heh ibu, apa anda ini tuli yah, sejak tadi perawat itu sudah katakan jika dokter Rania tidak ada, ibu ini ngeyel sekali kalau diberi tahu". Bentak orsng dibelakang ibu Ardi itu.

Sejak tadi dia mendengar semua percakapan mereka dan sabar menunggu tapi melihat kelakuan ibu dihadapannya ini yang sudah keterlaluan membuatnya jengkel setengah mati, dia sedang banyak urusan dengan dokter malah terhalang tingkat tidak jelas dari ornag di hadapannya ini.

"Tidak usah ikut campur kamu, ini bukan urusanmu". Dia berkacak pinggang menatap perempuan seusianya itu dengan berang.

Perempuan parubayah itu juga tidak mau kalah, dia sudah lama menunggu tapi sejak tadi urusannya dengan pihak administrasi belum selesai karena ada ornag berbuat onar.

"Heh, ini bukan rumah sakit nenek moyangmu yah!!, disini kita semua sama, jangan banyak gaya, kami ini banyak urusan administrasi, kamu tidak lihat dibelakang saya banyak ornag mengantri, punya otak tidak? ". Jawabnya dengan kesal.

Para perawat itu menghela nafas kemudian melirik security yang tiba dan langsung memisahkan mereka dan menyuruh yang lainnya maju sedangkan keduanya itu langsung memaksa mereka menjauh dari kerumunan.

"huft, akhirnya pergi juga, silahkan bu!!, maaf terjadi keributan". Ucap perwakilan perawat itu.

Terdengar langkah sepatu hak tinggi menggema berjalan kearah mereka, sedangkan ibu Ardi yang familiar dengan bentuk tubuh itu langsung berteriak dan pergi dari sana.

"Rania tunggu!! ".

Dia segera berlari menghampiri Rania dengan raut suram, sedangkan Rania yang tadinya berjalan akhirnya menghentikan langkahnya mendengar teriakan itu.

Dia hanya bisa menghela nafas kasar karena dia tahu siapa yang berteriak dirumah sakit seperti itu,

"Dasar manusia tidak punya etika, dia tidak tahu ini rumah sakit atau apa? ". Sungutnya dalam hati.

Dia berbalik dengan wajah yang tenang walau dia sangat kesal, dia tidak mau orang-orang bergosip tidak-tidak tentang dirinya apalagi dia sedang diruang administrasi yang banyak orang.

"Akhirnya kamu muncul juga, ibu ingin bertemu dengan mu, kamu habis darimana? ". Tanyanya dengan suara lembut yang dibuat-buat.

"Tadi anaknya sekarang ibunya yang akan membuat keributan, menyebalkan sekali". Ucapnya dalam hati

"Ini jam makan siang bu, saya habis dari makan siang, ibu ada perlu apa datang kemari, saya ingin bekerja". Jawabnya pelan tapi dengan nada tegas.

"Cih, jika bukan karena uangmu, saya tidak sudi datang kesini untuk meminta kamu kembali". sungutnya dalam hati.

Dia memasang wajah semanis mungkin agar Rania luluh dan mau memafkannya.

" Ibu ingin bicara sama kamu nak, kamu ada waktu? ". Tanyanya dengan senyum mengambang.

Rania menghela nafas kesal, dia sudah tidak ingin berurusan dengan keluarga Ardi tapi mereka selalu datang mencari gara-gara dengannya apalagi jika keinginan mereka tidak dituruti.

"Maaf Bu, saya sedang sibuk, saya ada jadwal operasi sekarang, nanti saja jika ibu mau mengobrol, ibu bisa pulang dulu nanti saya urus janji temu dengan suster nanti". Jawabnya dengan cepat.

Mendengar perkataan Rania itu, ibunda Ardi itu langsung meradang, dia tidak Terima jika Rania menolaknya, dia yakin jika itu hanya alasan Rania saja untuk menghindari dirinya.

"Jangan mentang-mentang kamu dokter, kamu bisa seenaknya Rania, saya masih ibu mertua kamu, kamu harus mengutamakan saya dibanding siapapun, kamu harus tahu itu". Bentaknya dnegan kesal.

Rania hanya bisa menghela nafas jengkel, mertuanya ini membuatnya emosi saja, padahal disini banyak ornag seenaknya dia berteriak seperti itu.

"Ini rumah sakit Bu, jangan berteriak seperti di hutan, saya memang ada jadwal operasi setengah jam lagi, jadi tolong jangan membuat keributan disini, saya permisi dulu".

Rania melangkahkan kakinya menjauh dari ibu Ardi itu, dia malas untuk meladeninya.

"Jangan kurang ajar Rania, saya belum selesai bicara!! ". Teriaknya.

1
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
Ayudya
persiapkan diri kalian tuk jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah manusia ga tau diri semua.bagus Rania ambil dan jangan beri kesempatan pada manusia yg seperti mereka🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah benalu banget si keluarga Ardi mana mau. pisik lagi
Ayudya
nah ini yg aku suka peran wanitanya tegas dan badas🥰🥰🥰🥰
Soraya
dh mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!