NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Tangan besar Axel bergerak semakin posesif, memberikan remasan yang kuat namun penuh gairah pada dada Anna di balik kain tipis yang dikenakannya. Setiap sentuhan itu membuat Anna merasa tubuhnya dialiri sengatan listrik yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Axel kembali membungkam bibir Anna dengan ciuman yang dalam, melumatnya dengan liar hingga mereka berdua kehabisan napas.

​"Nngghh... Ah... P-paman Axel..." desah Anna di sela-sela ciuman mereka, suaranya terdengar parau dan penuh pasrah. Tubuhnya terasa lemas seperti jeli di pangkuan pria itu, sementara tangannya secara tidak sadar meremas bahu kokoh Axel untuk mencari pegangan.

​Axel perlahan melepaskan pagutannya, namun ia tidak menjauh. Ia menempelkan keningnya pada kening Anna yang masih berkeringat kecil, membiarkan napas mereka yang memburu saling beradu dalam keheningan ruang kerja yang remang itu. Matanya yang tajam mengunci tatapan sembab Anna dengan intensitas yang begitu tinggi.

​"Anna," bisik Axel dengan suara berat yang serak dan penuh otoritas. "Dengar baik-baik. Mulai sekarang, kau hanya milikku. Tidak ada De Luca atau siapapun yang boleh menyentuhmu lagi."

​Anna yang masih terbuai dalam suasana intim itu hanya bisa mengangguk pelan dengan mata yang setengah terpejam. Rasa takut akan takdir kematiannya di novel seolah sirna berganti dengan rasa aman yang diberikan oleh dekapan pria di depannya ini.

​"Sekarang tidurlah," perintah Axel lembut sambil mengusap pipi Anna.

​Anna yang sudah merasa sangat lelah secara emosional dan fisik setelah kejadian di pesta malam itu, akhirnya menyandarkan kepalanya di dada bidang Axel. Di bawah pengaruh aroma maskulin yang menenangkan dan kehangatan tubuh Axel, Anna perlahan memejamkan mata. Ia tertidur dengan sangat nyaman di dalam pelukan pria yang paling ditakuti itu, merasa terlindungi dari dunia luar yang kejam.

Sinar matahari pagi mulai menyeruak masuk melalui celah gorden apartemen mewah milik Axel. Anna perlahan membuka matanya dan merasakan kehangatan yang asing namun sangat nyaman di sekelilingnya. Ia tersentak saat menyadari bahwa dirinya masih berada di dalam pelukan Axel yang tertidur dengan napas teratur.

​Anna mematung, menatap wajah Axel yang tampak jauh lebih tenang saat sedang terlelap. Pikiran tentang kejadian semalam—ciuman panas dan sentuhan posesif Axel—langsung menyerbu benaknya. Apa aku benar-benar menyukainya? pikirnya dalam hati dengan jantung yang mulai berdebar kencang. Ia tidak bisa menyangkal betapa tampannya pria ini, bahkan saat sedang tidur seperti sekarang.

​Saat Anna sedang asyik memperhatikan garis wajah tegas Axel, tiba-tiba kelopak mata pria itu bergerak dan terbuka, langsung menangkap basah Anna yang sedang menatapnya.

​Anna yang kaget refleks mencoba mundur dan menjauh, namun dengan sigap satu tangan Axel melingkar di pinggangnya, menarik tubuh mungil itu kembali mendekat hingga tidak ada jarak di antara mereka.

​"S-selamat pagi, Paman..." ucap Anna dengan nada ragu dan wajah yang merona merah.

​"Hmm, pagi," jawab Axel dengan suara serak khas orang baru bangun tidur yang terdengar sangat seksi.

​Tanpa banyak bicara, Axel langsung mencondongkan wajahnya, mencium bibir Anna dengan lumatan yang lembut namun penuh kerinduan. Anna yang awalnya terkejut, perlahan mulai terbiasa. Ia memejamkan mata dan ikut membalas ciuman itu, membiarkan perasaannya mengalir begitu saja. Tangan Axel yang berada di pinggang Anna tidak tinggal diam; ia memberikan remasan yang cukup kuat, seolah ingin memastikan bahwa gadis itu benar-benar ada di dalam dekapannya pagi ini.

Ciuman yang semakin dalam itu tiba-tiba terputus saat sebuah pikiran melintas di benak Anna. Ia tersentak, teringat bahwa ia sama sekali tidak pulang ke rumah semalam dan tidak memberi kabar pada siapa pun.

​Anna segera melepaskan pagutannya dan menjauhkan wajahnya, meskipun napasnya masih tersengal. "A-Aduhh! Paman, berhenti dulu!" serunya dengan nada panik sambil menutupi bibirnya yang sedikit bengkak.

​Axel menaikkan sebelah alisnya, terlihat tidak senang karena aktivitas paginya terganggu. "Ada apa?" tanyanya dengan suara rendah yang masih serak.

​"Aku lupa kalau aku tidak pulang semalam!" Anna bergegas turun dari tempat tidur dengan wajah cemas, merapikan rambutnya yang berantakan. "Orang rumah pasti mencariku. Aku harus pulang sekarang, Paman. Bisa gawat kalau mereka tahu aku menghilang."

​Melihat kepanikan Anna yang terlihat lucu, rasa kesal Axel perlahan memudar. Ia bangkit dari tempat tidur dengan gerakan yang tenang dan berwibawa, lalu mengambil kunci mobilnya yang terletak di atas nakas.

​"Mandilah sebentar atau setidaknya cuci wajahmu," ucap Axel sambil berjalan mendekati Anna dan mengacak rambutnya pelan. "Aku yang akan mengantarmu pulang. Tidak ada bantahan."

​Anna hanya bisa mengangguk patuh, merasa sedikit lega namun juga berdebar karena Axel bersedia mengantarnya secara langsung. Ia segera bersiap-siap, sementara Axel menunggunya dengan tatapan posesif yang seolah tidak ingin membiarkan miliknya itu pergi terlalu lama.

Setelah membersihkan diri seadanya, Anna duduk dengan gelisah di kursi penumpang. Axel memutuskan untuk mengendarai mobilnya sendiri, sementara suasana di dalam kabin terasa jauh lebih hangat dibandingkan semalam. Namun, rasa hangat itu segera berganti dengan kepanikan luar biasa saat mobil mewah tersebut berhenti tepat di depan gerbang rumah Anna.

​Di teras rumah, Papa Anna sedang asyik menyesap kopi sambil membaca koran pagi. Ia mendongak, merasa heran melihat sebuah mobil asing yang sangat mahal terparkir di halaman rumahnya.

​"Mati aku... P-Paman, itu Papa!" seru Anna dengan mata melotot, mencoba bersembunyi di balik dasbor mobil. "Jangan keluar dulu, aku bisa kena masalah besar kalau dia tahu aku menginap di apartemen pria!"

​Axel sama sekali tidak peduli dengan kepanikan Anna. Dengan gerakan tenang dan wajah datarnya yang dingin, ia mematikan mesin, keluar dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Anna. Mau tidak mau, Anna keluar dengan langkah gemetar dan wajah merah padam.

​Papa Anna berdiri, awalnya tampak curiga, namun matanya langsung membelalak saat mengenali siapa pria yang berdiri di samping putrinya. "Tuan Axel Van Elion?" gumamnya tak percaya. Rasa kagetnya segera berubah menjadi rasa hormat yang besar. "Selamat pagi, Tuan. Suatu kehormatan besar Anda berkunjung ke rumah sederhana kami."

​Papa menyambut Axel dengan sangat sopan, seolah lupa bahwa putrinya baru saja pulang pagi-pagi sekali dengan pria asing. "Mari masuk, Tuan. Kebetulan kami baru saja akan memulai sarapan. Apakah Anda bersedia bergabung dengan kami?"

​Anna sudah bersiap mendengar Axel menolak dengan dingin—mengingat betapa sibuk dan eksklusifnya pria itu. Namun, jawaban Axel justru membuatnya hampir tersedak ludahnya sendiri.

​"Tentu," jawab Axel singkat sambil melirik Anna dengan tatapan penuh arti. "Saya cukup lapar pagi ini."

​Anna hanya bisa mematung kaget dengan mulut sedikit terbuka. Paman Axel, sang penguasa bisnis yang kejam, akan sarapan bersama keluarganya? Ini benar-benar di luar dugaannya! Beliau melangkah masuk dengan santai, seolah-olah ia memang sudah sering datang ke sana, meninggalkan Anna yang masih berusaha mencerna situasi gila ini.

1
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
wahyu andria
suka karyanya. . .up yang bnyak thor
Teguh Aliyanto
up yg bnayak thorr jagan 1 satu aja
Teguh Aliyanto
semagat💪💪
Teguh Aliyanto
ug yg banyak thor😍😍
Teguh Aliyanto
lanjuth thorr😍
Teguh Aliyanto
lanjuttt🤭🤭
Teguh Aliyanto
lanjur thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!