NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Siang itu Gerry terbangun dari tidur nyenyaknya, saat akan merenggangkan kedua tangannya tiba tiba tangannya tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang empuk dan terasa kenyal. "Eh apaan nih empuk lembut kenyal" gumam Gerry dengan mata masih terpejam. Perutnya terasa berat seperti ditimpa sesuatu yang berat. Perlahan Gerry membuka kedua matanya dan saat menatap kearah perutnya ternyata sebuah kaki bertengger manis diatas perutnya.

Kedua matanya membeliak kaget dan pada saat melihat kesamping ada seorang gadis cantik yang masih tertidur tenang nampak begitu damai. Sebagian rambutnya menutupi wajahnya. Wajah cantik Santa nampak begitu semakin cantik sekaligus mengemaskan dengan bibir sedikit terbuka. "Ternyata aku tidak bermimpi dipeluk nona Santa, ini sungguh pemandangan yang luar biasa indah disepanjang tidurku. Aku belum pernah sedekat ini dengan nona Santa" ucap Gerry dalam hati dengan jantung berdegup kencang.

Tatapan mata Gerry tertuju pada bibir mungil yang sedikit terbuka tersebut ingin rasanya Gerry mengecup bibir tersebut walaupun sekilas tapi ia tidak memiliki keberanian itu. Gerry sengaja tidak langsung membangun nona mudanya justru dia begitu menikmati pemandangan didepannya saat ini. Perut yang tadinya terasa lapar saat ini tidak lagi terasa lapar. Justru rasanya Gerry ingin menerkam nona mudanya jika seandainya wanita disampingnya adalah pasangannya. Apalagi sesuatu dari bagian tubuhnya ada yang mulai bereaksi semakin lama semakin menegang dan terasa keras sehingga sesuatu yang tersembunyi perlahan lahan menonjol ditengah tengah diantara dua kakinya. Saat kaki Santa tanpa sengaja bergerak turun diantara dua kakinya justru semakin menyiksa Gerry " Oh shit, kenapa dia bangun disaat enggak tepat kayak gini" umpat Gerry dengan wajah memerah seperti menahan sesuatu.

Tidak ingin melakukan sesuatu yang akan membuatnya malu dengan hati hati Gerry menggeser kaki Santa kesamping. Setelah bebas dari kaki Santa, Gerry turun dari tempat tidur dengan hati hati agar tidak menggangu tidur nyenyak nona mudanya. Setelah berhasil turun dari tempat tidur Gerry dengan gerakan cepat segera menyambar kopernya dan segera keluar dari dalam kamar Santa. Setelah berhasil keluar dari dalam kamar Santa, Gerry baru bisa menghempaskan nafas lega seraya memegangi dadanya yang masih berdetak kencang. "Untung jantungku masih aman dan selamat dari amukan nona muda" ucap Gerry dalam hati.

Saat Gerry baru saja bernafas lega tiba-tiba terdengar pintu terbuka dari arah samping yaitu kamar yang ditempati oleh David. David yang melihat wajah tegang asistennya menatapnya dengan tatapan heran "Kamu kenapa Gerry, kenapa wajahmu tegang sekali seperti habis lihat hantu saja" tanya David keheranan dengan tingkah asistennya.

"Sa..saya tidak kenapa kenapa tuan, hem.. tuan boleh saya numpang mandi dan berganti pakaian" tanya Gerry sedikit gugup. "Loh kenapa dengan kamar mandi dikamar Santa, apa ada yang rusak?" tanya David heran. Gerry buru buru menggeleng cepat "Anu tuan, nona muda sudah datang sekarang nona muda sedang istirahat jadi saya tidak berani masuk kedalam" jawab Gerry memberi alasan yang masuk akal. David yang mendengar jawaban Gerry akhirnya mengangguk singkat "Masuklah, setelah ini kita keluar mencari tempat makan" ucap David berjalan meninggalkan kamar tersebut. "Baik tuan" jawab Gerry patuh.

Setelah beberapa menit kemudian Gerry selesai mandi dan berganti pakaian. Saat itu mereka keluar mencari makan siang bersama. Sedangkan didalam kamar Santa terbangun dari tidurnya, ia mengucek matanya dan melirik guling disampingnya dengan tatapan sedikit heran. "Perasaan tadi pagi pas gue mau tidur, gulingnya enggak kayak gini deh apa cuma perasaan gue aja kali ya" gumam Santa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ah bodo amatlah, mungkin cuma perasaan gue aja kali karena ngantuk berat" gumamnya cuek. Santa langsung bangun dari tempat tidurnya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Tak lama kemudian Santa sudah selesai dengan ritual mandinya, saat ini gadis cantik berpenampilan tomboy tersebut ingin menikmati makan siangnya dengan memasak mie instan. Santa berfikir mumpung tidak ada kakaknya disini. "Wah akhirnya makanan favorit gue saat ini sudah matang, mumpung enggak ada kak David jadi gue bisa makan ini sepuasnya" ucap Santa dengan nada riang bahagia seolah olah menikmati mie instan adalah surga dunia untuknya. Satu mangkuk mie instan berkuah bercampur toping sayur sawi 2 telur dan cabe rawit cukup banyak sehingga mie tersebut terlihat begitu menggugah selera siapapun yang melihatnya tentunya pecinta mie instan dong seperti author hehehe...

Saat sedang menikmati makan siangnya tiba-tiba pintu terbuka dari luar. Santa yang masih fokus makan mie instan di balkon tidak mendengar langkah kaki seseorang. David dan Gerry yang melihat pintu balkon terbuka lebar segera menghampiri pada saat langkah mereka semakin dekat samar samar mencium aroma khas yang begitu familiar di hidung mereka berdua. Saat jarak semakin dekat ke arah balkon aroma mie instan semakin kuat dan nampak Santa sedang menikmati semangkuk mie instan dengan kuah berwarna merah merona. Kedua mata David langsung melorot tajam apalagi wajah Santa sampai berkeringat bibirnya berubah merah karena kepedasan. "Santa...!! Apa yang kamu makan !!" teriaknya keras sehingga membuat Santa tersedak saat sedang menyesap kuah pedas tersebut.

Uhuk ..

Uhuk ..

Uhuk ..

Melihat adiknya terbatuk-batuk karena tersedak membuatnya kasihan. David segera memberikan segelas air putih untuk adiknya. "Kakak.." gumam Santa, ia benar-benar kaget melihat kakaknya sudah berdiri tegak disampingnya dibelakangnya ada Gerry asisten kakaknya berwajah datar.

"Kakak kapan datangnya, kenapa Santa enggak kasih kabar Santa" tanya Santa mengalihkan perhatian kakaknya yang sejak tadi menatap tajam ke mangkuk yang ia pegang yang berisi mie instan yang masih nampak masih banyak. "Sejak kapan kamu makan makanan ini, kakak sudah berulang kali mengingatkan sama kamu jangan makan mie instan. Apa uang yang kakak kasih sudah habis, sehingga kamu sampai makan mie instan ini" tanya David marah bercampur kesal.

"Ya elah kak, ini cuma makan mie instan doang bukan makan racun. Engga sehat kalau dikomsumsi setiap hari, gue cuma makan sesekali doang kok" protes Santa ikut kesal karena acara makannya diganggu sang kakak. David yang mendengar jawaban adiknya makin dibuat kesal ia tidak suka kalau perkataannya dibantah meskipun itu adiknya sendiri. "Berikan sama kakak, biar kakak buang saja apalagi kamu sampai kepedasan gitu nanti perutmu sakit" ucap David mengulurkan tangannya ingin merebut mangkuk yang dipegang adiknya.

"Enggak..!! enak saja mau di buang, gue baru mau makan kok mau dibuang kan sayang makanan dibuang!" ketus Santa melindungi mangkuk yang mau direbut kakaknya. David makin dibuat kesal sama adiknya, pria tampan tersebut enggak kehabisan akal ia melirik Gerry. Gerry yang tau maksud tatapan tuannya, akhirnya hanya bisa nurut. Gerry berjalan mendekati nona mudanya dengan langkah sedikit ragu namun tatapan tajam David membuat Gerry segera berdiri dibelakang Santa yang masih duduk kursi. Santa menatap tajam ke arah asisten kakaknya "Kak Gerry mau ngapain?" tanya Santa melirik tajam asisten kakaknya. Tanpa menjawab pertanyaan nona mudanya Gerry langsung memegangi pundak nona mudanya. Sedangkan David langsung berusaha merebut mangkuk yang masih ditangan adiknya. "Kakak apa apaan sih, itu makanan gue!" teriak Santa kesal karena mangkuknya berhasil direbut kakaknya dan David langsung membawa masuk mangkuk berisi mie instan menuju dapur berniat membuang mie instan tersebut ke wastafel. Namun saat akan membuangnya David dibuat penasaran dengan rasa mie instan tersebut yang nampak enak. "Emang seenak apa sih rasanya, kok Santa begitu menyukai makanan ini" gumam David penasaran. Sebelumnya David sempat melirik ke kiri-kanan untuk memastikan bahwa tidak ada yang melihat apa dia lakukan. "Hem.. sepertinya cobain sedikit nggak masalah kali ya, baru setelah itu dibuang" ucap David dalam hati. Sebelum mencoba David mencium aroma mie instan yang memang begitu menggugah selera meskipun ia baru pertama kali makan.

"Srup..." saat kuah pedas gurih langsung terasa pecah di lidahnya kedua matanya langsung membeliak kaget "Wah ternyata rasanya lumayan enak enggak mengecewakan" gumam David tersenyum tipis. David langsung duduk di kursi dan tanpa sadar menghabiskan semangkuk mie instan tersebut.

Sedangkan di balkon Gerry masih berusaha menahan nona mudanya yang terus berontak ingin dilepas. "Lepasin kak, jangan buat gue marah!" ketus Santa kesal."Maaf nona, saya hanya menjalankan perintah tuan David" tolak Gerry masih tetap memegang erat kedua orang Santa. "Lepas kak, apa salahnya kalau gue pingin makan mie instan. Gue makan cuma sesekali enggak setiap hari kok, plis lepasin kak Gerry" rengek Santa dengan wajah memelas namun tidak membuat Gerry luluh. Sangking kesalnya dengan sikap kaku asisten kakaknya tiba-tiba Santa menyeringai licik. Ia tatap kedua mata Gerry yang kebetulan Gerry juga menatapnya juga. Santa tersenyum begitu manis sehingga wajah cantiknya semakin membuat jantung Gerry berdegup kencang. Melihat Gerry mulai tidak fokus dan pegangan tangannya mulai melonggar Santa tersenyum licik.

Srek...

Cup..

Sebuah ciuman mendarat di pipi sebelah kanan Gerry, terasa lembut dan hangat saat bibir mungil Santa menyentuh pipinya. Kedua mata Gerry langsung membola karena terkejut bibirnya sampai terbuka sangking terkejutnya dengan serangan mendadak dari nona mudanya. Disentuhnya pipi sebelah kanannya dan menyentuh dadanya yang berdegup kencang napasnya terasa tercekat di tenggorokan. "Ya Tuhan barusan nyata kan..?? Nona Santa mencium pipiku" gumam Gerry tersenyum senang dengan hati berbunga-bunga.

Sedangkan Santa sudah masuk kedalam menyusul sang kakak yang sudah masuk sejak dari tadi. "Mie gue, awas ya kak kalau sampai berani buang makananku" geram Santa kesal. wajahnya sudah berubah bersungut-sungut kesal ia berjalan menuju dapur dan saat sampai dapur kedua matanya melotot kaget. Nampak kakaknya sedang menikmati semangkuk mie instan buatannya."Kak David..!!??" teriak Santa semakin di buat kesal karena mie buatannya sudah dimakan kakaknya.

Uhuk ..

Uhuk...

David yang mendengar suara teriakan melengking adiknya langsung tersedak kuah mie instan. "Ad..ada apa San?" tanya David gugup ketahuan adiknya makan mie punya adiknya. "Ada apa.. Ada apa..itu apa yang kakak makan, balikin nggak..!!" ketus Santa kesal. David yang sudah selesai minum langsung menjawab "Oh.. kamu mau ini, nih ambil kakak enggak doyan makanan kayak gitu" sahut David sok cool seraya menyerahkan mangkuk yang sudah kosong kepada adiknya. Santa yang awalnya senang menerima mangkuk tersebut senyuman di bibirnya yang tadinya merekah langsung berubah dingin "Kakak..!!" teriak Santa kesal sedangkan David langsung kabur masuk kedalam kamarnya dan segera mengunci dari dalam. "Maafkan kakak ya San, tadi enggak sengaja masuk kedalam perut kakak kok" ucap David dari dalam kamar dengan suara seolah olah merasa bersalah padahal aslinya terkikik geli mendengar adiknya mencak mencak marah diluar.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!