Di dunia di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, di mana kemampuan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, ada seorang pemuda yang namanya perlahan mulai menancapkan akarnya dan menimbulkan getaran di seluruh wilayah. Dia adalah Xiao Xuan—pria yang tenang, penuh perhitungan, dengan tatapan mata yang tajam yang bisa menilai setiap situasi dalam sekejap, namun menyimpan kelembutan dan perlindungan yang hanya terlihat bagi orang-orang yang dia sayangi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.Menjinakkan Serigala, Membeli Hati Rakyat
Seminggu telah berlalu sejak malam di mana takdir Keluarga Suci diputarbalikkan di balik dinding sunyi kediaman Keluarga Xiao. Bagi Xiao Xuan, hari-hari berikutnya berjalan dalam ketenangan yang monoton.
Merasa tidak memiliki agenda kultivasi yang mendesak, pria itu memutuskan untuk keluar dari ruang meditasinya dan melangkah mengunjungi Keluarga Suci. Bagaimanapun, singa yang baru saja dijinakkan perlu sesekali dielus agar tetap mengenali siapa tuannya.
Terlebih lagi, laporan rahasia menyebutkan bahwa Patriark Shen Hong telah bertindak dengan efisiensi yang luar biasa—membersihkan faksi pembangkang tanpa menyisakan riak yang berarti. Sebuah pencapaian yang patut diberi sedikit apresiasi.
Begitu kereta spiritual yang membawa lambang klan Xiao berhenti di depan gerbang megah Keluarga Suci, desas-desus kedatangan Xiao Xuan langsung memicu kesibukan yang hebat. Patriark Shen Hong sendiri yang memimpin barisan, bergegas turun ke pelataran luar untuk menyambut sang Tuan Muda.
"Bawahan memberi salam hormat, Tuan Muda Xiao Xuan!"
Dipimpin oleh suara berat Shen Hong, seluruh figur penting yang hadir serentak membungkuk dalam-dalam, membentuk lengkungan tubuh yang sempurna. Xiao Xuan melangkah turun dari kereta, jubah hitamnya yang bersulam benang perak tipis berdesir anggun.
Sepasang matanya yang tajam menyapu kerumunan di hadapannya; sudut bibirnya terangkat tipis menyadari bahwa hampir setiap tetua inti dan keturunan langsung Keluarga Suci telah dikumpulkan di sana untuk menunjukkan kepatuhan.
Setelah beberapa basa-basi formal yang mengalir alami tanpa kekakuan robotik, Xiao Xuan melangkah masuk ke dalam aula utama Keluarga Suci, diiringi oleh langkah kaki kerumunan yang menjaga jarak aman di belakangnya.
"Senior Shen, dan para Tetua sekalian," Xiao Xuan memulai pembicaraan setelah mengambil posisi di kursi kehormatan, suaranya tenang namun memenuhi setiap sudut ruangan yang mendadak sunyi. "Bagaimana kabar kalian akhir-akhir ini? Apakah semua transisi internal berjalan tanpa hambatan?"
Shen Hong yang duduk agak rendah di sisi kanan segera menangkupkan tangan, wajah tuanya memancarkan binar kepuasan yang tidak bisa disembunyikan. "Tuan Muda terlalu penuh perhatian. Saya pribadi harus menghaturkan terima kasih yang tak terhingga atas gulungan rahasia dan roh iblis tingkat Ilahi yang Anda anugerahkan minggu lalu. Dengan fondasi baru ini, orang tua ini sangat optimis dapat menembus belenggu maut dan melangkah ke ranah Legenda dalam waktu setengah tahun!"
Impian terbesar dalam hidupnya yang semula terasa semu, kini berada tepat di balik pelupuk mata berkat kemurahan hati pemuda di hadapannya.
"Benar apa yang dikatakan Patriark, Tuan Muda!" salah seorang Tetua agung Keluarga Suci ikut menimpali dengan nada menggebu-gebu. "Perintah Anda adalah titah bagi kami. Katakan saja sepatah kata, dan Keluarga Suci siap menerobos lautan api maupun badai es tanpa keraguan sedikit pun!"
Mereka semua telah mencicipi sendiri keajaiban *Teknik Qilin* dalam seminggu terakhir; meridian mereka yang semula buntu kini mengalirkan energi spiritual yang jauh lebih murni. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, mengikuti Xiao Xuan berarti berjalan menuju puncak kemakmuran baru. Ketakutan terbesar mereka saat ini bukan lagi tentang kehilangan kebebasan, melainkan jika Xiao Xuan menganggap mereka tidak lagi berguna di papan caturnya.
"Baguslah jika kalian bisa menyerap warisan itu dengan cepat," Xiao Xuan mengangguk pelan, seulas senyum tipis yang sarat perhitungan terukir di wajah tampannya. "Setiap kesetiaan yang terbukti di mataku tidak akan pernah berakhir dengan tangan kosong."
"Apakah kedatangan Tuan Muda hari ini membawa instruksi khusus yang harus kami eksekusi?" tanya Shen Hong, mencoba membaca arah pikiran Xiao Xuan.
"Bukan hal yang teramat besar," Xiao Xuan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kayu, mengetuk pinggiran meja dengan jemarinya yang ramping, menciptakan ketukan konstan yang mendadak mengubah atmosfer menjadi sedikit tegang. "Aku hanya ingin mendengar pandangan jujur dari kalian semua. Senior Shen... menurutmu, bagaimana citra dan sepak terjang Keluarga Suci di mata masyarakat Kota Glory selama beberapa tahun ke belakang?"
Pertanyaan sederhana itu seketika menjatuhkan keheningan yang mencekik di dalam aula. Senyum di wajah Shen Hong membeku, dan beberapa tetua di belakangnya mulai merasakan keringat dingin membasahi tengkuk mereka.
Mereka tahu lebih baik dari siapa pun betapa buruknya rekam jejak klan mereka—menindas keluarga-keluarga kecil yang tak berdaya, memeras pedagang jelata, berkolusi di balik bayang-bayang kegelapan, hingga membiarkan para pemuda bangsawan mereka bertindak semena-mena di jalanan.
Penyebutan hal ini secara tiba-tiba oleh Xiao Xuan membuat jantung mereka berdegup kencang, takut jika sang Tuan Muda datang hari ini untuk membersihkan sisa-sisa dosa masa lalu mereka.
Shen Hong menarik napas dalam-dalam, menguatkan batin dewasanya untuk tidak berbohong di hadapan mata yang mampu membaca jiwa tersebut. "Keluarga Suci... memang telah menimbun banyak noda dan melakukan kelalaian besar di masa lalu. Karena Tuan Muda mengangkat masalah ini hari ini, orang tua ini tidak berani menyembunyikan kebusukan internal kami."
Melihat ketegangan yang merayap di wajah-wajah tua itu, Xiao Xuan terkekeh pelan, sebuah tawa tipis yang meredakan ketegangan atmosfer dalam sekejap.
"Senior, dan para Tetua sekalian, tidak perlu memasang wajah setegang itu. Aku di sini bukan bertindak sebagai hakim yang ingin mengadili masa lalu kalian," ucap Xiao Xuan, nadanya kembali melunak namun tetap menyiratkan ketegasan yang anti-naif. "Aku bukan tipe pemimpin yang menyingkirkan bidak setianya setelah tujuan pribadiku tercapai. Aku hanya ingin memastikan kita memiliki pemahaman dasar yang sama sebelum melangkah lebih jauh."
Mendengar penegasan tersebut, seisi aula serentak mengembuskan napas lega yang panjang. Ketegangan yang membayangi dinding-dinding kayu seketika mencair, digantikan oleh perhatian penuh.
"Senior Shen," Xiao Xuan menegakkan tubuhnya, tatapannya menajam, mengunci fokus setiap orang di ruangan itu. "Ini adalah peringatan sekaligus panduan dariku. Mulai hari ini, hentikan seluruh praktik intimidasi dan pemerasan terhadap klan-klan kecil di Kota Glory. Kita perlu merombak total fasad luar Keluarga Suci, memulihkan nama baik kalian, dan memenangkan kembali simpati dari masyarakat jelata.
Pria dewasa yang cerdas harus selalu melihat gambaran besar dalam jangka panjang; fondasi kekuasaan yang sejati dibangun di atas kepatuhan yang sukarela, bukan ketakutan yang memicu pemberontakan. Adapun mengenai keturunan-keturunan manja klan kalian yang gemar menculik wanita atau berbuat onar di pasar...
setiap keluarga besar pasti memiliki domba hitamnya sendiri. Kendalikan cambuk kalian lebih keras, kurung mereka jika perlu, dan pastikan tidak ada dari mereka yang memicu percikan api yang bisa membakar rencana besar kita."
"Kami memahami dengan seluruh jiwa kami, Tuan Muda! Kami tidak akan mengecewakan kepercayaan Anda!" jawab para anggota Keluarga Suci serempak, suara mereka bergaung penuh kepatuhan yang mutlak.
Xiao Xuan mengibaskan tangannya, mengeluarkan sebuah buku bersampul kulit binatang kuno dari dalam cincin spasialnya dan meletakkannya di atas meja. "Senior, di dalam buku ini terdapat metode restrukturisasi untuk *Pasukan Penegak Hukum* internal. Terapkan dan kembangkan sistem ini dengan disiplin yang ketat; manfaat jangka panjangnya akan memperkokoh posisi klanmu."
"Bawahan menerima titah," Shen Hong menerima buku itu dengan kedua tangannya yang ditangkupkan penuh hormat.
Setelah pertemuan itu, dinamika Keluarga Suci berubah secara drastis dalam waktu singkat. Menuruti arahan Xiao Xuan, Patriark Shen Hong secara mengejutkan menurunkan egonya; dia secara pribadi mengunjungi beberapa kediaman klan kecil yang sebelumnya menjadi korban penindasan Keluarga Suci, membawa kompensasi spiritual yang melimpah serta permohonan maaf resmi.
Generasi muda klan yang biasanya arogan kini dikurung di dalam aula pelatihan bawah tanah, membuat angka kriminalitas di jalanan Kota Glory menurun drastis. Tidak berhenti sampai di sana, Keluarga Suci bahkan mulai membuka jalur kerja sama bisnis yang adil dengan para serikat pedagang jelata.
Tindakan nyata yang penuh ketulusan taktis ini dalam sekejap mengubah pandangan masyarakat; reputasi Keluarga Suci yang semula hitam pekat perlahan mulai memancarkan cahaya yang bersih di mata publik.
[ Sistem Penjahat Takdir: Ding! 🦊 🥳 Selamat kepada Tuan Rumah yang pandai bersandiwara! Berhasil memoles citra Keluarga Suci dari sarang penjahat menjadi pelindung rakyat jelata. Hadiah: 200.000 Poin Penjahat telah dikirim ke kantong spiritualmu. Mengubah serigala menjadi anjing penjaga yang manis... sungguh bakat alami seorang manipulator tingkat tinggi! 🎭✨* ]
Mendengar suara sarkas nan tsundere di benaknya, Xiao Xuan hanya menanggapinya dengan senyuman tipis di dalam hati. Sesuai dengan kalkulasinya, investasi reputasi ini akan membuahkan hasil yang jauh lebih besar di masa depan.
Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian luar biasa Shen Hong, Xiao Xuan segera memerintahkan orang kepercayaannya, Xiao Tian, untuk mengirimkan pasokan sumber daya kultivasi murni dalam jumlah besar ke gudang rahasia Keluarga Suci secara senyap. Xiao Xuan adalah pria yang dingin pada musuh, namun teramat royal kepada mereka yang terbukti setia di bawah perintahnya.
Namun, di balik layar pengiriman logistik tersebut, Xiao Tian—tanpa berkonsultasi terlebih dahulu—mengambil inisiatif pribadi untuk memisahkan sebagian kecil dari pil obat kecantikan spiritual terbaik dan mengirimkannya langsung ke paviliun pribadi Shen Qingqiu. Sebuah tindakan niat baik dari seorang tetua klan yang berniat mempererat chemistry di antara dua darah muda, yang pada akhirnya... justru akan memicu riak masalah baru di dalam lingkaran asmara Xiao Xuan. Namun, lembaran kisah pelik itu adalah rahasia untuk malam yang lain.