NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Karpet Merah JCC dan Sentuhan yang Dingin

Gedung Jakarta Convention Center sore itu dipenuhi oleh ratusan stan pameran teknologi dari berbagai penjuru negeri. Riuh rendah suara langkah kaki pengunjung, desis halus proyektor holografis, dan pendar lampu sorot warna-warni menciptakan atmosfer industri yang luar biasa sibuk. Kirei melangkah masuk ke area pameran utama melalui jalur VIP.

Hari ini, penampilannya benar-benar memancarkan pesona kecantikan seorang Alpha Female papan atas. Dia mengenakan setelan blazer berwarna merah marun berpotongan tajam yang mengekspos leher jenjangnya, dipadukan dengan celana bahan senada yang membungkus kaki jenjangnya. Rambut hitam tebalnya dibiarkan tergerai lurus dengan tatanan rapi tanpa cela. Di belakangnya, Maya berjalan terburu-buru sambil memeluk tablet kendali sistem Zhaklyn OS.

"Nona Kirei, perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital sudah berada di stan utama Mahendra Motors," bisik Maya, matanya bolak-balik memeriksa jadwal. "Tuan Vaxerion juga sudah menunggu di sana."

Kirei hanya mengangguk pelan. Langkah kakinya yang anggun membawa tubuh rampingnya menyusuri koridor pameran yang dilapisi karpet merah tebal. Namun, baru saja dia hendak membelok menuju area stan otomotif, sebuah siluet anggun mendadak bergeser dari balik pilar kaca besar, langsung memotong jalurnya dengan sengaja.

Langkah Kirei terhenti seketika.

Seorang wanita cantik stands tepat di depannya. Wanita itu memiliki garis wajah yang tajam, hidung bangir yang angkuh, dan tatapan mata yang memancarkan rasa superioritas yang pekat. Dia mengenakan gaun desainer sutra berwarna kelabu mahal yang melambai elegan— Bianca. Sisi kecantikan Bianca sangat menawan, khas wanita elit old money yang sejak lahir terbiasa mendominasi tatanan sosial, namun ada racun manipulatif yang tersembunyi di balik senyum tipisnya.

Beberapa staf pameran dan pengawal kementerian yang berada di sekitar tempat itu langsung memperlambat gerakan mereka, mendeteksi adanya ketegangan dingin yang mendadak mencekik udara di koridor.

"Nona Kirei Zhaklyn, benar?" Bianca bersuara, suaranya mengalun sangat tenang, berkelas, namun sarat akan nada merendahkan yang tajam. Dia melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Kirei dari atas ke bawah. "Ternyata rumor di Paris tidak salah. Gadis yang perusahaannya dibangun dari sisa modal ayah angkatnya ini, sekarang sudah pintar memakai blazer mahal untuk menutupi riwayat gubuk pinggiran relnya."

Pembalasan lisan yang sengaja dilempar di depan beberapa pejabat kementerian itu ditujukan untuk membuat Kirei malu dan tersudut.

Namun, Kirei Zhaklyn tidak berkedip sedikit pun. Topeng CEO Zhaklyn Mobile yang dingin, kaku, dan angkuh langsung terpasang sempurna dalam hitungan detik. Kirei melangkah maju satu langkah besar, memanfaatkan tinggi badannya yang proporsional untuk menatap Bianca langsung dari atas ke bawah dengan pandangan elang yang sedingin es kristal.

"Nona Bianca, saya rasa," suara Kirei mengalun merdu, stabil, dan begitu berwibawa tanpa ada satu pun getaran kepanikan. "Terima kasih sudah meluangkan waktu dari Paris cuma untuk meneliti riwayat hidup saya. Mengenal latar belakang Anda, saya tahu Anda sangat suka membahas tentang silsilah dan asal-usul tanah. Tapi sayangnya, di dalam industri teknologi global hari ini, asal-usul tanah Anda tidak memiliki nilai tukar. Yang dinilai di sini adalah isi otak, bukan gaun sutra bekas diskon musim lalu di Eropa."

Wajah angkuh Bianca langsung menegang kaku, senyum sinisnya lenyap dalam sekejap mata. "Apa kamu bilang?!"

"Butuh saya perjelas?" Kirei tersenyum manis, sebuah senyuman menawan namun mematikan yang tidak mencapai matanya. "Proyek investasi konsorsium fesyen Anda di Prancis baru saja ditolak oleh bank sentral karena masalah likuiditas dua hari lalu, kan? Dan sekarang Anda datang ke Jakarta, mencoba mendekati Mahendra Motors untuk mencari suntikan dana darurat dengan membawa dokumen gosip murahan dari Mirna Elviana? Sungguh tindakan pembalasan intelektual yang sangat menyedihkan untuk ukuran wanita dari kalangan old money."

Face-slapping intelektual yang dijatuhkan Kirei dengan begitu tenang seketika membuat Bianca membeku di tempat dengan wajah yang memerah padam menahan malu yang luar biasa di depan para pejabat yang menonton.

Sebelum Bianca sempat membuka mulutnya untuk memaki balik, sebuah suara bariton yang berat, dalam, dan dipenuhi penekanan yang berwibawa mendadak bergema dari arah belakang.

"Ada masalah di sini, Nona Zhaklyn?"

Vaxerion Mahendra sudah berdiri di sana. Pria dua puluh tujuh tahun itu tampil sangat tampan dengan setelan tuksedo formal Mahendra Motors yang membungkus sempurna tubuh tegapnya yang atletis. Wajah tegasnya tidak memancarkan emosi kemarahan, namun tatapan matanya yang jernih dan tajam langsung mengunci Bianca dengan pandangan dingin yang mengintimidasi.

Bianca yang melihat kehadiran Vaxerion langsung mencoba merubah raut wajahnya menjadi manis, melangkah maju ingin menyentuh lengan tegap Vaxerion. "Vaxerion... gadis ini sangat lancang—"

Namun, sebelum jemari Bianca sempat menyentuh kain jasnya, Vaxerion dengan gerakan yang sangat tegas namun sopan langsung menggeser tubuh tegapnya ke samping, menepis jarak secara telanjang di depan umum. Pria itu mengabaikan keberadaan Bianca sepenuhnya, lalu melangkah maju berdiri tepat di sebelah Kirei, bersiap menjadi benteng pelindungnya.

Vaxerion memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Kirei. Dalam sekejap mata, tatapan elangnya yang mematikan langsung mencair, berubah menjadi begitu teduh, dalam, dan dipenuhi binar perhatian romantis yang melelehkan. Tangan besarnya yang hangat terulur ke depan, menyelusupkan jemarinya di antara jemari Kirei yang sempat mendingin karena emosi, menggenggam erat telapak tangan Kirei di depan seluruh pejabat kementerian dan jurnalis yang mulai berkerumun.

"Aku sudah menunggumu di stan utama selama lima belas menit, Kirei," bisik Vaxerion lembut, suaranya terdengar sangat romantis dan penuh kasih sayang yang pekat. "Para menteri sudah tidak sabar ingin melihat demo dasbor barumu. Ayo pergi, jangan buang waktumu yang berharga untuk meladeni orang asing yang tidak masuk dalam daftar undangan resmi kita."

Mendengar rayuan romantis yang dibungkus perlindungan mutlak dari pria setampan Vaxerion, Kirei merasakan seluruh rasa cemas di dadanya menguap habis, digantikan oleh getaran haru yang teramat sangat. Di depan musuh barunya yang mencoba menginjak harga dirinya, Vaxerion kembali pasang badan dengan cara yang sangat matang.

Kirei mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Vaxerion, menatap Bianca dengan kemenangan besar, lalu berjalan bersama sang raja otomotif membelah kerumunan pameran dengan kepala tegak seutuhnya.

 Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!