NovelToon NovelToon
Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.

Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.

Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Sudah Mengetahui

Acara pemotretan hari ini selesai. Amanda seperti biasa siap-siap.

"Amanda terima kasih banyak untuk hari ini, aku benar-benar sangat beruntung dengan kehadiran kamu. Pemotretan berjalan dengan lancar dan pimpinan kau tidak pernah protes apapun, sepertinya dia juga menyukai kamu bergabung di perusahaan ini dan berpartisipasi untuk produk terbaru kami," Gina tidak berhenti memberi pujian kepada Amanda.

"Kamu terlalu berlebihan Gina. Karena aku dibayar dengan fantastis dan menurutku harus bekerja secara profesional dan memberi kesenangan kepada orang yang mempekerjakanku agar mereka tidak kecewa," ucap Amanda.

"Ya, kamu sudah membuktikan hal itu, kamu benar-benar profesional dan semuanya berjalan dengan lancar. Aku berharap pemotretan ke depannya juga sesuai dengan ekspektasi kita semua dan terlebih lagi iklannya juga menarik dan memikat masyarakat," ucap Gina dengan penuh harapan.

"Membicarakan tentang iklan, kira-kira kapan akan dimulai?" tanya Amanda.

"Aku harus mengatur jadwal dulu dan kamu tidak perlu khawatir, aku pasti akan menyesuaikan dengan jadwal kamu agar kamu nyaman dalam pekerjaan ini," ucap Gina.

"Baiklah, kalau begitu aku hanya menunggu kabar baik saja dari kamu," sahut Amanda.

"Pasti," sahut Gina.

"Hmmmm, Gina, aku pamit ya, aku harus pulang dan beristirahat," ucap Amanda.

"Oke, kamu hati-hati dan sekali lagi terima kasih," ucap Gina menganggukkan kepala dengan tersenyum.

Amanda kemudian langsung berlalu dari Gina.

"Syukurlah aku menemukan model profesional, dengan begitu aku tidak akan mendapat masalah dari pak Dirga," ucap Gina dengan menghela nafas.

*******

Amanda berjalan menuju lobi perusahaan, langkahnya tampak begitu anggun dengan kakinya yang jenjang menggunakan heels 8 cm.

"Benarkah, dia tidak pernah protes dengan pekerjaanku dan artinya dia harus mengakui bahwa aku mampu dalam pekerjaan ini. Tuan Egar kau menganggapku terlalu sepele, kau terlalu angkuh sehingga tidak bisa melihat pekerjaanku, sudah protes sebelum melihat hasil pekerjaanku,"

"Lihatlah ke depannya jika kau akan ketagihan mempekerjakanku, lagi pula kontrak ini cukup lama dan aku berharap sebelum kontrak ini berakhir, urusanku dengan orang-orang itu harus diselesaikan," batin Amanda dengan tersenyum miring.

"Nona!" langkahnya seketika terhenti.

Suara itu tampak terdengar tidak asing yang membuat Amanda perlahan membalikkan tubuh, sesuai dengan dugaannya wanita yang memanggilnya tak lain adalah Maudy.

"Untuk apa dia memanggilku,?" tanya Amanda.

Maudy menghampiri Amanda dengan kedua tangannya dilipat di dadanya dan berjalan begitu anggun sampai saat ini sudah berada di depan Amanda.

"Ada apa?" tanya Amanda dengan sangat tenang.

"Saya seorang model yang sangat dikenal di negara ini maupun di mancanegara, tetapi saya tidak pernah mengetahui kamu dari agensi mana sehingga bisa menjadi model di perusahaan ini," ucap Maudy.

"Benarkah, Anda adalah model terkenal dan semua orang mengetahui Anda, lalu kenapa saya tidak mengetahui Anda bahwa Anda adalah seorang model," ucap Amanda.

"Apa katamu...." Amanda tersinggung mendengar pernyataan itu dan tidak mungkin tidak ada yang mengenali dirinya.

"Untuk pertanyaan Anda barusan mengapa saya bisa menjadi model di perusahaan ini dan saya agensi dari mana, saya bukan agensi dari mana, bukan model terkenal atau profesional seperti Anda, tetapi saya memiliki usaha yang keras sehingga bisa menjadi model untuk produk terbaru di perusahaan ini, saya menjadi brand ambassador dari minuman segar yang akan segera dirilis oleh perusahaan ini!" tegas Amanda.

"Kamu sangat percaya diri sekali jika pekerjaan kamu akan terus berlanjut dan sementara kamu mengatakan bahwa kamu tidak dari agensi mana-mana dan bahkan tidak dikenal," sahut Maudy.

"Mungkin saya akan terkenal dan jauh lebih terkenal daripada Anda melalui kerjasama yang telah saya dapatkan dari Perusahaan ini!" tegas Amanda dengan memberi tatapan penuh tantangan dan kepercayaan diri.

"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Maudy secara tiba-tiba.

Amanda justru memberikan senyum penuh arti ketika pertandingan itu diarahkan kepadanya.

"Apa aku mengenalmu?"

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Maudy terus bertanya-tanya dengan rasa penasaran.

"Ya, kita berdua memang pernah bertemu sebelumnya, saling mengenal dan bahkan saling menyayangi satu sama lain, saling percaya, dan pernah saling berpelukan karena duka yang menyelimuti kita," jawab Amanda.

Maudy kaget dengan dahi mangkerut, rasa penasarannya semakin menjadi-jadi ketika mendengar pernyataan Amanda.

"Kak Maudy melupakanku dengan cepat ternyata," ucap Amanda lagi.

Mata Maudy terbelalak kaget dengan jantung berdebar kencang, suara yang baru saja dikeluarkan Amanda mulai terdengar begitu jelas dan belum lagi Amanda tersenyum penuh arti.

"Saya permisi. Kak Maudy," ucapnya berpamitan dengan menundukkan kepala.

"Amanda...." langkah Amanda terhenti kembali ketika namanya disebutkan secara langsung oleh Maudy.

Amanda kembali membalikkan tubuh dengan senyumnya yang sangat menakutkan menatap Maudy dengan tajam.

Maudy sepertinya sudah mulai mengenali Amanda dengan memperhatikan wajah itu dengan sangat teliti, melihat dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.

"Tidak mungkin....."lirih Maudy dengan tubuh bergetar ketika keyakinannya sudah mulai 100%.

"Kenapa kak Maudy? Kakak sudah mulai mengenali saya?" tanya Amanda.

Maudy menggeleng-gelengkan kepala, seketika ekspresi wajahnya berubah menjadi panik, tetapi Amanda tetap santai memberi senyuman menakutkan kepada wanita yang segera perlahan memundurkan langkahnya.

Kakinya terasa bergetar dan tidak tahan menopang tubuhnya yang membuat Maudy tiba-tiba saja terduduk dengan kedua kakinya terlipat rapi ke samping dan kedua telapak tangannya menyentuh lantai seolah saat ini dia berlutut kepada Amanda.

Amanda hanya tersenyum melihat bagaimanakah kakak tirinya itu yang baru saja mengetahui bahwa dirinya kembali sudah panik dan cemas seperti itu. Tetapi Amanda tidak peduli dan kemudian langsung pergi dari hadapan Maudy.

Gina yang baru saja mengangkat telepon sembari berjalan melihat dengan mengeratkan dahi di saat Maudy masih tetap terduduk lemas.

"Nona Maudy!" Gina langsung menghampiri tunangan dari pimpinannya itu.

"Ya, ampun Nona Maudy kenapa?" tanyanya dengan begitu panik yang mencoba untuk membantu Maudy berdiri dengan tubuhnya yang tampak semakin lemas.

"Nona baik-baik saja?" tanya Gina terlihat begitu khawatir.

"Kamu yang merekrut model yang bernama Amanda yang tidak tahu asal-usulnya dari agensi mana untuk menggantikan saya?"tanya Maudy secara langsung.

"Benar Nona," jawab Gina dengan jujur dan sebenarnya dia tidak mengerti mengapa Maudy tiba-tiba saja mempertanyakan pekerjaan urusan kantor dengannya.

"Kenapa kamu begitu sembarangan mencarikan model pengganti saya sembarangan seperti itu, apa kamu sudah tahu asal-usulnya sehingga dia bisa berada di perusahaan ini!" Maudy marah-marah kepada Gina yang membuat Gina justru kebingungan dan seharusnya hak marah-marah itu diberikan pimpinannya kepadanya dan bukan Maudy yang harus memarahinya dan lagi pula pimpinannya juga tidak pernah protes dengan hal itu.

"Dasar bodoh!" umpat Maudy yang kemudian langsung pergi dari hadapan Gina.

"Kenapa jadi aku yang dimarahi?" tanya Gina kebingungan.

Bersambung.....

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉
Ma Em
Semangat Amanda kamu pasti bisa mengambil hak kamu perusahaan yg sdh dikuasai pelakor dan anak2 nya , semoga dimudahkan dan dilancarkan usaha Amanda untuk mengambil kembali perusahaan nya dan bisa menyingkirkan mereka semua .
Ma Em
Amanda mungkin lelaki yg sering kamu temui itu adalah lelaki yg akan menjadi pasangan hdp mu Amanda , ternyata rumah tangga Reno dgn Sisil sepertinya tdk bahagia bahkan sering bertengkar , ternyata Reno menikah dgn Sisil sering bertengkar dikira setelah melepaskan Amanda Reno akan bahagia dgn Sisil wanita pilihan Reno , mungkin itu balasan Sisil karena sdh menyakiti Amanda sehingga rumah tangganya juga tdk bahagia .
Ma Em
Semoga Amanda segera mengetahui perselingkuhan Reno dgn Sisil .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!